
Keesokan Harinya
___
Rumah Jena
Ibu Jena Sedang menyiapkan sarapan di meja makan di bantu oleh BI Sumi. Bi Sumi adalah pembantu kepercayaan nya dan sekaligus bebisister Jian saat Jian masih kecil.
"Bi! apa Jian sudah bangun?" tanya ibu Jena sembari merapihkan makanan ke atas meja.
"Belum nyonya! nyonya kan tau nona Jian jika hari Minggu seperti ini sering tidur sampai siang !" jawab bi sumi, Dengan tangan yang masih Sibuk Menyiapkan makanan ke atas meja.
"Baiklah, nanti tolong bilang pada Jena cepet turun dan sarapan! Kalo iya bertanya saya kemana, bilang saja saya mau arisan sama teman -teman saya !" ucap ibu Jena berbohong
"Baik nyonya! nanti saya kasih tahu nona Jena, saat nona sudah bangun !"
"Baiklah, kalo begitu saya pergi sekarang ya bi!." ucap ibu Jena sembari membawa tas nya, yang tergeletak di atas meja makan.
"Tapi nyonya sarapannya?"
"Tidak usah! nanti saya makannya di sana saja dan suruh Jena makan yang banyak!" ucap ibu Jena sembari berjalan menjauh meninggalkan Bi Sumi.
"oh ,baik nyonya hati-hati di jalan nya...!" teriak BI Sumi, pada ibu Jena yang sudah menjauh.
"baik BI...!"jawab ibu Jena dari kejauhan sembari berteriak.
Setelahberada di luar Rumahnya, wanita paruh baya tersebut lantas masuk ke dalam mobilnya yang terparkir tepat di depan rumahnya. Saat masuk ke dalam mobil, iya sudah di sambut oleh Supir kepercayaan nya, yang bernama pak Budi, yang umurnya sudah Terbilang Sudah tua, sekitar 50 tahun.
"mau kemana nyonya?." tanya pak Budi pada majikannya.
"ke restoran tempat paporit saya pak bud!" jawab ibu Jena sembari melihat Henponya
"Baik nyonya!" angguk pak budi.
Tak selang lama, Mobil pun menyala dan melaju menuju gerbang rumah tersebut, gerbang itu terbuka dengan sendirinya dan juga tertutup sendiri nya, yang memudahkan perkerja di sana.
_
di sisilain
"Huh mau kemana mamah pagi-pagi seperti ini?" tanya Jena yang sedang duduk di balkon kamarnya "biasanya mamah gak pernah keluar sepagi ini?" lanjutnya lagi dalam hati
_"tok tok tok....
Tiba-tiba Terdengar ketukan pintu dari luar kamarnya Jena, mendengar ketukan pintu tersebut sontak Jena kaget dan langsung bergegas berlari ke ranjangnya lalu menutupi tubuhnya dengan selimut . Tak berselang lama BI Sumi masuk ke dalam kamar Jena , berniat membangunkan nya.
"Nona..ayo bangun,sudah pagi ini!"ucap BI Sumi sembari membuka tirai jendela agar cahaya masuk ke dalam kamar
Jena yang Mendengar hal tersebut pura-pura terbangun dari tidurnya dan merasa kesilauan, karna cahaya yang masuk menyinari ranjangnya.
"UMM bibi aku masih ingin tidur! lagian ini masih pagi!" ucap Jian sembari menggosok kedua matanya.
"Ayo bangun nona! bibi dan nyonya tadi sudah siapkan sarapan buat nona! nanti bisa keburu dingin loh!" ucap BI Sumi sembari melipat selimut Jian yang berantakan.
"Apah? mamah masak ?kesambet apa mamah masak? . Bertanya-tanya Jena dalam hati sembari bengong tak percaya.
Melihat Gadis Di hadapannya yang terdiam membuat BI Sumi gemas, BI Sumi lantas mencubit hidung Jena dengan cukup keras, yang membuat Jena sontak merasa kesakitan di buatnya.
"A-aduh bi! kenapa bibi mencubit hidung ku ?" tanya Jena sembari memegang hidungnya yang memerah.
"Makanya jangan bengong Seperti itu! ayo sekarang turun dan makan!.'
"Baiklah bibi turun duluan saja! nanti aku menyusul,aku mau mandi dulu!"
"Baiklah , jangan lama-lama ya nanti makanannya bisa keburu dingin!."
"Iya bi, Siap!" ucap Jian sigap sembari berdiri dari duduknya.
Melihat hal tersebut sontak membuat bi Sumi tersenyum lebar "hahah.... baiklah-baiklah ,bibi turun lebih dulu ya.?"
"Baik bi!" angguk Jena.
