Terjebak Di Dua Hati

Terjebak Di Dua Hati
Memulai pendekatan


__ADS_3

Ayumi pun menyapa rekan kerja nya sebelum melakukan pekerjaannya. Jika sudah bekerja maka dia akan serius. Ponselnya pun menggunakan mode senyap.


Sesaat sebelum jam istirahat, pekerjaan Ayumi selesai. Ia pun meregangkan otot tubuhnya dengan menggeliat pelan, dan saat itu barulah ia memegang ponselnya.


Sesaat dia buka ponselnya ia terkejut dengan beberapa pesan yang di kirim Jimmy yang mengajaknya makan siang bareng di resto terdekat.


Jimmy Park


^^^Pagi Ayumi^^^


^^^Siang ini makan siang bareng bisa?^^^


^^^Maaf kalau ganggu kamu kerja.^^^


Baiklah!! Kabarin aja di mana tempatnya nanti aku kesana.


^^^Aku jemput jam makan siang. Ini lagi otw kesana juga.Tunggu di lobby aja.^^^


Ok!!


^^^Makasih Ayumi.^^^


...chatt offline...


Ayumi pun mengemas barangnya ke dalam tas, ia pun membereskan berkas untuk di berikan ke bagian Manager pemasaran untuk di berikan lagi ke Direktur pemasaran.


"Udah mau istirahat aja kak Ayumi?" ucap Rini salah satu rekan kerja di departemen tempat mereka kerja.


"Iya Rin, aku ada janji makan siang sama temen. Oh iya pekerjaan kamu udah selesai belum?" jawab Ayumi sambil sedikit melirik ke arah meja Rini.


"Masih ada beberapa berkas yang belum selesai. Kak Ayumi hebat udah selesai padahal kerja kita kan gak jauh beda." sembari tersenyum menatap berkas yang ada di tangan Ayumi.


"Ya karena aku lagi ada janji sih Rin,gak tau bakal koreksi apa gak. Mudah-mudahan sih lolos. Oh iya aku duluan ya bye Rini!!" sambil beranjak pergi dengan membawa berkas dan tas selempang miliknya.


Setelah menyimpan berkas ke sekertaris Manager pemasaran, Ayumi pun melenggang pergi menuju lobby. Sambil menunggu Jimmy, iseng buka sosmed.

__ADS_1


Ayumi tersentak dengan akun sosial milik temannya sewaktu di kampung halamannya. Akun itu telah memiliki jutaan follower dan memiliki centang biru.


'Apakah dia seseorang yang penting sekarang? Hingga akunnya di banjiri follower yang kebanyakan kaum hawa. Aku penasaran pengen scrolling feed nya.' ucap Ayumi dalam hati. Saat akan menekan feed milik temannya, Jimmy datang dengan memencet klakson, dan pandangan Ayumi pun mengarah pada mobil Jimmy.


TIN DIN


"Ah nanti aja deh aku buka!" sambil memasukan ponselnya ke dalam tas miliknya. Kemudian menghampiri mobil Jimmy dan masuk ke dalam mobil.


"Tempat makan yang enak di sini dimana?" tanya Jimmy sambil melajukan perlahan mobilnya sesaat Ayumi telah selesai memasang seatbelt.


"Ada tempat makan enak di resto depan sana, beberapa blok dari sini. Haruskah kita kesana?" tanya Ayumi sambil menunjuk ke arah yang di maksud.


"Baiklah, kita kesana." lalu mengemudikan mobilnya ke tempat yang di maksud.


"Kita harus sering-sering pergi bersama. Besok kalau gak keberatan, aku antar jemput kamu, boleh?" tanya Jimmy sambil sesekali menoleh ke samping.


"Emm bukannya tempat kita kerja berlawanan arah yah? Aku gak mau ngerepotin kamu." jawabnya sambil menatap Jimmy.


"No problem Ayy, mama papa memaklumi. Kita kan Minggu depan tunangan. Aku ingin kita memiliki chemistry sebelum acara pertunangan kita " membuat Ayumi terdiam tanpa bisa berkata-kata.


"Baiklah!! Aku setuju." jawab Ayumi pelan.


"Dan satu lagi, jangan coba panggil Aku Ayy. Aku kurang suka panggilan itu. Maaf ya bukannya gak bagus manggil nama orang sembarangan." sambil mengalihkan pandangan ke arah jendela.


"Ahh baiklah!! Maaf sebelumnya. Oh iya dari sini ke arah mana?" sambil menoleh ke arah jalan.


