TerJebak Ikatan Pernikahan Dengan Musuh

TerJebak Ikatan Pernikahan Dengan Musuh
Eps18


__ADS_3

"Kau? kenapa kau disini?" Tanya Jena sembari mengerutkan keningnya.


"Aku yang harusnya bertanya padamu! kenapa kau disini?" tanya Nina juga kaget dengan kehadiran Jena di hadapannya.


"Aku memang ada di sini ! kamu yang apa disini?" Tanya Jena lagi, sembari menahan kekesalannya.


"Aku ingin menemui Jeno! memangnya kenapa? lagian Jeno sendiri yang mau aku datang ke sini!"jawab Nina jutek dan langsung masuk melewati Jena, dan menghantam Jeno yang terlihat Tak merespon.


"Jeno! aku sangat merindukan kamu! kenapa kamu sangat lama menghubungiku? yang harus kamu tau, aku itu tidak bisa tidur semalaman, karena terus memikirkan kamu!" ucapnya sembari memeluk tangan kekar Jeno.


"Nina lepaskan Tanganku! Aku sangat risih!" ucap jeno dingin, yang sontak membuat nina


langsung melepaskan pelukannya dengan senyum terpaksa "heheh...baiklah!" ucap ya.


"Jeno! Apa kamu yang mengundangnya kesini?" tanya jena dengan menatap Jeno Tajam.


"Iya, memangnya kenapa? lagian kamu juga membawa Kevin ke sini! jadi, kenapa aku tidak boleh membawa Nina, CALON ISTRI KU ke sini?" ucap Jeno sembari menekan perkataan.


Mendengar ucapan Jeno. Jena seketika merasa kesal. Akan tetapi iya memendamnya dan langsung memalingkan pandangannya "Oh jadi begitu! terserahlah kamu mau membawanya kesini atau tidak, aku tidak perduli! lagian Kevin ada di sini bersamaku, iya kan Kevin ?" ucap Jena sembari memeluk tangan kekar Kevin dengan erat, sembari menatap Jeno dan Nina dengan Tajam.


"i-iya! Aku disini bersamamu jena!" jawab Kevin dengan pipi yang mulai merona, karena Jena yang memeluknya erat.


Tak selang lama, Ibu pengurus panti datang menghampiri mereka berempat, karena mendengar keributan yang cukup keras


"Astaga! ada apa lagi ini? kenapa ribut-ribut sekali, sampai terdengar ke dapur!"ada masalah apa?" tanyanya.


"TIDAK ADA!" ucap mereka berempat secara bersamaan . mendengar jawaban tersebut, Ibu pengurus hanya tersenyum "Sudah jangan ribut !mending kita makan buah mangga! ibu baru memetiknya dari kebun ,pasti kalian suka!" ucapnya yang membuat semua anak-anak sangat senang "wah mangga....ayo kita ke belakang....ayo....!" Teriak mereka kegirangan, sembari berlari ke halaman belakang panti. melihat semua anak asuhnya senang, seketika ibu pengurus ikut senang saat melihatnya "lihat! mereka sangat bersemangat! masak kalian enggak semangat sih?"


"horeeee mangga....!"ucap mereka berempat dengan wajah datar dan langsung berjalan ke belakang rumah panti. Melihat tingkah keempat muda mudi di hadapannya itu, ibu panti hanya bisa menggelengkan kepala "remaja jaman sekarang banyak sekali tingkahnya!"


***


Di halaman belakang panti. Semua orang duduk di rumput hijau yang beralaskan tikar, sembari memakan buah mangga yang sangat segar, yang telah di kupaskan oleh beberapa pengurus panti lainnya. mereka semua memakan Mangga tersebut dengan sangat lahap.


"Emm! pipi, ini sangat enak dan manis kamu makan lah !" ucap Pino sembari menyuapi pipi buah manganya


"ini enak kak Pino!"


