
Setelah semuanya selesai, Maya mengantarkan Jena keluar gerbang Rumahnya. Setelah berada di luar gerbang, Jena langsung menaiki mobil milik Maya yang sudah terparkir, berniat untuk pulang. Sebelum iya pergi, Jena berpamitan kepada Maya dari dalam mobil
"Maya aku pulang dulu ya? besok aku kesini lagi!" Teriak Jena dari dalam mobil.
"Iya, hati - hati di jalan ya? jangan lupa juga salam aku pada Tante !"
"Iya-iya! Nanti aku sampaikan. Kalau begitu aku pulang ya, Dah!" ucap Jena dengan melambaikan tangannya.
"......"
Setelah berpamitan pada sahabatnya Tersebut, Tak selang lama Mobil melaju menjauh meninggalkan Rumah maya perlahan. Jena uduk sembari melihat - lihat pemandangan di balik kaca mobilnya yang terlihat sangat memukau baginya
"Sudah lama aku gak kesini, sekarang banyak sekali perumahan mewah dan megah!" Gumamnya.
Disisilain
"Bos! Sepertinya saya harus pulang sekarang! besok saya ke sini lagi untuk mengatur jam pertemuan bos dan tiga wanita itu!" Ucap galu, sembari mengemasi Barang-barang nya ke dalam Tas.
"Ya, pergilah!" Jawab Jeno datar, sembari memeriksa dokumen-dokumen miliknya yang masih belum iya selesaikan.
"Kalau begitu saya permisi bos!" Pamit galu dan langsung meninggalkan ruangan bosnya tersebut.
Setelah galu pergi dari ruang kerjanya dan pekerjaan nya sudah selesai. Jeno langsung beranjak dari duduknya. Iya lantas pergi ke kamarnya dan langsung menjatuhkan badannya di ranjang "huh , akhirnya beres juga !" Gumam Jeno sembari menutup kedua matanya.
Saat ingin menutup matanya, Tiba-tiba Jeno teringat akan Jena. Dengan segera Jeno membuka kedua matanya kembali dan mengambil handphonenya dan langsung menelepon Jena.
Di sisilain
Mobil sudah sampai di depan gerbang rumah Jena. Setelah mobil berhenti, Jena langsung Turun dari mobil Tersebut. Saat Iya baru saja turun dari mobil, tiba -tiba ada Hanphonenya berbunyi. Karena hal tersebut, Jena lantas mengangkat teleponnya, Yang ternyata telphone dari Jeno.
"Ada apa?" Tanya Jena dengan jutek.
"Kamu sudah pulang?"
"Sudah, Baru saja!"
" Ya, sudah!" ucap jeno dingin dan langsung menutup telponnya secara sepihak.
"Halo jeno? Jeno? dasar laki-laki aneh!"kesal Jena dan langsung masuk kerumahnya dengan Marah.
__
"Aku bisa Tidur sekarang!" Tenang Jeno, karena sudah mengetahui Jena sudah pulang dengan selamat .
Setelah itu Jeno segera menutup matanya dan iya tertidur dengan sangat pulas.
kediaman Jena
"Bi aku pulang!" Teriak Jena cukup keras, namun tak ada satupun yang menyahutnya.
Karena suasana Yang begitu sepi, Jena lantas menelusuri ke setiap sudut rumahnya, mencari keberadaan para pekerjanya. akan tetapi, semuanya nihil. tak ada satupun orang di rumahnya itu, selain dirinya.
"Kemana semuanya pergi?" Ah.. sudah lah! mungkin Semuanya sedang liburan! Huaa.... aku mengantuk sekali! lebih baik aku tidur saja !"ucap Jena kelelahan sembari menguap.
Setelah memastikan tidak ada siapapun di rumahnya, Jena lantas pergi ke kamarnya dan langsung menjatuhkan badannya ke atas ranjang ,dan perlahan-lahan matanya tertutup dan iya pun tertidur dengan pulas.
