
Jena masih dengan sarapannya. Iya makan dengan sangat lahap tanpa mengingat kembali kejadian semalam yang menimpanya. Melihat Hal tersebut Jeno merasa senang, Iya lantas mengambil sebuah jeruk yang sudah iya kupas dan menyodorkan nya pada Jena.
"Makan jeruk nya! Ini sangat baik untuk tubuhmu!"
"Iya simpan saja! nanti ku makan!" Jawab Jena jutek.
Mendengar ucapan Jena, Jeno lantas mengangguk. Iya kemudian mengambil sebuah piring kecil dan langsung menaruh jeruk Tersebut agar tidak kotor.
Tak selang lama, Tiba-tiba Handphone Jena berbunyi. Terdapat panggil dari Maya, yang membuat Jena sangat antusias mengangkat telponnya.
"Iya Maya! ada apa menelepon ku pagi - pagi sekali?" Tanya Jena, sembari melirik Jeno dengan sinis.
"Jena apa kamu sudah menghubungi Kevin?" Tanya Maya sedikit ragu, Karena iya tau Jeno ada di dekat Jena.
"Akh..aku lupa Maya! lagian aku tidak punya nomor Kevin! kamu juga tidak memberiku nomornya padaku! bagaimana bisa aku menghubungi nya?" ucap Jena cukup keras, yang membuat Jeno menatapnya tajam
"Kevin?" Kesal Jena dalam Lubuh hatinya.
"Iya aku juga lupa soal itu! nanti aku akan memberikan nomornya padamu! nanti kamu segera telepon dia ya? agar dia tidak cemas memikirkan mu!" ucap Maya, menjelaskan.
"Baiklah! kamu kirimkan saja nomornya!" jawab Jena dan langsung mematikan teleponnya.
Setelah Hanphonenya baru saja iya matikan. Tiba- tiba Hanphonenya Berbunyi kembali. Mendengar hal tersebut, Jena lantas mengecek Hanphonenya l, yang ternyata sebuah pesan yang masuk. yang ternyata pesan dari Maya, yang mengirimkan nomor Kevin padanya.
Setelah mendapat pesan tersebut, Jena segera menaruh Handphone nya kembali dan melanjutkan makannya sembari melirik ke arah Jeno yang terus meliriknya dengan tatapan yang begitu tajam.
"Kamu kenapa ?" tanyanya sembari mengunyah makanannya.
"Tidak !" Jawabnya jutek
"Dari pada tidak melakukan apa-apa! lebih baik pisahkan Jeruknya satu persatu! itu lebih bermanfaat!" Suruh Jena, sembari menyodorkan Jeruk, yang Ada di atas piring kecil, yang sudah di kupas oleh Jeno.
Mendengar perintah Jena. dengan kesal Jeno mengambil jeruk tersebut, kemudian mengambil Salah satu potongan jeruk, kemudian menyuapi Jena jeruk Tersebut, yang Sinta membuat Jena tersenyum di buatnya.
"jika aku memberitahunya bahwa aku menerima Nina menjadi istriku! pasti dia akan marah besar! tapi nanti saja memberitahunya! ini akan menjadi kejutan buatnya! tunggu saja heh!" Gumam Jeno, sembari menatap Jena kesal.
Melihat Jeno yang terlihat dirinya dengan kesal, membuat Jena tertawa.
" Hahaha....! kamu ini kenapa sih marah-marah terus? jika tidak ikhlas menyuapi jeruk nya, maka jangan di lakukan!" ucap Jena dengan jail.
"Tidak! aku tidak marah! kata siapa aku marah? kau pasti hanya halusinasi!" jawab jeno datar.
"Terserah kamu saja!"
Di sisi lain, tepatnya di rumah Nina
Terlihat Nina sedang duduk di ranjang miliknya, sembari terus mengawasi handphonenya, berharap Jeno menelfon dirinya. Namun, sudah lama iya menunggu, Jeno Belum menghubungiku, apa lagi mengirim pesan singkat. Hal tersebut membuat Nina kesal di buatnya.
"Kenapa jeno belum meneleponku? Memangnya dia tidak berpikir bahwa aku sangat ingin berbicara dengannya? Andai saja aku punya nomor Handphonenya! Aku pasti akan terus menelponnya setiap waktu! Terus jika seperti ini terus, bagaimana aku bisa mengetahui kabarnya? kitakan akan segera menikah dan pernikahan pun harus di bicarakan bukan? " kesal Nina sembari memukul-mukul boneka miliknya.
tok tok tok
__ADS_1
Saat Iya sedang melampiaskan amarahnya pada boneka miliknya, Tiba-tiba terdengar ketukan dari luar pintu kamar nina. Tak selang lama Seorang wanita paruh baya datang, yang tak lain yaitu ibu Nina.
