
Tepat setelah malam itu, Gara memang sempat berhubungan dengan Ayumi beberapa kali lewat sambungan telepon dan video.
Hingga tiga bulan berjalan, hubungan mereka terputus begitu saja. Panggilan via WhatsApp,chat dan semua sosmed milik Ayumi tidak bisa di hubungi. Gara yang mencari informasi tentang Ayumi pun tidak mendapatkan hasil.
Gara sempat frustasi dan ingin segera kembali ke Indonesia tapi niat itu di urungkannya kembali saat mengingat penolakan ibunya Ayumi dan janjinya pada Ayumi.
**Flashback end**
Tok tok tok
"Tuan!! Tuan Kim sudah menunggu di ruang meeting." ucap Regan setelah membuka pintu, Regan pun berdiri di hadapan Suga yang terlihat memejamkan matanya dan bersandar di kursinya.
Suga pun tersentak dan tersadar dari ingatannya, masalalu yang indah dan begitu di rindukannya. Ia pun akhirnya mengusap air mata yang sempat terjatuh kemudian bangun.
"Ayo kita kesana!!" serunya kemudian berjalan melewati Regan.
"Tuan baik-baik saja kan?" langkah Suga terhenti sejenak saat akan memegang handle pintu dan terdiam sebentar.
"Aku baik-baik saja!! Ayo buruan!" setelah membuang nafas kasarnya, Suga pun lalu membuka pintu dan berlalu ke ruang meeting.
***
Di Indonesia di kamar milik Ayumi malamnya, dia sekarang tengah memandang foto lamanya bersama Gara. Foto yang membuatnya bertahan pada seorang Gara yang akhirnya di patahkan oleh kata-kata ibunya.
Air matanya mengalir begitu saja jika teringat kata-kata ibunya yang sangat pedas tentang Gara. "Maafkan aku Gara, ah tidak. Jangan maafkan aku karena melanggar janji kita. Supaya lebih mudah kamu lupain aku. Atau mungkin kamu di sana sudah punya yang lain seperti kata ibuku?" lirihnya di barengi oleh air mata.
Malam itu pun selalu sama seperti malam-malam sebelumnya. Kerinduan pada seseorang membuat Ayumi belum bisa membuka hati untuk yang lain,sekalipun itu seorang Jimmy.
Selembut,semanis dan sebaik apapun sikap Jimmy pada Ayumi, nyatanya hatinya belum tersentuh sama sekali. Karena hatinya telah terisi penuh hingga tak ada celah untuk orang lain.
***
"Pagi yah,Bu! Kai mana?" sambil duduk didepan meja makan.
__ADS_1
"Kai ada kegiatan sekolah. Hiking sama temen sekolahnya." sahut ibunya sambil mengoles selai kacang ke roti milik Ayumi.
"Oh, Ayumi berangkat pake taksi kalau begitu." kemudian meminum susu hangat yang ada di depannya.
"Loh katanya di jemput Jimmy. Dia lagi di jalan paling." timpal ayahnya langsung membuat Ayumi tersedak.
"Uhuk .uhuk..!!" Sang ayah memberikan gelas berisi air minum pada Ayumi, dan tak lama Ayumi pun meminumnya.
"Terima kasih ayah!" ucapnya lalu menyimpan kembali gelasnya yang tinggal terisi setengahnya.
"Kalau makan tuh jangan buru-buru. Pelan saja!" ucap ibunya kini sambil duduk untuk memakan sarapannya
"Iya Bu!!" jawab Ayumi lalu kembali memakan sarapannya.
Setelah selesai sarapan, Ayumi pun bergegas pamit pada ayah ibunya untuk berangkat bekerja. Tak lupa mencium tangan kedua orang tuanya lalu keluar dan memakai sepatu kerjanya.
Tin Din
Ayumi pun menoleh ke arah suara, tampak Jimmy dengan balutan jas kerjanya sedang duduk di kursi kemudi dan melambaikan tangannya.
"Pacarku kenapa diem aja?" tanya Jimmy yang sesekali menatap kekasih yang baru kemarin resmi
"Aku gak apa-apa Jimmy!! Aku baik-baik saja!" jawabnya sambil menatap ke arah luar jendela.