Setelah memastikan Jena sudah bangun, BI Sumi lantas pergi meninggalkan kamar Jian dan berjalan ke luar kamar. Saat sudah di luar kamar Jena. BI Sumi bergumam . "Untung tuan muda Jeno mengajari bibi cara menyubit kamu! kalo tidak bibi bakalan cubit pipi kamu yang imut itu hehe !" tawa bi sumi cukup keras. Yang membuat Pembantu yang lain ikut senang melihatnya.
"Setiap hari kepala pelayan selalu tertawa setelah keluar dari kamar nona jena !".gumam salah satu pelayan saat melihat Bi sumi yang tertawa di depan pintu kamar Jena.
"tentu saja! hanya nona Jena yang bisa membuat bi Sumi Sebahagia seperti itu !."
"Sudah -sudah cepet kerja, nanti kalo bi Sumi ke bawah kan bahaya!." ucap salah satu pelayan yang lain mengingatkan, karna pekerjaan yang Masih menumpuk.
"baik!".
_
Jena adalah anak yang ceria, iya sering membuat bi sumi kesal dari kecil sampai sekarang. karna iya ingin mendapatkan perhatian dari bi Sumi, karna kedua orangtuanya selalu sibuk bekerja dan berbisnis. tak heran Jena selalu berpura -pura tertidur lama agar bi Sumi sering membangunkan nya dengan kasih sayang ,tapi terkadang membuat nya sedikit kesal ,tapi kekesalan bi Sumi membuatnya sangat menyayangi Jena seperti anaknya sendiri
di sisi lain
ibu Jeno sedang duduk di kursinya menunggu ke datangan ibu Jena
"kemana jeng Marisa ini? kenapa lama sekali datangnya?" tanya ibu jeno yang bernama Rania.
Setelah ucapan tersebut, Tak selang beberapa lama ibu Jena yang bernama Marisa datang dan menyapa ibu Jeno yang bernama Rania.
"jeng maaf banget tadi macet banget di jalan! Maaf jadi membuatmu menunggu terlalu lama!." ucap Marisa merasa bersalah pada sahabatnya.
"Tenang aja jeng gak masalah kok! ayo duduk!" ucap Rania lembut pada sahabatnya.
"Apa jeng Rania sudah pesen makanan ?" tanya Marisa sembari duduk di kursinya, berhadapan dengan Rania.
__ADS_1
"Sudah jeng! pemesan yang seperti biasa kan?"
"iya! kalo begitu cepat beritahu bagai mana cara yang tepat menyatukan JenA dan jeno?" tanya Marisa tak sabar.
"gini jeng!.
Rania menjelaskan secara detail rencana yang di buatnya. Mendengar penjelasan Dari sahabatnya, raut wajah Marisa mulai Menyeringai dengan senyuman secara perlahan.
"Apa kamu setuju jeng dengan rencana ku ?." Tanya Rania mencoba memastikan.
"Iya- iya jeng! aku sangat setuju jeng! ide mu sangat bagus !" Setuju Marisa dengan kegirangan.
"Baiklah! Ayo bersulang!"ucap rania sembari mengambil air teh yang sudah tersedia di meja
"bersulang!" lanjut Marisa.
Ting!
di sisi lain
Jeno sedang duduk di ruang kerjanya sembari mengecek dokumen-dokumen penting miliknya. Seketika Raut wajahnya mulai berubah saat melihat Dokumen yang di pegang nya.
"Kenapa daptar keuangan mengurang drastis seperti ini? kemarin tidak sekecil ini?." kesal Jesen . Jesen lantas mengambil henponnya dan segera menelepon asisten pribadinya yang bernama galu
"galu! kenapa keuangan bisa berkurang secara drastis Seperti ini ?"bentak Jeno dengan kesal.
"Drastis seperti apa bos?" bingung galu dengan ucapan bosnya Tersebut.
"Kemarin 100% sekarang menjadi 99%! Kenapa bisa menurun?."
aduh segitu saja di permasalahkan !.bete galu dalam hati.
"baik bos nanti saya perbaiki!"
"cepat!"
"segitu saja di permasalahkan"!.ucap galu lagi dengan keras ,Tampa iya sadari Jeno belum mematikan teleponnya
"GAJIH MU KU POTONG !"Teriak Jeno dan langsung menutup teleponnya.
"Apa? bos..bos..Bos....maaf bos tadi hanya bercanda! bos JENO! bos! astaga bos di matiin lagi ! huhu bos ,gaji ku bos heheehikhik!" tangis galu tak mengeluarkan air mata.
"Awas saja dia beraninya mencaciku secara langsung !"kesal Jeno setelah telponnya Terputus.
Tak selang berapa lama ,tiba-tiba ada telepon masuk lag . Jeno yang mendengar hal tersebut dengan kesal langsung mengangkat teleponnya dan langsung berteriak. Karna iya pikir itu adalah galu asistennya .