Keesokan harinya
Jena berada di Sebuah restoran bersama Maya. Mereka sedang mendiskusikan jadwal pertemuan Jena dengan tiga orang laki-laki, yang telah Maya pilihkan untuknya.
"Jena! orang pertama yang akan kamu temui sekang , bernama Paul! Paul seorang anak konglomerat dari Prancis. Iya pintar dan juga lumayan tampan. Umurnya sekitar 21 tahun sama seperti Jeno!" ucap Maya sembari membaca identitas Paul dalam laptop milik nya.
"Baiklah! Berapa lama lagi iya datang?" Tanya Jena, sembari menyeduh Teh miliknya.
" Dua menit lagi dia sampai! Dia Sekar sedang di jalan !" Jawab Maya.
"Baiklah !"
"Baiklah! Kamu diam di sini, aku dan para pengawal ku akan mengawasi mu dari kejauhan!"
"Iya, aku mengerti!" Angguk Jena.
Dua menit sudah terlewati. Dari kejauhan terlihat Seseorang datang dari arah pintu Masuk restoran. Iya seorang laki-laki yang tampan dan modis. Rambutnya pirang dan mata biru yang terlihat indah. Iya juga datang di temani asistennya yang lumayan cantik di sampingnya.
"Hello...apa kamu Jena?" Tanya laki-laki tersebut pada Jena.
"Iya! Saya Jena. Apa kamu Paul?" tanya Jena memastikan.
"Yes, I'm Paul!"
"Silahkan duduk!" suruh Jena dengan senyum yang terukir jelas di bibirnya.
Karena permintaan Jena, Paul lantas duduk di kursinya. Dengan menatap Jena, dengan tatapan kagum "Saat pertama kali melihat anda! saya memang merasa kamu adalah Jena!"
"Benarkah?"
"Ya! kamu sangat beautiful, seperti namamu!"
"Akh..thank you! Apa kamu ingin makan?"
"Tentu! mana mungkin saya menolak nya!"
Mendengar jawaban Paul, Jena tersenyum. Iya kemudian menepuk tangannya sebanyak tiga kali. Tak berapa lama, para pelayan datang dan langsung menyajikan beberapa makanan mewah, yang membuat Paul sangat kagum saat melihatnya.
"Silahkan di makan !"ucap Jena lembut.
"Darimana kamu tau aku suka makanan ini?"
"kamu yang memberikan informasi itu padaku!" jawab Jena dengan santai.
__ADS_1
"Kamu sangat smart (pintar)!"kagum Paul.
Setelah makanan tertata dengan rapih, Jena dan Paul lantas makanan makanan mereka dan asistennya hanya berdiri dengan tegap tanpa berbicara sedikitpun.
__
Setelah memastikan makanan Paul dan Jena sudah habis. Maya langsung menatap Seorang pelayan wanita yang berdiri di sampingnya "Rencana kedua,cepat !"suruh Maya pada seorang pelayan wanita Tersebut.
Setelah mendapatkan perintah.Pelayan wanita itu lantas menghampiri meja Jena sembari membawa dua cangkir teh hangat yang Baru.
"Nona, Tuan! Ini teh nya!" ucap sang pelayan sembari mengangguk ke arah Jena, dan jena pun membalas anggukannya dengan tersenyum.
Saat pelayan itu akan menyimpan teh untuk Paul. Dengan sengaja iya menyenggol Cangkir Tersebut dan teh itu tumpah ke baju miliknya Paul Yang sangat mahal itu.
syur
"Ah! M-maaf tuan! saya tidak sengaja !"ucap sang pelayan sembari mengelap baju Paul dengan sebuah tisu.
"Berani-Beraninya kamu Menumpahkan Teh ini ke baju mahal ku? memangnya kau pikir bisa menggantinya hah? dasar pelayan rendahan! Akan ku laporkan semua ini, agar kau di pecat!" " Bentak Paul dengan lantang.
