
"Kak!!" panggil Kaito yang tiba-tiba datang saat Ayumi sedang merapikan meja bekas pengunjung.
Sontak Ayumi pun menoleh ke belakang, ia begitu terkejut saat adiknya datang tiba-tiba. "Kamu ngapain kesini? Tunggu kakak di luar ya, bentar lagi kakak pulang!!" ucap Ayumi kemudian menyelesaikan kembali pekerjaannya, sementara Kaito menunggu di tempat parkir bersama motornya.
Tak lama berselang, Ayumi dan Lisa pun keluar, Ayumi menyuruh Lisa pulang lebih dulu dan menemui Kaito di tempat parkir.
"Kamu tau dari Jekey?" tanya Ayumi tiba-tiba sambil berdiri di hadapan Kaito yang sedang duduk di atas motornya.
"Ya!! Kak pulang dong kasian Ayah. Lebih baik selesaikan dulu masalah ini baru kakak pikirkan kedepannya. Kak, kasian kak Jimmy dan kak Gara!!" seru Kaito sambil menatap kakaknya yang sedang balik menatapnya juga.
"Iya, tapi kakak butuh waktu, Jekey juga udah kakak kasih tau kok. Nanti kakak kabarin kalau mau pulang. Sekarang kamu pulanglah!! kakak harus mengerjakan hal lain lebih dulu." ucap Ayumi sambil mendorong pelan adiknya ke arah pintu cafe.
"Kakak!! Jangan terlalu lama menggantung perasaan orang lain, bukannya kakak pernah bilang ke aku jangan pernah memberi harapan sama seseorang kalau kita gak bisa memberi kepastian. Jadi aku mohon pikirkan dengan baik dan segeralah pulang. Apapun keputusannya kakak, ayah ibu akan mengerti dan gak memaksa kakak untuk memilih kak Jimmy ataupun kak Gara." setelah menjelaskan panjang lebar, Kaito pun berlalu dari sana sambil menggendong ranselnya.
Ayumi hanya bisa menatap kepergian adiknya sambil terdiam, mencerna ucapan seorang adik yang selama ini selalu ia nasehati. Kini telah berubah menjadi sosok lelaki muda yang memiliki otak yang pandai dan bijak.
...***...
Setelah selesai bekerja, Ayumi pun pulang ke tempat kostnya seorang diri karena tadi Lisa mendadak ada urusan keluarga yang mendesak.
Di dalam kamarnya, Ayumi kini mulai memasukan nomor lamanya dan mengaktifkannya kembali. Ia begitu terkejut saat melihat notifikasi ponselnya. Seribu lebih panggilan dari Gara dan ratusan dari Jimmy. Sisanya Jekey dan keluarganya.
Ia membuka aplikasi percakapan tersebut dan menggulirnya dan membaca ratusan pesan. Ia mengetik pesan ke Gara sesaat setelah ia membaca beberapa pesan yang sebelumnya dia scrolling.
...---------------...
GARA❤️
Ayy, aku akan menerima keputusan kamu. Pilihan ada di tangan kamu Ayy.
Kalau kamu pilih Jimmy, maka aku akan mundur dan menetap di Korea selamanya. Aku juga akan hadir di pesta pernikahan kalian.
Secepatnya kabari aku Ayy, aku benar-benar butuh kepastian, eomma aku bahkan telah mencarikan aku gadis untuk di jodohkan. Kalau kamu pilih Jimmy, aku terpaksa menerima perjodohan itu.
Aku udah janji sama eomma aku, Minggu nanti aku akan memberikan kepastian. Jadi kalau sampai hari Minggu kamu gak ada kabar, maaf aku telah memilih pilihan orang tuaku dan gak akan goyah dengan kepastian dari kamu.
Aku sayang kamu Ayy!!
__ADS_1
Ayy!!
Please tinggal besok waktu yang aku janjikan ke eomma.
Ayumi Tabitha Lunardi!!!
...200 panggilan tak terjawab...
......Hari ini......
Aku tunggu sampai malam ini Ayy..
^^^Kita ketemu di cafe biasa kita ketemu.^^^
^^^Satu jam dari sekarang.^^^
Baiklah!! Otewe
P
P
Ok 😁
...---------------------...
Setelah percakapan selesai, baik Suga dan Ayumi bersiap-siap seolah ini adalah kencan pertama mereka. Ayumi benar-benar gugup dan deg-degan, pasalnya bukan dengan Suga saja ia menjanjikan ketemu, tapi dengan Jimmy di waktu dan tempat yang sama.
Jimmy yang mendapatkan pesan dari Ayumi pun langsung bersiap, mungkin ia berfikir kalau Ayumi memilih dia karena menghubungi dia lebih awal.
.
.
.