"KENAPA KAU MENELEPON KU LAGI HAH?"BENTAK JENO DENGAN LANTANG
"LAKI-LAKI ANEH!" TERIAK JENA DAN LANGSUNG MEMATIKAN TELEPONNYA dengan kesal
mendengar suara Jena .Jenopun sangat kaget di buatnya.katna tak menyangka bahwa orang yang baru saja menelpon nya adalah Jena. Karna hal tersebut iya langsung memberitau Jena bahwa dia salah paham ,tapi percuma teleponnya sudah terputus."Jen...Jena ...hei !"teriak Jeno mencoba Memberi penjelasan "huh ada-ada saja! terserahlah nanti kalo dia mengadu! aku akan menjelaskan nya pada Tante Marisa yang sebenarnya!." lanjutnya lagi sembari mengecek dokumen-dokumen nya.
_
di sisilain
melihat Jena yang kembali dengan marah-marah membuat bi Sumi bingung di buatnya.
" Kenapa nona? nona sedang mencaci maki siapa? kelihatan nya sangat marah sekali?" tanya bi Sumi penasaran dengan tingkah Gadis di hadapannya.
"bibi tadi suruh aku meneleponnya untuk mengajaknya makan! Tapi LAKI-LAKI BRENGSEK ITU MALAH MEMBENTAKKU! PADAHAL AKU BELUM BICARA APA-APA!"marah Jena, dan langsung duduk di kursi nya.
"maksud nona tuan muda Jeno?"tanya bi Sumi memastikan.
"iya siapa lagi!" Angguknya dengan kesal.
"Emm, mungkin tuan muda sedang memikirkan masalah kerjaannya! Jadi nona jangan memikirkan hal negatif dulu pada tuan muda jeno !." jawab bi sumi mencoba menenangkan.
"tapi dia MEMBENTAKKU! biasanya aku yang duluan membentaknya! Aku tidak terima!."
"ya udah nanti nona bisa membentaknya lagi! sekarang nona makan dulu nanti keburu dingin loh makanannya.
"Baiklah! oh iya bi mamah kemana?"tanya Jena penasaran.
"nyonya katanya mau arisan non! .jawab bi Sumi sembari mengambil lauk pauk untuk Jena.
"oh, aku kira kemana!"
"sudah -sudah ayo cepat makan !".ucap BI Sumi sembari menyodorkan makanan ke arah Jena dengan senyum yang terukir jelas di bibirnya.
"makasih bi!" Ucap Jena dengan senang dan langsung makan makanan yang di siapkan bi su dengan lahap, yang membuat BI Sumi senang saat melihatnya.
Di sisi lain
"jeng ,apa kita harus memanggil mereka sekarang?.tanya Rania pada sahabatnya.
"lebih cepat lebih baik jeng!"jawab marisa antusias
"baiklah kita telepon anak kita masing -masing!" ucap Rania dengan antusias.
"oke!"
***
"ada apa mamah telepon?"tanya Jeno jutek sembari memeriksa dokumen yang berada di tangannya
"kamu datang ke restoran kesukaan mamah!" suruh Rania pada anak semata wayangnya.
"untuk apa? aku sedang sibuk!"jawab Jeno dingin.
__ADS_1
"jangan membantah! cepat kesini! mamah tunggu secepatnya !" ucap Rania tegas dan langsung menutup teleponnya
"mah? mah? ,ehhh kenapa sih semua wanita selalu menutup teleponnya mendadak? "semua wanita sangat aneh!" kesal Jeno dan langsung berdiri dari duduknya. Setelah berdiri dari duduknya Jeno segera membereskan barang-barang pentingnya ke dalam laci meja. Setelah merasa semuanya sudah beres, iya langsung bergegas pergi dari kantornya untuk menemui ibunya yang berada di restoran xxxx tempat favorit ibunya.
_
di waktu yang bersamaan
"ada apa mah?" tanya Jena sembari memakan eskrim yang ada di tangannya.
"kamu pergi ke tempat favorit mamah dan Tante Rania mamah tunggu!"ucap Marisa dengan cepat dan langsung menutup teleponnya.
"halo mah..mah..kok di tutup sih teleponnya?"kesal Jena pada ibunya.
"ada apa non ?" tanya bi Sumi ke bingungan saat melihat raut wajah Jena yang kembali murung.
"mamah menyuruhku ke tempat favoritnya aku harus segera kesana!aku pergi dulu ya bi !." ucap Jena sembari mencium tangan bi Sumi dan langsung pergi terburu-buru tpanpa membawa apapun.
"hati-hati di jalan non...!".teriak BI sumi dari kejauhan.
"iya.....
