
"anak-anak kalian?" .
"loh kenapa di lepas pelukannya,kami gak liat kok ,tenang saja !".ucap Jian dengan nada mengejek
"Jian kamu!".merona pipi Marisa berserta suaminya
"ahhh papah dan mamah malu-malu nihh !".goda Jian dengan wajah yang berseri-seri
"ehh sudah - sudah ,Jian apa kamu tidak kangen sama papahmu ini?"ucap ayah Jian sembari merentangkan tangannya lebar-lebar.mendengar itu Jian tersenyum dengan lebar iya lantas berlari menghampiri ayahnya dan langsung memeluknya dengan erat "tentu saja aku kangen sama papah,sudah lama papah tidak pulang bagaimana aku tidak kangen !" ucap Jian dengan manja di pelukan ayahnya .mendengar hal tersebut membuat ayah Jian merasa menyesal .iya lantas melepaskan pelukannya dan memegang pundak Jian "maafin papah ya ,papah sangat sibuk sampai-sampai melupakan anak papah yang cantik ini !".ucap ayah Jian dengan lemah lembut .mendengar perkataan ayahnya .Jian lantas mengangguk iya lalu memeluk ayahnya lagi dengan manja "Jian sayang papah!".ucap Jian dengan berbisik
"papah juga sayang Jian!" jawab balik ayah Jian sembari memeluk anak satu-satunya itu Tampa memikirkan orang-orang di sekitar mereka
Melihat kemesraan Jian dan papahnya membuat semua iri termasuk Jiwon , Tampa disadarinya Jiwon tersenyum melihat Jian dan juga papahnya yang begitu saling menyangi.dari kejauhan ayah Jiwon memandangi anak laki-lakinya itu dengan tersenyum .Jiwon yang merasa ada yang memandanginya pun langsung menoleh ke arah ayahnya .saat menoleh ke arah ayahnya ,ayahnya hanya tersenyum dan langsung menghampiri Jiwon dan memanggil"Jiwon apa kamu tidak kangen papah juga?" tanya ayah Jiwon sedikit dingin
"tidak !" jawab Jiwon jutek dan langsung memalingkan pandangannya
"benarkah?".tanya ayah Jiwon sekali lagi memastikan
"sedikit!" ucap jiwon dingin .mendengar perkataan anak laki-lakinya itu membuat ayah Jiwon senang .iya lantas merangkuk Jiwon dan langsung memeluknya dengan lembut dan juga erat.saat Jiwon di peluk oleh ayahnya iya merasa kaku .badanya diam seperti pantung dengan wajah yang dingin karna kebingungan .iya lantas melepaskan pelukan ayahnya dengan wajah sedikit merona karna pertama kali iya dipeluk seperti ini oleh ayahnya"apasih pah main peluk-peluk saja ,aku ini laki-laki bukan perempuan apa papah tidak bisa membedakannya!".ucap jiwon dengan memalingkan pandangannya
"iya-iya papah tau ,tapi sekali-kali bolehlah memeluk anak sendiri ,iyakan mah?".ucap ayah Jiwon kepada istrinya itu.
"iya papah benar ,dari dulu jiwon belum pernah di peluk papahnya.jadi sekali-kali tidak apa-apa!".jawab Rania dengan senyum di bibirnya
***********
Setelah melepaskan pelukan pada anaknya.ayah Jian melihat ke arah Jian yang masih memeluk papahnya "Jian apa kamu tidak kangen sama ayah jiwon?".ucap ayah Jiwon pada Jian .mendengar itu Jian langsung menoleh ke arah ayah Jiwon .iya tersenyum lepas dan langsung berlari kearah ayah Jiwon dan memeluknya "ayah Jiwonn...!"ucap Jian dan memeluk ayah Jiwon dengan erat "tentu saja aku kangen sama ayah Jiwon ,ayah Jiwon sangat lama pulangnya ,apa ayah Jiwon tidak merindukanku?".tanya Jian dengan cemberut
__ADS_1
"katasiapa ayah Jiwon tidak merindukanmu,ayah Jiwon pastinya sangat merindukan Jian kecil ini."lihat ayah Jiwon sudah bawa kue untuk Jian dari Amerika !".ucap ayah Jiwon sembari memperlihatkan bungkusan kecil di tanganya
" wahh...terimakasih ayah Jiwon ,nanti Jian makan!".
