
Setelah memastikan wanita kedua telah pergi. Galu datang menghampiri jeno dan duduk disampingnya.
"Bos! Apa Bos Baik-baik saja? Sudah dua orang wanita yang pergi! tinggal 1 orang wanita lagi yang belum! jika yang satu ini tidak cocok juga dengan mu, pasti bos akan kalah dengan nona jena!" jelas Galu.
"Aku tidak mau tahu! jika yang satu ini tidak cocok dengan ku, maka kau yang akan aku pecat!" Ancam Jeno dengan raut wajah kesal.
"Loh, kok saya bos?saya kan tidak berbuat apa-apa!" Bingung Galu tak mengerti.
"Tentu saja aku menyalahkan mu! Karena ini semua salahmu! Dari 3000 orang wanita yang ingin bersamaku, kau hanya memilih tiga dan semua pilihanmu itu jelek-jelek dan tidak seperti kriteria ku! Bahkan Ada yang menipuku!" Marah Jeno, pada Sahabatnya.
"Eh..ta-tapi kan bos! masih ada Satu orang lagi yang belum datang! mungkin saja yang ini cocok!" Ucap Galu, mencoba meyakinkan.
"Kalau begitu cepat panggil dia!" Bentak Jeno, penuh kekesalan.
"Ba-baik bos!" Angguk Galu dan langsung mengambil Hanphonenya dari dalam Saku celana.
Setelah Hanphonenya sudah iya Genggam. Galu segera menghubungi Satu orang wanita yang belum datang, dengan larut wajah yang cemas dan penuh harap. berharap wanita ke tiga ini cocok dengan Kriteria bosnya.
***
Di sisi lain, jena sedang duduk sembari menunggu Satu orang laki-laki yang tak kunjung Datang, dan disisi lainnya, maya sedang memantau Jena Dari kejauhan bersama para Bodyguardnya.
"Kenapa lama sekali? jika laki-laki ini tidak cocok dengan ku, maka aku akan kalah dengan jeno, si laki-laki nyebelin itu!" pikir Jena dengan gelisah
Di parkiran depan restoran
Kevin turun dari Sebuah mobil Putih dengan tergesa-gesa dan Terengah-engah " Sial gara-gara macet aku hampir saja telat!" kesalnya sembari berlari Sekuat tenaga menuju dalam restoran
"Kenapa lama sekali sih?" gumam jena, sembari menatap Jam yang berada di restoran tersebut.
Di waktu bersamaan, Terlihat kevin sedang mencari keberadaan Jena. Iya terlihat kebingungan karena banyak sekali orang yang sedang makan di restoran itu. Saat sedang mencari keberadaan wanita yang di carinya. Tak selang lama, Matanya tertuju pada Seorang wanita yang cantik dan menawan di hadapannya iya adalah Jena. Dengan penuh semangat, kevin lantas menghampiri jena dan memanggilnya.
" Jena!" Teriaknya sampai mengagetkan Semua Orang yang ada di restoran tersebut.
Mendengar Suara tersebut, jena lantas memalingkan wajahnya pada sumber suara. alangkah terkejutnya iya Saat melihat orang yang familiar dalam ingatannya, kini muncul di hadapannya.
" aku seperti pernah melihatnya, tapi di mana?" tanyanya dalam hati.
Melihat Jena yang terlihat kebingungan saat melihatnya membuat Kevin tersenyum. Kevin lantas menghampiri jena dengan senyum di bibirnya.
"Hai jena!" sapa Kevin, pada wanita di hadapannya.
" Apa Kita pernah bertemu?" tanya jena.
"Hem, mungkin!" ucap Kevin sembari tersenyum dengan manisnya.
Di sisi lain
Setelah menyadari Orang ke tiga datang, maya terus menerus melirik ke arah Kevin dengan tatapan yang aneh. Iya juga merasa familiar dengan laki-laki yang berada di hadapan Jena.
" apakah itu Kevin? laki-laki yang selalu mengincar Jena? tapi selalu ditolak?" tanyanya dalam hati kecilnya
"Siapa namamu?" tanya Jena sangat penasaran.
"Apa kamu tidak akan menyuruhku Duduk dulu?"
"Akh,maaf aku lupa! silakan duduk-Silakan duduk!" suruh jena merasa bersalah.
"Terimakasih!" ucap kevin manis.