"Nina mami boleh masuk?" tanya ibu Nina, sembari mengintip anaknya.
"Masuk aja mi!" jawab Nina sedikit jutek, yang membuat Ibunya mengerutkan keningnya. Kenapa anak ini? pikirnya.
Setelah mendapatkan ijin Dari anaknya untuk masuk, Ibu Nina lantas masuk ke dalam kamar Nina. Baru saja iya masuk ke dalam kamar anaknya, Iya langsung di sambut oleh Raut wajah anaknya yang terlihat Kesal. Hal itu membuat wanita paruh baya tersebut bingung atas sikap anaknya.
"Ada apa Nina? Apa ada yang membuatmu kesal, sehingga anak kesayangan mami ini marah sampai di tekuk seperti ini?" Tanya ibu Nina penasaran.
"Ini Mi! mami kan tau aku kan sangat suka dengan Jeno, Teman sekolah ku dulu! dan tiba-tiba kemarin aku dapat kabar Jeno sedang mencari seorang istri melalui Forum! Aku yang tau, langsung mendaftar kan mi dan ternyata aku yang diterima olehnya! tapi sekarang Aku sangat bingung, dia sama sekali belum menghubungiku! padahal pernikahannya sebentar lagi!" ucap Nina kesal.
Mendengar ucapan Anaknya, Seketika ibunya langsung shock di buatnya " APAH? Menikah? kepada Mami dan Papi tidak diberitahu, Nina? mami sama sekali tidak tahu kamu akan menikah, apa lagi menikah dengan Jeno! kenapa kamu tidak bilang?"
" Ma-maaf mi! Aku lupa memberitahu mami dan Papi! karena aku saking senangnya mi! bukan sengaja!" ucap Nina meyakinkan ibunya.
"Huuh anak ini! terus bagaimana kelanjutannya? kenapa bisa Jeno mencari pasangan di forum? sedangkan papi dan mami sudah dengar bahwa Jena dan jeno sudah dijodohkan dari mereka berdua masih kecil-kecilnya!" Tanya Ibu Nina kebingungan.
"Aku juga tidak tahu hal itu! tapi pokoknya aku ingin Jeno yang menjadi suamiku! gak mau yang lain!" ngotot nina, Dengan sangat yakin.
"TerSerah kamu saja! mami sangat bingung mendengarnya! kalau begitu mami keluar dulu! mami mau menenangkan diri dulu,sembari berbicara pada Papi mu!" ucap Ibu Nina dengan dilema.
"Astaga! Kenapa sih zaman sekarang anak itu susah dibilangin!” Gumam ibu Nina, sembari memijat kepalanya yang terasa pusing.
Di sisi lain
Rania Serta Marisa, berada di sebuah restoran! mereka Sedang membahas tentang pernikahan jena dan jeno, dengan sangat antusias.
“Jeng Rania! Sepertinya kita harus segera memberitahu Jena dan Jeno untuk datang kemari! Waktu mereka berdua sudah habis untuk mencari pasangan mereka masing-masing! Jika di tunda-tunda lagi,pasti mereka membuat banyak alasan!" usul Marisa pada calon besannya.
di sisi lain
Jena dan Jeno masih berada di meja makan. Jeno terus mengupas buah-buahan yang jena minta dan memberikan pada Jena, dengan raut wajah yang terlihat masih kesal.
"Nih, makan yang banyak!' ucap Jeno, sembari menyodorkan buah apel yang sudah di kupas dan di potongnya pada jena. Jena yang melihat hal tersebut lantas tersenyum, kemudian mengambilnya dan langsung memakannya dengan lahap.
Saat sedang fokus melihat Jena memakan buah-buahan dengan sangat lahap, tiba-tiba Handphone Jeno Berbunyi. mendengar Hal Tersebut, Jena langsung mengambil Hanphonenya yang ada di dekatnya, kemudian mengangkatnya dengan segera.
"Iya mah! ada apa menelepon ku?" tanya Jeno Jutek, sembari masih fokus menatap Jena yang sedang makan.
Mendengar jawaban anaknya yang jutek padanya, membuat Rania merasa bingung "kenapa anak mamah ini jutek sekali?Apa ada masalah?" Tanya Rania penasaran.
