TerJebak Ikatan Pernikahan Dengan Musuh

TerJebak Ikatan Pernikahan Dengan Musuh
EPS16


__ADS_3

Sebelumnya


Setelah Pino mendapatkan jepit rambut dari Jeno. Iya langsung Berlari menuju panti dengan sangat kegirangan, tanpa Iya sadari Terdapat orang yang sedang berdiri tegak Dari kejauhan . Karena ulahnya sendiri, iya pun terjatuh menabrak orang tersebut, sembari menggenggam jepit rambut di tangannya dengan kuat, agar tidak hilang Karena menabrak seorang laki-laki kekar di depannya. yang tak lain adalah Kevin .


"Aduh! Hati-hati dong om!" Ucap Pino dengan lantang, lalu berdiri dan langsung memukul - mukul kaki Kevin dengan sekuat tenaganya. "Om rasakan ini! beraninya tidak jalan hati -hati !" ucap Pino dengan kesal dan terus memukul-mukul kaki besar Kevin.


karena tubuh Pino yang kecil, Kevin tak merasakan pukulannya sedikitpun, iya hanya tersenyum seringai dan lalu mengangkat tubuh Pino dengan satu tangannya "Heh anak kurang ajar! kamu itu yang salah! kenapa kamu yang tiba-tiba marah padaku? harusnya aku yang marah padamu mu!" ucap Kevin kesal.


Mendengar ucapan Kevin, Pino hanya mengabaikan Kevin. Dengan kesal iya lalu menyilang kan kedua tangannya dan menatap Kevin sinis. Walaupun dirinya masih bergelantung, Karena masih di angkat tubuhnya oleh Kevin .


Melihat sikap Pino yang dingin tersebut, membuat Kevin Sangat kesal. Iya lantas memukul kepala Pino, seperti yang di lakukan oleh Jeno "Plakkk...!"karena pukulan tersebut, Pino sangat kesakitan. iya lantas marah dan membentak Kevin dengan keras "Heh paman jelek! jangan kurang ajar dong! beraninya kamu memukul ku? apa kau ingin mati?"ucap Pino lantas, sembari menatap Pino dengan sinis.


"Cih..anak sialan ini mirip dengan Jeno si jutek dan dingin itu!" Gumam Kevin " Heh bocah tengil! apa kau mau di pukul lagi hah ? "tanya Kevin dengan keras.


"Pukul saja kalau berani!"ucap Pino santai dan memalingkan wajahnya, karena tidak percaya akan di pukul kevin lagi.


Mendengar Ucapan Pino, amarah Kevin semakin membara. Iyaa lantas mengangkat tangannya berniat memukul pino. Melihat Kevin yang Serius mengangkat tangannya membuat Pino seketika menciut "sial! aku akan dipukul?"kak Jena tolong aku!" takut Pino dalam hati, sembari memejamkan kedua matanya.


Kevin mengangkat tangannya, berniat hanya menakut-nakuti Pino. Akan tetapi saat Kevin ingin mengangkat tangannya lebih tinggi untuk menakuti Pino, tiba-tiba Jeno datang tak tau dari mana dan langsung menggenggam tangan Kevin dengan erat "Hentikan! Berani-beraninya kau ingin memukul anak kecil!" bentak Jeno pada Kevin.


Melihat Jeno yang memegang tangannya, Kevin sangat terkejut. Iya lantas menurunkan Tangannya dan menunjuk-nunjuk kan tangannya pada jeno "Ka-kau kenapa ada di sini?" Tanya Kevin dengan mengerutkan keningnya.


"Lepaskan anak ini dulu!" ucap Jeno dengan menatap Kevin tajam.


Mendengar ucapan Jeno, Kevin lantas menganggukkan kepalanya. Iya kemudian perlahan menurunkan Pino dari genggaman nya.


"Akhirnya turun juga! pegal sekali di atas, walaupun seperti terbang!" Gumam Pino, sembari Menatap kedua orang di hadapannya dengan sinis.


"Kamu tidak apa-apa? apa dia Baru saja memukulmu?" Tanya Jeno, tiba-tiba perhatian pada Pino.


Pino yang melihat Sikap Jeno padanya yang tiba-tiba berubah, membuatnya menatap Sinis Jeno dengan kesal "cih...om brengsek ini juga tadi memukulku! dasar tidak sadar diri ! Bisanya menyalahkan orang saja! apa dia lupa atau pura -pura lupa?" Gumam pino dan langsung berlari ke dalam panti, meninggalkan kevin dan jeno, tanpa menjawab Pertanyaan yang Jeno lontarkan padanya.


Melihat Pino yang pergi begitu saja tanpa menjawab pertanyaannya membuat Jeno kesal. Namun dengan segera iya menahan kekesalannya dan kemudian menatap Kevin di hadapannya. "Heh, kenapa kau kesini ? Tidak ada yang menyuruhmu kesini. Jadi lebih baik kau pergi dari sini sekarang, sebelum kau di usir !" ucap jeno datar.

__ADS_1


"Kau yakin? kata siapa tidak ada yang menyuruhku datang kesini! Kalau tidak tau, lebih baik jangan banyak bicara! nanti kau yang malu sendiri!" Jawab kevin jutek.


