
"Katakan itu tidak benar?" tanya Suga sedikit frustasi. Ia hanya ingin gadis di depannya itu menyangkalnya dan membuat seolah tidak ada kejadian apapun yang mengganggu hubungan mereka.
"Itu benar-benar terjadi! Dan kemarin aku sudah bertunangan!" ucapan yang tiba-tiba membuat Suga sontak berdiri dan menjambak rambutnya sendiri.
"Kenapa kamu setuju?" tanyanya masih dengan nada emosi.
"Aku terpaksa. Ini permintaan ibu dan hik.. Dan karena aku berfikir kamu telah memiliki gadis lain seperti yang ibu bilang sama aku." jawabnya jujur sambil mendongak menatap kekasihnya itu.
"Dan sekarang kenapa setelah aku tiga bulan pergi ke Korea kamu Sama sekali tidak bisa di hubungi? Bahkan akun sosmed pun aku gak bisa nemuin kamu?" cerca Suga sedikit menaikan nada suaranya.
"Setelah tiga bulan kamu pergi, keluargaku di tipu oleh orang lain. Dan kami mengalami kebangkrutan. Kami menjual semua aset yang tidak di sita untuk kuliahku, dan untuk makan sehari-hari, kamu menjual perhiasan dan juga ponsel kami." jelasnya kemudian menunduk sambil menutup kedua matanya dengan tangannya.
"Terus kanapa begitu kamu punya ponsel tidak menghubungiku?" kali ini sedikit melunak walaupun rasa kesal masih tergambar di wajahnya.
"Sepertinya sebelum kebangkrutan kami, aku sempat melihat seoorang pakar IT dan hacker bertamu ke rumah. Aku fikir memang ada perlu dengan orang tuaku. Tapi jika di fikir lagi, ibu pasti meminta orang itu meng hack ponsel aku dan akun ponselku. Aku malah sering menghubungi kamu tapi nomor yang aku panggil tidak ada itu yang aku aneh.Aku fikir kamu yang gak mau menghubungiku lagi." jelasnya panjang lebar sambil meluapkan perasaannya yang tersimpan selama empat tahun terakhir.
"Justru sebaliknya, Aku yang gak bisa hubungin kamu dan semua akun sosmed kamu. Aku fikir kamu lelah menjalani LDR. Aku sempat ingin balik lagi ke Indonesia saat kamu susah di hubungi. Tapi aku urungkan sebelum itu aku harus sukses lebih dulu baru kembali.!" kini Suga kembali duduk dan menghempaskan tubuhnya di sofa ruang tamu.
"Jadi, apakah ini di sengaja? Apakah ibuku yang memblokir akun di ponselku?" lirihnya tapi masih terdengar di telinga Suga.
"Segitu bencinya ibumu sama aku? Apa harta bisa membuat bahagia? Buktinya enggak, aku udah sukses dengan bisnis aku tapi nyatanya aku gak bahagia! Karena gak bisa sama kamu!" ucapnya sambil menatap ke arah Ayumi.
"Gara, aku mohon beri aku waktu untuk menyelesaikan ini semua. Aku bakal ngomong sama ibu tentang kamu. Jadi bersabarlah sebentar, bisa?" kini Ayumi menggenggam tangan Gara dengan erat.
"Apa kamu akan memilih aku? Aku gak mau hubungan ini di gantung lagi. Aku beneran gak sanggup. Kalau kamu pilih dia, aku akan mundur." ucapnya sambil melepaskan tangan Ayumi dan mulai beranjak dari duduknya.
__ADS_1
"Gara!! Aku mohon jangan kayak gini, aku benar-benar milih kamu. Tapi gak tau dengan ibu!" kini Ayumi bersimpuh di kaki Suga dengan erat memeluk lututnya sambil menangis.
"Jangan seperti ini Ayy!! Aku mohon." sambil membungkuk meraih tubuh Ayumi yang ada di kakinya.
"Aku bingung Gara, dia sangat baik jadi aku harus pelan-pelan berbicara dengan dia dan membatalkan pertunangan aku sama dia. Kasih aku waktu!!" kini Ayumi terisak di pelukan Suga dalam posisi berdiri.
"Duduklah!!" Suga pun membawa Ayumi duduk kembali dan menenangkan Ayumi di dadanya.