"Apa kamu mau minum"? tanya jena sembari menggosok Telinganya, saking gugupnya.
__ADS_1
"Boleh!"
***
"Maaf ya,aku telat datangnya !" Ucap kevin merasa bersalah.
"Tidak apa-apa! cepat beritahu Siapa namamu?" penasaran Jena dengan laki-laki di hadapannya.
"Apa kamu sudah melupakanku Jena"?tanya nya balik, yang sontak membuat Jena semakin penasaran dengan sosok laki-laki di hadapannya.
"Apa maksudmu? Apa kita pernah bertemu?" Tanyanya memastikan.
"Tentu! aku adalah orang yang sering mengejar kamu dulu, dan sekarang juga masih!"
Mendengar ucapan laki-laki di hadapannya, seketika Jena langsung teringat dengan masa lalunya itu "ka- kamu, ke-kevin?"kaget jena tak menyangka.
Di Waktu yang bersamaan
"Bagaimana? apakah sudah ada kabar?" Tanya Jeno mulai tak tahan.
"Dia bilang dia terkena macet Bos! dia datang ke sini sekitar lima belas menit lagi bos!" jawab Galu dengan sedikit takut.
"Baiklah! suruh dia lebih cepat, jika dia datang lebih dari 15 menit, batalkan pertemuannya dengan dia! aku akan sewa saja istri bayaran!" Kesal Jeno
"Istri bayaran bos?" kaget Galu, Atas ucapan bosnya itu yang menurutnya nyeleneh.
"Iya! aku lebih baik menyewa wanita, untuk ku jadikan istri! itu lebih mudah dan dapat diatur sesukaku!" Jawabnya, yang membuat Galu menggelengkan kepalanya.
"Ternyata Bos sangat mengerikan! demi mengalahkan nona jena, dia rela melakukan apapun! permusuhannya nona jena dan bos juga sangat mengerikan! beda jauh saat mereka berdua sedang baikan, mereka seperti pasangan baru yang terus-menerus berbuat mesra dan konyol ! sungguh terlalu....!" Gumamnya.
Di sisi lain
" kevin? kamu benar-benar Kevin?" tanya jena kaget, pada laki-laki di hadapannya.
"Aku tidak menyangka kita di pertemukan lagi! terakhir kita bertemu saat perpisahan sekolah SMA Dan sekarang kita di pertemukan seperti ini? aku sangat tidak menyangka!"
"Iya! Aku juga tidak menyangka kita bisa dipertemukan kembali dengan keadaan seperti ini! Apa lagi, aku memiliki kesempatan untuk menjadi pendamping mu! Hal itu membuat aku sangat senang!" Ucap Kevin dengan manis.
Mendengar ucapan Kevin, Seketika Jena merasa bersalah pada laki-laki di hadapannya
"Maafkan aku Kevin! aku sering sekali menolak mu dan tidak pernah membalas perasaan mu padaku! Tapi aku tidak bermaksud untuk Kevin! tolong maafkan aku!"
"Sudah, Tidak usah minta maaf! Aku tau kok kamu tidak sengaja dan aku juga tau kamu dari kecil sudah dijodohkan dengan jeno! Bahkan aku sangat tidak menyangka, tiba-tiba kamu ingin mencari calon suami, Di forum itu lagi! padahal kamu sudah dijodohkan dengan Jeno!" ucap Kevin penuh pertanyaan.
"Sebenarnya...!"
Jena lantas menjelaskan semua kejadian uang menimpanya secara detail pada Kevin. kevin pun mendengarkan semua keluh kesal Jena yang Jena lontarkan.
***
"Jadi begitu Kevin! kamu mengerti kan maksudku?"
"Tentu! aku bisa memahaminya!"
"Terima kasih Kevin! Sepertinya aku akan memilihmu menjadi pasanganku!" ucap Jena dengan sangat yakin, yang tentunya membuat Kevin shock saat mendengarnya.
"Benarkah? Semudah itu kamu menerimaku?" Kaget Kevin dan sekaligus senang Setengah Mati.
"Iya! aku menerimamu sebagai pengantin pria ku!" Angguk Jena, meyakinkan.
Mendengar jawaban Jena. Kevin langsung beranjak dari duduknya, kemudian memeluk Jena dengan erat dengan Mata yang mulai memerah.