"Ayo cerita aja gak apa-apa kok!" pinta Jimmy sambil menatap lurus ke depan.
"Gak ada apa-apanya kok,tenang aja!" balas Ayumi kemudian menatap Jimmy sambil tersenyum.
"Baiklah kalau begitu. Oh iya nanti sepulang kerja aku mau ajak kamu ke suatu tempat. Aku udah bilang sama Tante Yury." ucapnya kemudian tersenyum manis,Kalau gadis lain yang melihat senyuman Jimmy pasti akan jatuh cinta,tapi kenapa begitu sulit bagi Ayumi.
"Baiklah!" pasrah Ayumi kini memainkan ponselnya.
Sesampainya di lobby kantor,Ayumi pun turun lebih dulu saat Jimmy akan turun untuk membukakan pintunya.
__ADS_1
"Hati-hati di jalan ya Jimmy,sebelumnya terima kasih!" sesaat setelah berada di luar dan pintunya di tutup.
"Ah iya. Aku berangkat ya!!" jawabnya sedikit kecewa oleh sikap Ayumi yang masih terlihat menjaga hatinya
Tak lama pun Jimmy pergi dari sana meninggalkan Ayumi yang masih terpaku menatap mobil Jimmy hingga tak terlihat lagi.
"Setelah Gara pergi sekarang siapa lagi yang Lo deketin? Merasa paling cantik Lo?" suara dari arah belakang membuat hatinya panas.
Siapa yang tau dengan sosok Gara di kantornya? Tapi suaranya terasa tidak asing di telinga Ayumi. Ia pun berbalik dan terkejut dengan siapa yang tadi seenaknya bicara.
"Bener berarti gue ya? Gue tau kenapa Gara pergi dari Lo itu karena Gara tau siapa Lo sebenernya!" ucapnya seraya mendekat dan menelisik Ayumi dari atas hingga ke bawah.
"Itu bukan urusan Lo Valerie. Dan berhentilah mengganggu. Apa Lo gak bosen selalu ikut campur sama urusan gue?" kini giliran Ayumi mendekat ke arah Valerie.
Semua yang ada di lobby menatap perdebatan mereka. Saling bisik pun tak terhindarkan.
Ayumi pun mendekat dan berlalu,ia tidak mau berdebat lagi dengan Valerie,cukup dulu di kampus dan yang berhubungan dengan Gara, ya karena Valerie menyukai Gara.
Valerie yang merasa kesal pun menghentakkan sepatu hak tingginya keras,wajahnya pun belum bisa terlihat baik-baik saja.
Di kubikelnya Ayumi kini berada, menatap surat yang ada di mejanya. Ayumi pun membukanya perlahan.
Setelah terbuka Ayumi pun mengambil 8s8 di dalamnya.Ia mengerutkan keningnya seolah tak percaya dan apa bukan prank .Ia menetap sekeliling pun tidak ada yang aneh,tapi siapa yang menyimpan file itu.
"Permisi!! Ini siapa yang simpan ya?" sambil mengangkat kertas dan menggoyangkannya.
Para pegawai pun belum banyak yang datang hanya beberapa, Wiwit dan Rini belum datang karena jam masih menunjukkan jam tujuh lebih empat puluh lima.
Seorang pegawai lain datang menghampiri Ayumi dan melihat kertas apa yang di maksud Ayumi.
"Surat pengangkatan menjadi Sekertaris Presdir? Kepada Ayumi Tabitha Lunardi. Benarkah kamu diangkat jadi sekertaris Presdir?" tanyanya seakan sama-sama tidak percaya .
"Iya aku juga gak tau kenapa ada di mejaku. Siapa yang bercanda dengan hal seperti itu. Tapi tanpa ada tanda tangan dan cap yang jelas, tentu saja itu prank kan? Tapi siapa?" sambil memegang kembali kertas tersebut dan berfikir panjang.
__ADS_1
"Kalau ada panggilan dari HRD pasti bisa di percaya,tapi kalau cuma asal tulis gini aku sangsi Ayumi!" ucap pegawai itu sambil berjalan pelan mendekati mejanya.
"Iya aku fikir juga begitu! Apa jangan-jangan ini kelakuan dia?" sambil mengira-ngira dan tertuju pada sebuah nama yang selalu saja membuat Ayumi hidup tidak tenang.