Restoran
Jeno sudah sampai di restoran xxxx. Yaitu tempat favorit ibunya. Setelah masuk ke dalam restoran tersebut iya langsung menyapa ibunya dan ibu Jena yang sedang duduk di kursi yang sering ibunya dan ibu Jena duduki.
"hallo Tante , mah!" Ucap Jeno cukup dingin.
"ayo duduk!" ucap Rania tak kalah dingin menatap anaknya.
"kenapa memanggilku kesini? mamah kan tau aku banyak kerjaan!" Ucap Jeno dengan kesal.
"kamu ini kerja Mulu! ini hari Minggu manfaat kan untuk bermain bersama teman - teman mu!"
"papah juga sering kerja dan mamah juga!." jawab Jeno sangat jutek
"eh!" Mendengar hal tersebut Rania tidak bisa berkata apa-apa. iya membeku kebingungan karna Ucapan anaknya yang tidak salah.
Karna suasana semakin canggung. Marisa lantas mengubah topik pembicaraan mereka
"Oh iya Jeno! kamu mau pesen minum apa?".tanya marisa pada laki-laki di hadapannya.
"gak usah Tante! makasih! lebih baik cepet bilang apa yang kalian mau bicarakan?"ucap Jeno dingin dan jutek.
"nanti "kita tunggu satu orang lagi!".ucap Rania dengan mencubit pelan tangan anaknya karna tidak sopan.
"Siapa?" bingung Jeno.
tiba-tiba Dari kejauhan Jena datang dan langsung menghampiri meja tersebut dan memanggil ibunya Tampa melihat sekitarnya.
"mah!"panggil Jena cukup keras.
"itu Jena....!" tunjuk Rania dengan antusias saat mendengar suara jena yang menggema.
Mendengar hal tersebut Jeno sangat kaget "Jian? Paniknya dan langsung berdiri dari duduknya "mah,Tante aku ke WC dulu ya!" Ucap Jeno panik.
"kamu kenapa Jeno? Kenapa kelihatan panik seperti itu ?" tanya Marisa hawatih, karna melihat jeno seperti ketakutan.
"aku hanya ingin buang air kecil Tante!"
"ya sudah pergilah!"ucap Marisa mengijinkan.
Karna telah mendapatkan ijin Jeno langsung menatap sekitar berniat untuk kabur. tapi saat Jena melihat Jeno yang akan pergi. iya langsung berlari menghampiri jeno dan segera memegang tangannya Jeno dengan sangat erat ,hal itu membuat Jeno kaget dan memberontak "cepat lepaskan!" berontak Jeno
"tidak,tidak akan ku lepaskan! enak saja!"ucap Jena sembari terus memegang tangan jeno erat. Melihat tingkah jena dan jeno semua orang merasa heran di buatnya.
"kenapa mereka? kenapa ribut sekali!"ucap para pengunjung restoran yang sedang makan makanan mereka .
"KALIAN INI KENAPA?"cepat berhenti !".bentak Rania pada dua anak muda di hadapannya.
"Jena lepaskan Jeno! Jeno mau ke toilet!" lanjut marisa pada anaknya.
"Gak mah!"Tante....Tante ...Jeno tadi MEMBENTAKKU, padahal aku hanya meneleponnya dan mengajaknya makan bersama !"ucap Jena sembari memasang wajah sedih di hadapan Rania.
Mendengar hal itu rania sangat marah. iya lalu menjewer telinga anaknya dengan keras yang membuatnya langsung merintih kesakitan
"DASAR ANAK KURANG AJAR! MAMAH KAN sudah BILANG JAnGAN PERNAH NYAKITIN JENA! ,DIA ITU MANTU KESAYANGAN MAMAH ,BLA....BLA..BLA.!".ceramah ibu JENO sembari menjewer TELINGA JENO dengan keras.
"iya-iya maaf !ampun..!aku gak akan ngulangin lagi!!"rintih JENO kesakitan
Melihat hal itu Jena sangat puas melihatnya.
"Hahahahah Rasakan itu! siapa suruh membentak Ku!." Tawa Jena pelan.
Karna jarak Jena dan ibunya sangat dekat .ucapan Jena tentunya terdengar oleh ibunya. Marisapun langsung di jewer telinga anaknya sama seperti Jeno. Hal itu membuat Jena merintih kesakitan.
"Aaaa...mamah lepaskan! kenapa tiba-tiba aku di jewer juga? Jeno yang salah bukan aku !"
"biar seimbang !."ucap ibu Jena dingin dan terus menjewer telinga anaknya
"AA ampun !"teriak Jian kesakitan
Ang Membuat jeno mendadak tersenyum di buatnya.
"hahah rasakan itu!" ucapnya dalam hati
" Bisa-bisa nya kau masih tersenyum!" marah Marisa dan langsung memperkeras cubitanya
"ah ampun - ampun mah !
__ADS_1
"AMPUNNNN........