TerJebak Ikatan Pernikahan Dengan Musuh

TerJebak Ikatan Pernikahan Dengan Musuh
eps13


__ADS_3

"APAH?" Kaget Jena sembari berdiri dari duduknya "Kenapa kamu memilih Nina? aku kan sangat tidak suka padanya?" tanya Jena dengan raut wajah yang terlihat sangat kesal.


"Itu adalah pilihanku! Dan bukan urusanmu ! Lagian aku tidak peduli dengan kau suka atau tidak!" jawab Jeno dengan Sangat Jutek.


Mendengar ucapan Jeno. Jena mencoba menahan amarahnya dan kembali duduk di kursinya dengan raut wajah yang terlihat kecewa, atas pilihan Jeno "bisa-bisanya dia memilih Nina! bukannya aku tidak senang! Tapi aku hanya menghawatirkan sikap Nina saja yang sering membolak-balik kan fakta! itu sangat menjijikan !" Gumam Jena, sangat kesal.


Melihat Sikap Jena yang terlihat sangat marah. Sontak membuat Jeno sangat senang saat melihatnya. iya lantas menghilangkan tangannya sembari menatap Jena sinis "Rencana ku berhasil! siapa suruh kamu harus memilih Kevin? si cowok ganjen itu huh!" kesal Jeno dalam hati, sembari memasang mimik wajah yang dingin.


Untuk mencairkan suasana. Rania mengubah topik pembicaraan "Baiklah! kalau kalian memang sudah merasa cocok dengan pilihan kalian masing-masing! dengan berat hati kami menyetujuinya !" ucap Rania pasrah.


Mendengar ucapan Rania. Seketika Marisa sangat shock di buatnya. Iya lantas mencoba menentang keputusan Rania, Akan tetapi di tahan oleh Rania. Yang membuat Marisapun hanya bisa tertunduk kecewa dengan pasrah.


"Baiklah jika mamah dan Tante sudah setuju! kalo begitu aku mau pulang sekarang!"ucap Jena datar dan langsung beranjak dari duduknya.


"Tunggu dulu!" tahan Rania "Sebelum kamu pulang, Tante hanya mau bilang pada kalian berdua! pernikahan kalian harus dilaksanakan secara bersamaan !" ucapnya lagi, yang sontak membuat Semuanya merasa shock.


"APAH? mana bisa seperti itu Tante?" Kaget Jena


"Iya! untuk apa pernikahan kami berdua di lakukan bersama?" Tanya jeno kesal.


"Tolong kabulkan saja permintaan mamah dan Tante Marisa! dari dulu kami berdua sangat menginginkan kalian berdua menikah! karena pernikahan kalian ini tidak akan terjadi, jadi tolong kabulkan permintaan kami berdua untuk menikahkan kalian di hari yang sama !" mohon Rania sembari memelas.


Melihat Kedua orang tua mereka begitu berharap mereka berdua menikah. Bergetar rasa keinginan untuk menikah dengan pilihan kedua orang tua mereka. Akan tetapi Jena dan Jeno langsung menepis hal tersebut. Dan memilih untuk menyetujui permintaan kedua orang tua mereka, untuk melangsungkan pernikahan mereka berdua secara bersamaan "Baiklah kami akan melangsungkan pernikahan di hari yang sama !" Jawab Jena dan Jeno secara bersamaan


"Terimakasih, telah mengabulkan keinginan Kami!" ucap Rania senang "besok kalian datang ke butik xxxxx ya? yang ada di kota A dan jangan lupa bawa pasangan kalian masing-masing ke sanan mamah dan Tante Marisa akan tunggu !" ucap Rania dengan mata yang mulai berkaca-kaca.


"Baiklah! besok kami akan datang ke sana!" Angguk Jeno "kalo begitu kami pergi dulu!" ucap jeno dan Jena.


Rania mengangguk, sembari memberikan senyuman yang bisa iya berikan. Sedangkan Marisa hanya tertunduk menahan air matanya yang hampir terjatuh, Saat melihat itu Jena sedikit terluka melihat ibunya yang bersedih karena pilihannya. Demi menghilangkan rasa bersalahnya iya lantas bergegas pergi dari restoran tersebut, sembari menahan air mata yang hampir menetes. melihat jena yang pergi terlebih dahulu, membuat Jeno khawatir. Iya lantas berlari mengejarnya sampai keluar dan meraih tangannya "kenapa kau tiba-tiba pergi?"tanya Jeno l, sembari memegang tangan Jena.


