
Panggilan tersambung tapi belum ada jawaban, hanya deringan yang terdengar. Beberapa saat kemudian Suga pun mengangkat teleponnya.
"Lo udah di indo? kenapa gak kabarin kita?" tembak Jeen saat Suga mengangkat teleponnya
"Gue baru sampai, masih jetleg! " jawabnya di sana.
"Kok ngedadak, harusnya kemaren sampainya, soalnya Jimmy merajuk kan!" jawab Jeen sambil menatap ke arah Jimmy dengan senyum di wajahnya.
"Iya ada hal mendesak hingga gue harus balik cepet!!"
"Kapan kita bertemu? Sepertinya ini sudah sekian lama!" kini giliran Johny yang berbicara setelah sebelumnya merebut ponsel Jeen yang tengah menempel di telinganya.
"Nanti gue kabarin. Gue harus urus beberapa hal lebih dulu dan ini benar-benar mendesak!" jawab Suga .
"Ya sudah maaf kalau mengganggu!!Kami tunggu kabarnya!" ucap Johny kemudian dan tak lama kemudian sambungan mereka terputus.
"Apa katanya?" tanya Jimmy kepo.
"Dia masih jetleg, ada hal yang harus dia urus katanya mendesak dan mendadak sekali. Nanti dia bakal kabari tempat dan waktunya." jawab Johny apa adanya.
"Ngomong-ngomong Virgo Hyung dan Hobi Hyung kemana?" tanya Jekey sesaat setelah menyeruput kopi yang tadi di bawakan oleh John.
"Paling masih tidur! Ah sekarang sudah tidak seperti dulu. Dulu kita benar-benar menghabiskan waktu bersama-sama." jawab Jimmy sambil memainkan ponselnya.
"Tentu saja semua berbeda, sudah ada tanggung jawab dan tugas masing-masing yang harus di urus. Ah benar-benar merindukan masa lalu." jawab Jeen sambil merebahkan dirinya di sofa yang menghadap ke arah televisi.
Mereka pun terdiam dengan ingatan mereka masing-masing. Sosok Jeen yang bisa sangat menjadi dingin jika berhadapan dengan orang baru, tapi di hadapkan dengan sahabatnya dia bisa menjadi orang yang receh,
Suga yang asalnya seorang yang ceria tiba-tiba menjadi dingin melebihi tokoh Elsa di film Frozen.
Hobi yang selalu positif thinking dan selalu tersenyum tak pernah berubah.
Johny yang dulu adalah lelaki yang pintar dan pandai menyelesaikan sesuatu.
__ADS_1
Jimmy si cowok berhati malaikat yang memiliki senyum termanis,dan terkadang suka julid.
Virgo yang ganteng tapi kelakuannya abstrak, ia menyukai hal yang menurut orang lain aneh.
Dan terakhir Jekey dulunya adalah sosok pemalu,maklum dia berasal dari satu kampung di kota besar tapi memiliki banyak talenta.
***
Tak terasa kini beranjak sore sekitar pukul dua siang Ayumi pun terbangun dengan posisi berada di pelukan Suga. Melihat Suga yang terlelap di sampingnya tampak damai dan tampan.
"Kenapa aku bisa sampai senyenyak itu tidur di pelukan Gara? Apa dia sejak tadi tidak beranjak dari sini? Apa tidak pegal?" Ayumi kini berperang dengan batinnya sambil mendongak ke arah gara.
Suga yang merasakan ada pergerakan perlahan membuka matanya, dan yang dilihat pertama kali adalah wajah cantik Ayumi, ia pun tersenyum melihat Ayumi kini menjadi kikuk sendiri.
"Apa semalam kamu gak tidur?" tanya Suga sambil mengurai pelukan mereka.
"Aku.. aku gak bisa tidur. Tapi kenapa dengan mudah aku tidur tadi yah?" jawab Ayumi jujur sekaligus bingung dan kini menggaruk tengkuknya yang tak gatal.
"Kamu mikirin aku sampai gak bisa tidur?" tanya Suga dengan wajah menggoda.
"Gak karena ada kamu yang aku peluk, jadi terasa nyaman!! Oh iya tadi ponselmu berkali-kali berbunyi, coba lihatlah siapa tahu itu penting?" sambil menunjuk ke arah ponsel milik Ayumi yang sejak pagi berada di meja tamu.
