Terjebak Di Dua Hati

Terjebak Di Dua Hati
Perdebatan pertama


__ADS_3

Setelah selesai memakan makanannya, Jimmy dan Ayumi pun bergegas pergi menyusuri pinggir pantai. Jimmy selalu menggandeng tangan Ayumi tanpa terlepas sedikitpun.


"Berapa kali kamu pacaran?" tanya Jimmy tiba-tiba sambil menoleh ke arah Ayumi.


"Aku? Em hanya sekali!!" jawabnya jujur kemudian menatap hamparan ombak.


"Benarkah?" tanyanya seakan tak percaya.


"Ya,kamu sendiri?" tanyanya balik.


"Beberapa kali mungkin! Pertama saat SMA. Waktu kuliah terakhir dengan beberapa mahasiswi Indonesia saat kuliah di Korea." jawabnya jujur sambil menatap ke depan.


"Kenapa sampai putus?"


"Em karena dia menyukai temanku!" jeda sejenak kemudian menatap Ayumi " Aku memilih persahabatan!" lanjutnya.


"Sahabat? JK?" tebaknya asal.


"Bukan tapi Virgo, sahabat yang lain." jawabnya sambil menerawang.


"Begitu yah!!" kemudian menghela nafas pelan.


"Kalau kamu,kenapa putus?"


"Aku!! Susah ngejelasinnya. Di bilang putus, belum ada ucapan kesana. Tapi di bilang masih, empat tahun kami hilang komunikasi. Gak pernah ada kabar lagi." jawabnya jujur sambil menatap langit yang memancarkan sinar jingganya.


"Sama sekali gak ada komunikasi?" memastikan itu benar.


"Iya tiga bulan setelah dia kuliah di luar, Keluargaku mengalami kebangkrutan, semua aset di sita. Untuk biaya kuliah pun menjual perhiasan dan ponsel." jawabnya jujur sambil membayangkan saat itu tiba.


"Oh maafkan aku! Apa suatu saat dia akan kembali?" tanya Jimmy akhirnya.


"Entahlah aku gak tau. Mungkin dia sudah punya kekasih atau mungkin dia sudah menikah. Tapi jika suatu saat dia datang, Mungkin kita sudah menikah!" jawab Ayumi sambil tersenyum.


"Benarkah begitu?"

__ADS_1


"Mungkin saja begitu. Kalau kita sudah menikah, dia emang bisa apa!" jawab Ayumi asal, karena jujur dia juga bingung mau ngomong apa. Hati dan fikirannya tidak sejalan.


"Siapa dia?" tanya Jimmy frontal.


"Mungkin gak sekarang Jimmy!! Lain kali aja , lagian kita lagi berdua harusnya gak ngomongin itu." tolak Ayumi .


"Kamu masih menyukainya?" cerca Jimmy kembali.


"Itu gak penting!! Sekarang kita fikirin masa depan kita aja, bisa?" terlihat Ayumi yang tak ingin membahas tentang Gara.


"Itu penting Ayumi, soalnya aku juga harus tau tentang itu dan gak akan bikin kita salah faham suatu saat nanti." kekeh Jimmy sambil menyerong kan tubuhnya menatap Ayumi.


"Kita lanjutkan seperti ini atau berhenti sampai di sini. Kamu gak percaya sama aku!." ucapnya kemudian sambil berlalu meninggalkan Jimmy seorang diri dengan keadaan terpaku.


'Tapi mana ada setelah empat tahun masih cinta,tak ada kabar sama sekali. Tapi, Suga Hyung dan Jeen Hyung kan sama seperti Ayumi. Tapi kan gak semua orang sanggup menahan selama itu." Jimmy masih dalam mode senyap, belum menyadari kalau Ayumi sudah hilang dari hadapannya.


Sementara itu Ayumi berjalan sangat cepat sambil menangis,Bukan dia tidak menyukai kata-kata Jimmy, tapi ia benci dengan dirinya sendiri yang masih belum bisa melupakan masa lalunya.


Masalalu yang bagi Ayumi belum usai hanya kerena belum ada kata putus antara keduanya. Seandainya Gara telah memiliki kekasih ataupun istri, setidaknya dia bisa menemui Ayumi sebentar untuk mengakhiri hubungan mereka. Apapun akan di terima oleh Ayumi daripada harus di gantung tak jelas seperti ini.


Setelah terdiam beberapa saat Jimmy baru tersadar Ayumi tidak ada di sisinya lagi,ia pun merutuki kebodohannya.