__ADS_1
"Terimakasih Jena, terimakasih !" peluk Kevin saking senangnya.
"Sudah-sudah lepaskan! Gak enak di liatin banyak orang!' Ucap jena, saat melihat Semua mata tertuju padanya.
"Ba-baik! terimakasih sekali lagi!" Ucap Kevin senang, tak bisa berkata-kata lagi.
"untung aku dipertemukan lagi denganmu! karena ini aku bisa mengalahkan jeno, sekaligus mendapatkan pasangan yang begitu baik seperti mu! dan Dengan pilihanku ini, semoga bisa mengobati rasa bersalah aku dulu pada mu !" Senyum Jena, sembari menatap laki-laki di hadapannya.
***
Jeno masih menunggu kehadiran Satu orang wanita yang tak kunjung Datang. Hal itu membuatnya Sangat marah karena telah menyia-nyiakan waktu berharganya yang sudah terbuang sia-sia.
"Dimana wanita itu? kenapa sangat lama sekali?" Tanyanya dengan kesal.
"Sa-sabar Bos! sebentar lagi!" ucap Galu, meyakinkan.
"Sabar-sabar! jika aku kalah dengan jena, akan aku potong gaji mu!" ancam Jeno dengan menatap Galu tajam.
"Baik bos! Saya jamin kali ini bos yang akan menang!" yakin galu, walaupun keraguan menyelimuti dirinya.
***
"Kevin aku permisi dulu ya? kamu lanjutkan saja makannya! Aku akan menelepon seseorang dulu!" Ucap Jena, sembari berdiri dari duduknya.
"Baiklah jangan lama-lama!" jawab kevin manis, sembari melanjutkan makannya.
Setelah mendapat ijin, Jena lantas pergi menghampiri Maya. Maya yang melihat Jena menghampiri nya, lantas langsung bertanya-tanya tentang laki-laki itu, Yang membuatnya sangat penasaran.
"Jena! kamu yakin tidak salah berbicara pada orang? lihat, Di handphoneku fotonya sangat berbeda jauh dengan orang yang sekarang! yang sekarang malah terlihat seperti laki-laki yang sering mengejar mu saat di sekolah!" ucap Maya sedikit ragu.
"Sudah diam dulu! cepat berikan handphone-ku. aku akan menelepon jeno!" Tak sabar Jena.
" Jadi bagaimana dulu? kamu sudah menerimanya?" kaget Maya.
"Iya! aku sudah menerimanya! cepat berikan handphoneku!"
Karena Jena yang terus mendesak, maya lantas mengambil handphonenya Jena dan memberikannya pada Jena dengan tangan yang masih gemetar tak percaya.
"Kak- kak kamu yakin sudah menerimanya? kita bahkan belum mengetesnya?" tanya Maya sembari menyodorkan Handphone milik sahabatnya itu.
Tanpa menjawab pertanyaan Maya, Jena langsung mengambil handphonenya dan langsung Segera menelepon Jeno dengan tatapan sinis.
"Tenang saja, dia Kevin!" Ucap Jena santai, Sembari menatap sahabatnya.
"Apa? jadi dugaan ku benar? syukurlah kalau begitu aku sedikit tenang!" Senang Maya, namun masih Agak ragu.
"Sudah-sudah diam! aku ingin menelpon Jeno dan mengabarinya."
***
Jeno duduk dengan kesal sembari menatap galu dengan tatapan yang begitu dingin. hal itu membuat galu sedikit gemetar dan kemudian memalingkan pandangannya.
Tak selang lama, tiba-tiba ada telepon masuk. Mendengar hal tersebut galu langsung mengecek handphonenya dan Alangkah terkejutnya iya, panggilan telepon dari Jena
"Emm, Bos! nona Jena menelepon!" Ucap Galu cukup panik.
"Cepat berikan!"
Galu lantas memberikan handphonenya pada Bosnya tersebut. Setelah Hanphonenya berada di tangan Jeno, Jeno lantas mengangkat telponnya.
"Ada apa kamu meneleponku? Kau mau menggangguku hah?" Tanya Jeno jutek.
__ADS_1
"Jeno...! Aku sudah mendapatkan calon suami ku! kamu kalah..!" Ucap Jena sangat senang.
Mendengar Ucapan Jena, Seketika Mata Jeno terbelalak dan langsung Berdiri dari duduknya "APAH?" Teriaknya keras.