"A-aku hanya tidak terbiasa melihat mamah yang bersedih! dari pada aku semakin merasa bersalah kepada mamah di dalam, mending aku keluar saja !" jawab Jena dengan jutek, sembari menyeka air matanya yang membeka.s


"Kamu menangis, Jena?"


"Mana mungkin !" elak Jena, sembari mengalihkan pandangannya "kalo begitu ayo cepat kita pulang !".ucap Jena lagi dan langsung menaiki mobil milik Jeno.


"....."


Di sisi lain


Setelah melihat Jena dan Jeno pergi, Marisa langsung menangis dan memeluk Rania yang berada di sampingnya


"Rania bagai mana ini ? Apakah kita benar-benar tidak akan pernah jadi besan?" tangis Marisa tak menyangka.


"Kenapa kamu ini masih saja cengeng? sudah- sudah! kita pasti akan jadi besan, tenang saja!" ucap Rania meyakinkan.


"Kenapa kamu bisa Sangat Yakin? Bukannya tantangan yang sudah kita berikan pada mereka, sudah mereka menangi ! berarti kita itu kalah!" Bingung Marisa, dengan pikiran Rania.


"Tenang jeng, Mendadak aku punya sebuah ide!" Ucap Rania, dengan senyum yang menyeringai.


"Ide? Ide apa jeng?" Tanya Marisa sembari Menyeka air matanya.


Mendengar pertanyaan sahabatnya, Rania lantas langsung membisikan rencana yang sudah di buatnya dengan sangat matang. Mendengar ide Rania, Seketika bibir Marisa perlahan-lahan mulai Melebar. Iya terlihat sangat senang, dengan Ide yang Rania sampaikan " Astaga jeng! kamu memang hebat!" Puji Marisa begitu senang.


"Jadi kamu setuju jeng, dengan ide ku ini?" tanya Rania memastikan.


"Tentu saja aku setuju! kali ini pasti rencana kita bisa berhasil !" Yakin Marisa.


"Semoga ya jeng!"

__ADS_1


Di waktu yang berdekatan


Jena dan Jeno berada di mobil yang melaju, di kemudian oleh Jeno, yang terlihat Sangat fokus mengemudi. Setelah kejadian yang terjadi di restoran, keduanya Tak saling berbicara. Jena bahkan melamun memikirkan perasaan ibunya, yang membuatnya merasa sudah Gagal. Namun tiba-tiba jena teringat sesuatu di benaknya. Iya lantas menatap Jeno yang sedang mengemudi di sampingnya "Jeno!" panggilnya.


"Apa?" Tanya Jeno dengan datar, dengan terus fokus mengemudi.


"Apa kamu lupa? kamu masih punya hutang padaku!" ucap Jena Begitu antusias, sampai melupakan kejadian yang baru saja terjadi.


"Hutang? Sejak kapan aku punya hutang padamu?" bingung Jeno, dengan Ucapan gadis di sampingnya.


"Kamu ini sangat pelupa! kita kan sedang taruhan, masa tidak ingat? kamu belum mengabulkan satu permintaan ku, karena aku yang terlebih dahulu mendapatkan pasangan ku!". Jelas Jena.


"Oh....itu? nanti saja sekarang. Aku masih capek!" Jawabnya.


"Enggak! pokonya kamu harus mengabulkan permintaan ku sekarang juga! karena besok pasti sangat sibuk!" Jelas Jena.


"Ehh..kau ini sangat menyebalkan! cepat kamu mau minta apa dariku?" tanyanya dengan kesal.


"kita ke mall dulu saja yu?" Ucap Jena dengan Antusias.


"Untuk apa ? Apa kamu meminta untuk berbelanja? Jika untuk hal itu, aku gak keberatan !" ucap Jeno begitu santai.


"Jangan banyak bertanya! cepat saja putar balik!"


"Iya-iya!"Angguk Jeno Sedang sedikit kesal dan langsung mengarahkan mobilnya menuju mAll yang berlawanan dengan mobilnya melaju.


Tak selang beberapa lama, mobil jeno sudah sampai di depan mall. mereka berdua lantas turun dari mobil. Setelah Turun dari mobil, Jena dengan antusias nya mulai Berjalan memasuki mall mewah tersebut. Akan Tetapi jeno hanya diam sembari melihat-lihat sekeliling Mall tersebut dengan menghela nafasnya beberapa kali. Menyadari Jeno hanya diam saja, membuat Jena sangat kesal. Iya lantas berlari menghampiri Jeno dan langsung menggandeng tangan nya dengan erat, kemudian langsung menariknya untuk masuk "Ayo cepat masuk!" Tari Jena dengan kesal.


