
Mereka berdua meluapkan rasa sayang mereka dengan cara berpelukan,saling menguatkan dan menangis bersamaan.
Setelah mereka sama-sama sudah tenang mereka pun mengurai pelukannya. Kemudian saling menatap tanpa bangkit dari duduk mereka.
"Aku akan menerima beasiswa di Korea untuk melanjutkan S2 di sana. Aku mau buktikan ke semua orang kalau aku juga bisa menjadi orang yang sukses suatu saat nanti. Kamu mau menunggu hingga saat itu tiba kan Ayy?" setelah terdiam cukup lama, Gara / Suga pun berbicara tanpa melepas tatapan matanya.
"Ya aku akan menunggu saat itu tiba Gara. Aku akan mendukung kamu dalam hal apapun. Tapi janji sama aku kalau kamu gak akan pernah berubah setelah jauh dari aku." pintanya yang membuat sebulir air matanya jatuh begitu saja tanpa di inginkan.
"Aku berjanji Ayy, Aku akan selalu menyimpan hati ini hanya untuk kamu. Kamu juga ya Ayy?" jawabnya sambil mengeratkan genggaman tangannya.
"Hmm aku janji Gara." jawabnya jujur kemudian tersenyum dan di balas juga oleh Gara dengan senyuman yang paling manis yang dia punya.
Setelah itu Gara berpamitan pulang pada Ayy karena akan mengurus keperluannya untuk melanjutkan ke Korea.
"Nanti aku kabari kapan aku berangkat ya Ayy, sementara aku mengurus segala sesuatunya dulu kita cuma bisa telpon dan video call, gak papa kan?" tanyanya sesaat keduanya berada di depan pintu rumah Ayy.
"Gak apa-apa Gara, kamu telpon duluan ya. Kalau aku yang telpon duluan takut kamu lagi sibuk dan aku gak mau ganggu." Gara pun mengangguk kemudian mulai menaiki sepeda motornya.
"Aku pulang ya Ayy!! Nanti aku kabarin kalau udah sampai rumah. Bye!!" tak lama menyalakan mesin motornya .
"Hati-hati di jalan . Bye!!" Gara hanya mengangguk kemudian berlalu. Ayumi menatapnya sampai punggung Gara tak terlihat baru dia masuk.
***
Dua hari setelah hari dimana Gara ditolak mentah-mentah oleh Yury,ibunya Ayumi mereka bertemu setelah setiap malamnya mereka saling bertelepon dan video call,dan pada hari ini mereka bertemu.
Di taman bermain dekat kampus kini mereka berada. duduk saling berhadapan.
"Aku ingin seharian ini kita mengukir kenangan untuk di kenang beberapa waktu kedepan. Kamu siap?" tanya Gara dengan tatapan manisnya serta tangannya yang kemudian memegang kamera siap untuk mengabadikan momen hari ini.
"Ok aku siap!! Oh iya aku matiin mode datanya,kamu bawa ponsel matikan dulu datanya ya. Aku mau egois hari ini gak ada gangguan apapun." ucap Ayumi sambil mengaktifkan mode pesawat begitupula dengan Gara.
__ADS_1
"Kita kemana dulu? Kamu gak apa-apa kan kalau cuma pake motor?" tanya Gara sambil mengacak rambut Ayumi.
"Kamu tuh kayak baru kenal aku barusan sih Gara!" ucap Ayumi pura-pura merajuk.
"Ayy sayang,aku becanda. Tapi maksud aku ini momen indah kita harus berkesan. Kamu juga biasanya kan kemanapun pakai mobil diantar supir. Tapi aku janji begitu kita ketemu lagi kalau aku udah sukses, aku akan antar kamu kemanapun pakai mobil, aku janji!" kemudian Gara menggenggam tangan Ayumi lembut.
"Hmm aku Nerima kamu apa adanya kamu. Bukan karena harta kamu, lagipula harta banyak juga belum tentu bahagia." jelas Ayumi langsung bersandar ke bahu Gara.
"Terima kasih sayang!!" ucap Gara sambil mengelus puncak kepala Ayumi dengan lembut.
Mereka pun pergi ke tempat pertama mereka bertemu,di sebuah perpustakaan universitas. Dan di sana mereka mulai berfoto. Bercanda dan berbicara hal yang baik di masa depan.
Setelah berfoto di sana mereka bergegas pergi ke kantin kampus, menyusuri tempat yang biasa mereka datangi berdua.
Tak terasa waktu pun berlalu, kini senja telah tiba. Dan kini mereka ada di depan sebuah pantai sambil menikmati matahari terbenam dan duduk di sebuah ayunan. Seharian mereka lewati dengan tawa canda bahagia.
