TerJebak Ikatan Pernikahan Dengan Musuh

TerJebak Ikatan Pernikahan Dengan Musuh
Eps10


__ADS_3

Karena Teriakan Jena tersebut, Sontak Jeno Panik di buatnya.


"Halo Jena? Jena, apa yang terjadi? Jena tolong jawab? Jena!" Teriak Jeno, dan langsung Beranjak dari duduknya, menuju mobilnya.


Di perjalanan Menuju ke rumah Jena, Jeno terus menerus menelepon Handphone Jena, dengan Harapan Jena mengangkat Telponnya. Akan tetapi, Seberapa banyak iya Menelpon, Jena tetap saja tidak mengangkat telponnya, yang membuat Jeno semakin panik dan gelisah Karenanya.


"Jena! tolong angkat Telphone nya, aku mohon! tolong Angkat!" gelisah nya tak karuan.


"Tolong jangan Terjadi apapun padanya! aku mohon! Jangan membuatku kehilangan dia! Jangan!" Lirihnya, dengan matanya yang mulai memerah.


Sementara itu


Di balik Lemari besar, Terlihat Jena sangat ketakutan. Tubuhnya juga terlihat Gemetar, dengan Terus lirih memanggil Nama Jeno terus-menerus. Tubuhnya ia bersembunyi di balik lemari


" Jeno aku takut! Huaaa, Jeno!" tangisnya tersedu-sedu.


Di waktu yang bersamaan


"Kenapa kamu melempar batu yang besar? aku kan menyuruhmu melempar dengan batu yang kecil !"Marah Maya pada Sahab


itu yang Sembrono


"Ya maaf ! Aku hanya refleks saja mengambil batunya! aku tidak melihatnya langsung!" Ucap Sini, sembari Menggaruk Rambutnya yang tidak gatal.


"Akh..Kau ini! Ya sudah, kalau begitu ayo cepat kita sembunyi! bentar lagi pasti jeno datang!" Ucap Maya sembari menarik Tangan Sino ke balik Tong sampah besar yang ada di dekat mereka.


Karena tempat persembunyian Yang tidak Bagus, Tentunya membuat Sino merasa Mual, dengan aroma dari tong sampah di dekatnya.


"Astaga! Kenapa kau membawaku ke tempat ini? Bisa kali Sembunyi di tempat yang bersih! Kenapa harus di tong sampah segala?" Ucapnya, sembari Menjepit hidungnya dengan Kedua Tari tangannya.


"Diam kau..tok!"Kesal Maya dan langsung memukul kepala Sino, dengan botol yang ada di tempat sampah tersebut.


"Akhhh! dasar wanita menyebalkan!" Teriak Sini, sembari memegang kepalanya yang terasa sakit, karena ulah Maya.


"Kau laki-laki cerewet! Begini saja kau sudah merasa bau !" ledek Maya.


"Kamu saja mungkin yang suka tempat yang bau dan kotor !" Ucapnya, membela diri


"Dasar kau ya? Rasakan ini!" pukul Maya, Yang membuat Sino sampai babak belur.


"A-ampun!" Ucap Sino dengan tersungkur di tanah.


"Rasakan itu?" ucap Maya kesal.


***


Jena masih sembunyi dibalik lemari kamarnya. Iya tak henti-hentinya menangis sembari terus memanggil-manggil nama jeno, yang terus muncul di pikirannya.


"Huaaa...Jeno Aku takut Jeno...Huaaa"! Tangisnya.


Tak selang Lama, sekitar 10 menit, Jeno datang Ke Rumah Jena. Setelah Memarkirkan mobilnya tepat di depan Rumah Jena. Iya langsung turun dari mobilnya dengan tergesa-gesa dan bergegas masuk ke rumah Jena.


Namun, saat iya akan membuka Pintu rumah Jena. Pintu itu Terkunci dari dalam. Dengan perasaan Khawatir dan cemas, Jeno lantas sekuat tenaga mendobrak pintu Rumah Tersebut, hingga pintu itu terbuka.