"T-tolong tuan! jangan laporkan saya.saya tidak sengaja !" Mohon sang pelayan.
"Kau?"
Karena sudah di selimuti oleh amarah. Paul mengangkat tangannya, berniat memukul pelayan yang ada di hadapannya itu. Maya yang menyadari hal Tersebut, lantas menyuruh Bodyguard-nya untuk pergi dan menghalangi.
"Gawat, cepat halangi dia !"suruh Maya Bodyguardnya.
Setelah mendapatkan perintah dari Maya, Bodyguard yang sudah bersiap-siap itu, langsung mencegah Paul dan menangkis tangan Paul yang siap memukul. Menyadari ada yang menghalanginya untuk memukul si pelayan, Membuat Paul marah "kenapa kalian menghalangi aku untuk memukulnya ?" tanyanya dengan kesalnya.
"Paul dia ini perempuan! jangan apa-apa di selesaikan dengan pukulan !" jawab Jena mencoba menjelaskan.
"what? untuk apa mengasihani wanita Rendah seperti dia? Pelayan di rumahku selalu tunduk di kakiku dan tidak pernah melawan!" Ucap Paul dengan angkuhnya.
Mendengar ucapan bosnya itu, membuat asistennya mengepalkan tangannya menahan amarah, sembari Mencoba menenangkan Bosnya tersebut "Bos! lebih baik kita pergi!" Usul sang asisten.
"Diam kau!" bentak Paul dan langsung mendorong asistennya dengan keras sampai terjatuh dan kepalanya terbentur, dengan darah yang bercucuran.
Jena yang melihat kelakuan Paul pada asistennya membuat Jena sangat marah. Namun iya mencoba menahannya dan langsung membantu wanita tersebut "Kamu tidak apa-apa?" Tanya Jena khawatir.
"Saya tidak apa-apa nona! terimakasih!" ucapnya dengan menunduk takut.
Mendengar ucapan wanita di hadapannya, Jena tersenyum. iya kemudian memalingkan pandangannya menatap Paul dengan sorot mata yang tajam
"Baiklah! kamu boleh pulang !" ucap Jena pada paul sembari menahan amarahnya.
Mendengar ucapan Jena, Paul lantas menoleh "loh..? Kenapa aku di suruh pulang? kencan kita kan belum selesai?"
"Aku akan menghubungi kamu lagi!" ucap Jena dengan datar.
"Ya,sudah! kalau begitu aku akan pergi! dan kau! Kalau bukan karna Jena, kau pasti sudah ada di alam lain!" Ancam Paul sembari menunjuk-nunjuk kan tangannya pada si pelayan.
"Ma-maaf tuan!"gemetar si pelayan.
Setelah Paul pergi, Jena segera mengelap tangannya yang Paul cium dengan menggosoknya dengan keras menggunakan tisu basah yang iya sudah sediakan.
"Baru saja kenal, sudah main cium-cium segala !" Kesal Jena.
***
Setelah melihat Paul dan asistennya telah pergi, Maya lantas menghampiri Sahabatnya yang terlihat sedang kesal.
"Bagaimana pendapatmu tentang dia ?" Tanya Maya, sembari duduk di samping sahabatnya Tersebut.
"Aku kurang suka! dia mudah main tangan pada orang kecil yang ada di bawahnya! itu sangat menjijikan !" jawab Jena kesal.
"Aku juga tidak setuju! dan untuk kamu? kerja kamu sangat bagus... ini bayaran untuk mu!"ucap Maya pada pelayan wanita yang berdiri di sampingnya ,sembari memberikan uang dengan jumlah yang tidak sedikit.
"Terimakasih nona Maya! kalau begitu saja ijin pulang !" pamit sang pelayan dan lantas pergi.
"Iya!"
"Sekarang siapa lagi yang akan datang?" Tanya Jena pada sahabatnya.
