Terjebak Di Dua Hati

Terjebak Di Dua Hati
Perjodohan


__ADS_3

Di sebuah rumah minimalis yang selalu harmonis saat ini tengah kedatangan tamu penting,tamu yang sengaja hadir membawa keluarga kecilnya untuk niat suci menyambung tali silaturahmi antara dua keluarga.


"Ayumi, sini nak !!" panggil ibunya dari arah ruang tamu.


"Ya Bu!!" sambil berjalan mendekati kedua orang tuanya yang sedang duduk berhadapan dengan tamunya.


Kemudian Ayumi pun duduk di antara kedua orang tuanya,tak lupa adik laki-lakinya Ayumi berada di sisi sebelah ayahnya .


"Wah cantik sekali nak Ayumi, benar kata Mas Adit putrinya benar-benar cantik." puji si tamu wanita paruh baya yang bernama Milan sambil menatap lekat Ayumi.


"Cantik kan nak Ayumi, Jimmy!!" ucap sang ayah dari Jimmy yang tak lain adalah tamu yang datang ke rumah keluarga Ayumi.


"Iya pa, dia cantik!!" ujar Jimmy sambil menatap Ayumi sambil tersenyum manis.


Yang di puji hanya menundukkan kepalanya, antara malu dan gugup. Dia memang sudah di beri tahu perihal perjodohannya, tapi tak menyangka kedatangannya hari ini, pasalnya dia baru di beri tahu semalam oleh orang tuanya.


"Kenalkan aku Jimmy Rayyan Park." seru Jimmy sambil mengulurkan tangannya.


"Aku Ayumi Tabitha Lunardi, panggil aja Ayumi!!" sambil meraih tangan Jimmy untuk bersalaman.


Kedua keluarga mereka pun tersenyum senang dan setelah itu mereka pun mendiskusikan tentang acara pertunangan putra putri mereka beserta tanggalnya.


Dan mereka sepakat akan menggelar pertunangan Minggu ini, Ayumi dan Jimmy pun setuju.


"Ma, Pa. Bolehkah Jimmy ajak Ayumi ngobrol di luar?" ucap Jimmy sambil menatap kedua orang tua Ayumi seraya meminta izin.


"Silahkan nak, lagian kami masih ada beberapa hal yang harus di bahas. Ayumi , temani nak Jimmy ke taman. Sambil kalian bertukar cerita agar bisa lebih dekat lagi." ucap Adit sang ayah Ayumi sambil mengusap punggung putrinya tersebut.


"Iya nak, biar kalian cepat menyesuaikan diri. Ayo sayang sekalian tukar no ponsel ya!!" sambung mama Jimmy sambil tersenyum.


"Baiklah Bu,yah aku ke taman dulu. Om Tante Ayumi ke taman dulu." sambil beranjak dari duduknya mendahului Jimmy yang kini mengekornya ke taman.


Di taman dekat kolam ikan kini mereka berada, terdapat dua kursi dan satu meja bulat yang menghadap ke arah kolam dan mereka pun menempati kursi tersebut kemudian duduk.

__ADS_1


"Kamu beneran gak keberatan kita di jodohkan? Apa kamu terpaksa?" tanya Jimmy sambil menoleh ke samping tepat ke arah Ayumi duduk.


"Enggak juga sih!! Walau sempet kaget tapi ini permintaan orang tuaku, mau gak mau harus aku turuti." ucapnya jujur sambil menerawang ke depan seolah tidak bisa membantah kedua orangtuanya.


"Kalau kamu , apa kamu terpaksa?" tanya Ayumi kini sambil menatap wajah Jimmy, Jimmy yang sejak tadi menatap Ayumi mendadak gugup saat di pandangi balik.


"Emm,awalnya sih aku terpaksa,tapi setelah ngeliat kamu, jujur aku beneran terima perjodohan ini." balasnya jujur pula dan Ayumi melihat ada kejujuran dari mata Jimmy.


"Oh!! Oh iya kamu kerja di mana?" tanya Ayumi kini.


"Aku kerja di perusahaan papa. Jadi Direktur keuangan,kalau kamu?" Jimmy pun balik bertanya .


"Aku kerja di MYG Corporation." jawabnya .


