
"Ini aku jena!"
"APAH?" kaget Kevin "Jena maaf kan aku! aku pikir itu orang lain dan bukan kamu! aku benar-benar gak bermaksud Membentak kamu! Jena tolong maafkan aku!" ucap Kevin, mencoba menjelaskan.
Mendengar penjelasan Kevin, Jena sontak tertawa pelan "Hahah...santai saja! aku gak masalah kok!" jawab Jena, dengan santai.
"Aku pikir kamu marah!" ucap Kevin, sembari menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Kevin maaf ya! aku baru menghubungimu sekarang! aku benar-benar lupa !" ucap Jena, merasa bersalah.
"Tidak apa-apa! lagian aku sedang ada di depan rumahmu sekarang! " Ucap Kevin, yang sontak membuat Jena membulatkan matanya saat mendengar ucapan kevin.
"Loh? kamu ada di depan rumahku?" Tanyanya memastikan.
"Iya Jena! aku sekarang sedang berdiri di depan gerbang rumah kamu! aku mau menemui mu!" jawab Kevin dengan tersenyum kegirangan.
"Eh... Kevin maaf, seperti tidak bisa!" ucap Jena, yang sontak membuat Kevin panik di buatnya.
"Loh kenapa jena? Apa aku punya salah sama kamu? Apa aku membuatmu kecewa? " tanya Kevin bingung dan juga gelisah.
"Kamu gak ada salah apa-apa kok! tapi aku sedang tidak ada di rumah sekarang!"Jawab Jena, yang membuat Kevin menghela nafas lega
"lalu kamu ada di mana sekarang? biar aku menyusul mu?" tanya Kevin.
"Aku ada di panti asuhan yang dulu kita datangi itu loh saat masih sekolah!"jawab Jena mengingatkan.
"Akhh ...aku tau! kalo begitu aku akan menyusul mu ke sana! tunggu aku di sana ya!" ucap Kevin dan langsung mematikan teleponnya. yang membuat Jena panik.
........
"Ke-kevin?" Astaga, dia sudah mematikan teleponnya lagi !kalo dia datang ke sini, pasti Burung perkutut berotot itu akan ngambek! tapi terserah lah! bukan maksudku juga membuatnya marah"ucap Jena dan langsung melanjutkan pekerjaannya.
Setelah Telphone iya matikan. Kevin langsung menyimpan Handphone miliknya ke dalam saku jasnya .Iya lalu segera bergegas masuk, ke dalam mobilnya dan kemudian menaruh bunga dan coklat yang di bawanya tadi di kursi belakang. Tak selang beberapa lama, mobil itu melaju meninggalkan Rumah jena "Jena...aku datang!" ucap Kevin dengan sangat semangat.
Di waktu yang bersamaan, Jeno sedang bermain dengan anak -anak panti dan mereka saling tertawa kegirangan, karena sebuah lelucon yang Jeno lontarkan. Melihat tawa anak - anak panti tersebut, seketika membuat hatinya merasa senang, seperti kembali Ke masa kecilnya yang penuh canda tawa bersama dengan Jena . Walaupun saat kecil Jena dan Jeno jarang mendapat kasih sayang dari kedua orang tua mereka masing-masing. Akan Tetapi mereka selalu merasa bahagia Karena selalu bersama "Melihat mereka tertawa lepas seperti itu, membuatku langsung memikirkan tawa si panda kurus ku, yang manis saat kecil dulu! Kalau di ingat-ingat, lucu juga!" Pikirnya, yang membuatnya langsung salah tingkah.
Selagi Jeno sedang bermain dengan anak-anak panti. Jena dan para pengurus panti lainnya sudah menyelesaikan pekerjaan mereka. Karena tidak mau membuat anak-anak menunggu terlalu lama, mereka semua langsung keluar dari dapur dan langsung membagikan makanan secara merata "Anak-anak! makanan sudah siap!" teriak itu pengurus cukup keras.
Mendengar Teriakan Dari ibu pengurus, semua anak-anak seketika langsung bersorak"horeeeee.....makan....!" teriak anak panti dengan kegirangan . Melihat tingkah anak-anak panti membuat jena langsung tersenyum lepas di buatnya " Astaga, mereka sangat lucu!"ucapnya dalam hati.
"Ayo! kalian semua cepat duduk dengan rapih! nanti kak Jena dan kakak-kakak yang lainnya akan membagikan satu persatu kotak nasi!'" Ucap Ibu pengurus panti lantang.
mendengar ucapan ibu pengurus itu, Tanpa basa-basi, semua anak panti dengan di disiplin langsung duduk dengan rapih dan sejajar, menungggu makanan mereka datang.