Setelah Pintu terbuka, Jeno langsung bergegas masuk ke dalam rumah dan langsung berlari menuju rumah Jena yang berada di lantai Atas " Jena! Buka pintunya Jena!" teriaknya dari luar kamar.


Mendengar suara Jeno. seketika Jena sangat senang. Iya lantas segera mengusap air matanya dan langsung memanggil Jeno dengan keras


"Jeno! a-aku di si-sini!".teriaknya dengan terbata- bata.


Mendengar suara Jena dari dalam Kamar. Dengan Sekuat tenaga, Jeno langsung mendobrak pintu kamar tersebut yang terkunci. Setelah berhasil masuk, Jeno di buat Shock, karena melihat Kaca jendela Kamar Jena telah hancur dan berserakan di kamarnya. Saat sedang mengamati Serpihan kaca tersebut, Tiba-tiba Jeno membulatkan matanya Saat melihat Darah melekat pada Serpihan Kaca tersebut. Dan darah itu mengarah Pada lemari.


Dengan perasaan Khawatir, Jeno lantas berlari menghampiri lemari yang ada di kamar tersebut. Saat Jeno mendekati terlihat Jena sedang duduk dengan memeluk Kakinya sembari menangis.


"Jian.. ?" Panggilnya.


Mendengar panggilan Jeno. Jena lantas mendongakkan kepalanya. Seketika iya sangat senang melihat jeno sudah datang dan berdiri di dekatnya. Dengan air mata yang mulai bercucuran kembali, Jena lantas Berdiri dari duduknya dan langsung memeluk jeno dengan erat.


"Huaaaa..! kenapa kamu datangnya sangat lama?aku sangat takut!" Tangis jena dalam pelukan Jeno.


"Maafkan aku ya? aku pikir kamu hanya bercanda!" Ucap Jeno sangat menyesal.


"Kamu sering menganggap ucapan ku sebagai bercanda! Aku kesal padamu!" cemberut jena, dengan terus memeluk Jeno erat.

__ADS_1


"Tentu saja aku berpikir begitu! kamu memang selalu bercanda terus padaku! jadi jangan salahkan aku berpikir kamu bercanda!" Ucap Jeno tak mau kalah.


"Iya-iya! lain kali aku akan kurangi!"


"Sudahlah! lebih baik kamu cepat tidur! kamu jangan takut, aku akan menemanimu !"


"Baiklah! Tapi kaca kamarku pecah! aku tidak tau siapa yang melempar Batu ke kamar ku! aku sangat takut!"


Mendengar ucapan Jena, seketika iya ingat dengan darah yang iya lihat di serpihan Kaca. dengan panik, iya melihat Semua badan Jena dari atas sampai bawah. Namun iya tak menemukan Luka sedikitpun di tubuh gadisnya.


"Apa Kamu terluka? aku lihat ada darah di serpihan kaca! cepat bilang sekarang?" tanyanya gelisah.


"Bukan darah! Itu Lipstik ku, yang ku sengaja tuangkan. Biar kamu dapat menemukanku!" ucapnya dengan Cemberut.


"Astaga! Kau ini! yasudah, ayo Tidur!"


"Tapi, bagaimana lipstick ku? itu Lipstik kesukaan ku!" ucapnya yang membuat Jeno langsung menepuk Jidatnya.


"Kamu masih memikirkan soal Lipstik? Astaga, Baiklah! Aku akan membelikannya lagi!"


"Ya sudah!" angguk Jena, dengan terus memeluk Jeno erat.


Karena Sudah memastikan Jena baik-baik saja. Jeno lantas Mengambil Hanphonenya, sembari memeluk Jena dengan Erat.


"....."


"Halo Bos! ada yang bisa saya bantu?" Tanya seorang laki-laki dari telphone, yang tak lain adalah Galu.


"Cepat bawa para Bodyguard ke kerumah Jena !" Seluruhnya dengan dingin.


"Untuk apa bos ?" tanya Galu penasaran.