"Wah hebat, bagian apa?" tanya Jimmy sambil sedikit menggeser kursinya menyerong ke arah Ayumi.


"Hanya staf kantor biasa." jawabnya sambil menundukkan sedikit wajahnya .


"Sepertinya kamu tahu banyak tentang MYG ya?" tanya Ayumi kemudian.


"Itu perusahaan milik sahabatku,kamu tahu dalam kurun waktu tiga tahun dia mengembangkannya dari nol. Gak percaya kan?" sambil mengedipkan sebelah matanya dan itu terlihat sangat lucu di mata Ayumi.


"Ya memang perusahaan itu memang baru di dunia bisnis,aku juga baru setengah tahun kerja di sana setelah proses interview yang ketat. Tapi benarkah perusahaan itu milik sahabatmu?" tanya Ayumi seolah tak percaya ucapan Jimmy.


"Nanti aku kenalkan sama dia. Nanti aku kabarin dia dulu kapan ada waktu kosong,setelah itu kita ketemu dia." ucapnya santai sambil sesekali tersenyum manis.


"Ahh bukan begitu,bukan maksud aku raguin kamu. Ya aku percaya kok sama kamu,tapi gak usah ketemuin deh,ntar kesannya aku manfaatin kamu." Ayumi merasa tak enak setelah berbicara tadi.


"Gak apa-apa kok aku serius!! Nanti aku kabarin sahabat yang lain,yang dulu kita satu fakultas." tersimpan ketegasan di wajahnya.


"Baiklah terserah kamu!!" dan akhirnya Ayumi pun mengangguk kecil.


Setelah pembicaraan itu,mereka pun bertukar nomor ponsel masing-masing. Dan pada saat malamnya pun mereka sempat ber chat sebentar kemudian beristirahat.

__ADS_1


Pagi harinya masih di rumah yang sama,Ayumi telah bangun dari tidurnya kemudian melakukan aktifitas biasanya sebelum berangkat ke kantor.


"Pagi Bu, yah Kai!!" sapa Ayumi kemudian duduk di samping ibunya yang sedang membuat sarapan untuk suami dan kedua anaknya.


"Pagi juga sayang!!" balas sang ayah sambil menautkan kedua tangannya di atas meja makan.


"Gimana kak?" tanya Kaito,adik Ayumi yang akrab di sapa Kai itu kepo.


"Gimana apanya Kai?" jawab kakaknya santai.


"Kakak beneran terima perjodohan ini? Bukannya kakak masihhhh ...Aahh sakit kak!!" ucap adiknya terhenti saat kakaknya mencubit pelan perut adiknya itu.


"Kakakmu masih apa Kai?" tanya ibunya sambil menatap keduanya.


"Masihh..eh masih.. Masih cengeng kan Bu?" seketika membuat anggota keluarganya terbahak.


"Ihh apa sih sok tau kamu!!" pura-pura merajuk untuk menutupi hal yang masih sangat di simpannya di lubuk hatinya terdalam.


"Udah kita sarapan dulu,gak baik depan makanan kita ngobrol.Lanjut nanti ngobrolnya." tegas Ayah Adit kemudian merekapun memulai sarapan mereka.


Setelah sarapan selesai, mereka pun melanjutkan aktivitas masing-masing.Seperti biasa Kai berangkat bareng Ayumi menggunakan motor, Kai selalu mengantar kakaknya sampai kantor kemudian pergi ke sekolahnya.


Sesampainya di lobby kantor, Ayumi turun dari motor matic milik ayahnya dan memberikan helm pada adiknya.


"Lain kali jangan bicarakan tentang hal itu di depan ayah dan ibu. Kamu ngerti Kai? Nih uang bengsin." ucap Ayumi sambil memberikan sejumlah uang kepada adiknya.


"Iya kak maaf!! Ya udah Kai berangkat dulu, makasih ya uangnya. Nanti jemput jam berapa?" sudah menyalakan mesin motor tapi belum melajukannya.


"Nanti kakak kabarin. Soalnya takut lembur, lagi sibuk banget akhir-akhir ini. Ya udah kamu hati-hati Kai ." sambil berlalu meninggalkan adiknya dan tak lama pun adiknya berangkat.


jangan lupa tekan ❤️ dan berikan vote dan komennya


makassihhh..

__ADS_1


__ADS_2