__ADS_1
Setelah memastikan semuanya sudah duduk dengan rapih di tempat nya masing-masing, Jena dan pengurus panti lainnya, langsung membagikan satu-persatu makanan pada setiap anak.
"Makan yang banyak ya!" ucap Jena, sembari menyodorkan makanan pada anak-anak panti kesayangannya.
"Iya kak....!"
***
Saat Jena dan yang lainnya sibuk memberikan makanan pada setiap anak. Jeno hanya diam Tanpa berbicara sepatah katapun. iya terlihat sangat malas untuk melihat orang makan. Iya lantas berdiri dari duduknya dan berniat pergi keluar.
Melihat Jeno yang akan pergi, Jena lantas menghampiri nya lebih dekat"Jeno! kamu mau kemana ? memangnya kamu tidak mau makan" Tanya Jena penasaran.
"Aku ingin keluar! aku tidak lapar!" jawabnya dengan dingin dan langsung pergi.
"cowok aneh! setidaknya jika tidak lapar, dia bisa membantuku membagikan makanan untuk anak-anak !"kesal Jena.
Setelah keluar dari panti tersebut. Jeno pergi ke taman yang berada di area belakang. Iya kemudian duduk di bangku kayu yang ada di taman tersebut, yang berada di bawah pepohonan yang rindang. Saat sedang terduduk sembari memejamkan matanya, seketika Angin berhembus ke arahnya, yang membuat Jeno terlihat senang" Disini sangat tenang dan juga nyaman !" gumamnya, dan terus menikmati angin yang terus berhembus.
Tidak selang lama, tiba-tiba Jeno mendengar suara tangisan yang cukup keras di dekatnya. Mendengar hal tersebut, iya lantas beranjak dari duduknya dan mencari arah sumber suara, yang di dengar
nya itu. Langkahnya seketika terhenti, di belakang pohon besar yang ada di dekatnya. Iya melihat seorang anak laki-laki mungil, yang sedang menangis sembari memegang kedua lutut kecilnya. melihat Anak kecil tersebut menangis membuat Jeno menghela nafasnya. Iya kemudian perlahan mendekati Anak kecil tersebut dan duduk di sebelahnya. "kamu kenapa menangis? cowok kok nangis! Cengeng sekali!" ucap jeno jutek, sembari mengejek anak laki-laki tersebut.
Mendengar suara Jeno, anak laki-laki itu langsung memberhentikan tangisannya, dengan menyeka air matanya menggunakan telapak tangannya. Iya kemudian menoleh ke arah Jeno dengan mata yang terlihat memerah "Apaan sih, ganggu saja!"ucap anak laki-laki tersebut dengan jutek.
"Beraninya bocah tengil ini! Apa kau mau di hajar?" Tanya Jeno dengan kesal.
Karena Kekesalannya yang tak terbendung, Jeno lalu menjitak kepala anak itu"plakkk.... hal itu membuatnya kesakitan dan juga sangat kesal "Apasih om? kok main pukul aja?"tanyanya dengan marah.
"Heh! kamu masih kecil sudah nyebelin ya ?"
"Heh, Biarin ! memangnya apa urusannya dengan Om?"
"Cih...dasar anak cengeng!"ejek Jeno dengan sinis.
"Siapa bilang? Aku tidak cengeng! kata siapa aku cengeng? kalo gak tau masalahnya mending diam deh om!"ucap anak kecil tersebut, begitu jutek.
"lalu kenapa kau menangis?" tanya Jeno dingin, sembari bersandar di pohon besar yang ada di belakangnya.
"Aku disuruh!" jawab anak laki-laki itu sembari bersandar juga di pohon besar tersebut, seperti jeno.
"Disuruh siapa? dan kenapa kau mau?" Tanyanya penasaran.
"orang yang ku suka !"jawab anak itu dengan menghilangkan kedua tangannya.
__ADS_1
Mendengar ucapan anak laki-laki di sampingnya, Jeno terlihat sangat kaget sampai-sampai membuatnya tersedak. "anak sialan! masih kecil sudah pacaran?" Tak menyangka Jeno.
