
Setelah keluar dari toko helm, Gara mengajak aku masuk ke cafe yang tepat berada di depan toko helm.
"Ayo masuk!!" ucapnya sambil menarik lembut tanganku.
"Baiklah!!" aku pun mengikuti kemana langkah Gara membawaku.
Kami pun duduk di tempat yang terdapat jendela kaca yang besar samping pintu utama. Kami pun memesan minuman kemudian Gara sepertinya ingin berbicara serius.
"Ayy, aku benar-benar suka sama kamu. Aku memang bukan putra pengusaha yang memiliki banyak harta, tapi aku punya rasa sayang sama kamu dan sangat ingin melindungi kamu. Apa kamu mau menerimanya?" tanya Gara padaku sambil menatap lembut padaku.
"Kak, tapi aku belum siap di sakiti oleh perempuan yang menyukai kakak. Aku memang pengecut kak!! Maaf, aku fikir kita gak bisa dekat. Bukan karena status juga kak." ucapku jujur tanpa bisa menatap Gara yang masih menatapku.
"Aku akan melindungi kamu dari mereka. Mereka gak akan macam-macam aku akan peringatkan mereka." ucap Gara yang sedikit memaksa.
"Kaaak!!" protesku pada Gara.
"Belajarlah memahami perasaanmu sendiri Ayy! Kalau kamu merasakan senang saat sama aku dan sedih saat aku sedih, kemudian saat aku dekat dengan wanita lain kamu merasa marah dan kesal begitupun sebaliknya. Dan itu adalah jelas cinta." jelas Gara sambil menerawang ke depan.
"Apa seperti itu yang namanya cinta?" jawabku benar-benar polos.
"Ya di saat dekat dengan seorang laki-laki terus jantungmu dag Dig Dig berarti itu cinta juga." jelas Gara sambil tersenyum.
"Ahh..begitu!!" jawabku lagi.
"Apa kamu merasa seperti itu padaku?" tanya Gara serius.
"Ya sih saat main basket waktu aku hampir jatuh dan kakak nolongin, saat itu wajah kita Deket banget! Di sana jantungku benar-benar berdetak kencang." jelas aku jujur.
"Berarti kita jadian ya?" kini Gara meraih tangan Ayumi dan mengelusnya pelan.
"Tapi kak?" wajahku sudah memanas dan aku yakin kalau mukaku udah bener-bener memerah.
"Dan sekarang berhenti panggil aku kakak. Panggil aku Gara aja, sayang juga boleh!!" kini Gara benar-benar menggoda Ayumi dan lagi di mata Gara, Ayumi kini terlihat menggemaskan.
"Kak!!" aku makin malu jantung ini benar-benar berdetak terlalu kencang, Aku bahkan takut punya penyakit jantung kalau begini caranya.
"Berhenti bilang kakak!! Cukup Gara aja gak ada bantahan!" sambil memasukan anak rambutku dan menyelipkan ke belakang telingaku.
"Baiklah Ga.. Gara!!" pasrahku.
__ADS_1
Dan sejak saat itu kami benar-benar tidak merasa canggung lagi. Dan saat orang yang selalu mengerjaiku pun tidak bisa berbuat apa-apa karena Gara selalu bersamaku kemanapun, dan jika ada yang mendekat pun gara lebih dulu memberi peringatan ke orang tersebut.
..Flashback POV Ayumi end..
"Baiklah aku harus melepaskan keduanya. Aku gak mau persahabatan mereka hancur gara-gara aku. Aku benar-benar harus pergi dari keduanya." lirih Ayumi sambil bangun dari tidurnya lalu menuju lemari untuk mengambil koper dan baju serta surat-surat berharga.
Ayumi pun memasukkan satu persatu barangnya ke dalam kopernya dan kini ia menghubungi taksi online.
Di lain tempat, di dorm biasa dulu mereka berkumpul kini mereka berkumpul. Suga menghubungi mereka satu persatu. Dan sekarang semuanya hampir berkumpul terkecuali Virgo dan Jimmy yang masih dalam perjalanan.
"Ada apa ini? Kenapa tiba-tiba sekali kita berkumpul? Bukannya Lo masih istirahat ya Suga Hyung?" Hobi kini muncul sambil membawa nampan berisi kopi lima cangkir.
