
Setitik air mata meluncur begitu saja di pipi Ayumi, kata- itu mengingatkannya pada seseorang yang sampai saat ini masih tersimpan indah di hatinya, Gara.
Jimmy pun mengusap air mata itu dan membuat Ayumi mengerjapkan matanya dan tersadar oleh kenyataan, Bahwa sosok Gara yang berjanji padanya untuk kembali setelah sukses tak kunjung datang.
"Maafkan aku!!" ucap Ayumi merasa bersalah mengacuhkan Jimmy sesaat dan malah memikirkan mantan kekasihnya, maksudnya bukan mantan tapi kekasih yang tak pernah memberi kepastian. Sampai kapan Ayumi harus menunggu Gara datang, maka dari itu orangtuanya menjodohkan Ayumi dengan Jimmy, putra dari sahabat orangtuanya.
"Gak usah di jawab sekarang kalau kamu belum siap Ayumi. Maafkan aku terlalu terburu-buru mengatakan pada kamu." kini giliran Jimmy yang menunduk merasa bersalah.
"Bukan gitu maksudnya, maaf aku terlalu terharu. Baiklah kita pacaran Jimmy, Aku bersedia." ucapan Ayumi bagaikan oase di gurun pasir, seketika membuat Jimmy mengangkat kepalanya lalu memeluk Ayumi erat
"Terima kasih Ayumi, terima kasih!!" tak henti Jimmy berterima kasih sambil memeluk Ayumi erat.
"Tapi tolong lepas dulu, banyak yang lihat aku beneran malu Jimmy. Kita masih di kantor!" pekik Ayumi sambil mengurai pelukan mereka.
"Ah maaf!! Aku terlalu bahagia. Ayo kita kencan malam ini." ucap Jimmy.
"Tapi kita keluar dulu ayo!!" ucap Ayumi sambil menarik tangan Jimmy keluar dari sana.
Di mobil kini mereka berada, setelah drama di lobby Jimmy terus tersenyum. Tangannya terus menggenggam tangan Ayumi .
"Ayo jalan Jimmy!! Aku harus cepat sampai rumah." setelah sekian lama terdiam di dalam mobil,Ayumi memecah keheningan.
"Ah maaf. Bukankah kita langsung kencan saja?" tanpa melepas genggaman tangannya menatap Ayumi , kekasihnya.
"Biarkan aku mandi dan berganti pakaian, aku benar-benar merasa tak nyaman." pinta Ayumi sambil meregangkan genggaman tangan mereka.
"Baiklah!! Ayo kita pulang. Aku terlalu senang sampai kau harus bersiap dulu." dan memulai menyalakan mesin mobil dan perlahan mobil pun melaju meninggalkan pelataran perusahaan.
Sesampainya di rumah keluarga Ayumi, mereka pun masuk bersamaan. Orang tua Ayumi yang sedang duduk di sofa ruang keluarga pun menyambut dengan hangat.
"Assalamualaikum!!" seru keduanya mengucap salam dan langsung menyalami paruh baya yang ada di depannya.
__ADS_1
"Duduk nak Jimmy. Ayumi, buatkan minum buat Nak Jimmy ya sayang!" pinta sang ibu dengan lembut.
"Baik Bu!" Ayumi pun langsung menyimpan tasnya di kamar kemudian membuat minum untuk kekasihnya.
"Oh iya Tante, kata mama hari Kamis gaun dan seragamnya bakal di kirim kesini." ucap Jimmy begitu Ayumi pergi ke belakang.
"Ah iya terima kasih gitu ya nak Jimmy, gimana kemajuannya?" tanya ibu Yury lagi.
"Kami udah pacaran Tante, dan setelah ini kami berencana jalan-jalan sambil makan malam di luar, boleh kan Tante om?" ucap Jimmy kemudiam sambil menatap satu persatu kedua orangtua Ayumi.
"Tentu saja boleh.Tapi hati-hati di jalan ya nak Jimmy!" ucap Ayah Adit kemudian di amgguki oleh Yury istrinya.
"Iya Om Tante saya bakalan hati-hati ." sambil tersenyum manis sekali.
Tak lama Ayumi pun datang dengan tiga buah gelas teh manis hangat,dan menyajikan di atas meja kemudian duduk di samping Jimmy.
"Maaf sebelumnya Jimmy, barusan aku baru dapet email dari perusahaan kalau aku harus merevisi pengajuan proposal produk yang bakal launching akhir Minggu ini. Sepertinya malam ini aku harus lembur mengerjakannya. Tenggat waktunya besok karena aku akan mengajukan cuti dari hari Jumat kan buat persiapan pertunangan kita." sambil menatap ke arah Jimmy dan berganti dengan menatap kedua orangtuanya sembari memperlihatkan email yang masuk.
