
"Aku pulang!!" Ayumi kini menerobos cekalan dari Suga dan Jimmy,ia berlari sebisanya hanya bisa di pandang oleh Suga dan Jimmy.
"Aku akan mundur Hyung!! Aku gak peduli sama pilihannya,tapi yang aku lihat dari matanya, mata itu masih memancarkan cinta yang begitu dalam ke Lo Hyung. Tatapan yang gak pernah aku dapatkan dari Ayumi" sambil menatap Suga penuh keyakinan.
"Kalau Lo menyerah, Lo batalin pertunangan kalian!! Gak usah nunggu Ayumi yang membatalkan." pinta Suga sambil menatap Jimmy dengan tajam.
"Baiklah setelah dari sini gue akan ngomong sama orangtua gue kalau gue ingin membatalkan pertunangan gue dan Ayumi. Dan setelah itu gue ikhlaskan Lo dan Ayumi bersama Hyung!!" ucapan tulus Jimmy walau hatinya perih.
Sementara Ayumi kini sedang duduk di bangku taman yang tidak jauh dari tempat dia bertemu dengan Suga dan Jimmy. Matanya tak henti mengeluarkan air mata, walaupun di usap beberapa kali tetap saja masih meluncur tak tahu diri.
'Aku harus bagaimana? Aku benar-benar tidak mengerti mengapa ini harus terjadi padaku. Harusnya mereka tak bersikeras untukku memilih. Aku gak sanggup untuk memilih, mereka terlalu baik buat aku.' lirih Ayumi sambil menelungkup kan kepalanya diantara kedua lututnya.
"Luna!!" seru seseorang sambil duduk di sampingnya dan menepuk pelan bahu Ayumi.
Ayumi pun mendongak tanpa aba-aba langsung memeluk seseorang yang kini berada di sampingnya. Tangisannya semakin luruh dan terdengar sangat memilukan.
"Kalau kamu di hadapkan pilihan sulit seperti ini,ingat kamu masih punya aku dan keluargamu untuk di ajak bicara. Aku ini sahabat kamu sejak dulu Luna!!" dengan posisi tangan kanannya mengusap punggun Ayumi dan sebelah lagi memegang kepala bagian belakang Ayumi yang terlihat masih bergetar.
Setengah jam kemudian Ayumi pun terlihat lebih tenang,nafasnya semakin teratur walau terkadang masih ada terdengar Isak pelan tapi tidak sekencang tadi.
Posisi mereka masih sama sejak Ayumi memeluk JK setengah jam yang lalu. JK pun sembari bersenandung pelan menenangkan Ayumi yang kelihatannya mulai tertidur.
__ADS_1
'Gue tau ini berat buat loe dan juga kedua sahabat sekaligus Hyung bagi gue. Mereka berdua sama berharganya termasuk loe Luna. Gue mendukung keputusan kedua Hyung gue dan loe selama itu adalah jalan yang terbaik.' lirih JK dalam hati nya.
Tanpa Ayumi tahu JK sudah mengirim pesan untuk adiknya Ayumi yaitu Kaito untuk segera menjemput Ayumi di taman. Tak lama pun Kaito datang dan menghampiri keduanya,kini Ayumi tampak sudah bangun dan sedang mengumpulkan nyawanya setelah tertidur lumayan lama.
"Kai,kamu di sini?" saat tersadar bukan hanya dirinya dan JK yang berada di sana.
"Aku ingin kakak pulang, Ayah dan ibu menunggu kakak di rumah. Apa kakak gak kasihan sama mereka? Mereka bilang kita akan menyelesaikan masalah kakak, kak Jimmy dan kak Gara bersama. Jangan berusaha untuk menghindar lagi." ucap Kaito panjang lebar sambil menatap kakaknya dengan tatapan lembut.
"Tapi!!" sela Ayumi yang terhenti karena Kaito menyela pembicaraan sang kakak.
"Kak, kak Jimmy sudah membatalkan pertunangan kalian. Itu yang kudengar tadi saat Om dan Tante datang ke rumah dan membatalkan pertunangan atas nama kak Jimmy. Kedua, ibu sudah meminta maaf pada kak Gara saat kak Gara tiba di rumah sesaat setelah keluarga kak Jimmy pergi." jelas Kaito panjang lebar menceritakan kejadian sesaat sebelum JK mengabari kalau dia sedang bersama kakaknya.