Di cafe tersebut, kini Ayumi datang lebih awal di Banding Jimmy dan Suga. Ia duduk membelakangi pintu masuk dan sengaja memesan milky latte Iced lebih dulu guna meminimalisir kegugupannya.
__ADS_1
Tak lama datang Suga langsung menghampiri dan memeluk Ayumi erat, seakan takut Ayumi lepas dari pelukannya. Ayumi bersikap datar tak membalas pelukan Suga. Ia hanya terdiam dan menatap kosong ke arah lain.
Karena Ayumi tak membalas pelukannya, Suga pun meregangkan pelukannya,ia menggenggamg kedua tangan Ayumi yang kini berkeringat. Menatap mata Ayumi Lamat sambil bertanya-tanya mengapa.
" Duduklah Gara!! Kita masih menunggu seseorang!!" jleb, ucapan Ayumi membuat Gara terhenyak. Batinnya berkata menunggu siapa lagi apa jangan-jangan, itu yang selalu ada di fikirannya.
"Siapa??" tanya Gara sedikit dingin.
"Itu dia datang!!" Ayumi menoleh ke arah pintu, di sana ada sosok Jimmy yang tadinya tersenyum ceria kini terdiam dan terpaku.
Gara menoleh ke belakang, genggaman tangannya terlepas saat sosok yang sejak tadi memenuhi fikirannya tiba. Ia kembali menatap Ayumi dan menatap matanya seolah sedang bertanya melalui isyarat mata, Kenapa dia juga datang?.
"Duduklah Jimmy Gara!!" Ayumi pun langsung duduk di tempat yang ia tempati sejak tadi, tak lama pun Jimmy dan Suga menghampiri dan duduk saling bersisian.
Keheningan masih terasa beberapa saat,hingga Jimmy membuka suara.
"Hyung juga di undang? " tanya Jimmy sambil menatap Ayumi, Ayumi yang di tatap lembut Jimmy pun seketika menundukkan kepalanya sebentar dan tak lama mendongak kembali. Suga pun kini menatap Ayumi Lamat.
"Iya, aku mau ngomong penting sama kalian berdua. Biar gak kepanjangan kayak gini." dengan mantap dan tegas Ayumi berbicara sambil menatap ke arah Jimmy dan Suga bergantian.
"Jadi gini, biar gak ada yang merasa sakit hati. Kita akhiri semuanya secara bersamaan. Aku gak pilih siapapun,dan kalian berhak mendapatkan yang lebih baik dari aku. Mulai hari ini kita gak ada hubungan apapun." Suga dan Jimmy yang hendak membuka suara pun di tahan oleh Ayumi dengan mengangkat tengannya ke arah keduanya.
" Jangan di potong dulu. Aku belum selesai bicara. Gara,aku minta maaf kalau hubungan kita harus berakhir seperti ini. Kalau kamu mau menerima perjodohan aku gak apa-apa. Dan Jimmy maaf aku gak bisa lanjutin perjodohan kita, dan aku minta maaf sama Tante dan Om kalau aku secara sepihak membatalkan pertunangan. Baiklah kalau gitu aku permisi!!" saat hendak beranjak kedua tangan Ayumi dicekal di kanan kiri oleh Jimmy dan Suga.
Mata Ayumi yang mulai penuh dengan air mata pun tak bisa lebih lama menampungnya,air matanya luruh saat tangannya tercekal dan tak mampu ia tarik.
"Ayy!!....Ayumi!!" ucap keduanya bersamaan.
"Bukan ini yang kami mau Ayumi!!" Jimmy mengeluarkan unek-uneknya sambil menatap Suga.
"Ya Ayy, ini bukan akhir penyelesaiannya. Kamu cukup pilih aku atau Jimmy itu aja cukup!!" giliran Suga kini berbicara.
"Kamu gak ngerti ya? Aku gak mau menyakiti salah satu dari kalian!! Lebih baik kita sakit semuanya. Biar terluka semua merasakan." dalih Ayumi yang tak ingin keputusannya untuk meninggalkan Suga dan Jimmy goyah, ia sudah memantapkan hati dan membuang perasaannya demi kebaikan bersama.
"Makanya kita di sini juga buat berunding, Aku ikhlas kok kalau kamu pilih Suga Hyung!!" ucap Jimmy membuat Ayumi terdiam tak percaya.
"Aku juga ikhlas kalau kamu pilih Jimmy, yang penting salah satu dari kami bahagia,itu membuat kami bahagia juga. Walaupun harus ada hati yang di korbankan." lirih Suga sambil menatap mata Ayumi dengan lembut.
__ADS_1
Ayumi terdiam,tapi air matanya tak kunjung berhenti. Mata dan wajahnya sudah basah oleh air mata. Entah harus bahagia ataupun harus sedih mendengar ucapan keduanya.