"Maaf ya Jimmy!!" ucap Ayumi sekali lagi sambil menatap sendu.
"Gak papa iya kan Tante Om, lagian itu kan tugas kamu sebelum cuti buat pertunangan kita." kini senyumnya sedikit tulus karena Ayumi terlihat merasa bersalah.
"Maaf ya nak Jimmy, Tante gak bisa bantu,soalnya ini urusannya masalah tanggung jawab pekerjaan." kini Yury pun ikut merasa bersalah.
"Ya udah minum dulu, Nanti keburu dingin kurang enak." ucap Adit menambahi sambil mengangkat cangkir teh nya.
Jimmy pun mengangguk dan meminum minumannya,sementara Ayumi hanya menatap Jimmy sambil tersenyum.
Tak lama setelah minumannya habis, Jimmy pun pamit pulang karena Ayumi harus merevisi proposalnya yang harus di perbaiki.
***
__ADS_1
Di Seoul Korea, kini Suga sedang membaca berkas yang ada di depan mejanya. Tak lama kemudian ia membaca email yang di kirim Regan tentang gadisnya,kekasihnya yang dulu dia tinggalkan tanpa kepastian .
'Ayy, kamu semakin cantik dan dewasa. Aku harap kamu masih menungguku, aku sudah mencarimu bertahun-tahun ini.' lirihnya sambil menatap foto seorang cewek yang sedang berpose di layar laptopnya.
Dia pun membuka galeri ponselnya, di sana banyak foto mereka berdua tersimpan. Ia menatap satu persatu Poto mereka saat masa kuliah. Masih terekam jelas di otaknya empat tahun lalu saat terakhir mereka sebelum Suga memutuskan untuk seperti sekarang.
***Flashback empat tahun lalu***
"Kamu punya apa buat pacaran sama anak saya?" Tanya Yury sambil melipat kedua yangan di dadanya dengan raut muka yang sinis.
"Saya memang belum punya apa-apa Tante saat ini, Tapi saya akan membuat Ayy bahagia itu janji saya!" jawab Suga saat itu sambil menatap mata ibu dari kekasihnya yang di pacarinya dua satu tahun terakhir.
"Bullshit bahagia tanpa ada uang. Emangnya makan cinta aja tanpa uang bisa bahagia? Sadar diri dong kamu modal segitu mau lamar anak saya." ucapan Yury telak bahkan sempat meninggi.
"Tapi Tante kita saling mencintai, dan saya bakalan kerja keras untuk membahagiakan Ayy." ucapnya pelan sambil menatap Yury.
"Silakan kamu pergi!! Jangan balik lagi kesini kecuali kamu sudah sukses dengan perusahaan milik kamu sendiri. Tapi Tante gak yakin itu terjadi jadi pergilah." ucap panjang lebar kemudian pergi meninggalkan Suga dengan hati yang nyeri.
Sesaat kemudian Ayumi pulang dari kampusnya , ia kaget karena ada motor kekasihnya di halaman depan buru-buru dia pun masuk kedalam dan menemukan kekasihnya masih dalam keadaan bersimpuh di lantai.
"Gara, apa yang kamu lakuin di lantai. Ayo duduklah di sana!" sambil menunjuk ke arah sofa tak jauh dari sana.
Kini Gara pun mendongak ke atas menatap wajah kekasihnya yang membuat hatinya damai dan tenang. Ia pun maraih kedua tangan Ayumi dan menatapnya tulus.
"Maukah kamu menungguku hingga aku sukses? Aku benar-benar jatuh hati sama kamu Ayy. Makanya aku ingin serius dengan hubungan ini." ucapnya dengan air mata yang sudah menggenang di pelupuk matanya.
"Aku menunggu kamu selalu Gara, apa ibu berkata yang menyinggung kamu? Jangan terlalu di dengarkan, semua yang akan menjalani kita sendiri Gara bukan mereka ataupun orang lain. Aku juga sayang sama kamu, aku Nerima kamu apa adanya Gara." ucapnya kemudian melepaskan genggaman tangannya dan lalu memeluk Gara erat dan berbalas.
"Terima kasih Ayy, terima kasih!" kini air matanya pun tak bisa di bendung lagi. Saking rasa sayangnya ia tak ingin kehilangan kekasihnya.
__ADS_1
lanjut yaaaa...