
Di sisi lain
Di Sebuah Hotel, Terlihat Kevin sedang berbaring di ranjangnya dengan raut wajah yang begitu bahagia, menatap langit-langit kamarnya. dalam Pandangannya kini Hanya ada Jian, yang membuatnya Tak henti-hentinya Tersenyum “ Jena sekarang lagi apa ya? Aku lupa lagi meminta nomor handphonenya pada Ani! aku memang bodoh sekali! lebih baik, Besok aku Mengunjugi rumahnya besok pagi! mana mungkin aku melupakan rumah mu Jena!" senyum Kevin, Dengan salah tingkah, hingga menggulingkan tubuhnya kesana kemari.
Sementara itu, Pukul 11.54 malam, Jena terbangun dari tidurnya. Iya tiba-tiba ingin pergi ke toilet, yang membuatnya perlahan-lahan melepaskan pelukannya dari Jeno.
Setelah melepaskan Pelukannya pada Jeno, Jena lantas pergi ke dalam toilet yang ada di kamarnya. Tak berselang beberapa lama, tiba-tiba jena berteriak sangat Keras dari dalam Toilet, Yang sontak membuat Jeno langsung Terbangun karenanya.
"Ahhhhh!"
“Jena? Kamu di mana?" Teriak Jeno dengan keras.
“Jeno!" teriak Jena dari dalam toilet.
Mendengar teriakan jena yang berasal dari kamar mandi. Jeno lantas langsung turun dari ranjang dan berlari ke dalam kamar mandi. Saat iya baru saja masuk, alangkah terkejutnya iya, Saat melihat Jena yang sudah basah kuyup karena air keran yang patah, dan mengguyur tubuhnya.
Melihat Jena basah kuyup, jeno segera menarik tubuh mungil Jena yang basah kuyup di pelukannya. Iya juga mencoba mematikan keran yang terus mengalirkan air tanpa henti, hal itu membuat keduanya juga basah kuyup di buatnya
“Kamu tidak apa-apa?“ Tanya Jeno dengan cemas.
“Hachim!
Tiba-tiba Jena bersin, yang sontak membuat Jeno segera mengambil handuk yang tergantung di dekatnya dan menyelimuti Handuk tersebut pada Jena.
“Cepat Pakai handuknya dan langsung keluar!" suruh Jeno, sembari menahan keran air yang terus keluar tanpa henti.
"Hahaha.. kamu basah kuyup jeno!“ Tawa Jena lepas, saat melihat Jeno basah kuyup karenanya.
“Kamu masih bisa tertawa? Aku sedang mencoba menolong mu, tapi kamu malah tertawa?" Tanya Jeno dengan kesal.
“Karena kamu terlihat tampan !” jawab Jena ngasal yang sontak membuat Jeno kembali merasakan detak jantungnya kencang, sembari telinga yang mulai merona “Kak- kamu!" Ucap Jeno, dengan menatap Jena Tajam
Melihat Telinga Jeno yang merona karena ucapannya, membuat jena tertawa lepas di buatnya “Hahaha aku hanya menipumu...!” ketawa Jena dan langsung berlari menjauh.
Jeno Terlihat sangat kesal pada wanita di hadapannya. Dengan Gemas, Iya segera mengejar Jena yang berlari ke arah kamarnya kembali, mereka saling kejar-kejaran di dalam kamar Tersebut, tanpa memikirkan serpihan Kaca yang mungkin bisa menusuk kaki mereka.
“Hahaha.. Kamu tidak bisa menangkap ku...weee!“ ledek Jena sembari menjulurkan lidahnya, yang membuat Jeno semakin ingin mencubit pipi gadis di hadapannya.
“Kau! Cepat kemari!“Teriak Jeno dan langsung mengejar Jena yang terus berlari. Setelah cukup lama berlari, Jena mulai kelelahan, Iya lantas menjatuhkan dirinya di ranjangnya dengan pakaian yang masih basah.
Melihat Jena yang berbaring di ranjangnya. Jeno segera memeluknya jena dengan sangat erat. Supaya Jena tak kabur lagi.
“Kena kau!“ ucap Jeno sangat senang.
“Aaaaa...Jeno lepaskan!“ Berontak Jena sekuat tenaga.
Karena jena yang terus memberontak. Dengan Senyum Jail, Jeno langsung menggelitik Jena. Karena hal tersebut Jena merasa geli, yang membuatnya langsung tertawa terbahak-bahak sembari masih memberontak untuk melepaskan diri.
"Hahahahh.....Kakak geli!“ Tawa Jena keras, dengan terus memberontak
"Heh, siapa suruh membuatku kesal!"
“Hahaha Jeno hentikan..!“ Teriak jena keras, sekeras kerasnya.
Di sisi lain
Galu dan Para Bodyguardnya sedang duduk di luar Rumah Jena, sembari menyeduh Teh yang Sudah mereka buat. Tiba-tiba, Mereka semua terdiam, Saat mendengar Teriakan Jena yang cukup keras dari Arah kamarnya.