"baiklah anak manis."jadi kamu lebih sayang siapa ,ayah Jiwon apa papah kamu?"
"tentu saja ayah Jiwon ,papah gak bawa apa- apa dari Amerika.jadi dia yang kedua saja heheh...dan ayah Jiwon yang pertama!" .ucap Jian dengan ngawur.mendengar perkataan anaknya itu ayah Jian merasa terluka"heheh sayang kenapa kamu pilih diaaa ,papah kan papah kamu .papah cuman lupa bawa saja !"rengek ayah Jian
"heheh...tapi papah gak bawa apa-apa untukku .papah sangat tega.. huh!".ucap Jian dan terus memeluk ayah Jiwon
"huh yasudah,kalo begitu papah sayang sama Jiwon saja !".ucap ayah Jian dan langsung merangkul Jiwon
"terserah papah saja akubtidak perduli Wee..!".ucap Jian jutek
" huh...teganya anak ku ini!"."ya sudah papah akan sayang sama Jiwon calon menantu papah ini!". ucap ayah Jian dengan lantang
"APAH?.ucap mereka berdua secara bersamaan
"Jian apa maksud kamu ,kenapa kamu menikah dengan dia .kamu Taukan kamu sudah di jodohkan dengan jiwon dan sekarang sedang mempersiapkan pernikahan kalian ,mana mungkin dengan Kevin itu ,kamu jangan berbohong !".ucap ayah Jiwon sembari memegang pundak Jian dengan tatapan serius
"aku serius ayah Jiwon ,aku tidak berbohong !".ucap Jian meyakinkan
"jiwon kamu jujur sama ayah ,kamu beneran tidak menikah dengan Jian ?" tanya ayah jian memastikan
"iya benar ,aku disini itu untuk mengukur baju pengantin ku bersama Nina !".ucap jiwon dengan dingin .mendengar perkataan Jiwon ayah Jian masih tidak percaya iya langsung menghampiri Jian dan memegang pundaknya
"ini bohongkan Jian ,kamu jangan bohongi kami berdua seperti ini ,mentang -mentang papah dan ayah Jiwon meninggalkan kalian lama ,kalian mau balas dendam pada kami?".
__ADS_1
"papah aku tidak berbohong,mamah dan Tante Rania juga sudah tau dan mereka menyetujuinya kalo tidak percaya tanya saja mereka .mendengar per
katakan Jian. ayah Jian dan Jiwon sangat terkejut . bisa-bisanya istri mereka berbuat hal seperti ini tanpa sepengetahuan mereka berdua.mereka LANGSUNG menatap istri mereka masing-masing dengan tatapan tajam .melihat itu Rania dan Marisa menelan salipanya karna melihat tatapan suami mereka yang menyeramkan"jeng sepertinya perasaanku tidak enak!".bisik Marisa pada Rania"iya jeng apa kita kabur saja?"
"itu mungkin cukup baik !'.
"hitungan ketiga kita berbalik badan oke!".
"oke!".
"1,2,3!". Marisa dan Rania membalikkan badanya berniat pergi , tiba-tiba suami mereka memangil mereka berdua
"Sayang mau kemana?".tanya mereka berdua dengan dingin .mendengar halitu Rania dan Marisa gemetar mereka lantas membalikkan badan mereka lagi dengan keringat yang bercucuran
"eh papah ,kita mau ketoilet duluuuu..!"jawab Rania dengan senyum manisnya
"iya kita mau ketoilet!".lanjut Marisa
"ayo ikut papah!".ucap ayah Jian dan Jiwon bersamaan sembari berjalan ke tempat lain yang sepi .
"baik pah!".ucap Rania dan Marisa sembari mengikuti suami mereka dengan menunduk ketakutan
"huhh...nasib-nasib.!".ucap mereka berdua bersama dalam hati
Bersambung.........
like ,komen , favorit☜ (↼_↼)
__ADS_1