"Ya, kak Gara masih ada di rumah saat aku pergi kesini. Gak tau kalau sekarang mungkin sudah pulang." sambil menatap JK yang sejak tadi menyimak pembicaraan kedua kakak beradik tersebut.
"Pulanglah Luna,semakin cepat kamu pulang,semua masalah akan segera selesai. Tinggal bagaimana hati dan pilihanmu yang memilih,gak usah bingung lagi soal Jimmy Hyung dan Suga Hyung. Mereka berdua sudah ikhlas apapun yang menjadi pilihan kamu mereka akan terima." ceramah JK sambil menatap ke arah Ayumi.
"Tapi.."
"Kakak jangan banyak bicara ayo kita pulang,aku sudah meminta bantuan kak JK buat ambil barang-barang kakak yang ada di kosan,mungkin sekarang sedang di bereskan, kakak tinggal ikut aku pulang semua beres." ucap Kaito sambil menarik tangan Ayumi dan membawanya paksa. JK hanya tertawa melihat kelakuan kakak beradik tersebut.
"Kai.. lepas kakak bisa jalan sendiri tau!!" sambil berusaha melepaskan tangannya yang di tarik paksa oleh adiknya.
__ADS_1
"Pakai helm nya,cepetan lelet banget sih!!" setelah melepaskan tangannya dan beralih mengambil helm dan menyodorkan helmnya di hadapan kakaknya.
"Iya iya bawel banget sih kamu!!" gerutu Ayumi sambil memakai helm nya dan tak lama kemudian Ayumi menaiki motor Kaito yang sejak tadi sudah duduk di atas motor matik kesayangannya.
Mereka berdua pun kini sudah melaju pelan menuju rumah mereka. Sedangkan JK hanya tersenyum melihat pemandangan tersebut dan tak lama dia pun beranjak dari sana untuk membereskan barang-barang Ayumi di kosan dengan menyuruh anak buahnya.
Sementara itu di rumah Ayumi,Suga masih berada di sana sekarang di temani Jimmy yang secara sengaja di telepon oleh Suga yang kini telah mendapat kabar kalau Ayumi dalam perjalanan pulang ke rumahnya bersala Kaito adiknya.
"Gue baru dari sini tadi Hyung,kan udah jelas Ayumi milih Hyung jadi buat apa gue di sini? " bisik Jimmy yang sudah duduk bersebelahan dengan Suga dan dindepan mereka kini ada kedua orang tua Ayumi.
"Siapa tau Ayumi berubah pikiran dan milih Lo!!" ucap Suga sambil menatap Jimmy penuh arti.
"Gak mungkin dia milih gue,secara cintanya sangat besar ke Lo Hyung dan gue gak mau dengar langsung karena itu menyakitkan buat gue seenggaknya sekarang gue gak mau denger. Mungkin nanti kalau gue udah siap." jawab Jimmy lemah sambil menatap ke arah Suga.
"Silakan di minum dulu minumannya,maaf Tante gak bisa nyuguhin minuman yang layak,hanya ada teh hangat dan cemilan biasa." ucap ibu Ayumi sambil menata cangkir dan sepiring cemilan di meja tamu.
"Gak apa-apa Tante!!" ucap keduanya hampir berbarengan.
"Sekali lagi Tante minta maaf ya nak Gara, Tante terlalu egois dan kasar waktu itu. Tante gak berfikiran kalau dunia itu berputar,gak selamanya kita berada di atas dan selalu mendapatkan apa yang kita mau, kadang kita juga ada di fase tersulit. Tante akan mendukung semua keinginan Ayumi selama itu terbaik untuk Ayumi." ucap ibu Ayumi sambil mengusap air matanya yang tak bisa ia tahan.
Suga dan Jimmy hanya bisa menatap wanita paruh baya yang telah melahirkan perempuan yang mereka sayangi saat ini sambil tersenyum tipis.
__ADS_1