"ini nih mah !Jena sangat menyebalkan! dia menyuruh ku mengupas buah untuknya"ucap Jeno yang sontak membuat Jena membulatkan matanya. Dan langsung merebut Handphone Jeno yang di pegang ya.
"Jeno bohong Tante !aku hanya menyuruhnya kalo dia bersedia saja! aku tidak memaksanya kok!" ucap Jena meyakinkan Rania.
"Hahah.. baiklah-baiklah! Tante percaya sama kamu! Tapi kamu kasih dulu Hanphonenya pada Jeno ya? Tante mau bicara yang penting dulu!" ucap Rania lembut, calon menantunya.
"Iya Tante!" Angguk Jena dan langsung memberikan Hanphonenya pada Jeno dengan tatapan kesal. Melihat Tatapan Jena padanya, Jeno hanya mengabaikannya sembari memasukkan potongan apel pada mulut Jena.
"Emmm!"
__ADS_1
"Apa yang mau Di bicarakan?" tanyanya.
"Jeno! kamu dan Jena , nanti datang ke restoran yang waktu itu! mamah dan Tante Marisa tunggu kalian disini!"
"Baiklah!" Angguk jeno dingin dan langsung mematikan teleponnya.
Setelah teleponnya Terputus. Jeno melanjutkan kegiatan nya, yaitu mengupas buah sembari berkata "kata mamah, kita berdua harus datang ke restoran yang kemarin! mamah dan Tante Marisa sudah menunggu di sana !"ucap Jeno pada Jena.
"Iya! Nanti setelah selesai!' jawab jena singkat sembari terus memakan buah -buahan yang Jeno kupaskan untuknya.
"Kamu sangat rakus!" ledek Jeno.
"Loh! kamu sendiri yang bilang aku harus banyak makan! saat aku sudah banyak makan, kamu malah komplain! dasar laki-laki aneh!" Jawab Jena kesal.
"Heh, terserah kamu saja! Sekarang cepat makannya! setelah makan kita pergi !" Ucap Jeno dengan dingin.
"Iya-iya! Laki-laki kok bawel sekali! lebih bawel dari pada wanita !" Jawabnya semakin kesal.
"Terserah aku saja!" jawab Jeno jutek.
"Astaga! untung saja dia tidak akan jadi suamiku! heh menyebalkan!" Gumam nya kesal.
Restoran
Jena dan Jeno, kini sudah sampai di restoran, yang lusa mereka datangi. Mereka berdua lantas masuk kedalam restoran tersebut menemui Rania dan Marisa.
"Ada mamah dan Tante memanggil kami berdua ?" Tanya Jeno dengan sangat datar.
"Bagaimana? apa kalian berdua sudah menemukan pasangan kalian masing -masih? pasti tidak kan !" Ucap Rania begitu yakin. Sembari Tersenyum ke arah Marisa yang Juga ikut tersenyum kegirangan.
"Hmm, Kata siapa? aku sudah menemukan wanita pilihanku! Ucap Jeno dengan sinisnya.
"Iya! aku juga sudah menemukan laki-laki pilihanku!" lanjut Jena tak kalah sinis.
Mendengar ucapan kedua anak mereka, Marisa dan Rania seketika Shock saat mendengarnya "Ba-bagaimana mungkin kalian secepat itu menemukan pasangan kalian? Mamah dan Tante gak percaya!" Ucap Marisa gugup saking kagetnya.
"Kenapa Tidak percaya? Jelas-jelas kami berdua sudah menemukan pasangan pilihan kami! jadi pernikahan ku dan jeno di batalkan !" Jawab Jena, dengan tersenyum sinis ke arah Jeno
"A-apah?"Marisa sangat kaget ,iya langsung melirik Rania yang sama-sama kagetnya.
"Si -siapa mereka?"tanya Rania pada Jena dan Jeno.
"Pasangan ku yang ku pilih bernama kevin!' Jawab Jena dengan senyum yang begitu lebar.
"Kevin? kaget marisa "Kevin yang selalu Mengejar kamu itu?" Tanyanya memastikan
"Iya, itu mah! mamah tau kan dia baik banget sama aku? jadi aku menerima dia saja!" jawab Jena begitu yakin tanpa ragu sedikitpun.
Mendengar hal itu Marisa sedikit merasa senang. Akan tetapi iya juga merasa kecewa dengan keputusan anaknya dan juga Jeno.
"Ka-kalo kamu Jeno? siapa orang yang kamu pilih sebagai pengganti Anak tante ?" Tanya Marisa.
__ADS_1
"Nina!"
"APAH?"