
Melihat Gani dan asistennya telah pergi, Maya langsung Menghampiri Jena dan duduk di sebelahnya.
"Kamu tidak apa-apakan Jena?" Tanya Maya khawatir.
"Tidak! Aku tidak apa-apa Maya. Aku hanya bingung gimana kalau laki-laki yang belum datang itu, juga tidak cocok dengan ku? Aku tidak mau kalah Taruhan dengan Jeno!" Cemberut Jena dengan kesal
Mendengar jawab sahabat nya itu, seketika maya mengepal tangannya, sembari menatap sahabatnya itu dengan tajam "Dasar kau ini! aku pikir kamu ketakutan karena tadi !" Ucap Maya, sembari menyentil hidung Jena yang mungil.
" Mana mungkin! Aku lebih takut kalau Jeno yang memenangkan Taruhannya! Aku gak terima, Jika itu semuanya terjadi!" Jawabnya kesal.
"Ya sudah! Semoga yang kali ini cocok dengan mu, Ya? dia adalah..."
"Sudahlah, tidak perlu memberitahuku! nanti juga tau!" Potong Jena, dengan raut wajah yang terlihat masih kesal.
"Terserah kamu saja!" Angguk Maya dengan pasrah.
Disisilain
Jeno dan galu sedang berada di sebuah restoran yang mewah. Yang tak jauh dari restoran yang Jena dan Maya datangi.
"Bos! Apa bos sudah siap?" Tanya galu.
" Jangan banyak bicara! cepat Jelaskan Wanita pertama yang akan menemui ku? tanya Jeno dengan datarnya.
" Baiklah! Wanita pertama Yang Akan datang ini, Bernama nona Kiki! Iya seorang anak konglomerat Yang terpandang di Negara xxxxx, Iya juga memiliki Hobi yang cukup aneh. yaitu, hobi berbelanja dan shoping! tapi iya juga jago dalam bisnis -bisnis yang menyangkut investor - investor besar! Iya bahkan Sangat Di percaya oleh orang Tuanya untuk mengelola bisnis Keluarga! Nona Kiki adalah anak tunggal dan iya juga sedikit jutek, seperti bos!" keceplosan galu.
mendengar ucapan Galu di akhir, Jeno menatapnya Tajam "Apa kau bilang ?"
"Ti-tidak bos tidak hehe !"
"Hmm, Cukup menarik !"
"Tapi bos! Nona kiki itu tukang shoping dan tukang Menghamburkan uang, bos! Tidak seperti nona Jena !"
"Sekali lagi kau bilang Jena di hadapan ku ,ku hajar kau!" Ancam Jeno kesal.
"A-ampun bos! saya gak akan ulangi lagi!"
"lupakan itu! berapa lama lagi dia datang ?" Tanya Jeno mengalihkan pembicaraan.
"Maksud bos, nona Kiki? dua menit lagi juga datang, Bos!"
"Kalau begitu cepat pergi dari sini! Jika ingin mengawasi, Awasi saja dari jauh bersama Bodyguard sewaan mu itu !" Suruh Jeno sembari menopang dagunya.
"Baik bos ,laksanakan!" ucap galu dan langsung bersembunyi bersama Bodyguard sewaannya di pojok Restoran.
***
Tak Selang lama, Seorang wanita datang bersamaan dengan asisten yang terlihat culun, Berbanding terbalik dengan wanita di sampingnya, yang terlihat elegan dan Juga angkuh. Mereka berdua Berjalan menghampiri Jeno yang sedang duduk di kursinya. Tanpa basa-basi, salah satu wanita yang Terlihat angkuh itu langsung duduk Di hadapan Jeno tanpa di minta dan asistennya berdiri dengan tegak sembari menunduk dengan Tangan yang terlihat gemetar.
"Hai sayang!" Sapa wanita tersebut, yang tak lain adalah Kiki. Wanita yang di bicarakan oleh Asistennya.
"Hello nona Kiki! Apa kamu ingin makan ?" Tanya Jeno dengan sepontan, Karena ingin menyelesaikan semuanya dengan segera.
"Akh Tidak-tidak! Aku kebetulan sedang diet! kamu bisa pesankan aku minuman saja!" Ucap Kiki dengan raut wajah menggodanya.
