TerJebak Ikatan Pernikahan Dengan Musuh

TerJebak Ikatan Pernikahan Dengan Musuh
eps1


__ADS_3

Sebuah kisah, yang menceritakan Dua keluarga besar, yang ingin menjodohkan anak mereka dengan ikatan pernikahan, Tetapi kedua anak mereka menolak mentah -mentah


keinginan kedua orangtuanya tersebut dengan alasan..


"Gak aku gak mau! untuk apa aku menikah dengan laki-laki brengsek seperti dia? Mamah kan tau aku dari kecil sering bertengkar dengan dia? Dia itu nyebelin, keras kepala , pokoknya aku gak suka sama dia!." Tolak Gadis Tersebut, sembari Menyilangkan kedua Tangan mungilnya, yang Bernama Jena.


_


Ya namanya Jena, Jena adalah anak perempuan satu-satunya dan juga anak kesayangan keluarga Raharja. Iya adalah wanita cantik, pintar, bijaksana dan juga sedikit Manja. Iya Terlahir di keluarga kaya raya, yang sangat diSegani oleh Semua Orang. Tapi tidak membuatnya angkuh dan sombong. Prinsip hidupnya adalah hidup harus bahagia, karena prinsip ini kepribadiannya membuatnya ingin selalu bahagia dan ingin sekali di perhatikan oleh keluarganya ataupun Sahabatnya. Umurnya sekitar 20 Tahun.


__


"Tapi Sayang! Itu tandanya kalian itu cocok dan serasi! Dulu mamah dan papah juga begitu. kadang bertengkar terus baikan lagi! Itu hal biasa dalam sebuah hubungan! Apa lagi kalian dari kecil sudah bersama, pastinya hal itu sudah biasa untuk kalian berdua!." Ucap wanita paruh baya tersebut, meyakinkan Anak perempuan nya.


"Tidak! Semua ini berbeda mah!."


"Tapi sayang....


"Gak! gak ada tapi-tapi, aku gak mau! Mamah gak usah bujuk aku lagi, aku gak akan pernah setuju dengan perjodohan Antara aku dengan laki-laki sialan itu, Gak mau!." potong gadis tersebut.


"Jena! dengerin mamah dulu sayang! Kamu tau kan sejak kamu di dalam kandungan, kamu itu udah kami jodohkan dengan jeno?."


"Aku saja tidak ingat saat di perut mamah! bagaimana mungkin aku tiba-tiba ingat, kalau aku di jodohkan dengannya ?" Jawabnya dengan kesal, dan langsung berlari Pergi, menaiki tangga menuju kamarnya.


Iya juga Sih!...."Eh tapi Jena, dengerin dulu...! mamah belum selesai bicara sayang..!." Teriak wanita paruh baya tersebut pada anak nya.


"Tidak mau!." teriak gadis itu dan langsung membanting pintu kamarnya dengan kencang.


BRAKKKK


"Aduh..! Anak ku ini susah banget di kasih taunya? Dia ini keras kepala seperti ayahnya! Sudahlah, nanti aku kabari calon besan saja heh!."


Disisi lain


Sebuah Mobil mewah berwarna Putih, berhenti di sebuah rumah Yang Sangat mewah. Terlihat Seorang laki-laki Turun dari mobil Tersebut, Dengan pakaian yang begitu Rapih dan paras yang begitu Menawan. Iya berjalan memasuki Rumah Tersebut dan langsung Di sambut oleh beberapa Pelayan, yang sedang berjejer di kedua Arah.


"Selamat datang tuan muda!" ucap para pelayan, sembari membungkukkan Badannya, menyambut sang majikan muda.


"....."


laki-laki tersebut hanya diam Tak menggubris sedikitpun sambutan dari para pelayannya. Iya hanya Berjalan dengan cueknya, sembari sesekali Memainkan Kunci mobil yang di Pegang olehnya.


"Apa tuan muda ingin minum sesuatu?" tanya salah satu pelayan, sembari mengikuti nya dari belakang.


"Tidak!"


"Ba-baik tuan muda!" ucap sang pelayan dengan Tangan yang mulai Gemetar ketakutan.