Di sisi lain yang tak jauh, Terlihat dari kejauhan Kevin sedang mengupas buah mangga untuk Jena, di bawah pohon manganya langsung. iya juga menyuapi Jena dengan penuh perhatian, yang tentunya membuat Jena senang.


"Jena, buka mulut mu !" ucap Kevin sembari menyodorkan buah yang sudah di potongnya ke mulut Jena. mendengar ucapan kevin, Jena lantas membuka mulutnya lebar-lebar dan memakan potongan buah tersebut dengan lahap.


"Bagaimana? apa pilihanku manis?" tanya Kevin pada Jena.


"Iya! manis banget Kevin! kamu sangat hebat memilih buahnya kevin!" angguk Jena dengan memuji.


"Baguslah kalau manis! ini makan lagi !"


"Iya !" emm...enak !"


Dari kejauhan, Jeno terus memantau Perilaku Jena pada kevin. Melihat kemesraan mereka, seketika membuat iya mengepal tangannya dengan kencang "memang aku cemburu? tentu saja tidak !" gumam jeno dalam hati.


Melihat jeno yang terus memandangi Jena terus, membuat Nina juga sangat kesal. "lagi-lagi Jena, yang terus di perhatikan ya! apa dia lupa kalau calon istrinya di sebelah sini?" Gumam Nina, sembari menggigit bibirnya "Jeno !"panggilnya dengan menahan amarahnya.

__ADS_1


"Iya, ada apa?" tanyanya datar.


"Jeno! aku juga mau buah mangga! tolong Kupaskan kulitnya untukku !" pinta Nina, dengan memelas!"


"Baiklah!"


Jeno mengangguk. iya kemudian mengambil Salah satu Buah mangga dan langsung mengupas kulitnya. Setelah selesai, iya langsung menyodorkannya pada Nina


"ini sudah ku kupas! cepat ambil !" suruh jeno dengan datar.


"Jeno! suapi aku. aaa!" Nina membuka mulutnya labar. melihat hal tersebut Jeno mengerutkan keningnya "eh baiklah !"angguk Jeno dan langsung menyuapi sepotong buah yang besar yang membuat mulut Nina penuh karenanya "bagaimana enak?" tanya Jeno penasaran dengan buah pilihannya.


"sial buahnya sangat masam dan dia memberikanku potongan yang besar !" Gumam Nina dalam hati dengan wajah berkerut . melihat Raut wajah Nina yang mengkerut membuat Jeno sangat kebingungan "kamu kenapa ?" tanyanya penasaran.


"jeno...aku mmmmm!"ucap Nina tidak jelas karena mulutnya penuh dengan buah mangga.


"apa kau bilang?" tanyanya tak mengerti


"Mmmmmmm!" Nina langsung berlari meninggalkan Jeno dan pergi ke semak -semak . Iya kemudian langsung memuntahkan buah yang tadi di suapi oleh Jeno dengan sangat kesal "sial mulutku penuh dengan buah dan rasanya juga sangat tidak enak ! Jeno sangat keterlaluan !" kesal Nina dan langsung kembali menghampiri Jeno dan duduk di sebelahnya.


melihat tingkah Nina tersebut yang cukup aneh, membuat Jeno sedikit cemas.


"Kamu kenapa Nina ?Apa kamu sakit? jika sakit, pulang saja !" ucapnya.


"ti-tidak Jeno! aku tidak sakit kok!"


"oh yasudah! terus bagaimana dengan buahnya! apa buahnya apa enak ?" tanyanya lagi, masih penasaran.


"E-enak banget Jeno! aku sangat suka! Buah nya sangat manis heheh!" ucap Nina dengan senyum terpaksa.


"I-iya manis! manis banget malahan !" jawab Nina meyakinkan.


"Apa kamu yakin Nina? tadi aku mencobanya sedikit, ternyata sangat asam dan belum matang !"


"Heheh...!" mendengar hal tersebut, Jena Hanya bisa tersenyum dengan terpaksa.


"Ouh! mungkin selera mu mangga seperti ini ya? jadi apa kamu mau lagi manganya?" tanyanya lagi.