"Bukan pacaran om! bisa di bilang kami itu sudah berteman dari bayi di panti ini! aku sering bermain di sini dengan dia! hari ini dia marah karena aku merobek Bonekanya. untuk menebusnya, aku di suruh dia menangis di sini agar dia tidak marah lagi !"ucapnya dengan santai.
mendengar penjelasan anak laki-laki tersebut, Jeno tertawa di buatnya"Hahahahah....! laki-laki itu tidak boleh tunduk pada wanita! kalau tunduk, kau itu lemah!"ejek Jeno.
"Heh, om dengar ya! aku tuh tunduk hanya pada dia bukan orang lain? lagian om juga tundukkan sama kak Jena !"ledek balik anak laki-laki tersebut.
Mendengar ucapan anak laki-laki itu, Jeno seketika mulai memikirkan waktu kecilnya bersama jena, yang tanpa sengaja merobek boneka kesukaan Jena. yang membuat Jena sangat marah besar padanya dan membuatnya harus meminta maaf selama sebulan dengan cara menjadi kuda-kudaan Jena dan harus mematuhi semua perintah yang Jena lontarkan. Karena waktu kecil dirinya juga tidak mau kehilangan teman terindah nya.Sehingga rela melakukan apapun agar bisa di maafkan oleh Jena.
________
Setelah memikirkan itu semua dengan cukup lama. Jeno pun tersadar dan iya langsung mengelak "ti-tidak! aku tidak pernah tunduk pada wanita apa lagi Jena !"ucapnya dengan memalingkan wajahnya
"huh aku tidak percaya!" Oh iya om! Apa om punya barang bagus yang bisa membuat anak wanita langsung memaafkan ku?" tanya anak laki-laki itu.
"Emm....apa ya?" Jeno berpikir keras . tiba-tiba iya teringat suatu barang yang ada di saku jasnya. Iya pun mengeluarkan sesuatu dari saku jasnya, yaitu sebuah jepitan lucu yang begitu menawan.
Dengan senyum jahilnya, jeno langsung mengacung-acungkan nya ke hadapan anak kecil itu "ini?"
Melihat jepitan lucu di tangan Jeno. Anak laki-laki itu langsung berdiri dari duduknya dan iya langsung bergegas mengambil jepitan itu dari tangan jeno. Akan tetapi Jeno terus mempermainkannya, yang membuatnya kesal.
"Om...cepat berikan jepitan nya! Itu sangat cocok dengan teman cewek ku!" ucapnya dengan memelas.
"kata siapa aku ingin memberikannya padamu? ini itu untuk Jena !" jawab Jeno jutek.
"Yah om! plis om berikan !" Mohon anak kecil
"Hem....baiklah! aku akan memberikannya padamu jepitan ini! tapi ada satu syarat!"ucap jeno, sembari menghilangkan kakinya.
"Apa om?cepat bilang Saja syaratnya!" Tanya anak laki-laki tersebut tak sabaran.
"kamu harus menjaga wanita yang kamu suka itu, sampai besar !" ucap Jeno, yang langsung di sanggupi olehnya
"Iya-iya! cepat berikan!" setuju anak laki-laki itu.
Setelah di setujui, jeno langsung memberikannya jepitan rambut yang sangat indah pada anak laki-laki jutek itu. anak laki-laki itu pun mengambilnya dengan sangat kegirangan"makasih ya om! kalo gitu aku pergi!"ucap nya dan langsung memutar badannya untuk pergi. Akan tetapi saat beberapa langkah iya berjalan, tiba-tiba Jeno memanggil nya "Siapa namamu dan wanita kecil itu?"Tanya Jeno penasaran.
"Nama ku Pino! dan wanita itu namanya pipi!" ucap Pino dan langsung berlari pergi.
Mendengar ucapan anak laki-laki tersebut, Jeno Lantas Shock dan juga tak menyangka "Pipi? hahaha.. ternyata Gadis itu, yang di sukanya? sungguh pasangan serasi! wanita nya cerewet dan laki-lakinya dingin !"tawa jeno, membayangkan dirinya bersama Jena saat mereka masih kecil.
"Eh ....tapi jika di pikir-pikir mereka seperti aku dan Jena waktu kecil !"senyum Jeno sembari menggeleng-gelengkan kepalanya.
__ADS_1
Tak selang berapa lama tiba-tiba"Ah....om hati -hati dong kalau jalan !" teriak seorang anak yang tak lain yaitu Pino dari kejauhan .
Mendengar suara Pino yang berteriak, membuat Jeno langsung berdiri dari duduknya dan mencari keberadaan Pino "Ada apa lagi, bocah itu?" pikirnya.