“Kenapa nona Jena Berteriak sangat keras?” apakah bos Jeno sedang...hehehee.!" pikir Galu, yang membuatnya langsung berdiri dari duduknya “Hahahah... Ayo Cepat kita pergi dari sini! kita tidak boleh mengganggu mereka berdua!“ajak Galu, pada para Bodyguardnya
“Baik bos! kamu semuanya mengerti!" Angguk mereka semua.
“Ayo cepat! Bawa juga minuman dan cemilannya!"
"Baik bos!"
Setelah merapikan Makanan dan minuman mereka, Galu dan para Bodyguardnya lantas pergi menjauh dari Rumah tersebut. Mereka tidak mau mengganggu bosnya yang sedang Bermesraan dengan Nona jena. Pikir mereka.
__ADS_1
Di sisi lain, Jeno masih menggelitik Jena, sampai sampai kecapean dan tak bisa melawan lagi. Melihat Jena sudah kecapean, Jeno langsung menghentikan semuanya. Iya kemudian Memegang Kening Jena, memastikan Jena tidak demam.
”Sudah! aku sudah capek! sekarang kamu cepat ganti pakaian kamu! nanti kamu bisa Demam jika terus pakai baju itu!“ suruh Jeno, dengan raut wajah yang kembali datar.
Mendengar perintah Jeno. Jena lantas beranjak berdiri, kemudian mengangguk "Iya-iya, Cerewet!"
Dengan masih lemas, Jena lantas pergi ke ruang gantinya, berniat mengganti pakaiannya yang basah. Sementara Jeno, langsung melepas pakaian atasannya yang sangat basah.
Tak selang lama, Jena keluar dari ruang gantinya. Iya sudah mengganti pakaiannya dengan baju tidur miliknya. Baru saja Jena ingin masuk ke kamarnya kembali. Tiba-tiba pintu ruang gantinya terbuka. Terlihat Jeno berdiri di depan pintu, dengan pakaian atas yang udah di lepasnya.
“Aaaaaa.....Kenapa kamu tidak memakai baju atasan?" teriak Jena, sembari menutup Matanya.
"Tidak perlu sekaget itu! Biasanya juga kau sering melihat ku tanpa pakaian atas! kau lupa sering masuk ke kamarku sembarangan? lagian bajuku basah, gara-gara kau!" Ucap Jeno, sembari masuk ke dalam Ruang Ganti Jena dan mengambil Baju tidur miliknya yang sama persis dengan Jena, kemudian memakainya.
"Heh, tapi aku Sudah tidak mau melihat Tubuh kekar mu!" Ucap Jena, Sembari menyilangkan kedua tangannya. Dengan raut wajah yang di tekuk.
"Sudahlah! Cepat keluar! kamu mau lihat aku memakai celana hah?"Ucap Jeno dengan dinginnya.
mendengar Ucapan Jeno, Jena lantas mengerutkan keningnya "Kenapa pakai baju tidur yang sama dengan ku?" tanyanya dengan kesal.
"Kau lupa? Setiap Aku menginap Di sini, Tante terus membelikan baju tidur yang sama persis dengan mu!" Jawabnya yang membuat Jena kesal.
"Heh, menyebalkan!" kesal Jena dan langsung keluar dari ruang gantinya.
Setelah iya keluar dari ruang gantinya. Jena lantas membaringkan Tubuhnya kembali di ranjang, mencoba untuk Tidur.
Namun, baru saja iya memejamkan matanya beberapa saat, Iya seketika Terbangun saat mendapati Jeno sedang menyelimuti tubuhnya dengan selimut.
"Mau apa?"
"Kaca kamarmu ini terbuka! pakai selimutnya!"
"Tidak! Aku sedang kesal padamu!"
"Memangnya aku berbuat kesalahan apa, padamu?" tanya Jeno keheranan.
"Tidak tau! pokoknya aku kesal!"
Karena tak mau menambah keributan. Jeno lantas memeluk Jena dengan erat. Kemudian menyelimuti Dirinya dan juga Jena.
Jena yang di perlakukan seperti itu, langsung tersenyum
"Begitu dong!"
"Heh! pada dasarnya kamu tidak pernah berubah!"
"Biarin!" Senyum Jena dan langsung memejamkan matanya.
Mereka berdua tertidur dengan lelap, Dengan Kehangatan Cinta yang tidak bisa mereka berdua mengerti.
Keesokan harinya
Jeno terbangun terlebih dahulu dari Jena. Setelah bangun dari tidurnya, Jeno langsung Turun dari ranjang dan Segera pergi dari Kamar Jena, untuk menemui Galu yang sudah iya beri tugas.
"Galu!" Teriak Jeno sangat keras,
sembari melirik ke sana kemari, mencari sahabat nya.
Dari kejauhan. Terlihat galu dan para Bodyguardnya sedang tertidur dengan pulas di depan gerbang rumah Jena dengan hanya beralaskan tikar saja. Mereka Tertidur Pulas, karena semalam Bergadang hingga membuat mereka semuanya kelelahan.
"Dimana mereka semua ini?" bingung Jeno, dan langsung menghubungi Galu, yang masih tertidur.