Perlahan mata Ayumi terpejam, Suga mengelus puncak kepalanya dengan lembut. Suga merasa ada yang aneh kenapa Ayumi tak bersuara lagi, dan saat di lihat, nafasnya teratur walau kadang terdengar isakannya sesekali tapi dia benar-benar tertidur di pelukan Suga.
Suga pun tersenyum, walau hatinya benar-benar kesal pada ibunya Ayumi yang menyebabkan kesalah pahaman pada mereka. Nasib baik memang masih berpihak pada mereka karena baru bertunangan, bukan menikah.
Tiba-tiba terdengar ketukan dari luar, Suga pun menyuruh masuk dan ternyata itu adalah Regan.
Regan pun menghampiri Suga dan memberikan informasi tentang kakaknya Yusaga di Korea. "Pantau saja dari jauh, aku yakin dia tidak akan macam-macam." bisik Suga kemudian memberikan perintah lain.
"Jangan lihat terlalu lama! Cukup tiga detik saja!" perintah mutlak dari atasannya.
"Baiklah Tuan posesif! Saya permisi. Jika butuh sesuatu kabari saya, saya akan menunggu di luar." jawabnya sambil berlalu.
"Ya nanti akan aku hubungi." jawabnya lalu memandang kembali Ayumi yang terlelap di bahunya.
****
Di tempat lain, kini Jimmy dan yang lainnya tengah berkumpul di rumah milik Johny. Hari ini hari libur tentu mereka berkumpul jika ada kesempatan.
__ADS_1
"Jekey coba kamu chat Ayumi,tanya dia lagi apa?" ucap Jimmy sambil memegang tangan Jekey.
"Kenapa gak Lo sendiri Hyung!" jawab Jekey dengan menatap Jimmy .
"Gue kan udah bilang gak akan ganggu Lagian apa salahnya kamu chatt dia, dia kan Deket sama kamu. Aku cuma mau tau kabarnya saja." jawab Jimmy sambil terus meminta Jekey mengirimkan pesan.
"Masih bisa chat sendiri gak usah nyuruh gue!" kesal Jekey sambil memonyongkan bibirnya dan terlihat menggemaskan. Tapi tetap menuruti kemauan Jimmy.
Jekey pun mengirim pesan menanyakan kabar, tapi tidak ada balasan malah belum terbaca sama sekali.
"Lihat belom di baca! Mungkin lagi me time. Mumpung libur kerja kan." lanjut Jekey sambil memperlihatkan layar ponselnya kepada Jimmy.
"Tapi kenapa perasaanku gak enak yah? Apa terjadi sesuatu sama dia?" gumam Jimmy sambil memegang dadanya.
Tak lama Johny datang dengan kopinya. Bersama Jeen dia duduk di sofa dekat balkon rumah Johny.
"Lo kenapa galau sih Jim? Gak ketemu Ayumi jadi galau? Sabar lah kan baru aja kemaren ketemu. Jangan keseringan ketemu entar malah bosen dia lihat kamu." canda Jeen sambil menepuk pelan paha Jimmy.
"Ih beneran deh Hyung ini gak bisa banget serius. Pantes aja tiap ada cewek yang pengen nikah sama Hyung selalu mundur karena Hyung itu suka ngerjain cewek pake cara ekstrim." ledek Jimmy sembari menatap Jeen dengan muka julidnya. Jeen pun menanggapinya dengan kekehan.
"Oh iya gue denger Suga Hyung udah balik ke indo? Kalian udah dapet kabar?" sela Johny diantara perdebatan Jimmy dan Jeen.
"Benarkah? Bukankah masih sebulan lebih lagi? Tapi kalau dia beneran balik, masa dia gak datang ke acara pertunangan gue kemaren." seolah tak percaya kini Jimmy malah memanyunkan bibirnya sendiri.
"Sepertinya benar dan baru tadi pagi sampai. Mungkin baru sampai jadi istirahat dulu, kalian masa kayak yang gak tau kalau dari dulu ada kesempatan libur atau senggang, dia sukanya tidur kan?" kini Jekey yang menjawab sambil mengingatkan tentang jaman kuliah dulu.
__ADS_1
"Gue coba hubungi deh!" ucap Jeen sambil mengotak-atik ponselnya mencari kontak bernama Sugara.