
Mobil melaju menjauhi panti asuhan dengan sangat cepat ,meliaht itu Bu Yuni merasa kehilangan sesuatu yang iya sayang
Tampa iya sadari tiba-tiba matanya meneteskan air mata "emm kenapa aku malah menangis nanti juga aku bertemu kembali dengan nona Jian itu ,emmm aku merasa aku sudah sangat menyayanginya !"sudahlah mending aku masuk !"ucap Bu Yuni dan lansung masuk kedalam Panti
*********
Disisilain di mobil Jiwon ,Jiwon sedang mengemudikan mobilnya dengan raut wajah yang kesal karna Jian pergi bersama dengan Kevin"sial gadis itu sudah mulai melupakanku ,padahal dari kecil dia sangat dekat denganku dan tidak pernah ingin jauh denganku walaupun kita sering bertengkar. tapi sekarang dia sudah berubah . ehh semua salah Kevin ,awas kau!" celetuk jiwon dalam hatinya
melihat Jiwon yang pokus mengebudi Tampa meliriknya sekalipun membuat nina kesal"sial pasti Jiwon sedang memikirkan Jian ,aku tidak boleh membiarkannya!".
"Jiwon !" panggil Nina dengan suara yang lantang
"hmm adaapa?" tanya Jiwon dengan dingin
"lihat ada badut jalanan ,dia sangat lucukan!" ucap Nina sembari menunjuk kearah sang badut panda yang sedang menari
"Nina apa kamu tidak lihat aku sedang mengemudi?"tolong jangan ganggu aku dulu!" jawab Jiwon dengan dingin
mendengar hal itu membuat Nina kesal ,tapi iya menahannya"baiklah maafkan aku !"ucap Nina sembari duduk kembali dengan tenang menghadap jendela"sial ini gara-gara Jian ,dia memang gadis brengsek!"ucap Nina lagi dalam hati
********
di waktu yang sama di mobil Kevin
"wah Kevin ada badut panda di ujung jalan"dia sangat lucu!"terkesan Jian
"heheheh...jadi kamu suka dengan boneka panda Jian?'tanya Kevin sembari pokus mengemudi
"aku sangat suka boneka panda Kevin!" ucap Jian antusias "aku suka bahkan Jiwon menjulukiku dengan nama panda!" lanjut Jian lagi dalam hati
"hmmm jadi begitu ya!" angguk Kevin
Disisilain BUTIK MARYAGU
"jeng kenapa mereka sangat lama ,apa mereka lupa dengan janji mereka pada kita?"tanya Rania cemas
__ADS_1
"Tenang jeng ,tadi pagi aku sudah memberi pesan pada Jian ,kata Jian dia akan kesini ,jadi jeng tenang saja kita percayakan semuanya pada mereka saya yakin anak kita itu pemegang janji !" ucap Marisa menenangkan Rania
"baik jeng aku percaya padamu dan juga rencana kita ini harus berhasil kali ini jika tidak....
"itu sudah pasti jeng ,kita pasti bisa menyatukan Jian dan Jiwon ,pasti!" potong marisa
********
Tak berapa lama mobil Kevin dan jiwon sudah sampai di depan butik .mereka langsung turun dari mobil dan langsung masuk kedalam buti ,saat masuk mereka berempat di sambut oleh pelayang butik dan disambut juga oleh Marisa dan Rania dengan senyuman
"selamat datang nona,tuan!" ucap para pelayan butik sembari membungkuk
"Jian,Nina,Kevin dan jiwon ayo duduk disini!"teriak Rania yang sudah terlebih dahulu duduk bersama Marisa di kursi tamu VVIP
Jian dan yang lainnya langsung duduk di kursi itu dengan cepat tanpa melawan sedikitpun
melihat itu Rania Dan Marisa sangat senang ,"kali ini harus berhasil!"ucap mereka berdua kompak walaupun berbicara dalam hati
"baiklah kalian pasti lelah ,ini mamah udah siapkan minuman untuk kalian!" ucap Marisa dengan lembut
"baik!" ucap mereka barengan dan langsung meminum minuman itu dan setelah meminumnya langsung menyimpannya kembali .tak berapa lama tiba-tiba dua perancang butik datang yang satu laki-laki dan yang satunya perempuan
"emm baik!" jawab Jian dan Nina kompak lalu langsung mengikuti perancang perempuan Tampa berbicara basa-basi
"dan yang laki-laki ayo ikut saya ,saya akan mengukur baju kalian nanti !" lanjut perancang baju laki-laki
"baik!" ucap jiwon dan kEvin lalu mengikuti si perancang laki-laki itu.
