
Setelah keluar dari Rumah sakit, dengan Menggendong Jena di Tangannya. Jeno langsung mendudukkan Jena di Kursi mobil bagian depan dekatnya. Setelah Memastikan Jena sudah aman, Jeno lantas masuk ke dalam mobilnya dengan segera.
Tak selang lama, Jeno kemudian Mengemudikan mobilnya Sembari sesekali melirik Jena yang terlihat masih kesal padanya. Melihat Jeno yang terus meliriknya, membuat Jena merasa risih di buatnya. Dengan menahan kekesalannya, Iya lantas menegur Jeno dengan suara yang cukup keras "Kamu Jangan Memandangiku terus! Fokus saja menyetir nya! Jika Aku terluka lagi, aku tidak akan memaafkan mu kali ini!" suruh Jena dengan kesal.
"Iya-iya! aku minta maaf! Sekarang kamu ingin langsung pulang atau mau kemana dulu?" tanya Jeno sembari fokus menyetir.
"Hantarkan saja aku ke rumah Maya!" Suruh Jena dengan datar.
"Memang nya Maya sudah pulang dari Negara xxxx?" dan Buat apa kamu pergi ke sana ?" Tanya Jeno begitu penasaran.
"Buat apa lagi? Tentu saja untuk mengalahkan mu! kita berduakan sedang taruhan! Aku harus mencari pasanganku dengan bantuan Maya, karena dia sahabatku sekaligus orang kepercayaan ku! begitu saja tanya!" Kesal Jena, atas pertanyaan laki-laki di samping nya.
Mendengar Jawa Jena, Jeno tersenyum di buatnya "Huh , menurutku kamu tidak akan bisa mendapatkan laki-laki yang mau menikahi mu dengan cepat! karena kamu hanya wanita cerewet! mana mungkin ada laki-laki yang suka dengan wanita cerewet seperti kamu?" Ucap Jeno mengejek.
"lagian aku tidak butuh pendapat dari mu wee!" Ucap Jena sinis, sembari menjulurkan lidahnya, yang membuat Jeno merasa kesal di buatnya.
"Kau?"Kesal Jeno.
"Jeno! kamu sangat pemarah!" sindir Jena lagi.
"Terserah aku saja, huh!" Marah Jeno dengan sinis.
"Dasar, laki-laki aneh!" ucap Jena dalam hati.
Beberapa menit kemudian
Mobil Jeno berhenti di sebuah gerbang rumah yang cukup besar, yaitu Rumah milik Maya, Teman baik Jena "Sudah sampai,cepat turun!" Suruh Jeno dengan dingin sedingin es batu.
"Iya-iya! Dasar laki-laki cerewet!" ucap Jena sembari keluar dari mobil Tersebut.
"Apa kau mau aku jemput lagi?" tanya Jeno dari dalam mobil.
"Kenapa kamu tiba-tiba baik padaku?" Tanya Jena penuh curiga.
"Ya sudah kalau tidak mau,huh.!"ucap Jeno dengan sinis dan langsung melajukan mobilnya dengan kencang Tanpa menjawab pertanyaan yang Jena lontarkan. Melihat Jeno yang meninggalkannya dan tidak menjawab pertanyaannya membuat Jena marah di buatnya.
" Dasar laki-laki Brengsek..!"
Di sisilain
"Bi! Apa bibi mendengar seseorang berteriak ?" Tanya seorang wanita, bernama Maya ke pembantunya, yang sedang menyiapkan makanan di atas meja.
"Iya nona! saya juga mendengarnya! Sepertinya suaranya terdengar dari luar nona!" Jawab pembantunya, dengan tangan yang terus merapikan makanan yang ada di meja.
"Baiklah kalau begitu saya akan cek dulu!" ucap Maya dan langsung berdiri dari duduknya kemudian berjalan pergi menuju Depan rumahnya.
***
Tak selang lama, terlihat Maya keluar dari dalam rumahnya, berniat mencari keberadaan suara yang di dengarnya itu.
"Brengsek.!" teriak Jena lagi,
dari luar gerbang.
Mendengar suara tersebut, Maya menatap ke arah sumber suara yang berada di luar gerbang rumahnya. "Suaranya dari balik gerbang?"
"BRENGSEK KAMU JENO!" Teriak Jena lagi semakin keras.
"Suara ini seperti ku kenal! seperti suara Jena?"
Karena penasaran, Maya lantas segera berjalan menuju gerbang rumahnya. Setelah sampai di depan gerbang Rumahnya, Iya lantas membuka gerbang rumahnya tersebut. Saat gerbang terbuka, alangkah terkejutnya iya melihat jidat Jena yang di perban dan terdapat bekas darah di bajunya Jena yang tak sedikit. Yang tentunya membuat Maya shock saat melihatnya "Jena, kamu kenapa?" panik Maya sembari menghampiri sahabatnya tersebut.
Mendengar suara sahabatnya dari belakang, Jena lantas membalikkan badannya ke arah Maya. Yang sedang berdiri tepat di belakangnya, dengan raut wajah yang terlihat khawatir.
"Akh...maya?" Teriak Jena dan langsung melompat dan memeluk Maya dengan erat.
__ADS_1
"Maya! Aku kangen sekali padamu!" ucap Jena kegirangan, sampai melupakan tentang kekesalannya pada Jeno.