"Ada sesuatu hal yang harus aku bicarakan!! Dan ini aku membutuhkan saran dari kalian semua. Jadi tunggu semua kumpul baru aku bicarakan!" ucap Suga sambil mengambil secangkir kopi di nampan.
Jekey hanya bisa terdiam, ia jadi ikutan bingung. Ia hanya melamun sejak tadi, dan itu jadi perhatian Jeen , Johny dan Hobi.
"Kenapa Lo ngelamun Jekey?" tanya Jeen penasaran.
"Aku gak papa Hyung!!" kini hanya terdiam lagi, biasanya makanan dan minuman yang ada di meja maka secepatnya ia akan makan, tapi kali ini malah di anggurin sama Jekey.
"Tumben Lo gak nafsu??" kini giliran Johny yang bertanya sambil menyuapkan cake ke mulutnya.
"Gak papa Hyung!! Ah hanya pusing sedikit." jawab Jekey akhirnya.
Tak berapa lama Virgo dan Jimmy datang dan langsung duduk diantara Suga dan Jekey.
"Hai Hyung!! Ada apa sih beneran gue buru-buru saat Hyung bilang urgent!" Jimmy kini mendekati Suga dan merangkulnya erat .
Uirgo duduk di dekat Jeen dan Jekey langsung mencomot satu cake dan memakannya.
Suga menatap satu persatu sahabatnya kemudian menarik nafas kasar dan juga menghembuskan kasar.
"Begini, gue udah ketemu sama pacar gue yang dulu gue ceritain. Kalian masih ingat?" ucap Suga langsung ke pokoknya sambil menatap ke arah Jimmy.
"Selamat kalau gitu!!" ucap Jimmy tulus sambil tersenyum manis.
"Selamat Hyung!!" kini Johny dan Virgo bergantian menyelamatinya.
"Benarkah?? Wah selamat ya Suga!" Jeen pun tulus menyelamatinya.
__ADS_1
"Tapi ada satu hal yang harus kalian tau, ini ..." tiba-tiba Suga mendapat telepon dari Regan.
"Sebentar gue angkat telepon dulu." sambil menggeser layar ponselnya.
"Apa? Benarkah? Berapa total yang dia gelpakan?" sambil mengernyitkan dahinya.
"Kamu urus mereka aku segera kesana. Sebisa mungkin tolong jangan sampe lengah dan tetap diam seolah bodoh." jelas Suga sambil meraih kunci mobil yang berada di meja dan mematikan ponselnya.
"Mau kemana Hyung?" ucap Jimmy menatap tak percaya.
"Ada hal yang harus gue urus sebentar. Gak lama, kalian tetap di sini jangan kemana-mana." pinta Suga tanpa berlama-lama lagi di sana. Kemudian pergi dari sana.
"Apaan ini? Kita udah buru- kesini eh dianya kabur.'' kini Virgo berdecak pelan.
"Hanya sebentar!! Tunggu saja!!" teriak Suga setengah berlari.
"Ini apaan sih ngeburu-buruin, giliran udah kumpul pergi gitu aja!!" gerutu Jeen sambil merebahkan dirinya.
"Tunggu saja Hyung!! Sepertinya Suga Hyung benar-benar ingin menjelaskan sesuatu. Dan ada yang lebih mendesak dari itu." ucap Jekey sambil memejamkan matanya dan menutupnya dengan lengannya.
"Apa kamu tau sesuatu Jekey?' selidik Hobi tanpa menatap Jekey.
"Kalaupun aku tau, bukan aku yang harus jelasin!!" dan setelah itu tak ada lagi yang bersuara. Semua sibuk dengan fikirannya mereka masing-masing.
***
"Tolong aku Lisa!!" ucapnya pada salah satu teman dekatnya di kampus dulu.
"Tolong apa Ayumi? Kamu kabur dari rumah?" tanyanya sambil memindai satu persatu yang di bawa Ayumi.
"Bisakah aku masuk dulu. Kamarmu luas sewa berapa perbulan?" setelah masuk ia menelisik kamar milik Lisa.
"Satu juta Ayumi!! Kamu mau sewa?" tanya Lisa sambil menyilakan Ayumi duduk.
"Ada kamar kosong kah?" tanya Ayumi berseri-seri.
"Ada!! Di lantai atas!!" sambil menunjuk ke arah atas.
"Baiklah!!"
__ADS_1