Ayumi pun mengambil ponselnya, kemudian membuka layar utama yang tak pernah dia kunci. Ia begitu terkejut saat ada beberapa panggilan dari Jimmy, Jekey dan ibunya. Ada pesan masuk pula dari Jekey yang menanyakan keberadaannya. Dan ibunya yang khawatir Ayumi tidak mengangkat telepon.
"Siapa yang telpon?" tanya Suga sambil merubah posisi duduknya.
"Ibu dan salah satu teman lama. Ibu cuma khawatir aja karena aku gak angkat telepon." ucapnya jujur dan kemudian membalas pesan dari ibunya.
"Ah aku lapar! Apa kita bisa makan di luar?" tanya Suga sambil memegang perutnya.
"Makan di mana?" tanya Ayumi sambil membalas chat dari Jekey.
"Terserah kamu!! Aku ikutan. Siap-siap dulu sana, aku tunggu di mobil." lalu Suga pun mengacak rambut Ayumi kemudian beranjak keluar.
__ADS_1
Ayumi pun kemudian bersiap,hanya memoles tipis wajahnya dengan sedikit sentuhan Liptin pink. Tak lupa tas berisi ponsel dan dompet pun ia bawa.
Ia bergegas keluar rumah berniat untuk menyusul Suga,tapi saat pintunya ia buka, ia bingung dengan kedatangan Jekey dan Jimmy.
Ayumi pun menoleh kesana kemari mencari sosok kekasihnya gara. Tapi tidak menemukan mobil lain selain mobil yang ia yang ia yakini milik Jimmy.
"Kamu mau kemana? Sudah rapih!" tanya Jimmy sedikit memicingkan matanya ke arah Ayumi.
"Kamu ada apa kesini?" sambil menetralisir jantungnya yang sudah mau melompat.
"Aku di minta Tante buat lihat keadaan kamu. Kata Tante, kamu sendirian di rumah takut ada apa-apanya soalnya dihubungi berkali-kali tidak di angkat! Ada rencana pergi?" kini Jimmy mulai curiga ke Ayumi.
"Aku hanya akan pergi keluar sebentar membeli keperluanku yang udah mau abis!!" sebisa mungkin Ayumi terlihat natural.
"Ah begitu!! Aku antar bagaimana?" tanya Jimmy sambil menatap mata Ayumi.
"Aku gak mau repotin kamu!! Lagian aku gak apa-apa belanja sendiri gak jauh ini kok. Cuma depan komplek sana." tolak Ayumi secara halus dan menunjuk ke arah gerbang komplek yang memang tidak begitu jauh dari rumah milik keluarga Ayumi.
"Kita cuma mau mastiin kalau kamu baik-baik saja Luna!!" giliran Jekey yang bersuara setelah melihat perdebatan antara Ayumi dan Jimmy.
"Kalau begitu aku pamit. Aku senang kamu baik-baik saja. Tadi sekalian aja kesini dari rumah Johny Hyung bareng Jekey. Tapi sepertinya Jekey masih ada urusan dekat sini aku duluan ya. Bye Ayumi sampai ketemu besok!" lalu ia menatap Jekey seakan memberi kode pada Jekey bahwa Jekey akan menjadi penghubung antara hubungan Jimmy dan Ayumi, kemudian melambaikan tangannya dan tersenyum semanis mungkin.
"Maaf ya Jimmy!" ucap Ayumi tulus sambil melambaikan tangannya ke arah Jimmy yang kini sudah berada di dalam mobilnya dan tak lama beranjak pergi.
"Kenapa tidak di ajak masuk?" todong Jekey sambil menatap mata Ayumi tajam.
"Bisa kita duduk di dalam sebentar saja? Ayo!!" setelah memastikan Jekey mau masuk Ayumi pun langsung menutup pintunya.
Setelah mereka duduk saling berhadapan, Jekey menatap Ayumi seolah meminta penjelasan. Ayumi yang melihat ekspresi serius di wajah Jekey pun hanya bisa terdiam.
"Kenapa masih diam? Kamu sahabat aku dari dulu, dan Jimmy adalah sahabat aku juga saat ini. Kalau memang tidak memiliki perasaan jangan memberi harapan!" ucapnya kini dengan nada kesal.
"Kamu ngomong apa sih Jekey?" Ayumi semakin bingung dengan nada pertanyaan Jekey yang menurutnya aneh.
__ADS_1
"Aku melihat hubungan kalian, seperti hanya Jimmy Hyung yang mengharapkannya, sedangkan kamu enggak!!" jawab Jekey jujur.