"Baiklah, Jika itu mau mu!" Angguk Jeno dan langsung menepuk kedua tangannya Tiga ketukan. Tak selang lama, pelayan datang membawa makanan Serta minuman. " Silahkan tuan makanannya!" ucap sang pelayan dengan senyumnya yang riang. Yang membuat Kiki langsung menatap sinis ke arah pelayan tersebut.
"Tidak! Bawa kembali makanannya dan Simpan minumannya saja !" Suruh Jeno datar.
"Baik tuan !" Angguk pelayan tersebut, sembari menaruh minuman yang di bawanya dan langsung pergi.
Setelah pelayan tersebut pergi, Jeno menatap wanita di hadapannya itu "Silahkan nona kiki!" ucap Jeno dengan tatapan datarnya.
"Baik!" ucap Kiki dengan Senyum puasnya.
Setelah Melihat Kiki mengambil minumannya. Galu lantas menatap pelayan Laki-laki di sampingnya yang sudah membawa banyak piring kotor di sebuah nampan "cepat rencana kedua !" Suruh galu, pada pelayan tersebut.
Setelah di beri perintah oleh Galu, Pelayan laki-laki itu lantas menganggukkan kepalanya. iya lantas segera pergi menuju meja Jeno sembari membawa piring kotor di nampan yang di Bawa nya. Setelah iya berada di dekat meja milik Jeno, pelayan laki-laki itu lantas melakukan aksinya, dengan sengaja menyenggol pundak Kiki. Hall itu membuat teh milik Kiki tumpah dan mengenai baju mahalnya "Akh..baju MAHAL KU! kenapa kamu ini hah?" Teriaknya dengan kesal.
"Ma-maaf nona! saya tidak sengaja !"
"eh, ya sudah pergilah!"suruh Kiki dengan muka cemberut.
"Terimakasih nona !"ucap pelayan dan langsung pergi.
__ADS_1
Melihat perilaku Kiki pada pelayan tersebut, membuat Jeno cukup terkejut "dia ternyata lumayan baik !" pikirnya.
"HEH KAU!"
Tiba-tiba,Kiki Membentak wanita di sampingnya yang sedari tadi berdiri dengan gemetar. wanita itu lantas menghampiri majikannya dengan perasaan ragu.
"Sa-saya nona?" tanya asistennya memastikan.
"YA IYA Lah! SIAPA LAGI hah? CEPAT BERSIHKAN BAJUKU yang kotor ini! KALAU TIDAK GAJIH MU KU POTONG LAGI! Serta Ku usut ibumu itu dari rumah ku!" Bentak Nya, pada wanita di sampingnya.
Mendengar teriakan Kiki, membuat Galu dan Bodyguard nya kaget "wah-wah -wah ! nona Kiki ternyata sangat mirip seperti bos! kalo marah harus potong gajih Segala! Ternyata mereka memang cocok!" ucap galu sembari mengintip.
Setelah Mendengar perintah dari majikannya, Wanita itu lantas mengangguk "Ba-baik nona ! Angguk asistennya dengan gemetar. Wanita tersebut lantas mengambil tisu yang ada di Tas nya dan menggosok -gosok baju Kiki dengan sedikit keras, hal itu membuat Kiki semakin marah di buatnya.
"Dasar asisten tidak berguna! kalau begini baju MAHAL KU akan semakin rusak !" Bentaknya dan langsung mendorong Wanita tersebut dengan keras.
"Ma-maaf nona!" Ucap wanita tersebut semakin gemetar.
"Maaf- maaf! dasar wanita murahan ,plak!" marah Kiki dan langsung menampar asistennya dengan sekuat tenaga, yang membuat Wanita tersebut merintih kesakitan
"Ma-maaf nona!" takut sang asisten sembari menangis sesenggukan.
"Wah ternyata wanita itu lebih parah!" kaget galu, saat melihat tingkah Kiki yang kurang ajar pada Asistennya.
Melihat perilaku Kiki yang semena-mena, membuat Jeno sangat marah. Iya lantas menggenggam tangan Kiki dan menatapnya dengan tajam "HENTIKAN!" bentak Jeno dengan kesal.
"kenapa kamu membelanya?" kesal kiki, sembari menepis tangan Jeno.
"Aku tidak suka ada yang berbuat keributan di hadapanku! jika mau di luar saja !" bentak Jeno semakin lantang.
