
"Sebenarnya ada satu lagi sahabat aku,tapi dia gak bisa datang soalnya ada di Korea. Dia bos kamu!! Min Suga!" bisik Jimmy lagi kemudian tersenyum.
deg'
Entah kenapa mendengar nama Min Suga membuat jantungnya berdetak kencang. Apa karena memikirkan kalau Jimmy kenal dengan bos nya, atau karena apa. Entahlah Ayumi sendiripun bingung.
"Kamu kenapa?" tanya Jimmy saat tangan Ayumi yang satunya menyentuh dadanya sendiri seperti kesakitan.
"Entahlah dadaku terasa sedikit nyeri tapi sekarang udah enggak!!" kini tangannya di lepas dari dadanya dan mulai tersenyum kembali.
"Kita lanjutkan acaranya kalau begitu!!" seru Jimmy sambil merengkuh pinggang Ayumi seolah tidak boleh ada yang mendekati Ayumi. Ayumi pun mengangguk mengikuti kemanapun Jimmy membawanya.
***
"Dasar posesif, kita di kacangin!" seru Virgo setelah melihat bagaimana Jimmy memperlakukan Ayumi.
"Gue kok kayak pernah merasa pernah melihat Ayumi dimana gitu, kok terasa gak asing ya?" cetus John tiba-tiba.
"Akh Lo mah kayak yang iya. Kita kan baru pertama liat Ayumi tau!" jawab Jeen sambil meminum jus jeruk yang ada di meja.
"Emang di mana Lo liat John?" giliran Hobi yang kepo.
"Entar gue inget-inget dulu." sambil berusaha berfikir, tapi di ingat-ingat malah bikin sakit kepala.
"Entar juga inget perlahan, gak usah maksain inget. Jadi sakit kepala kan Lo!" ucap Jeen sambil melihat ke arah Johny yang sedang menepuk-nepuk kepalanya pelan.
"Itu adeknya kok gak di kenalin ke kita sih?" tanya Virgo ke arah temannya.
"Itu Kaito, sekarang masih kelas dua belas.!" jawab Jekey yang tiba-tiba datang setelah mencicipi banyak makanan.
"Lo dari mana aja sih ngilang Mulu?" tanya Jeen kemudian.
"Biasa wisata kuliner!!" jawabnya enteng.
__ADS_1
"Adik bungsuku yang gembul tapi tetep ganteng dan berotot." ucap Hobi sambil meremas otot lengan Jekey.
Jekey pun hanya tersenyum dengan gigi kelincinya. Sedangkan yang lain ikut tertawa juga.
****
DiKorea sana kini Suga merasa tiba-tiba sakit di bagian dadanya, entah apa penyebabnya tapi tak lama sakitnya menghilang.
'Perasaan apa ini? Kenapa membuat hatiku tidak tenang! Apa yang terjadi?' lirih Suga dalam hati sambil memegang bagian dadanya.
'tring'
Tiba-tiba ada notifikasi masuk ke ponselnya. Sebuah foto dari orang suruhannya di Indonesia yang khusus menjadi mata-mata Ayumi mengiriminya gambar yang membuat dirinya tercengang.
"*****!!" umpat Suga menatap nyalang sampul melempar ponselnya kuat hingga ponselnya hancur berantakan.
"Aaaarrrgggghhhhh!! ia pun melempar semua yang ada di depannya dengan membabi buta. Pantas saja perasaannya tidak enak dan dadanya sering terasa sakit, dan inilah penyebabnya.
Buru-buru ia mendekati bosnya dan mulai menenangkannya. Ia mengambil kotak p3k yang ada di luar dan mulai membersihkan luka,Suga pun hanya terdiam dengan air mata dan pandangannya yang kosong.
Setelah selesai di bersihkan, Suga pun menatap ke arah sekertaris kepercayaannya itu dengan mata yang sendu, seolah sudah ada pancaran kesedihan yang mendalam.
"Regan, aku ingin segera balik ke Indonesia, Bagaimanapun caranya. Dalam waktu secepatnya." terdengar dari nada bicaranya Suga tidak mau ada bantahan apalagi penolakan.
"Tapi tuan,siapa yang akan menempati posisi tuan. Dan kita akan banyak komplain jika membatalkan semua kerjasama kita. Ditambah denda berkali-kali lipat dan kerugian finansial lainnya." dengan perlahan Regan menyampaikan takut membuat mood tuannya kembali memanas.
