
"Gue bakal ngasih keputusan kalau Ayumi sudah menjelaskan dan memilih! Sementara ini dia masihlah berstatus tunanganku. Dan Hyung harus membicarakannya pada orang tuaku kalau dia memilih Hyung." ucap Jimmy dengan berat hati sambil bangkit dan kemudian pergi entah kemana.
"Jimmy!! Jim!!" ucap Hobi sembari mengejar Jimmy tapi keburu Jimmy berlari memasuki mobil dan bergegas pergi.
"Hyung akan mencari Ayumi?" tanya Virgo kemudian sambil menatap ke arah Suga.
"Pasti mencari, tapi gue akan kasih kesempatan dia untuk memikirkan ini dengan baik dulu. Dia masih bingung dan ingin sendiri." kini Suga menyandarkan punggungnya lalu memejamkan matanya.
"Sebenernya sih Ayumi pasti milih Suga,tapi dia gak enak sama orang tuanya dan keluarga Jimmy. Sama kita juga dia pasti gak enak." ucap Jekey sambil menatap Virgo lalu memainkan ponselnya.
Hobi yang baru saja datang pun langsung berkomentar tentang permasalahan ini.
"Gue cuma pengen persahabatan kita utuh Hyung. Gue tau ini pasti pilihan sulit. Mungkin Hyung yang terluka jika Ayumi memilih Jimmy, sedangkan kalau Ayumi memilih Hyung, Jimmy pasti terluka. Tapi kalau tak ada yang di pilih berarti Ayumi dan kalian berdua yang akan terluka. Sebaiknya kita rundingkan saat Ayumi kembali atau bisa di hubungi kembali. Gue istirahat Hyung." Hobi pun langsung pergi ke kamar yang berada di lantai atas.
Hobi tau Suga mendengar semuanya,makanya dengan sengaja dia berbicara panjang lebar walaupun Suga tak bereaksi apapun selain memejamkan matanya.
'Ya itu memang pasti terjadi!! salah satu dari tiga kemungkinan itu pasti akan kita lalui. Tapi aku benar-benar memohon Ayumi memilihku tanpa menyakiti Jimmy sahabatku.' lirih Suga dalam hati.
...***...
Sudah seminggu ini Ayumi belum mengabari Suga maupun Jimmy. Bahkan ketika keluarganya yang sudah kembali dari kampung pun tidak di beri kabar.
Orangtuanya dan adiknya pun sangat menyayangkan keputusan Ayumi yang ingin membatalkan pertunangannya dengan Jimmy. Walau bagaimanapun kedua orang tua Ayumi bingung apa yang harus di jelaskan pada sahabatnya tersebut.
__ADS_1
"Dia cuma nulis surat itu nak Jimmy, maaf Om dan Tante benar-benar kecolongan. Kami fikir dia benar-benar menerima perjodohan ini." ucap ayah Adit saat Jimmy di minta datang oleh ibu Yury, sambil menunjukan surat yang di buat Ayumi sebelum pergi.
"Kenapa sih anak miskin itu kembali di saat seperti ini. Apa ia sengaja ingin membuat keluarga kami malu! Bener-bener kalau datang nanti Tante bakal marahin dia. Apa dia gak pergi bersama anak miskin itu?" ucapan Yury tentang Suga membuat hati Jimmy sakit, walau bagaimana pun, Suga sekarang bukanlah orang miskin dan tak pantas di hina seperti tadi.
"Maaf Tante, Om, Kai. Siapa laki-laki yang Tante maksud? Maksud saya siapa namanya?" tanya Jimmy sambil meremas kertas di tangannya.
"Siapa namanya tuh ada di surat itu nak Jimmy. Namanya Gara entah apa, dia benar-benar tidak tahu malu mau menikahi Ayumi tanpa masa depan yang jelas." jelas Yury sambil berapi-api.
"Bu jangan bicara seperti itu dong Bu, malu ada tamu juga." kini Kai mencolek ibu nya sambil menegur.
"Iya Bu, gak mungkin dia membawa Ayumi pergi." ucap ayah Adit sambil memegang bahu istrinya yang selalu terlihat emosi jika membahas Gara. Yury hanya mendengus.
