
Malam pun tiba semua orang telah tertidur pulas di peraduannya,tapi tidak dengan Ayumi, dia entah kenapa merasakan perasaan yang tidak mengenakan. Harusnya hari ini dia bahagia, tapi dia malah merasakan sakit tapi tidak tau sakit itu asalnya dari mana.
Ia membuka ponselnya, ya sejak bangkrut tiga bulan setelah Gara pergi, Dan ponselnya di jual. ini adalah ponsel baru setelah setahun lebih ia tidak memiliki ponsel. Tapi yang membuat aneh, akun milik gara tidak ada di manapun. Seolah dia tidak bisa menemukan akun yang sudah berkali-kali di cari tapi tidak ada hasil.
Foto milik gara empat tahun lalu yang dia lihat saat ini. Wajahnya yang tersenyum dan aura kebahagiaan di wajahnya yang terlihat cuek namun perhatian.
Ayumi pun hanya bisa menangis dan menelungkup kan kepalanya di kedua kakinya. Hingga dering telepon membuyarkan lamunannya.
drrttt drrrttt
Ayumi pun menatap layar ponselnya, nomor asing dari luar negara itu yang ada di fikiran Ayumi saat ini. Dengan penasaran Ayumi pun menggeser ikon hijau di layar lalu menempelkan ponselnya di telinganya.
"Hallo!" ucap Ayumi yang bingung karena tidak ada suara dari arah sana, dan saat Ayumi akan mematikan sambungan telepon nya, tiba-tiba suara yang sangat tidak asing memanggilnya.
"Ayy!!" lirih suaranya menyayat hati, seolah ada ribuan duri menancap di tenggorokannya.
"Ga..Gara!" hanya itu yang mampu di ucapkan oleh Ayumi dengan hati yang bingung. Jantungnya berdetak kencang hanya dengan mendengar suaranya.
"Aku kangen kamu!! Besok aku pengen kita ketemu." lanjutnya dengan suara yang sangat lembut.
"Tapi aku.." belum sempat meneruskan kata-katanya, Suga mengalihkan panggilannya menjadi video, Ayumi benar-benar bingung.Tapi tetap ia menyetujuinya.
Dan kini pandangan mereka benar-benar nyata. Beberapa tahun tak bertemu nyatanya membuat mereka canggung. Tak ada satu patah katapun yang terucap dari bibir mereka. Hanya saling menelusuri wajah masing-masing.
"Ayy aku benar-benar merindukan kamu!! Aku harus pergi sekarang.Tunggu aku besok jemput kamu. Pastikan ponselmu aktif dan jangan coba-coba untuk menghindar dari aku. Aku sayang kamu!!" setelah itu Suga mengakhiri panggilan teleponnya secara tiba-tiba.
Ayumi yang masih shock pun memegang dadanya yang terasa lega. Air mata pun mengalir begitu saja. Tapi ia benar-benar pusing bagaimana mengatasi masalah ini.
Baru saja ia bertunangan dengan Jimmy, dan kini Gara datang tiba-tiba. Apa yang harus dia lakukan? Apa yang harus ia katakan pada keduanya.
__ADS_1
Ayumi benar-benar tidak tertidur malam itu,fikirannya entah berada di mana. Berulang kali berganti posisi tidur nyatanya tidak bisa membuatnya tidur.
Keesokan paginya ia beranjak dari ranjangnya dan akan pergi ke kamar mandi. Saat melewati cermin ia benar-benar kaget, kantung matanya terlihat sangat jelas seperti mata panda.
Ia pun bergegas ke kamar mandi untuk mandi dan benar-benar harus menyamarkan matanya dengan makeup agar orang tuanya tidak curiga.
Setelah mandi dan menyamarkan matanya, ia bergegas keluar tapi tidak menemukan kedua orang tuanya.
"Kemana mereka?" lirih Ayumi sambil mengambil roti dan selai kacang kesukaannya.
Ia pun menatap ke arah kulkas dan menemukan sebuah catatan dari ibunya.
'Nenek di kampung sakit dan ayah dan ibu harus segera kesana. Ibu tau kamu pasti kecapekan makanya tidak ibu bangunkan. Mungkin beberapa hari ibu akan di sana sama ayah. Kamu jaga diri ya Ayumi. Ibu.'
