Terjebak Di Dua Hati

Terjebak Di Dua Hati
Syarat kembali


__ADS_3

Brmmm brmm..


Terdengar suara knalpot motor yang berhenti di pekarangan rumah orang tua Ayumi,Suga dan Jimmy pun menoleh ke arah jendela yang kini hanya terhalang gorden tipis menerawang.


"Itu pasti mereka datang!! Tante ke depan dulu yah!!" ucap Yury ibunya Ayumi yang kemudian beranjak dari duduknya dan mulai berjalan keluar hendak menghampiri anak-anaknya. Suga dan Jimmy pun mengangguk sambil tersenyum.


Sementara itu Ayumi yang baru saja turun dari motor matic adiknya pun terdiam sejenak. Ia melihat dua buah mobil mewah terparkir rapi di depan area rumahnya, salah satunya dia kenal betul itu mobil milik Jimmy. Tapi satunya lagi Ayumi belum tahu siapa pemiliknya.


"Kenapa kak? " tanya Kai sambil mencabut kunci motornya kemudian membuka helm dan turun dari motor.


"Itu mobil siapa Kai? Yang satu kakak tahu tapi yang satunya? " tanpa mengalihkan pandangan dari mobil yang belum ia kenal.


"Ayumi, Kaito!!! Ayo masuk! " ucap Yuri yang kini sudah berada di samping ke dua anaknya.


"Ibu!! Eh maafin Ayumi bu!! " Ayumi yang langsung berbalik ketika ibunya ada di sampingnya lalu memeluknya sambil menitikkan air mata.


"Maafin ibu juga ya sayang!! Ibu janji gak akan maksa kamu untuk ini dan itu. Ibu akan selalu mendukung semua keputusan kamu nak!! " lirih Yuri sambil mengelus punggung Ayumi.


"Sekarang kita masuk dan kita selesaikan masalah kemarin jangan sampai berlarut-larut, di dalam ada nak Jimmy dan Gara, mereka menunggu keputusan kamu. Ayo masuk!! " ucap Yuri kini sambil mengurai pelukannya dan kini mengelus wajah Ayumi di bagian pipi, Ayumi pun mengangguk patuh dan mereka pun berjalan beriringan masuk ke rumah.


Suga dan Jimmy menoleh saat terdengar pintu terbuka. Suga dan Jimmy tersenyum saat melihat Ayumi masuk beriringan dengan ibunya.

__ADS_1


"Duduk nak!! Kai, masuk ke kamar kamu nak, biar mereka bicara bertiga." sambil menatap Kaito dan sedikit mengangguk pelan seakan memberi isyarat.


"Baik bu!! Kak Gara, kak Jimmy! Kai ke kamar dulu permisi!! " pamitnya sambil menatap bergantian pada Suga dan Jimmy. Suga dan Jimmy pun mengangguk dan tersenyum.


"Ibu juga ke belakang dulu, masih ada yang harus ibu kerjakan!! " pamit Yuri sembari menepuk pelan baju Ayumi yang kini sudah duduk manis di hadapan Suga dan Jimmy.


"Iya bu kami akan bicarakan ini baik-baik dan kami akan menerima keputusan Ayumi apapun itu. " jawab Jimmy sambil tersenyum sangat manis. Sementara Suga ikut mengangguk dan tak lama menatap mata Ayumi yang kini sedang menunduk.


Setelah ibu Yuri dan Kaito pergi dari ruang tamu, kini Jimmy dan Suga sedikit memajukan duduknya dan agak mencondongkan ke arah depan.


"Ayy, tadi Jimmy sudah membatalkan pertunangan kalian bersama orang tuanya. Dan sekarang, aku cuma mau tahu gimana perasaan kamu saat ini. Aku hanya ingin kamu memilih satu di antara kami berdua." ucap Suga panjang lebar sambil menatap lekat wajah Ayumi yang kini sedikit mengangkat wajahnya.