Gara pun berdiri dari duduknya,ia melihat Ayumi yang terlihat lelah , kemudian tangan Gara yang satu memegang pegangan ayunan tersebut,dan satu tangan lagi menangkup pipi Ayumi.
Tak ada nafsu di ciuman mereka,mereka hanya terbawa suasana dan tiba-tiba begitu saja. Setelah itu terjadi mereka pun meraup oksigen dengan nafas yang sedikit memburu.
Ayumi menundukkan kepalanya , wajahnya memerah. Tanpa terasa tangannya kini menyentuh bibir yang masih terasa basah dan memabukkan itu.
Jantungnya berdetak kencang, menatap Gara pun sepertinya ia malu. Begitu juga Gara yang merasa jantungnya melompat ingin keluar. Dia pun menjadi kikuk tangannya menggaruk kepala yang tak gatal.
"Maafkan aku Ayy,sungguh aku gak berniat untuk macam-macam sama kamu. Kamu jangan marah ya?" setelah lama mereka saling terdiam,akhirnya Gara angkat suara.
"A..aku gak m..marah kok sama kamu." jawabnya gugup tetapi jujur.
"Maaf dan terima kasih!! Ini first kiss aku yang pertama makanya aku malah jadi bingung harus gimana setelahnya." ucap Gara sembari kembali duduk di ayunan sebelah Ayumi.
__ADS_1
"Itu kan juga first kiss aku!" lirihnya pelan tapi masih bisa terdengar oleh Gara , dan Gara pun tersenyum bahagia.
"Mulai hari ini aku janji gak akan ngelakuin hal di luar batas lagi. Kamu jaga bibir kamu buat aku ya? aku juga bakal jaga bibir aku buat kamu." sambil menatap ke arah Ayumi yang masih tertunduk malu.
"Hmm aku janji. Kita pulang yuk!! Kamu harus istirahat biar besok pagi fit dan kamu sehat sampai di sana. Inget kamu di sana jaga kesehatan. Kalau kamu kangen bisa telpon aku duluan." ucapnya kini dengan nada sendu, Ayumi menatap Gara ada raut sedih sekaligus bangga di sana.
"Iya pokoknya LDR kita harus terus komunikasi dan saling percaya. Ayo kita pulang,angin malam gak baik buat kesehatan." Gara kemudian bangkit dari duduknya kini mengulurkan tangannya ke hadapan Ayumi.
Ayumi pun meyambutnya,meraih uluran tangan Gara dan menggenggamnya erat. Mereka pun berjalan menuju motor Gara yang berada di parkiran kemudian pulang.
Sesampainya di depan gerbang keluarga Ayumi,Ayumi pun turun setelah Gara menepikannya. Gara pun mematikan mesin motornya kemudian ikut turun dan langsung membukakan helm yang di pakai Ayumi, Ayumi pun tersenyum manis.
"Terima kasih Gara!!" ucapnya pelan setelah Gara selesai membukakan helmnya. Sambil menatap Gara sedikit mendongak.
"Sama-sama sayang!!" ucapnya sambil menyimpan helmnya ke motor.
"Hati-hati di jalan,kabarin aku kalau udah nyampe. Aku masuk dulu yah!" belum sempat berbalik,tangan Ayumi terlebih dahulu di cekal oleh Gara dan di tarik Gara ke dalam pelukannya.
"Aku akan kangen banget sama kamu Ayy. Biarin lima menit aja kayak gini!" ucap Gara saat Ayumi telah berada di dekapannya.
Ayumi pun mengangguk perlahan,air matanya pun menetes ia pun memeluk balik Gara dengan erat. Tak lama pun seorang sekuriti di rumah Ayumi mendatangi mereka.
"Em permisi non!!" deheman sekuriti tersebut membuat mereka melepaskan pelukan mereka.
"Nyonya besar menyuruh nona masuk. Sekarang soalnya Tuan besar baru pulang dari luar kota." dengan tatapan garangnya menatap Gara dan menatap hormat pada Ayumi.
"Ah iya !! Gara aku masuk dulu ya. Hati-hati di jalan." pamitnya lalu mencium pipi kanan Gara sekilas kemudian berlari masuk ke dalam.
Gara yang terkejut langsung memegang pipi kanannya yang baru saja di cium mendadak oleh Ayumi. Jantungnya benar-benar berolahraga hari ini.
"Hei cepat pulang!! Ngapain masih bengong." tak lama sekuriti tersebut masuk ke dalam tanpa menghiraukan Gara yang masih terbengong sambil tersenyum.
__ADS_1