Karena Jena yang begitu Antusias. Jeno hanya bisa menuruti permintaan Gadis di hadapannya, walau dirinya sangat kelelahan.


Setelah Sampai Di Dalam Mall, Jeno Hanya bisa pasrah, mengikuti Gadis di hadapannya. Namun Hal yang membuatnya tercengang, saat melihat Jena yang masuk ke dalam Toko mainan anak-anak "Untuk apa pergi ke toko seperti ini? kamu itu sudah besar, masa masih main mainan anak kecil ?" Tanya Jeno mengingatkan.


Setelah masuk ke dalam Toko mainan tersebut. Jena langsung megambil asal - asalan semua mainan yang ada di dekatnya. seperti robot dan boneka. Melihat Jena yang begitu aneh membuat jeno sangat bingung "Untuk apa mainan sebanyak ini? kamu jangan membeli barang yang tidak penting Jena! Itu tidak baik!" Ucap Jeno mengingatkan.


"Apa kamu tidak suka aku beli barang yang banyak? Atau kamu tidak suka aku menghambur-hamburkan uangmu?"tanya Jena, sembari masih mengambil-ngambil mainan di sekitarnya.


"Bukan seperti itu! Kamu beli apapun terserah kamu! tas branded atau baju mahal sebanyak apapun aku gak masalah! yang terpenting itu berguna untuk mu! Tapi mainan-mainan ini? Tidak mungkin kamu menggunakannya semua mainan ini! akan menjadi sampah saja ! kecuali mainan-mainan ini untuk anak ku! pasti aku tidak masalah!" Jelas Jeno.


"Anak ?"memangnya kamu mau punya anak denganku?" Tanya Jena dengan polosnya. sembari masih mengambil-ngambil mainan yang terlihat bagus menurutnya.


Mendengar pertanyaan Jena, seketika Jeno terdiam, dengan Telinganya yang mulai merona kemerahan "Bu-bukan itu maksudku! A-aku hanya memberi contoh!" jawabnya gugup.


Mendengar jawaban Jeno. Jena lantas tersenyum sini "lagian kata siapa semua Mainan ini akan menjadi sampah? tunggu saja! kamu pasti akan tau nanti!" Ucap Jena meyakinkan.


"Terserah kamu saja !" Jawab Jeno, dengan memalingkan wajahnya.


Setelah merasa sudah cukup mengambil Mainan-mainan. Jena lantas pergi ke tempat yang menyediakan Peralatan sekolah. iya membeli banyak sekali buku dan peralatan sekolah lainnya, yang membuat Jeno hanya bisa pasrah dengan Gadis di hadapannya.


Sebenarnya untuk apa semua ini? seperti punya anak banyak saja! pikir Jeno.


Selang beberapa Menit Berbelanja begitu banyak mainan dan Peralatan sekolah untuk anak-anak. Mereka langsung pergi ke tempat Kasir berada, dengan Jeno yang menggenggam Tangan Jena erat, supaya tidak hilang.


"Nona! Saya mau bayar!" ucap Jena, pada Seorang pekerja wanita, yang baru saja selesai melayani pembelinya.


Mendengar Ucapan Jena. pekerja wanita tersebut lantas menoleh dan menatap Jena serta Jeno. Saat melihat kedua Orang yang ada di depannya, iya langsung mengerutkan Keningnya.


"Nona Mau Membayar barang yang mana ya? Saya tidak melihat barang apapun di tangan nona atau Tuan?" Tanya pekerja wanita tersebut keheranan.


Mendengar ucapan wanita di hadapannya, Jeno lantas mengacungkan tangannya "Tuh!" Tunjuk nya, kearah mainan yang menumpuk begitu banyak di dalam Troli yang ukurannya sangat besar.

__ADS_1


Melihat arahan Jeno, seketika Pekerja wanita tersebut Membulatkan matanya tak percayalah dengan apa yang di lihatnya. "I-ini serius Tuan?" Tanyanya memastikan, dengan tangan yang mulai gemetar.


"Iya! cepat berapa harganya?" Tanya Jeno mulai kesal, karena sudah berdiri cukup lama.


"Semua mainan dan Peralatan sekolah itu, Harus saya Hitung Tuan! Dan perlu waktu cukup lama tuan, untuk menghitungnya! jadi..."