"Kalau kamu pilih Suga hyung, aku ikhlas kok!! Aku akan menerima apapun pilihan kamu!! " ucap Jimmy sambil tersenyum manis, terlihat kejujuran di senyum dan matanya.


"Jadi kamu pilih aku? " tanya Suga sambil tersenyum manis.


"Mestinya sih gitu,tapi gak tau juga!! " kini tertunduk kembali.


"Gak usah mikirin aku Ayumi, aku gak papa!! Aku ikut bahagia kalau kamu dan Suga hyung bahagia." jawab Jimmy meyakinkan sambil menatap Ayumi lembut.


"Bukan karena kamu juga Jim, tapi yang lain nya. Jk mendukung apapun keputusanku tapi yang lainnya aku gak tau apa yang nanti mereka fikirin tentang aku. Aku yang hampir membuat persahabatan kalian hancur. " sedikit terisak di tengah panjang lebarnya Ayumi bercerita.

__ADS_1


"Mereka gak apa-apa kok Ayy, kami berdua udah menjelaskan. dan mereka cuma bilang selama kami bisa menerima keputusan kamu tanpa keributan, mereka gak akan mempermasalahkan hal ini. " ucap Suga yang kini tengah menggenggam erat jari Ayumi dan sedikit memajukan badannya.


"Tapi kalau Suga hyung menyakiti kamu Ayumi, kamu bilang sama aku ya, biar aku bawa kabur kamu jauh-jauh dari dia. " ucap Jimmy sambil mengedipkan sebelah matanya dan kemudian tersenyum.


"Gue gak mungkin nyakitin dia, perjuangan gue buat dapetin dia itu benar-benar terjal, berjuang di antara rasa sakit, kecewa dan bahagia di antara kenangan manis dan pahit. " tegas Suga sambil menatap ke arah Jimmy yang kini mulai terkekeh kemudian tersenyum.


"Gara!! " lirih Ayumi sambil menatap Suga.


"Aku pamit dulu ya, masih ada urusan di luar sana. Aku cuma berharap dan berdoa yang terbaik buat kamu. Aku ikut bahagia jika kalian bahagia. Bro gue duluan ya!! " tak lama Jimmy pun pamit dan beranjak dari tempat duduknya kemudian berjalan tepat sebelum sampai pintu langkahnya tertahan.


"Thanks Jim, gue bakal gunain kesempatan ini dengan baik dan selalu bahagiain dia. Maaf kalau gue udah nyakitin lo, hati lo. Semoga lo bisa mendapatkan permpuan yang lebih baik dari Ayumi nanti!! " ucap Suga panjang lebar dengan penuh ketulusan.


Jimmy pun sedikit tertunduk dan mencoba tersenyum semanis mungkin. Walaupun Ayumi dan Suga tak melihat karena Jimmy tak membalikan wajahnya hanya mengangkat tangannya kemudian pergi.


' Gue harus benar-benar ikhlas, demi Suga hyung, demi Ayumi dan demi sahabat sahabat gue. Ini takdir loe Jim, ini adalah jalan hidup loe. ' lirih Jimmy dalam hati sambil berjalan dengan pelan menuju mobilnya.


Sementara itu di antara Suga dan Ayumi yang masih duduk saling berhadapan kini mereka terdiam. Ayumi kini tak mampu menatap tegak wajah Suga.


"Ayy, aku ingin hubungan kita seperti dulu, sepasang kekasih yang bahagia. Aku akan menepati janjiku sama ibu kamu buat melamar kamu." ucap Suga serius sambil mengangkat wajah Ayumi sedikit ke atas agar Suga lebih mudah menatapnya.


"Aku.. Ehh aku mau!! Tapi ada syaratnya!! " jawab Ayumi pelan.

__ADS_1


"Apa syaratnya? Apapun akan aku lakukan asal kamu tetap berada di sisi ku. " tanpa lepas dari senyuman nya Suga pun menyanggupinya.


"Aku ingin tetap bekerja!! " jawabnya cepat.


__ADS_2