_


Nama laki-laki Tersebut adalah Jeno, Jeno


merupakan anak laki-laki satu-satunya dan juga anak yang paling di sayangi di keluarga Pratama . Iya mempunyai sebuah prinsip yang selalu di pegang teguh dalam dirinya, yaitu kerja keras akan membuatnya sukses. Prinsip itu membuatnya menjadi seorang anak yang sukses dan jadi kebanggaan keluarga. Iya juga memiliki banyak perusahaan yang sangat Besar. Tak heran iya di juluki sebagai CEO muda Keluarga Ternama. Hartanyapun sangat banyak dan tak terhitung jumlahnya. Iya juga tampan dan gagah, bisa di bilang dia adalah laki-laki sempurna yang di idam-idamkan banyak wanita. Tapi sayangnya sifatnya sedikit cuek dan dingin. Umurnya sekitar 23 tahun, lebih tua dari Jena.


_


Jeno berjalan menuju ke arah kamarnya. Sesaat iya mau menaiki tangga menuju kamarnya, Tiba-tiba iya merasa ada yang membuntutinya dari arah belakang. Dengan insting yang kuat, iya langsung memutar badannya ke belakang dan iya melihat seorang wanita paruh baya bersembunyi di belakang sebuah pas bunga besar, Yang tak lain adalah ibunya.

__ADS_1


"Seperti ada orang yang mengikuti Ku?"ucapnya dengan sangat Keras.


mendengar ucapan Anaknya Tersebut. Sontak Wanita paruh baya tersebut lantas gemetar. Iya dengan sepontan menutupi wajahnya dengan dedaunan dan iya terus bersembunyi, berharap Anak kesayangan tidak Melihatnya.


Gawat, Bagaimana ini?. Gumamnya panik.


Melihat kelakuan ibunya, Jeno lantas tersenyum. Iya lalu berjalan perlahan ke arah pas bunga tempat ibunya bersembunyi.


Mamah pikir aku tidak lihat?.


Jiwon mengendap-endap berjalan ke arah pas bunga tempat ibunya bersembunyi.


Kenapa Tidak mendengar Suara apapun? apa Dia sudah pergi ke atas?. bingungnya dan langsung mencoba untuk mengintip.


Saat ibunya kebingungan Jeno dengan usilnya langsung berdiri di belakang ibunya dan


iya lantas menepuk pundak ibunya dari belakang dengan pelan. Karna hal tersebut, Sontak Wanita paruh baya tersebut kaget di buatnya.


"Ada apa mah?!"ucap Jeno serentak.


"Ahhhh....! kamu bikin mamah Jantungan Jeno!" kaget wanita paruh baya Tersebut, sembari mengusap dadanya yang berdetak begitu kencang.


"Mamah sendiri yang ngikutin ku dari belakang! ada apa memangnya? cepat bilang?" Tanyanya dengan Raut wajah penuh curiga.


"Emm..anakku tersayang...!" ayo duduk dulu...!" ucap wanita paruh baya tersebut, sembari menarik tangan anaknya ke arah ruang tamu.


Setelah sampai di ruang tamu, Mereka berdua duduk di kursi ruang tamu dengan saling bertatapan. Tiba-tiba ibunya menggenggam tangan kekar anaknya dengan sangat erat, sembari menatapnya dengan serius. Hal itu membuat Jeno sedikit takut di buatnya.


"Ma-mamah kenapa menatapku seperti itu? kalo begini biasanya ada apa-apa!". tanya jeno dengan gugup.


"Anakku kau ini sudah besar! sudah mapan juga, kekayaan di mana-mana!."


Mendengar pertanyaan anaknya yang polos Tersebut, membuat wanita paruh baya tersebut sedikit kesal. Iya pun memukul kepala anaknya dengan keras.


PLAK..


"Ah...kenapa aku di pukul?" Tanyanya sembari mengelus kepalanya yang terasa Cukup sakit.


"Dasar anak bodoh! hal sekecil itu saja kau tidak tau?" Kesal Wanita paruh baya tersebut kepada anaknya.


"Mamah kan belum bilang? mana mungkin aku tiba-tiba tau isi pikiran mamah!" bingung nya merasa tidak Bersalah.


"Ehem..kamu itu harus segera menikah wahai anakku......!" Rayu ibunya dengan memelas.


Melihat orang tua nya yang terlihat sangat mengharapkannya , iya terpaksa mengiyakan ucapan Wanita yang sangat di sayangi ya Tersebut.


"Menikah?" Tanyanya mencoba memastikan.


"Iya..menikah!."


