Terjebak 1001 Hari(Dunia Ilusiku Sendiri)

Terjebak 1001 Hari(Dunia Ilusiku Sendiri)
bab 11


__ADS_3

Atta menghampiri Sima dan hendak membantunya namun Sima terkejut melihat kehadiran orang yang tak dikenalnya.


"Siapa kau,kenapa kau ada disini."tanya Sima menatap Atta yang saat ini sedang membantu dirinya.


Entah kenapa Sima begitu terpukau karena ketampanan Atta,dan ia begitu nyaman saat didekatnya.begitupun dengan Atta yang juga tertarik karena kecantikan Sima,ia tak henti memandanginya sembari mengobati lukanya.


"Apa masih sakit,ambil ini untuk sementara kau bisa memakainya untuk menghentikan darah yang keluar dari lukamu itu."Atta memberikan Sima sebuah saput tangan miliknya,dan membalutnya pada luka yang ada ditangan Sima.


"Apa ini?"tanya Sima.


"Itu saput tanganku,kau bisa memakainya,"sahut Atta. "Ohh iya kenalin aku Atta,teman Gael,,kau siapa"ucap Atta.


"Aku Sima,"


"Sima,apa kau pacar Gael,kenapa kau tinggal bersamanya."


"Apa itu pacar,"


"Apa kau tidak tau,pacar itu pasangan sebelum menikah,apa kau pacarnya"ucap Atta.


"Ohh bukan aku bukan pacar Gael,aku hanya menumpang tinggal disini bersamanya,"sahut Sima.

__ADS_1


"Ohh kalau gitu senang bertemu denganmu,aku izin pamit ya sampai bertemu lagi,"Atta meninggalkan ruangan itu seraya menatap Sima dan melambaikan tangan padanya,Sima pun membalas lambaian tangan itu meski dia tidak tahu artinya.


"Sangat tampan dan juga baik,,beda banget tuh Ama si penyihir itu."gumam Sima.


Sima memegangi tangannya yang masih terasa sakit,sembari mencium-cium saput tangan dari pemberian Atta tadi.


"Tampaannn,haaahhh tiba-tiba rasa laparku hilang lebih baik aku tunggu Gael saja,aku akan meminta makanan padanya nanti"Sima berjalan menuju kamarnya dan merebahkan dirinya sembari terus menatap saput tangan tadi.


Tanpa disadari dirinya tertidur,dan tetap memegangi Saput tangan itu.


Beberapa jam kemudian....


"Hei,bangun dasar pemalas"seseorang membangunkan Sima sembari menggoyang-goyangkan tangannya.


"Luka,apa lagi yang dilakukan gadis ini,"ucap Gael sembari mengelus tangan Sima yang terluka. "Dan saput tangan siapa ini,bukan punyaku,,tapi kenapa aku seperti pernah melihatnya,,"


Gael mengambil saput tangan itu dari tangan Sima,dan melihatnya,dan setelah beberapa menit akhirny ia ingat siapa yang mempunyai saput tangan itu.


"Atta,kenapa saput tangan Atta ada pada Sima,atau jangan-jangan,"hal yang dikhawatirkan Gael pun terjadi,Atta telah mengetahui keberadaan Sima dirumahnya dan tentunya ini akan menjadi masalah besar. "Tidak,mungkin saja ini saput tangan orang lain,lagipula bukan hanya Atta saja yang memiliki Saput tangan seperti ini."lanjutnya.


"Huaaammmm,"Sima mulai terbangun,dan pelan-pelan ia membuka matanya.betapa terkejut dirinya saat mengetahui Gael sudah ada dikamarnya.

__ADS_1


"Kau,apa yang kau lakukan disini,,"ucap Sima.


"Aku yang seharusnya bertanya denganmu,ini saput tangan siapa?"tanya Gael sembari menunjukan saput tangan yang ia ambil dari tangan Sima.


"Saput tangan itu,kembalikan Gael aku mohon"ucap Sima memelas.


"Aku tidak akan memberinya sebelum kau memberitahunya,"sahut Gael.


"Kenapa kau ingin mengetahuinya,apa masalahmu,,"sahut Sima.


"Iya jelas ini masalahku,aku yang bertanggung jawab pada keselamatanmu saat ini,,"ucap Gael.


"Kalau kau memang ingin tau,ini adalah pemberian dari orang yang sangat baik ia tidak sepertimu penyihir,,kalau tidak salah siapa ya tadi (menggaruk-garuk kepalanya) ohh iya Atta itu dia."ucap Sima.


"Benar dugaanku Atta,"batin Gael.


"Kenapa kau diam,apa kau iri denganku,"ucap Sima.


"Itu,siapa yang iri,,sebaiknya kau menjauhinya,,,dia orang yang ngga baik,,"Gael sekarang sangat mengkhawatirkan Sima,karena dia tidak mau sampai Atta mengetahui identitas Sima.ia berusaha menjauhkan Sima dari Atta.


"Baik atau tidak baik itu urusanku,,lebih baik kau ngga usah ikut campur,,lagipula rasanya aku mulai jatuh cinta padanya"ucap Sima,Gael sangat terkejut dan rasa terkejutnya tidak menghilangkan rasa khawatirnya.

__ADS_1


"Jatuh cinta,kau baru mengenalnya bodoh,"ucap Gael dingin.


"Kenapa kau yang keberatan,dikerajaanku orang jatuh cinta pada pandangan pertama,,"sahut Sima.


__ADS_2