"Ada orang yang melempari kaca jendela kamar Jena dengan batu hingga pecah! jadi cepat suruh mereka mencari siapa orangnya dan jaga seluruh rumahnya!" jelas Jeno


"Astaga! Apa nona tidak apa-apa bos?"khawatir galu.


"Tidak! cepat urusi saja yang aku perintahkan !" ucap jeno dan langsung mematikan teleponnya.


Setelah Jeno mematikan teleponnya. Iya segera menggendong Jena di pelukannya dan membaringkan Jena di ranjangnya dengan perlahan


“Cepat tidur!" Suruh nya datar.


“Tapi Jangan Tinggalkan Aku! Aku takut” mohon Jena, sembari menggenggam erat tangan Jeno


“Iya! Aku akan tidur bersamamu dan menjagamu! jadi kamu Jangan cemas!“ Angguk Jeno dengan mengelus rambut jena.


Mendengar Jawaban Dari Jeno, Seketika Jena Tersenyum. "Ya sudah, cepat tidur!" Ucapnya.


Mendengar Ucapan Jena, Jeno mengangguk. Iya lantas membaringkan tubuhnya di samping Jena dan memeluknya erat.


“Jeno! Bagaimana jika ada yang lempari batu lagi?” Tanyanya Dalam pelukan Jeno.


“Aku akan menghajarnya!”


“Memangnya kau berani?” tanya Jena meragukan.


“Apa kamu meragukan diriku? Jelas-jelas dari dulu aku bisa melakukan apapun! Tidak seperti dirimu!" Ucap Jeno dengan angkuhnya.


“Iya deh! aku percaya hahahah.!” ucap Jena dengan tertawa.


“Kamu sudah bisa tertawa sekarang? Secepat inikah kamu menghilangkan rasa takut mu?” tanya Jeno, Sembari memejamkan matanya.


“Jika ada kamu, untuk apa aku takut?"ucap Jena sembari mempererat pelukannya.


Mendengar Jawaban Jena, hati jeno seketika merasa berdebar. Iya lantas tersenyum dengan lebar.


Mendengar dedak jantung Jeno yang berdebar kencang, Jena lantas mendongakkan kepalanya, menatap Jeno. Saat melihat Jeno yang tersenyum lebar, jena sangat kaget di buatnya. Karena baru pertama kali, iya melihat jeno tersenyum selebar itu.


“Kamu tersenyum Jeno?” tanyanya.


Mendengar Ucapan Jena, Seketika jeno melepas pelukannya dan membelakangi Jena.


“Tidak! untuk apa aku tersenyum padamu? Aku hanya merasa bibirku kering!“ elaknya.

__ADS_1


“alasan yang kurang bagus!” Pikir Jena dengan sinis.


“Sudahlah, cepat tidur! sudah malam!" Suruh Jeno, yang masih membelakanginya.


"Kamu pikir aku bisa Tidur dengan keadaan Jendela Berlubang apa? Apa lagi kamu tidak memelukku!" Ucap Jena, yang membuat Jeno langsung menghadapnya kembali dan memeluknya.


"Sudah! Ayo tidur!"


Jena tersenyum lepas, Iya lantas memeluk jeno dengan erat. Seketika pula Perlahan -lahan Jena mulai menutup matanya dan mulai tertidur.


Saat Jena Sudah Tertidur, Jena Seketika mendengkur dengan Halus. Hal tersebut membuat Jeno tersenyum dan membuatnya juga ingin tertidur degan pelukan jena dan alunan dengkur Jena yang memabukkan.


Bukan tanpa alasan, kenapa mereka berdua bisa Sedekat ini setelah pertengkaran mereka yang terjadi Tadi Siang. Mereka berdua Sudah sering tidur bersama saat mereka Kecil, di karenakan Kedua orang tua mereka sering bekerja. Terlebih lagi, di saat Jena menangis karena suatu hal, Hanya Jeno yang dapat membuatnya tersenyum kembali. Karena mereka berdua sudah terikat satu sama lain tanpa mereka sadari


Di sisi lain


“Maya Ayo kita pulang! jeno sudah datang! Dia pasti juga sudah memanggil bawahannya untuk kemari!" Ucap Sino mulai panik.