Drrrrrtt Drrrrttt
Handphone Galu bergetar. Hal itu sontak membuat galu terbangun dan langsung mengangkat teleponnya tanpa melihat nama yang menelpon nya.
"Hallo! siapasih ganggu saja orang yang sedang tidur!"kesalnya Sembari menggaruk kepalanya.
"Apa kau bilang?" marah Jeno, Yang sontak
__ADS_1
membuat Galu langsung kehilangan kantuknya dan langsung berdiri tegak.
"Ha-halo bos? tadi itu para Bodyguard yang bilang, bukan saya!" ucap Galu, Yang tiba tiba membuat para Bodyguardnya yang sedang tertidur, Bersin secara bersamaan. Yang Tentunya membuat Galu kaget di buatnya
"Bisa begitu ya?" pikirnya.
"Terserah! cepat kemari! Ku tunggu di sini" Ucap Jeno dan langsung menutup telponnya
Setelah telphone terputus. Galu lantas Bergegas masuk kembali Ke dalam gerbang rumah Jena, meninggalkan para Bodyguardnya begitu saja.
***
"Ada yang bisa saya bantu bos?" Tanya galu, setelah berdiri di hadapan bosnya.
"Bagaimana semalam? apa ada yang mencurigakan di sekitar rumah ini ?" tanya Jeno begitu penasaran.
"Emmm ti-tidak ada bos! mungkin itu hanya kucing bos! Karena semalam banyak kucing yang berkeliaran !" ucap galu gugup.
"Kau pikir kucing bisa melempar batu?" tanya Jeno datar.
"Ekhh, Saya akan coba cari tahu lagi bos!" ucap Galu meyakinkan.
"Baiklah! sekarang pergi ke restoran dan belikan sarapan untuk Jena dan beli juga untuk kalian semua! nanti uangnya ku ganti!"
"Baik bos ...!" Angguk galu sembari melirik pakaian yang di pakai bos nya.
"Wah sepertinya malam tadi memang terjadi hihihi..!" senangnya dalam hati.
melihat galu yang senyum-senyum sendiri, membuat Jeno keheranan dengan tingkah Sahabatnya itu.
"Kau kenapa? Apa Kau sudah mulai gila, karena tidur di luar?"
"Eh tidak bos! kalo begitu saya pergi dulu bos !" ucap galu dan langsung pergi.
"...."
Di sebuah Gedung yang amat megah
Terlihat Marisa dan Rania sedang sibuk menyiapkan acara pernikahan. bersama para pembantu-pembantu mereka di sebuah gedung paling mewah di kota A.
"Jeng bagaimana hiasan ini? sangat indah bukan jika ada di rambut Jena nanti ?"tanya Rania, pada Calon besannya.
melihat barang yang di sodorkan Rania, Marisa langsung mengangguk "Wah bagus jeng! ini sangat indah untuk jena!Eh tapi jeng! bagaimana jika anak kita malah menemukan pasangan pilihan mereka? pernikahan ini pasti akan gagal?" Tanya Marisa mulai Cemas.
"Tenang saja jeng! pasti mereka tidak dapat menemukan pasangan pilihan mereka secepat itu! Kamu tau kan, Jena dan Jeno tidak pernah dekat dengan lawan jenis lain dari dulu? lagian waktu mereka sebentar lagi habis! besok kita akan tanya mereka berdua! jika mereka memang sudah menyerah, kita langsung nikahkan mereka secara besar -besaran Dengan secepatnya! mereka berdua adalah anak kita satu-satunya!" Ucap Rania, meyakinkan.
"Semoga saja jeng! aku harap juga begitu! Oh iya, hampir saja lupa! Nanti lusa, ayah Jena dan ayah Jeno juga akan pulang bersamaan! Mereka harus dapat kabar bahagia dari kita Secepatnya!"
"Iya jeng! semoga Jena dan Jeno tidak memenangkan taruhan yang kita berikan !" Ucap Marisa penuh harap
"Iya jeng !"
Meja makan
"Makan yang banyak !"suruh Jeno pada Jena yang baru saja Duduk di kursinya.
"Iya-iya cerewet! kamu juga makan dong, jangan nyuruh doang!" ucap Jena kesal.
"kamu itu sudah kurus! harus makan banyak biar berisi !"
"Kenapa jadi menyalahkan tubuhku? Aku itu juga sering makan banyak, tapi tidak gendut-gendut! jadi jangan salahkan aku dong!" Kesal Jena.
"Ya sudah! nanti aku beri kamu vitamin yang banyak! Sekarang cepat makan!" ucap Jeno dengan tegas.
"Iya bawel sekali...uhukk...!" Batuk Jena, karena Jeno yang terus mengajaknya bicara saat sedang makan.
melihat Jena yang tersedak, Jeno dengan sigap segera mengambil air minum dan memberikannya pada Jena. Jena yang di sodorkan air oleh Jeno, langsung meminumnya.
"Makanya hati-hati!"ucap jeno datar,sembari terus melihat Jena yang meneguk Air minumnya sampai habis.
__ADS_1
"Kamu yang banyak bicara! Jadi ini salah mu!" kesal jena
"Heh, iya-iya maaf!"