Ayumi pun menghela nafasnya kasar, tapi ia tidak mempermasalahkannya dan melanjutkan sarapannya.
Beberapa saat kemudian terdengar suara ketukan dari arah luar. Ia pun bergegas bangun untuk membukanya. Dalam fikirannya apakah Jimmy yang datang. Padahal ia kan sudah bilang waktunya hari ini akan dia pakai untuk beristirahat.
"Sebentar!!" sahut Ayumi saat pintu tak henti diketuk.
'ceklek'
Dan saat pintu terbuka Ayumi benar-benar kaget bukan main, lelaki yang ada di hadapannya adalah lelaki yang beberapa tahun ini selalu Ayumi tunggu kedatangannya. Ayumi hanya tertegun tanpa bisa bergerak. Tidak menyapa maupun berbicara, hanya air mata yang jatuh begitu saja.
Lelaki itu pun langsung memeluk Ayumi dengan erat, Tangan yang satunya memegang kepala bagian belakangnya dan mengelusnya lembut. Ayumi masih saja terdiam dengan isakannya.
"Aku kangen kamu sayang!!" itu kata pertama dari Suga yang masih dalam keadaan memeluk Ayumi.
Sesaat kemudian Suga pun mengurai pelukannya tanpa melepas tangan Ayumi.Ia pun menatap Yuni dengan sorot penuh kerinduan.
__ADS_1
"Kamu kok gitu mukanya? Kamu gak kangen sama aku?" ucap Suga kemudian kali ini tangannya mengelus pipi Ayumi yang penuh air mata.
"Kamu kenapa baru kesini?" itu kata yang pertama Ayumi katakan pada Suga.
"Aku benar-benar sibuk dengan pekerjaan ku. Aku kan sudah bilang ingin membuktikan sama kamu kalau aku sukses aku baru akan menemui kamu. Dan sekarang aku sudah sukses makanya aku menemui kamu." jawabnya panjang lebar sambil menghapus setiap air mata di pipi Ayumi yang tak kunjung berhenti.
"Tapi kenapa selama itu?" jawab Ayumi sambil menatap mata Suga.
"Kita masuk dulu, gak enak kalo dilihat orang kamu lagi nangis. Di sangkarnya aku nyakitin kamu." ucapnya sambil menoleh ke kanan dan kiri.
Mereka pun masuk ke dalam dan duduk di ruang tamu. Keduanya duduk saling bersisian dengan tangan Suga tak henti menggenggam tangan Ayumi.
"Aku akan meminta restu ibumu kembali!!" pancing Suga beberapa saat setelah duduk.
"Apa?" Ayumi benar-benar merasa terkejut dan bersalah terhadap Suga. Ia bingung harus mengiyakan atau mengundur atau menolak sama sekali.
"Kenapa kamu begitu kaget? Bukankah aku pernah berjanji akan menikahimu setelah aku sukses. Apa ada yang tidak aku ketahui?" tanya Suga dengan sorot mata meminta kejujuran dari Ayumi.
"Bukan begitu, ini benar-benar terlalu mendadak! Aku.. Aku cuma kaget!" tangan Ayumi berkeringat, jantungnya benar-benar seperti akan keluar dari tempatnya. Bagaimana ia harus bersikap.
"Apa kamu sudah tidak menyukaiku lagi?" tanya Suga ketus dan kini melepaskan genggaman tangannya. Dan hati Ayumi pun mencelos.
"Bukan begitu, Aku masih benar-benar mencintai kamu Gara. Tapi apakah itu mungkin!!" kini arah pandangannya hanya ke mata Suga, diiringi air mata yang membuat siapa saja merasa sesak bila melihatnya.
"Terus kenapa?" tanya Suga sambil memegang bahu Ayumi dengan erat.
"Aku.. Aku udah di jodohkan oleh ibu!!" seketika air mata pun tak sanggup berhenti, tangannya yang bergetar pun kini mengepal di depan bibirnya sendiri.
Begitu pun Suga, seolah bumi ini hancur seketika. Mimpinya bersama Ayumi pun terancam akan hancur. Suga pun mengepalkan kedua tangannya memendam kemarahannya, Air mata pun luruh di wajahnya.
__ADS_1