"Heh,memangnya siapa yang menyuruhmu datang hah?" Tanya Jeno sinis, sekaligus penasaran.


"Jena!"


"APAH?"


Di waktu yang bersamaan


Jena sudah menyelesaikan makannya bersama semua anak -anak panti. Mereka lalu mengobrol dan saling bercerita tentang satu sama lain dengan Antusias. Tak selang lama, tiba-tiba Pino masuk dalam Aula dengan tergesa-gesa, sembari menghampiri Jena dan yang lainnya .


Melihat kedatangan Pino yang tiba-tiba, membuat Jena kebingungan "Pino ?"kamu kenapa ?kaya di kejar setan saja?" tanya Jena penasaran.


"Enggak kak! aku hanya ingin menemui pipi!" ucap Pino sembari menunjukkan tangannya ke arah pipi, yang sedang asyik memakan eskrim nya


"Oh aku kira kamu kenapa! Oh iya, apa kamu melihat kak Jeno tidak di luar?" Tanya Jena , karena Jeno tak kunjung kembali.


"Kak Jeno ada di depan dengan laki-laki yang Sedikit familiar tapi aku lupa! kalo gak salah namanya Kevin mereka sedang bertengkar!" jawab Pino apa adanya.


"Baik kak!" ucap semua anak panti kompak


____


Setelah melihat Jena yang sudah pergi. Pino langsung menghampiri pipi yang sedang asik memakan eskrim nya "Pipi"panggilnya dengan sedikit jutek.


"Heh...?Kamu? kenapa kamu disini aku kan sedang menyuruhmu untuk menangis di balik pohon besar itu! apa kamu tidak mau aku maafkan?" tanya pipi terus menerus dengan wajah juteknya.


"Pipi maafkan aku ya? lihat air mataku sudah habis karena menangis! jadi aku membelikan mu ini dari luar angkasa yang jauh......sekali! jadi maafkan aku ya?" ucap Pino dengan muka sayu sembari menyodorkan jepitan rambutnya pada pipi.


Melihat jepitan yang di sodorkan Pino. pipi Terlihat sangat senang.Iya lantas mengambil jepitan itu dari tangan Pino, sembari melihat-lihat ukirannya yang sangat indah "Wah kak Pino! ini sangat indah dan juga kamu sangat hebat bisa belinya sangat jauh sekali !" kagum pipi dengan polosnya.


"Jadi, kamu memaafkan ku pipi?"

__ADS_1


"Iya! aku memaafkan mu!"ucap pipi senang dan langsung memeluk pino dengan erat. Saat pipi memeluknya, pino sangat malu karena dilihat banyak orang "Heh..lepaskan!" aku gak mau di peluk kamu!"ucap Pino dengan memalingkan wajahnya.


"Huh...aku juga tidak mau memelukmu lama-lama!" jawab pipi kesal, sembari menatap terus jepit rambut miliknya.


Disisilain


"Gak mungkin Jena, yang menyuruh mu kesini ! Jangan berharap terlalu tinggi!" ucap jeno tak percaya.


" Terserah kalau kau tidak mau percaya! itu bukan urusanku juga! lebih baik kau minggir, aku mau lewat!" ucap Kevin jutek dan langsung berjalan melewati Jeno, sembari menyenggol tangan Jeno cukup keras. Melihat Kevin yang mengabaikannya, membuat Jeno sangat kesal . Dengan marah, Jeno dengan cepat meraih tangan Kevin dan menggenggam nya cukup erat.


Kevin sangat terkejut dengan ulah Jeno yang tiba-tiba. iya juga merasa kesal dan Langsung mengayunkan tangannya berniat memukul Jeno. Jeno yang melihat kevin akan memukulnya, lantas dengan cekatan langsung menangkis tangan Kevin.


Merek berdua kini saling beradu sampai wajah mereka terlihat lebam .


Tak selang beberapa lama, Terlihat Jena keluar dari panti.


"Hentikan! kenapa kalian ini hah? kalian itu seperti anak! Semua masalah pasti di selesaikan dengan perkelahian seperti ini! kenapa kalian sudah berubah dari dulu? Kalian pikir ini tempat apa? Hentikan! Atau kalian ku usir dari sini!" teriak Jena, Sembari memisahkan keduanya.


"Dia yang duluan Jena!" Tunjuk Kevin pada jeno


"Tidak Jena! dia yang duluan memukul ku!" elak Jeno gak mau kalah.


"stop......"plak....!"Jian berteriak dan langsung memukul Jeno dan Kevin menggunakan tangannya. karena pukulan tersebut, Jeno dan Kevin langsung menunduk ketakutan karena jena.


melihat keduanya sudah Sudah tenang, membuat Jena sangat puas "Bagaimana? apa kalian sudah merasa bersalah?" tanyanya dingin.


"iya-iya...kami berdua bersalah!" ucap jeno dan Kevin kompak.


"baguslah kalo sudah sadar! sekarang masuk..!"suruh Jena dingin.


"Baik.!" Ucap Kevin dan jeno bersamaan dan langsung berjalan cepat menuju rumah panti sembari menyalakan satu sama lain.


"Ini semua salahmu!"bisik Kevin pada jeno. "kau juga salah !"ucap jeno tak mau kalah.

__ADS_1


"haduh!"


__ADS_2