"Em belok kiri gak jauh dari sana masuk aja udah sampai kok!" jawabnya lagi sambil menunjuk arah yang tepat.


Mobil yang mereka tumpangi pun kini sudah sampai si tempat parkir sebuah restoran . Mereka pun turun dari mobil dan beriringan masuk ke dalam resto dan mulai duduk di dekat jendela besar.


Tak lama pelayan pun datang dan mereka pun memesan makanan dan minuman.


Di belahan bumi yang lain seorang pria muda tengah sibuk dengan pekerjaan kantornya yang seolah tiada henti sejak berkembang pesatnya perusahaan yang dia rintis dari nol tersebut.


"Bagaimana?? Apa kau sudah menemukannya?" tanyanya pada seorang asisten sekaligus sekertaris kepercayaannya yang baru saja tiba dengan berkas- berkasnya.

__ADS_1


"Saya sudah menemukannya tuan Suga. Dia berada di Jakarta saat ini bekerja di kantor pusat!" ucap Regan sang sekertaris dengan lugas.


"Benarkah? Dia benar gadis yang sama seperti yang datanya saya berikan ke kamu?" tanyanya lagi seolah kurang yakin hingga mendongakan kepalanya menatap Regan.


"Sudah valid Tuan. Saya juga mendapatkan foto terbaru dan alamatnya." jelasnya lagi.


"Bagus kerjamu !! Nanti saya transfer bonus ke rekening kamu. Sekarang atur jadwal kosong, aku ingin segera menemuinya." lalu menatap kembali berkas yang ada di hadapannya sambil menaikan sudut bibirnya.


"Tapi tuan, jadwal Anda penuh hingga dua bulan ini. Dan saya sarankan ini tidak di tunda. Karena terder kita kali ini keuntungan kita ratusan miliar." jawab sang asisten sekaligus sekertaris kepercayaannya itu dengan tegas.


"SH**!!" umpatan pertama setelah kesuksesannya. saat pertama saat ia dengan tanpa kepastian meninggalkan kekasihnya untuk mengejar kesuksesan. Dan umpatan keduanya ini adalah saat sudah menemukannya tapi belum bisa menemuinya.


Meninggalkan Suga dengan kekesalannya, kini kembali pada dua orang yang sudah selesai makan siang dan kini mereka dalam perjalanan menuju kantor MYG .


"Nanti pulang aku jemput ya Ayumi! Nanti aku kabari lagi." ucapnya saat mobil sudah sampai di lobby kantor.


"Baiklah Jimmy, terima kasih yah atas traktiran makan siangnya. Aku kembali kerja dulu, nanti aku kabarin lagi." ucapnya sambil tersenyum tak lama membalikkan badannya untuk masuk ke dalam lift.


"Hmm sampai jumpa nanti!!" lirihnya pelan kemudian tersenyum lalu membalikan badannya.


Di dalam mobil, Jimmy pun menghubungi sahabatnya pemilik perusahaan tempat calon tunangannya bekerja.


"Hallo Tuan Sugara Min. Apa kabarnya?" kalimat pertama setelah panggilan di angkat.


"Hai Jim, kabar gue baik. Kabar lo sendiri bagaimana?" jawabnya di sana.


"Kapan Lo pulang dari Korea Suga Hyung!!" sambil terkekeh sendiri mengatakannya.


"Ah itu masih dua bulan lagi. Kerjaan di sini sungguh menyita waktu yang banyak. Sebenarnya sangat melelahkan tapi ini sudah kewajiban bro!!" jawabnya di sana.


"Ah begitu ya. Sayang banget Minggu ini gue tunangan, gue udah kabarin yang lain dan mereka bisa Dateng. Dan terakhir ngabarin Lo Hyung mengecewakan ternyata gak bisa datang." ucapnya jujur.


"Sekali lagi gue minta maaf Jim. Tapi gue janji, saat Lo married, gue akan datang. Lancar acaranya ya bro, samping salam gue buat yang lain. Gue kedatangan tamu Jim, sorry gue tutup ya. Nanti gue kabarin lagi. Bye Jimmy!!" jelasnya panjang lebar tak lama dia pun menutup panggilannya.


Dengan sedikit kekecewaan, Jimmy pun memasukan kembali ponselnya ke saku celananya kemudian melajukan mobilnya kembali ke perusahaannya.

__ADS_1


jangan lupa commen ya dan tekan ❤️ juga makasih..


__ADS_2