"SH** !! kemana dia pergi?" sembari berlari menoleh kesana kemari tapi tak jua menemukan Ayumi. Hingga bertanya menangkap sebuah sosok yang sedang memasuki taksi .


"Ah Ayumi!!" teriaknya sambil berlari tapi tak terdengar entah pura-pura tak mendengar, ia pun menghentikan larinya dan mencari mobilnya yang terparkir.


***


Sesampainya di rumah,Ayumi pun bergegas masuk ke dalam kamarnya tanpa menghiraukan panggilan ibunya.


"Ayumi!! Kenapa dia langsung masuk tanpa memberikan salam. Kemana Jimmy? Apa langsung pulang?" gumamnya pelan sambil melihat ke arah luar, tak ada siapapun di sana kecuali sebuah mobil asing.


Panggilan dari Jimmy sengaja di abaikan oleh Ayumi. Beberapa notifikasi pesan pun menyusul. Ayumi hanya membiarkan tanpa membaca bahkan menyentuh ponsel pun tidak ia lakukan,ia hanya tenggelam dengan rasa bersalah.


'Selamat Gara,hidupku kini harus menggantung begitu saja. Kenapa kamu mengambil semua hatiku? Kenapa tidak menyisakan ruang sedikit saja untuk orang lain? Aku benar-benar tersiksa jika terus seperti ini.' teriak Ayumi dalam hati di iringi Isak tangis yang seakan tak mau berhenti.

__ADS_1


Besoknya Jimmy mendatangi rumah Ayumi seperti biasa berniat menjemput untuk mengantarkan Ayumi kerja. Ia pun berangkat sedikit pagi dari biasanya karena ingin menyelesaikan masalah kemarin.


"Eh nak Jimmy pagi amat datangnya! Ayo Kita sarapan bareng tunggu Ayumi yah!" sapa ibu Yury dengan hangat sambil menyilakan duduk di meja makan.


"Iya Tante makasih!!" Jimmy pun kini duduk atas perintah ibu Ayumi.


"Oalah ada tamu rupanya!!" kini giliran ayah Adit datang dan langsung duduk di kursi tunggal.


"Iya om !" Jimmy pun tersenyum kikuk sambil menggaruk kepalanya.


Tak lama Ayumi pun datang,dia pun kaget saat tau ada Jimmy di meja makan. Mau balik lagi tapi kepalang tanggung sang ibu mengajaknya ke meja makan.


Dengan langkah gontai Ayumi pun berjalan menuju meja makan,ia pun duduk di sebelah Jimmy dan tersenyum ke arah Jimmy.


"Pagi Ayumi!!" sapa Jimmy sambil membalas senyum kekasihnya.


"Pagi juga Jimmy!" balasnya singkat.


" Ya sudah kita sarapan dulu! Ayo nak Jimmy dimakan nasi gorengnya!" ucap ayah Adit sambil menyodorkan sepiring nasi goreng lengkap dengan telur ceplok buatan ibu Yury.


"Iya Om! Makasih!" jawabnya sambil meraih piring itu kemudian mulai memakannya.


'Mata Ayumi agak bengkak, apa semalam dia menangis karena kata-kata yang aku bilang? Pokoknya aku harus minta maaf sama dia nanti di jalan.' ucapnya dalam hati sambil menatap Ayumi yang juga sedang menyuapkan sarapan.


Setelah selesai sarapan bersama,sang ayah buru-buru pamit berangkat kerja karena ada meeting pagi. Sementara ibu Yury membersihkan bekas sarapan paginya tentunya setelah mengantar sang suami ke teras depan.


Dan kini Ayumi dan Jimmy sedang berada di dalam mobil setelah sebelumnya berpamitan ke Yury,ibunya Ayumi.


"Maaf bukan aku gak percaya sama kamu. Aku merasa sedikit cemburu aja. Aku percaya sama kamu sumpah!!" terang Jimmy dengan segala kejujuran dan ketulusannya.


"Aku gak marah sama kamu,aku hanya sedikit kecewa sama diri sendiri aja yang pasti. Aku terlihat sangat bodoh!" jawabnya pelan


tapi terdengar oleh Jimmy.


"No bukan kamu yang bodoh,Mungkin dia yang bodoh. Ya udah kita baikan yah?" sambil mengajukan jari kelingkingnya ke arah Ayumi.

__ADS_1


"Oke!!" jawab Ayumi lembut.


__ADS_2