"Baiklah! nanti aku akan menikah! Tapi nanti, aku belum menemukan calon yang tepat!" jawabnya dengan santai.


"Calon, kamu bilang?" Mamah sudah sediakan calonnya....!". ucap wanita paruh baya tersebut, dengan wajah berbinar.


"Apah? siapa?" tanyanya dengan Raut wajah yang terlihat Kaget.


"Jena !" Teriak Wanita paruh baya tersebut dengan Keras.

__ADS_1


"Apah? Gak, aku gak mau! untuk apa menikah dengan cewe rese kek dia? gak, aku gak mau!"


tolak Jeno dengan kesal , sembari beranjak meninggalkan ibunya dan pergi ke arah kamar.


"Hey...anak kurang ajar! Cepet turun kesini! mamah belum selesai bicara...cepet..!"


"Gak, mamah gak tau sipat Cewe Rese itu! ,dia itu nyebelin, cerewet! Tipeku bukan dia!" Jawab Jeno dengan Tegas.


"Jeno! mamah dan papah udah jodohin kamu dari kecil! kali ini saja, nurut sama mamah dan papah! cepet kesini...!" Bujuk ibunya dengan lembut, Mencoba menahan kekesalan nya


"Gak! Gak Mau!." tolak Jeno dengan jutek nya dan langsung menutup pintu kamarnya dengan keras


BRAKKKK..


"Kau? cepat turun.... Jeno....... !.Teriak ibu nya dengan keras.


Mendengar Suara ribut antara nyonya besar dan Tuan Muda. Pelayan kepercayaan nya lantas langsung berinisiatif membawa secangkir teh ke arah majikannya. yang terlihat sedang marah besar


"Tenang nyonya, tenang!"ucap Pembantu nya yang bernama Lastri menenangkan majikannya sembari memberi secangkir teh yang tadi di bawanya.


"Tapi bi, lihat anak Sialan itu? dari dulu sangat keras kepala!."


"Nanti juga tuan muda mau! bibi yakin. karna nona Jena adalah wanita yang baik! Siapa yang tidak mau dengan nona Jena? Apa lagi mereka sudah kenal dari mereka Kecil! bibi masih inget sampai sekarang!." ucap wanita tersebut meyakinkan.


wanita paruh baya tersebut Menarik nafas panjangnya "Baiklah, kalo bibi bilang begitu aku percaya!."


"Dari pada nyonya marah - marah terus seperti itu! Lebih baik nyonya minum teh nya Terlebih Dahulu! Mumpung masih anget!." ucap pelayan itu sembari menyodorkan secangkir teh pada majikannya.


"Makasih bi! bibi sangat pengertian!"ucapnya sembari menyeruput teh tersebut, sampai tak tersisa sedikit pun.


"Itu kewajiban saya!" jawab bi Lastri dengan senyum di bibirnya.


Saat sedang asyik mengobrol. Tiba -tiba Telpon rumah Berbunyi . mendengar hal tersebut Lastri lantas mengangkat teleponnya dengan segera.


"Nyonya ada telepon! katanya mau bicara dengan nyonya." ucap bi Lastri cukup keras.


Mendengar hal tersebut, Wanita paruh baya tersebut lantas beranjak dari duduknya dan mengambil telepon dari bi Lastri, Kemudian menyuruh bi Lastri pergi ke dapur.


Iya, dengan siapa?. Tanya Ibu jeno


Ini saya, Ibu Jena!.


Hallo....Ah jeng? Bagaimana jeng? apa menantu perempuan saya itu setuju dengan perjodohan ini? Tanyanya tak sabar.


Huh, saya bingung jawabnya jeng! Anak saya memang keras kepala! Jeng kan tau gimana mereka berdua jika bertemu? bawaannya marahan Terus!.


Sama jeng! anak laki-laki saya juga gak bisa di andelin! kecewa ibu jeno


Apah?jadi Jeno juga gak mau jeng? Tanyanya dengan pasrah.


"Tenang jeng! jangan patah semangat dulu. kita bisa susun sebuah rencana!."


"Rencana apa jeng?"


" Besok kita ketemuan di tempat biasa ya jeng! kita harus bikin rencana yang matang di sana, untuk bikin rencana Satukan mereka berdua!"


"Iya jeng, kita harus satukan mereka berdua dengan cepat !."

__ADS_1


"Pasti!."


__ADS_2