"Minta kakakku mengurusnya! Aku percaya dia sudah mampu memimpin perusahaan cabang di sini. Hubungi dia dan suruh dia kemari saat ini juga." lalu beranjak dari duduknya tak lama hendak keluar ruangan.
Tapi sebelum benar-benar keluar dari ruangannya, ia berhenti tanpa membalikan badannya.
"Urus segalanya secepat mungkin, beli ponsel dan salin semua file dari ponsel lamaku yang ada di sana" sambil menunjuk ke arah ponsel yang sudah hancur.
"Persiapkan kepindahan kita,dan tolong tetap pantau dan kawal Ayumi selalu. Kalau perlu naikan jabatan dia jadi sekertarisku. Aku mau ketika aku sampai di sana dia sudah berada di ruanganku!" titahnya lagi dan setelah itu dia benar-benar keluar dari ruangannya
__ADS_1
Regan pun hanya bisa pasrah dengan keinginan tuannya sekaligus sahabat terbaik yang dia punya. Kini dia pun menghubungi kakak Suga yang bernama Min Yusaga Alva.
Setelah menelepon Yusaga, dan memastikan datang ke kantor yang berada di kota Seoul, Regan pun mulai mengurus surat-surat berharga dan memastikan jadwal penerbangan sesuai seperti yang di inginkan Suga.
"Hallo Pak Azka!! Presdir Sugara ingin salah satu karyawati nya yang bernama Ayumi Tabitha Lunardi dari bagian staf pemasaran di pindahkan menjadi Sekertaris Presdir mulai hari ini. Karena beliau akan datang pada hari Senin dan memastikan sudah pada tempatnya, Lakukanlah sealami mungkin. Anda paham?" perintah dari Regan adalah mutlak sama seperti presdirnya.
Terdengar sahutan dari sana mengiyakan dan akan melaksanakan permintaan Presdir mereka.
"Bagus terima kasih!!" tanpa banyak kata lagi Regan pun menutup teleponnya.
Di tempat lain kini Suga tengah duduk bersandar di sandaran ranjang, ia kini mengingat bagaimana ia bisa dekat dengan Ayumi, gadis satu-satunya yang bisa membuat dirinya jatuh hati.
"Kenapa kamu khianatin aku Ayy!! Kenapa kamu gak nunggu aku sampai aku datang? Apa cinta di hatimu udah tergantikan dengan yang lain. Apa kamu lelah nunggu aku?" racaunya sambil meminum segelas wiski yang ada di nakas.
Kini berbotol-botol wiski telah di habiskannya, botolnya pun berserakan di mana-mana, ada yang telah pecah karena dilempar begitu saja hingga mengeluarkan aroma yang memuakkan.
Dan Regan pun kini mendapatkan nomor Ayumi dari bagian HRD di Indonesia, ia menatap Lamat nomornya dan menyimpannya di kontak ponselnya dan ponsel milik Suga yang baru saja di belikan oleh staf dan diantarkan langsung pada Regan.
***
Di belahan dunia lain pesta pertunangan pun selesai dan para tamu pun satu persatu pamit. Begitu juga dengan keluarga Jimmy dan para sahabatnya.
"Aku pulang dulu ya!! Apa besok mau jalan?" tanya Jimmy sambil menggenggam jari Ayumi.
"Aku lelah Jimmy! Bisakah aku istirahat besok? Besok adalah hari-hari di mana aku bisa istirahat karena kesibukan di hari ini?" pinta Ayumi dengan pelan agar tidak menimbulkan emosi Jimmy.
"Baiklah!! Istirahatlah dengan baik, nanti Senin pagi aku jemput!" ucap Jimmy kemudian sambil menahan egonya.Tak lama pun mengelus puncak kepala Ayumi.
"Terima kasih!! Hati-hatilah di jalan." ucap Ayumi lalu melambaikan tangannya ke arah rombongan Jimmy.
"Tidur yang nyenyak ya nak Ayumi,!" ucap mama Jimmy di barengi senyum dari papa Jimmy.
"Iya Tante Om, Hati-hati!" kemudian Ayumi mencium kedua tangan orang tua Jimmy.
__ADS_1