“Baiklah ayo!”


Setelah menyelesaikan tugas mereka berdua, Maya dan Sino lantas berjalan keluar gerbang dengan mengendap-endap. Saat Sampai di luar gerbang Rumah Jena, tiba-tiba banyak segerombolan mobil datang, menuju Rumah Jena. Melihat Mobil Tersebut Datang, tentunya membuat Maya dan Sino Kaget di buatnya.


”Maya bagaimana ini? mereka ternyata datang sangat cepat?“panik Sino, sembari memegang Tangan Maya erat.


“ Apaan sih? lepaskan!" marah Maya, sembari menepis Tangan Sino "Cepat sembunyi!“ Ucap Maya, sembari menarik Kerah baju sahabatnya.


Mereka berdua, lantas bersembunyi di balik tong sampah yang ada di dekat gerbang Rumah Jena. Mobil-mobil pun masuk ke dalam rumah Jena satu persatu. Yang tentunya membuat Perasaan mereka berdua lega, karena Tidak ketahuan. Saat sudah merasa Aman, mereka berdua lantas keluar dari persembunyian merekam


“Huh! sepertinya kita sudah aman! ayo kita pulang Sino!' ucap Maya, sembari menepuk tangannya yang kotor.


"......"


Sino Tidak menjawab ajakan maya. Kini pandangannya tertuju pada seseorang di belakang Maya, yang terlihat tinggi besar, yang membuat Sino gemetar ketakutan di buatnya.


Karena Sino tak kunjung menjawab, Maya lantas menatapnya “Kenapa kamu diam terus? ayo kita pulang? Atau kau mau di sini?'' tanya Maya bingung.


“i


I- itu..!' tunjuk Sino ke arah belakang maya.


Melihat perilaku Sino, Seketika tubuh Maya mulai gemetar. Maya dengan takut, mencoba membalikkan badannya. Alangkah terkejutnya iya, saat melihat salah satu Bodyguard berdiri di belakangnya dengan menatapnya tajam.


“Hehehe..hai Om!" tawa Maya dengan keringet dingin.


"....."


”Sino cepat lari!” bisik Maya.


"O-oke!“


“Satu.. Dua... Tiga... Ayo Sino lari.....!“Teriak Maya.


Setelah hitungan ketiga, Maya dan Sino pun langsung berlari sekuat tenaga. Akan tetapi semuanya sia-sia, karena mereka masih saja tertangkap oleh Bodyguard bertubuh kekar tersebut.


Setelah mendapatkan Maya dan Sino, Bodyguard tersebut lantas membawa Mereka berdua ke hadapan Galu. yang sedang memberi arahan pada Bodyguard yang lain.


“Bos, lihat! saya menemukan dua anak bandel ini! mungkin saja mereka berdua yang melempari kaca jendela kamar nona jena dengan batu, bos!“ Teriak nya dari kejauhan, sembari membawa Maya dan Sino ke hadapan Galu.


Mendengar Teriakan tersebut, Galu segera berbalik badan ke arah sumber suara. Alangkah terkejutnya iya saat melihat Maya dan Sino yang di bawa oleh Bodyguard nya.


“Kalian? kenapa kalian ada disini?” tanya Galu pada Maya dan Sino.


“Sebenarnya Kami!"


Maya menceritakan semua kejadiannya dengan sangat lengkap Pada Galu. yang sontak membuat Galu cukup tercengang saat mendengarnya.


“Jadi ini semua rencana tante?” Tanyanya memastikan


“Iya! kami disuruh untuk menakuti Jena ,agar Jeno datang dan menemani Jian malam ini! jangan bilang pada jeno ya? kalo kami ketahuan oleh Jeno, Tante pasti kecewa!" pinta Maya, penuh harap.


“Baiklah! karena ini untuk mempersatukan nona jena dan bos Jeno, aku setuju!" Angguk Galu


“ Akhh... terimakasih galu !” senang maya dan Sino.

__ADS_1


__ADS_2