"Baiklah Jika itu mau mu!" angguk Kiki, kemudian menatap asistennya "Cepat kau pergi dari sini! aku akan menghajar mu nanti saat pulang!" Bentak Kiki pada asistennya.
"Ba-baik nona !" gemetar sang asisten dan langsung pergi sembari berlari keluar.
"ckckck, jadi begini ya rasanya mempertemukan laki-laki dan wanita pemarah !" Ucap Galu cukup keras.
"Iya bos! ternyata sangat seram !" ucap salah satu Bodyguard yang sedang berdiri di belakangnya.
"lebih baik nona Jena kan? dari pada nona Kiki ini?" Tanya Galu pada Bodyguard nya
"Jeno sudah dibutakan dengan gengsinya!" ucap Galu prihatin, pada bosnya itu.
karena kejadian Tersebut Kiki dan jeno saling membisu. Mereka berdua tak berbicara sepatah katapun yang membuat Kiki bosan dan menghela nafasnya. Tak selang lama, tiba-tiba wanita tersebut berdiri dari duduknya. Tanpa basa-basi Iya kemudian duduk di sebelah Jeno dan langsung memeluknya dengan erat.
Melihat kelakuan Kiki yang Tak Ragu, Membuat Jeno tidak bergerak sedikitpun. iya hanya menatap wanita tersebut dengan datar dan Tajam, Namun tak membuat Kiki takut, malah membuatnya semakin tertantang.
"kau sangat tampan! lebih tampan dari yang ada di Poto itu!" goda Kiki sembari memegang dagu Jeno dengan tatapan yang terlihat menggoda.
"Mungkin ini taktik yang iya miliki untuk menarik investor-investor besar ? Ternyata hanya wanita murahan !" pikir jeno, dengan sinis.
Melihat Jeno yang hanya diam, Membuat Kiki sangat kesal Di buatnya. Iya lantas mencoba mendekati wajah Jeno dan mencoba menciumnya.
Dengan hati yang penuh kelicikan, Kiki melingkarkan tangannya di leher Jeno dan mulai mendekati wajah Jeno lebih dekat.
"setelah ini ,kamu pasti akan takluk padaku Jeno tampan !" Gumamnya Sembari terus mendekatkan bibirnya ke bibir milik Jeno.
Melihat perilaku Kiki yang agresif, membuat Galu kaget "itu bos mau diapain? Panik galu.
Saat bibir mereka sudah sangat dekat, Jeno langsung menepis wajahnya, sehingga yang di cium Kiki adalah pipinya. Melihat Jeno yang menghindar, membuat Kiki sangat kesal "kenapa kamu menghindar?"
"Sepertinya pembicaraan kita sudah selesai! Sekarang kamu boleh pergi!" Jawab Jeno datar, sembari memalingkan wajahnya.
"APAH? tapi kita bahkan belum mengobrol!'
"Saya sudah memutuskannya! nanti Saya akan hubungi nona Kiki lagi !" jawabnya semakin datar.
"Sepertinya dia sudah suka padaku! heh siapa sih yang tidak mau bersamaku?".Sombong Kiki dalam hati. "Baiklah! kalau begitu aku pergi dulu Ya? Aku akan menunggu kabar dari mu! Selamat tinggal sayang!" ucap Kiki dan langsung pergi meninggalkan Jeno yang terlihat sangat jijik dengan pipinya yang di cium Kiki.
Setelah melihat wanita tersebut pergi Jauh, Jeno langsung mengambil tisu miliknya dan mengusap pipinya dengan keras "Dasar wanita murahan !" ucap nya dengan lantang.
"Huh syukurlah bos tidak terpengaruh! Jijik sekali aku melihat wanita itu!" ucap galu, saat melihat perilaku Jeno pada Kiki.
Setelah melihat Kiki pergi, Galu langsung menghampiri bosnya itu dan duduk di sebelahnya "Bagaimana bos dengan wanita tadi?" Tanya Galu memastikan.
"Tidak! dia hanya wanita murahan !" jawabnya kesal.
__ADS_1
"Baik bos! pilihan bos tepat sekali!" Senang galu.
"Siapa lagi, cepat?"
" Wanita Yang kedua ini namanya Pani. Iya anak konglomerat juga Bos! Iya juga wanita yang sangat penyayang pada hewan! Dia paling suka dengan anjing bos! Iya bahkan sangat suka mengikuti acara -acara amal dan tentunya iya sangat pintar berbisnis!" ucap Galu dengan antusias nya.