"Yang kedua ini Namanya Gani! Iya seorang CEO yang lumayan terkenal.
Iya sangat menyukai binatang dan dia juga sangat baik. Umurnya sekitar 22 tahun lebih tua dari mu !" jelas Maya.
"Baiklah! berapa lama lagi dia datang?"
"Sebentar lagi !"
***
Laki-laki kedua sudah datang. iya duduk berhadapan dengan Jena. Di temani satu wanita yaitu asistennya. Asisten itu duduk di sampingnya Gani Tampa di minta, yang membuat Maya, Sedikit keheranan.
"baru kali ini aku melihat asisten duduk tanpa di suruh ! Sepertinya Hubungan mereka lebih dari asisten dan bos!" Ucap Maya dari kejauhan.
"Nona Jena? Kamu sangat cantik!" Ucap Gani dengan Teduh.
"Iya! nama ku Jena! Terimakasih atas pujiannya!" jawab Jena dengan senyum di bibirnya.
Melihat senyuman Jena yang begitu tulus. Membuat Gani Terlena. iya lantas membalas senyumannya Jena dengan manis. Melihat perilaku Gani yang begitu Manis pada Jena, membuat asistennya yang duduk di sebelahnya merasa sangat kesal.
Dengan Kesal, iya lalu mencubit pinggang Gani dengan keras, yang membuat Gani merintih kesakitan.
"Akhh..kenapa kamu mencubit ku?" tanya Gani pada asistennya.
"Akh, maaf bos! sa-saya tadi seperti melihat sesuatu di baju bos! mau mengambilnya, Tapi tak sengaja mengenai Bos!" jelas sang asisten dengan gugup.
__ADS_1
"Baiklah!"
"Cikcikcikcik....hebat sekali alasannya !" Kesal Maya dari kejauhan.
"Baiklah, kamu mau makan sekarang?" tanya Jena pada Gani.
"Tentu saja boleh!" jawab asistennya.
"Maaf! Tapi saya bertanya pada Gani!" ucap Jena dengan sinis pada asisten Gani.
"Akh , ma-maaf kan dia! dia memang seperti itu! dulu saat saya sedang berkencan dengan orang lain. Dia sering keceplosan! sekali lagi saya minta maaf!"ucap Gani menyesal.
"Sepertinya wanita ini tidak baik !"ucap Jian dalam hati "baiklah Saya bisa memakluminya!"
"Heh, dasar wanita brengsek! heh kalian, nanti jika kalian mencari istri, jangan seperti wanita itu! ingat itu!" ucap Maya pada para Bodyguardnya.
"Baik nona! kami gak akan mencari wanita seperti dia! kami akan mencari wanita seperti nona Jena !"ucap mereka kompak.
"Jangan Jena juga! Jena itu terlalu sempurna buat kalian !"
"Baik nona! kami akan mencari wanita seperti nona saja !"
"Eh ,memangnya aku tidak sempurna ?"kesal Maya
"Eh ,heheh!" bingung para pengawal.
"Sudah-sudah! cepat liat mereka dulu !"
"Baik nona !"
Maya dan para Bodyguardnya, lantas mengawasi Jena dan Gani dengan serius.
"Kalau boleh tau siapa nama nya ?" tanya Jena, sembari menatap wanita di hadapannya.
"Namanya rara! dia adalah anak dari pembantuku! kami berteman dari kami kecil!" Jawab gani terus terang.
"Oh ...aku sekarang mengerti !ternyata wanita ini menyukai majikannya, tapi majikannya ini tidak menyukainya! karena hal itu, iya ingin menghalangi semua wanita yang ingin mendekati Gani! sungguh wanita yang pintar !" pikir Jena, dengan Tatapan sinis menatap wanita di hadapannya
"Baiklah! aku mengerti!" angguk jena.
