
"Baiklah setidaknya sekarang kau sudah percaya denganku,,dan menganggapku teman,,itu saja cukup bagiku,,"ucap Gael,,,
"Tapi jangan ge-er ya!!,aku belum sepenuhnya percaya denganmu....ya karena kau sudah sering membantuku mungkin itu saja..."sahut Sima...
Malam pun tiba, Gael terlihat sedang duduk di teras rumah memikirkan cara untuk mengatasi masalah yang saat ini tengah dihadapinya.ia bingung mungkin besok ibu dan ayahnya akan datang,akan tetapi Sima masih dirumahnya..
Sementara ia sendiri tau semua ini karena ulah Cintia,tentunya ketika Sima masih dirumah Cintia akan berbuat ulah lebih besar lagi dan ia tidak mau Sima sampai menderita karenanya.
Padahal baru beberapa hari ini Sima dan Gael sudah mulai akrab,Sima pun sudah bisa mempercayai Gael dan menganggapnya sebagai teman.padahal dengan itu ia akan lebih mudah meyakinkan Sima,bahwa ia mencintainya.
Pikiran Gael saat ini masih sedang sangat dilema,ia harus memilih dan mencari cara agar dia bisa tetap bersama Sima tetapi tidak diketahui orang tuanya.dan ia juga harus bisa mengatasi Cintia agar tidak membahas tentang masalah Sima.
"Aku harus keluar,aku perlukan seseorang untuk menghiburku,,"kata-kata itu terlintas dipikirannya,yang membuat dirinya kembali untuk melakukan sesuatu yang sudah ia coba lakukan sejak lama.
Kemudian ia berlari kekamarnya,dan mengambil pakaian yang tergantung dilemarinya.pakian serba hitam yang biasa ia pakai untuk menyamar ketika ia sedang pergi keluar!!
Saat ia selesai mengganti pakaiannya,ia lantas keluar dengan hati-hati dan pelan agar Sima tidak mengetahuinya.
Sementara disisi lain Sima merasa sangat haus dan hendak pergi kedapur untuk mengambil air.karena kamar Sima berada sangat dekat dengan kamar Gael,Sima sesering mungkin mengintip terlebih dahulu kekamar Gael untuk memastikan Gael tetap dirumah atau tidak.
Sima terkejut melihat pakaian yang digunakan Gael tadi berserakan dilantai sementara Gael sendiri tidak ada disana.ia mulai khawatir dan mencari Gael diseluruh penjuru rumah namun tidak menemukannya.
Sima sangat bingung dengan apa yang harus ia lakukan,ia coba meyakinkan diri bahwa Gael hanya keluar sebentar dan akan kembali sebentar lagi.kemudian ia memutuskan untuk menunggu Gael di ruang tengah.
__ADS_1
Ia mondar-mandir kesana kemari untuk bisa menghentikan rasa cemasnya pada Gael,ia tidak tahu sejak kapan ia mulai mengkhawatirkan Gael.namun hatinya tidak tenang saat Gael pergi tetapi tidak memberitahunya.
Karena mengantuk ia membaringkan dirinya disofa.ia berusaha bertahan agar tidak tidur,ia coba bernyanyi-nyanyi.bahkan ia menyalakan tv yang selama ini berusaha ia hindari karena kejadian sebelumnya..
Yang benar saja saat ia mencoba menonton tv,ia kembali melihat hal yang sebelumnya ia pernah lihat dan itu membuatnya takut,lantas ia mematikan tv-nya.
"Apa semua manusia tidak bisa mengendalikan dirinya,,"gumam Sima..
Sima terus mencoba agar dirinya tidak tertidur,ia pergi kedapur untuk mengambil beberapa cemilan agar dirinya tidak mengantuk.
Sementara itu Gael sudah berada ditaman kota,terlihat ia sedang menunggu seseorang disana.tidak lama kemudia seorang wanita datang dan menghampiri Gael.
"Kenapa kau tiba-tiba memanggilku,ada apa denganmu..."ucap wanita itu yang tidak lain adalah Ayu.
"Aku ingin bicara denganmu,apa kau punya waktu?"tanya Gael..
"Kau tau aku hampir saja tidak bisa mengendalikan pikiranku,dan aku hampir saja kembali ketempat itu tadi,,"ucap Gael,tanpa dijelaskan secara rinci pun ternyata Ayu sudah sangat mengerti apa yang Gael maksud.
"Gael lho ada masalah apa ,sehingga hampir nekat melakukan itu,.."ucap Ayu menepuk pundak Gael dan duduk disampingnya
Gael hampir saja menceritakan tentang keberadaan Sima dirumahnya, sementara Ayu sendiri tidak tahu tentang hal itu.ia kemudia berpikir sejenak dan menghembuskan nafasnya.
"Gael kenapa lho diam,cerita sama gw.."ucap Ayu..
__ADS_1
"Sebenarnya..."Lalu Gael memutuskan menceritakan semuanya pada Ayu,sontak saja hal itu membuat Ayu terkejut..
"Apa Gael lho ngajak seorang wanita dirumah lho,dan itu sudah lebih dari satu Minggu,gila lho ya kalau sampai media tau habis lho,,"ucap Ayu..
"Itu yang buat gw bingung,,gw udah terlanjur sayang,,gw ngga bisa ninggalin dia,,tetapi orang tua gw juga akan datang,,lho tau gw hampir tidak waras memikirkan ini.."ucap Gael,,
"Benar-benar ya tu anak(Cintia),rendah banget Sampek berbuat seperti itu sama lho,lho tau ngga dari dulu gw udah geram banget Ama tu anak,,ngga ada kapok-kapoknya dia.."ucap Ayu,mengepal-ngepalkan jarinya...
"Terus bagaimana dengan Atta,dan Raffi apa dia tau semua ini?"tanya Ayu..
"Atta sih tau,tapi kalau Raffi ngga,,"ucap Gael,,
"Bagaimana Atta bisa tahu,gimana ceritanya?"Ayu kembali bertanya..
"Ceritanya panjang,yang jelas ia pernah nawarin dan ngajak Sima tinggal bersamanya diapartemen miliknya tapi saat itu gw ngga setuju,,"ucap Gael,,
"Maaf ni ya bukan gw ngga mau bantu,tapi untuk mengajak wanita itu kerumah gw kayaknya ngga bisa lho tau kan keluarga gw kayak gimana,yang ada nanti terjadi masalah yang lebih besar,,,hmmmm(berpikir sejenak)kenapa lho ngga izinin aja tuh si Sima itu tinggal dirumah Atta untuk sementara waktu aja,ntar kalo ortu lho balik keluar negeri lho ajak kembali tuh dia kerumah lho,,"ucap Ayuu..
"Tapi apa itu aman,,apa ngga akan terjadi masalah?"tanya Gael bimbang...
"Lho yakinkan diri lho,Atta itu anaknya konsisten dan jujur Gael ngga mungkin juga kan dia bisa macem-macem dengan wanita ngga pernah tuh menurut gw,,sebaiknya gini lho pertimbangin kembali hal itu,dan sekarang lho pulang ngga enak nanti diliat orang.."ucap Ayuu,,
Lantas Gael bangun dari tempat duduknya,dan pergi dari sana..
__ADS_1
"Terimakasih Yu,lho udah mau denger curhatan gw,,"ucap Gael,membalikan badannya..
"Udah lho tenang aja sih,,"ucap Ayuu..