"Gini Om, Tante. Saya kenal dengan lelaki itu, dia juga gak membawa Ayumi. Walaupun dia sanggup tapi dia tak melakukan itu tanpa restu Om dan Tante." sontak kata-kata Jimmy membuat mereka terkejut buru-buru memajukan duduknya.
"Maksud nak Jimmy kenal, apa pernah bertemu?" tanya Adit sambil mendekatkan duduknya dengan Jimmy.
"APA??!!" ucap ketiganya bersamaan dengan nada yang tidak biasa.
"Ya benar dia pemilik MYG Corporation,MYG factory, MYG production, MYG network, MYG entertainment dan banyak lainnya yang bernama MYG,itu miliknya semua." ucap Jimmy sambil menghitung dengan memakai jarinya.
"Apa?? Apa itu benar kak Jimmy?" tanya Kai yang masih tidak menyangka dengan kata-kata Jimmy.
"Ya dia Min Sugara Alva. Atau yang kalian kenal dengan nama Gara. Tapi kami memanggilnya Suga." ucap Jimmy lalu meminum teh nya yang sudah tersaji di meja tamu.
__ADS_1
Yury benar-benar kaget, ia memegang dadanya yang seperti tersambar petir mendengar apa yang di katakan oleh Jimmy barusan. Ia memang pernah mengatakan pada Gara kalau sukses baru bisa menemui Ayumi dan menikahinya tapi dia meremehkan dengan mengatakan kalau itu hal yang tidak mungkin terjadi.
"Benarkah?? Syukurlah kalau begitu. Dia pria yang baik sebenarnya, dia juga pintar dan rajin bekerja." kini Kai yang bahagia karena tau sejak awal tentang Gara, karena di kenalkan oleh kakaknya.
Ayah dan ibu Ayumi hanya diam, Adit memang tidak pernah berkata buruk dan menghina Suga, tapi ia malu dengan ucapan istrinya yang menjelekan Suga dan menghinanya dulu.
"Maafkan istri saya nak Jimmy, mungkin tadinya ingin Ayumi mendapatkan yang terbaik tapi mungkin caranya salah." ucap Adit benar-benar merasa tidak enak.
"Bukan sama saya Om Tante harus minta maaf sama Suga Hyung." jawab Jimmy telak sambil bangkit dari duduknya dan tak lama berpamitan.
"Maaf jika saya kurang sopan dan menyinggung perasaan Om Tante. Saya permisi, saya masih ada pekerjaan. Permisi!!" Jimmy pun sedikit menunduk kemudian membalikan badannya dan berlalu.
Sedangkan kondisi Yury langsung tersungkur di tempat duduknya. Ia dulu benar-benar menghina kekasih putrinya tersebut. Ia tidak menyangka bahwa Jimmy kenal dengan baik Gara.
"Makanya ayah selalu gak suka ibu terlalu menjelek-jelekkan Gara. Walaupun bukan lahir dari keluarga kaya, tapi dia pintar dan rajin. Buktinya kini sudah sukses demi bisa memiliki Ayumi seperti syarat yang ibu pernah ajukan ke dia." ceramah Adit pada istrinya yang tengah menunduk dan Kai hanya menatap kemudian pergi dari sana.
"Tapi yah, ayah kan tau sendiri memang__" ucapannya terhenti saat suaminya kini ikut meninggalkannya ke kamar.
"Ayah!! Hei!!" panggil Yury tapi tak di dengar oleh Adit yang telah menutup pintu kamarnya. Yury pun mendengus kasar, ia gengsi jika harus meminta maaf pada Gara. Benar-benar malu.
Sementara itu di tempat Ayumi,kini ia tengah bekerja menjadi pelayan di sebuah cafe pinggir kota. Ia bekerja full time di tempat yang sama Lisa bekerja.
"Luna!!" panggil salah seorang rekan seprofesinya yang bekerja lumayan lama.
__ADS_1
"Ya mbak Kinar!!" jawab Ayumi/ Luna sembari mendekati Kinar, seniornya.
"Bersihkan ini sampai bersih dan selesaikan pekerjaan gue. Gue mau istirahat dulu." sambil memberikan lap dan ember.