Jena menekan sebuah lonceng yang ada di mejanya. Dengan cepat para pelayan datang dan menghampiri meja Jena,sembari membawa makanan kesukaan Gani dan Jena. dan menaruhnya di atas meja dengan sangat rapih.
"Kamu sudah menyiapkan nya?" tanya Gani kagum.
"Iya! ini makanan kesukaan mu kan ?"tanya Jena memastikan.
Mendengar pertanyaan jena, Gani melihat - lihat makanannya yang baru saja di sajikan. Alangkah terkejutnya iya, Saat melihat lobster di mejanya.
Dengan Raut wajah yang terlihat marah, Gani lantas berdiri dari duduknya dan langsung memukul meja dengan sangat keras.
"Kenapa ada lobster disini? aku kan sudah memberi tahu mu, bahwa aku sangat menyukai hewan !" marah Gani menggelegak.
"Wah nona Jena sangat tidak menghargai Bos !" ucap Rara mengompori.
"Apa kamu memang tidak menghargai aku Jena ?"
"Kenapa kamu marah padaku? padahal kamu sendiri yang menulis itu dalam identitas mu, yang kamu berikan padaku!" jawab Jena, membela diri.
"APAH?"
Mendengar jawaban Jena, Gani lantas menoleh kearah Rara dengan tatapan marah
"Apa benar Ra?" tanya Gani pada rara.
"i-ini!" gugup rara.
"kenapa kamu melakukan ini Ra? kamu kan tau aku sangat menyayangi hewan! dan kamu malah memberikan informasi yang salah pada Jena, apa kamu sengaja?" marah Gani pada asistennya.
Karena kemarahan Gani, Rara lantas langsung berdiri dari duduknya dan menatap Gani dengan tatapan tajam.
"Iya! Aku sengaja melakukannya, karena aku tidak suka kalau kamu mencari pasangan lain selain aku! Memangnya aku kurang apa? Aku juga cantik, tak kalah dengan wanita -wanita lain. Kenapa kamu gak suka padaku?" teriak rara dengan histeris.
Mendengar ucapan Asistennya nya itu. Gani lantas memegang kedua Pundak Rara dan menatapnya dengan tajam "Aku suka padamu..."
"Benarkah?" potong Rara.
"Iya, aku suka padamu! Tapi hanya sebatas teman! dan sekarang karena kamu melakukan ini, aku sudah tidak suka lagi padamu! Sekarang aku tau sebabnya, kenapa semua wanita menolak ku! Ternyata kamu penyebabnya? Aku sangat kecewa padamu Ra. aku menerima kamu bekerja denganku karena kamu anak dari pembantu kesayangan ku. seharusnya kamu bersyukur, bukannya meminta hal lebih dari aku! kamu di pecat ra!" Bentak Gani dan langsung pergi dari restoran tersebut tanpa berpamitan pada Jena.
"Tunggu Gani! aku minta maaf ....!" teriak wanita tersebut, sembari mengejar Gani.
"Hey! kalian mau kemana?" Teriak Jena.
"Maaf Jena! seperti nya hubungan kita sampai sini saja, Terimakasih !"ucap Gani dan langsung pergi.
Mendengar Jawaban Gani. Jena lantas menghela nafasnya dan duduk di kursinya dengan Perasaan yang campur aduk.
Di sisilain, Maya dan para pengawalnya juga sangat kebingungan dengan kejadian yang baru saja terjadi di hadapan mereka.
"Kenapa bisa begini? padahal kita tidak melakukan apapun!" Bingung Maya.
"Iya bos, kami juga bingung !" Ucap salah satu Bodyguard.
"Kenapa kalian juga bingung?"
"Jika bos bingung, kami juga bingung!" Jawab Bodyguard tersebut.
"Kalian ini tidak punya prinsip!" kesal Maya.
"Maaf bos !"
__ADS_1
"Sudahlah! kalian tunggu disini, aku akan melihat keadaan Jena !"
"Baik bos!"