"Tidak perlu hitung-hitungan! sebutkan saja berapa yang kau inginkan !" Potong Jeno semakin kesal.


"Wah, laki-laki ini pasti sangat kaya! dia juga pasti sangat menyayangi pacarnya, sehingga membeli barang sebanyak ini tanpa Ragu!" Gumamnya dengan sangat kagum.


"Tu-tujuh belas juta delapan ratus tuan!" ucap wanita tersebut dengan Cukup Ragu, karena takut iya salah bicara.


Mendengar nominal yang di berikan wanita di hadapannya. Jeno tanpa basa-basi langsung mengeluarkan sebuah kartu hitam di dalam Dompetnya pada kasir tersebut. Melihat Kartu yang di sodorkan Laki-laki di hadapannya, membuat pelayan Tersebut melongo di buatnya.


"Cepat!" bentak Jeno.


"Iya-iya tuan!" angguk wanita tersebut dan mulai menjalankan tugasnya.


***


"terimakasih tuan dan nona sudah berkunjung ke toko kami!" ucap kasir Tersebut, sembari memberikan kartu milik jeno dengan kedua tangannya.


"Bawa semua Belanjaan yang Dibeli ke dalam mobil Yang telah ku sewa. lalu ikuti mobil kami !" Ucap Jeno, sembari memberikan Uang lagi pada kasir wanita di hadapannya, yang membuat wanita tersebut senang di buatnya


"Baik tuan! saya dan karyawan lainnya, akan segera mengangkutnya ke dalam mobil !" ucap karyawan tersebut.


Setelah merasa semuanya sudah Beres. Jeno lantas memalingkan pandangannya, menatap Jena yang berdiri di sampingnya dengan Sangat dingin. "Sudah? apa mau tambah?" Tanyanya memastikan.


"Aku ingin eskrim !" Ucap Jena dengan wajah memelas.


"Apa masih ada lagi?"


"Tidak ada! itu aja!" jawab Jena, sudah meras puas.


Setelah memastikan keinginan Jena. Jeno lantas menatap karyawan wanita di hadapannya. Wanita tersebut yang menyadari arti dari Tatapan Jeno,, lantas menganggukkan kepalanya. Iya kemudian segera berlari ke toko yang ada di samping tokonya dan mengambil banyak eskrim dari toko tersebut dan kemudian memberikannya pada Jeno.


"Ini tuan!" ucap si pelayan dan langsung memberikan Jeno sekantung eskrim besar yang banyak. Jeno yang melihat hal tersebut lantas mengambil kantung itu dan langsung bertanya pada Jena "Sudah?" Tanyanya lagi memastikan.


"Sudah! Terimakasih!" ucap Jena begitu senang, sembari menatap kantung tersebut dari tangan Jeno.


Setelah melihat Jena yang sudah terlihat puas. Jeno terlihat sekilas Tersenyum. iya kemudian kembali Memberikan Uang pada wanita tersebut dan langsung menggandeng tangan Jena untuk segera pergi.


"Ayo!"


***


Mereka berdua pergi dari mall tersebut dan pergi menuju mobil mereka yang terparkir tak jauh dari depan Mall. Melihat mereka berdua keluar dari dalam mall dengan terus bergandengan tangan, membuat Satpam yang melihat mereka berdua langsung Tersenyum "Wah! mereka berdua sangat cocok sekali dan juga sangat romantis! jadi iri melihat anak muda jaman sekarang!"


Mobil


Jena dan Jeno sudah menaiki mobil. Setelah masuk ke dalam mobil, jeno langsung memberikan sekantung eskrim kepada Jena. Melihat hal tersebut sontak langsung mengambil kantung tersebut dari tangan jeno dan langsung membukanya. Alangkah Terkejutnya iya, saat melihat isi kantungnya "Jeno kenapa banyak sekali ? aku tidak bisa menghabiskan nya!"


"Makan saja yang bisa kamu makan! kalau ada yang tidak kemakan! kamu bisa membuangnya !"jawab Jeno dengan jutek.


"Tenang saja ini akan habis !" yakin Jena yakin, dengan menebar senyumnya.


"Baiklah! Tapi Aku tidak percaya!" Ucapnya tidak yakin "sekarang kamu mau dikemanakan semua mainan-mainan itu? Apa kamu mau membawa semuanya ke rumah kamu?" Tanya Jeno kepada Jena yang sedang membuka salah satu eskrim miliknya


"Ke panti asuhan!" jawab Jena sembari memakan eskrim nya.

__ADS_1


"APAH ?"


__ADS_2