"TIDAK! ti-tidak aku sudah kenyang Jeno! lebih baik kita mengobrol saja !"


"Emm, baiklah!"


***


Dua jam berlalu jian ,Jiwon ,Nina dan Kevin sedang mengobrol berlima dengan Bu Yuni


"wah ini sudah sore kita harus pulang !" ucap Jian pada Jiwon ,Kevin dan Nina


"iya besok kita harus pergi ke butik untuk mempersiapkan pernikahan kita!"jawab Jiwon


"emmm,kalau begitu kalian menginap saja di sini ,biar kalian besok ke butik bersama-sama!" usul Bu Yuni


"emmm boleh juga ,bagai mana Nina?"tanya Jiwon

__ADS_1


"boleh - boleh!".antusias Nina"heheh aku akan menginap dengan Jiwon ,ini sangat bagus!" ucap Nina dalam hati


************


Malam hari


"Jian dan nina kalian tidur di kamar ini yang sebelah kanan.lalu Kevin sama Jiwon tidur di kamar ini yang sebelah kiri


"loh kenapa aku harus tidur sama Jian ,aku tidak mau Bu !" tolak Nina


"lalu kamu mau tidur dengan siapa?"mau sama iBu?"


",bukan itu ,aku ingin tidur dengan Jiwon ,dia kan akan jadi suamiku ,jadi gak masalah jika kami tidur bersama !"


"tidak bisa Nina ,kalian itu belum resmi menikah ibu gak bisa biarkan kalian tidur berdua !"kamu setuju kan Jiwon?" tanya bu yuni pada Jiwon


"hemmn aku setuju!"Jawab Jiwon dingin


"jadi gimana Nina ,apa masih mau ngotot?"


"iya-iya aku akan tidur dengan dia !" ucap Nina sembari menunjuk Jian dengan wajah kesal ,melihat itu Jian sangat kesal"cih wanita ini sangat nyebelin !" ucap Jian dalam hati dan langsung masuk ke kamar


"cepat kalian masuk!"


"baik!"


__________


kamar Jian


"aku ingin tidur sebelah sini !" ucap Nina dan langsung duduk di bagian kiri


"iya -iya bawel!" ucap Jian jetek


mereka berdua tidur bersampingan dengan sangat nyenyak . tiba-tiba lampu padam ,Nina terbangun kaget dan langsung memeluk tangan Jian "Jian Lampunya padam !" panik Nina "emmm nanti juga nyala ,tidur saja jangan berisik !".


"i-iya-iya aku tidur !".jawab Nina dan mulai mencoba menutup matanya lagi ,tiba - tiba ada seseorang yang membuka pintu "krekkkk..!".Nina sangat terkejut dan langsung memeluk Jian lagi


"Jian pintu-pintu ,pintunya terbuka sendiri!"paniknya


"emm....itumungkin angin !"


"i-iya mung-mungkin angin!"gemetar Nina sembari mencoba menutup matanya ,tiba- tiba terlihat sesuatu berlari ,hal itu membuat Nina berjerit."ahhh tuyullll.....!"Jian tuyul!" teriak Nina histeris sebari memeluk Jian sangat kencang


mendengar teriakan Nina yang kencang membuat Jian kesal dan terbangun"mana-mana tuyul,tidak ada kok!"


"itu tuh lagi ngumpet!"tunjuk Nina pada belakang meja


"heh?" Jian langsung melirik kearah belakang meja dengan teliti"dimana kenapa tidak ada apa-apa ,apa Nina bermimpi?". tiba-tiba saat Jian sedang bergumam dalam hati ada seorang anak kecil botak hitam berlari kencang ke arah tirai jendela dan bersembunyi di baliknya,melihat itu Jian dan Nina sangat terkejut mereka saling berpelukan dan berteriak sekencang- kencangnya


"Aahhhhh.. ... TUYULLLLL


BERSAMBUNG........

__ADS_1


like ,komen( ≧Д≦)


__ADS_2