"Kapan iya datang?"
"Sudah di depan bos!" jawab galu sembari melihat Handphone miliknya.
***
"Hello, nama ku pani!" ucap wanita tersebut, sembari mengulurkan Tangannya ke arah Jeno.
"Iya! kenapa kamu sendiri ke sini? Memangnya kamu Tidak Takut?" tanya Jeno bingung.
"A-asisten saya sedang sakit! jadi saya tidak tega menyuruhnya menemani saya !"
"kamu ternyata sangat baik !" puji Jeno, saat mendengar jawaban wanita di hadapannya.
"Te-terimakasih!" Senyumnya dengan gugup.
Melihat perilaku wanita di hadapannya cukup aneh membuat Jeno semakin kebingungan "kenapa kamu kelihatan gugup? apa ada masalah? jika ada masalah, ceritakan saja?"
"Ti-tidak tuan! tidak ada masalah!"
"Oke...apa kamu ingin makan sesuatu?"
"Tidak tuan! saya minum saja !"
"Baiklah!"
Jeno mengangguk. Iya kemudian memanggil pelayan dengan menepuk tangannya beberapa kali. Tak selang lama pelayan datang dan langsung menyajikan dua cangkir teh di atas meja.
"Silahkan di minum !" suruh Jeno pada wanita di hadapannya.
"Ba-baik !" gemetarnya sembari meminum tehnya.
"kenapa kamu sangat ketakutan seperti itu? apa Ada suatu yang kamu sembunyikan dari ku?" tanya Jeno mulai curiga, dengan tingkah wa Uta di hadapannya.
"Ti-tidak! tidak ada tuan!".elaknya sembari menyimpan teh nya kembali ke atas meja.
"Ada apa ini? kelakuan wanita ini sedikit sangat aneh dan juga wajahnya seperti tidak mirip di Poto ini?" bingung galu sembari melihat Poto wanita di tangannya.
"Cepat rencana b!"suruh galu pada seorang pelayan di sampingnya.
Seperti rencana sebelumnya, pelayan tersebut menghampiri meja dan menjatuhkan teh milik pani hingga tumpah ke baju miliknya. Namun pada saat teh tersebut tumpah, pani yang malah meminta maaf Pada pelayan Tersebut "ma-maaf saya tidak sengaja ! Saya menaruh Gelasnya terlalu ke pinggir! " ucap pani gugup.
"Tidak nona! ini salah saya, harusnya saya yang minta maaf pada nona!" ucap si pelayan tersebut, dengan raut wajah kebingungan.
"Ti-tidak usah minta maaf! saya yang salah tuan, saya yang bersihkan semuanya!" ucap pani dan langsung memberikan semuanya dengan sangat telaten, seperti sudah berpengalaman.
melihat tingkah Pani, membuat jeno semakin yakin ada yang tidak beres. Iya lantas meraih tangan pani dan menggenggamnya dengan sangat erat.
"CUKUP! CEPAT BILANG KAMU SIAPA? Kau bukan Pani yang asli? lalu siapa kau? cepat jawab!" bentak Jeno dengan lantang.
mendengar ucapan Jeno, pani sangat ketakutan di buatnya. Iya sepontan membungkuk dan meminta maaf pada Jeno sembari menangis tersedu-sedu.
"Maaf kan saya tuan! saya terpaksa melakukan ini. Saya di suruh oleh majikan saya untuk menggantikan nona pani ,karena semalam nona pani kabur dari rumah bersama kekasihnya !" ucap pani palsu, dengan terisak.
"Sudah ku duga! cepatlah pergi dari sini,aku tidak mau melihat mu lagi di hadapanku !" bentak Jeno dengan amarah yang mulai menggelegak.
"Ba-baik tua ! sekali lagi saya minta maaf!" ucap nya dan langsung pergi.
"Loh-loh? kenapa dia pergi cepat sekali? memangnya mereka berbicara apa?"bingung galu.
"Mana saya tau bos?" ucap salah satu Bodyguard.
"aku tidak tanya pada kalian!" jawab Galu sinis.
"Cih, bos kita mulai menjadi seperti bos Jeno !" bisik para Bodyguard.
"APA KAU BILANG?" marah galu.
"Tidak bos tidak heheh.."! elak mereka dengan cengengesan.
__ADS_1