melihat mereka yang sudah pergi membuat Marisa dan Rania senang
"jeng selangkah lagi pasti kita bisa menyatukan mereka ,aku sangat tidak sabar menunggu Jiwon menjadi menantuku!"bahagia Marisa tak karuan
"aku juga senang jeng ,setelah ini kita harus merencanakan rencana kedua !"
"iya kita harus bisa jangan ada celah sedikitpun untuk kekalahan !"
__ADS_1
"iya pasti bisa!"
Tersenyum Rania dan Marisa dengan percaya diri
Saat sedang asik mengobrol tiba-tiba dua laki-laki masuk ke dalam butik dan langsung berjalan menghampiri Rania dan Marisa tiba-tiba salah satunya berteriak dengan kencang "sayang.....!"teriak seorang laki-laki sembari berlari menuju arah Marisa yaitu ibu Jian
mendenagr seseorang memangilnya membuat Marisa kaget Marisa pun langsung menoleh , alangkah terkejutnya iya saat melihat suaminya datang. iya lantas sangat senang dan langsung berlari juga menghampiri suaminya "ahhh...sayang ku...!" teriak Marisa kegirangan .merekapun saling berpelukan karna saking rindunya
"huhuhu.....sayang aku sangat merindukanmu..."saat dinas di luar kota aku terus memimpikanmu ... aku di sanana teringat malam pertama kita !"rengek suami Marisa yaitu ayah dari Jian
mendengar ucapan suaminya yang ceplas-ceplos membuat Marisa geram iya lantas mencubitnya ,karna cubitan Marisa ayah Jian langsung mengubah pembicaraan mereka
"ehh sayang aku sangat-sangat rindu hehe....!"
"heheh....sayang aku juga rindu!" rengek Marisa juga
"sayanggg......!" Rengek suami istri itu dengan kompak sembari berpelukan melepas rindu
melihat kemesraan Marisa dan suaminya membuat Rania tersenyum bahagia dan juga ingin tertawa , tiba-tiba saat sedang asik melihat kemesraan temannya bersama suaminya ada seseorang yang menyodorkan setangkai bunga mawar ,melihat itu Rania langsung menoleh. alangkah terkejutnya iya melihat suaminya itu "sayang?" ucap Rania tak percaya
"emm...maafkan aku karna sibuk kerja!"ini bunga untukmu dan juga maafkan aku tidak bisa seromantis temanku itu!" ucap suami Rania sembari mengeruk kepalanya yang tidak gatal ,mendengar ucapan suaminya itu membuat Rania tersenyum tiba-tiba Rania memeluk suaminya dengan sangat erat"tidak apa-apa,dengan hal ini saja aku sudah amat senang,terimakasih sayang!" ucap Rania dengan manja
melihat tingkah istrinya itu membuat ayah Jiwon sangat bahagia iya lantas memeluk kembali Rania dengan erat "terimakasih sayang!"
Dengan kejadian ini semua pengunjung dan pengurus butik terdiam membeku melihat kemesraan para suami istri yang sedang berpelukan dengan erat seperti sejoli yang baru berpacaran .mereka merasa iri dengan kemesraan mereka berempat."astaga mereka sangat romantis aku jadi iri ,bahkan aku belum menikah hehe!"
"aku kalah dengan orang dewasa hehehe...!"ucap mereka dengan pelan
tiba-tiba Jian dan yang lainnya keluar dari dalam ruang jahit gaun pengantin , alangkah terkejutnya iya melihat orang tuanya yang bermesraan
"wahhh sangat romantis!" ucap Jian dengan keras Tampa iya sadari
mendengar suara Jian para suami istri itu langsung melepaskan pelukan mereka dengan malu -malu.
"anak-anak kalian?"
__ADS_1
BERSAMBUNG.........
jangan lupa like ,komen,favorit dan vote ☜ (↼_↼)