"Iya-iya! Aku tau, tapi kenapa kepalamu di perban dan banyak bekas darah di bajumu?" Tanya Maya, begitu penasaran.
"Akh ini ? Nanti aku ceritakan di dalam saja ya? Sembari aku pinjam baju mu! pakaianku sangat amis karena darah ini! Aku gak kuat menciumnya!"
"Baiklah,ayo masuk!"
***
Setelah masuk ke dalam rumah Maya dan membersihkan badannya yang terkena darah. Jena lantas meminjam baju milik Maya, karena baju Milik nya kotor karena di penuhi oleh darah. Setelah semuanya selesai, jena dan Maya lalu duduk di Ranjang Milik Maya Sembari Menceritakan kejadian yang menimpa dirinya, dengan sangat detail
Maya yang mendengar cerita Jena, lantas mengangguk mengerti "Oh jadi begitu! lalu bagaimana keadaanmu sekarang? Apa lukanya masih terasa sakit?" tanya Maya khawatir, dengan keadaan sahabatnya.
"Aku tidak apa-apa! Aku kan Jena! wanita paling kuat sepanjang masa..hahahah!" elak Jena sembari tertawa keras.
"Syukurlah kalau begitu! lalu kamu kesini mau apa?" tanya Maya Begitu penasaran.
"Iya! hampir saja aku lupa! Jadi begini...!"
Jena mencoba menjelaskan secara detail, tentang perjodohannya dengan Jeno dan syarat - syarat yang di berikan ibunya dan Tante Rania, untuk menolak perjodohan nya dengan Jeno. Mendengar Ucapan dari sahabatnya tersebut Maya sangat kaget saat mendengar nya "Jadi maksud kamu, Aku harus membantumu mencarikan calon suami untukmu?" tanya Maya memastikan.
"Iya...jadi kamu harus bantu aku !" Angguk Jena.
"Tapi, Kenapa kamu tidak terima Jeno saja? Kurasa dia cocok dengan mu!" saran Maya pada sahabatnya itu.
"Tidak! kamu kan tau sifatnya seperti apa? aku tidak suka dia!" tolak Jena dengan sepontan.
"Huh, terserah kamu saja !" pasrah Maya, dengan keputusan sahabatnya tersebut.
"Jadi, Apa kamu mau kan membantuku maya?" Tanya Jena mencoba memastikan.
"Iya! aku akan membantumu! Tunggu dulu, aku bawa laptop ku dulu!" Ucap Maya, dan langsung beranjak dari ranjang untuk mengambil laptopnya yang iya simpan di meja belajarnya, kemudian kembali Duduk di ranjang bersebelahan dengan Jena.
"lihat saja!"
"...."
Jena dengan tekun melihat Maya yang sibuk memasukkan indentitas nya di situs web dan juga memasang fotonya yang menawan menggunakan baju putih di web tersebut.
Melihat perbuatan sahabatnya tersebut membuat Jena merasa keheranan dan juga merasa Ragu saat melihatnya "Untuk apa itu Maya? Jangan berbuat aneh-aneh!" Ucap Jena sedikit gelisah.
"Ini adalah forum yang sangat berguna! Forum ini bisa di jadikan tempat untuk mencari jodoh atau pasangan yang sama seperti selera mu! Forum ini juga bukan forum sembarangan. Ini forum yang di khususkan untuk para tuan muda kaya raya yang sulit mendapat pasangan! Jadi, jika ada yang tertarik dengan kamu, mereka akan langsung menghubungi kamu melalui Chat!" jawab Maya sembari tekun memainkan laptop miliknya.
"Wah! kamu memang pintar Maya!" puji Jena, dengan ide cemerlang sahabatnya tersebut.
"Tentu saja! Siapa dulu dong? Maya!" Ucap Maya dengan angkuhnya.
"Lalu kapan ada yang menghubungiku?" tanya jena tak sabar.
"Yang sabar dong jena! nanti juga ada!"
"Iya-iya deh!"
"Emm, Selagi menunggu ada yang menghubungimu, lebih baik kita makan dulu ke bawah! Kebetulan tadi bibi sudah masak makanan yang banyak dan ada juga makanan kesukaan kamu loh, Jena!" Ajak maya.
"Wahh, ayo-ayo! Kebetulan aku sedang lapar sekali...!" Angguk Jena dengan antusias dan langsung berlari keluar dari kamar, menuju ruang makan, tanpa memperdulikan Maya yang masih duduk di ranjangnya
"Aduh anak ini!" Senyum Maya, kemudian beranjak pergi menyusul Jena, sahabatnya.
Disisilain
Di sebuah mobil yang melaju perlahan di jalanan. Terlihat Jeno sedang mengemudikan mobilnya dengan tatapan yang terlihat kosong. Kali ini, Jeno sedang memikirkan cara yang ampuh untuk menemukan pasangan yang cocok untuknya. "Aku tidak boleh kalah dengan cewek rese seperti dia! Mana mungkin, Jeno yang tampan dan mapan ini tidak bisa mengalahkan seorang gadis manja dan cerewet seperti dia? Tapi aku harus mencari orang yang dapat membantuku! Jena saja di bantu oleh Maya! Kenapa aku tidak? Tapi, Siapa yang bisa membantuku?" bingungnya.
__ADS_1
Saat sedang merenung, Tiba-tiba Jeno teringat akan asistennya sekaligus temannya " Akh iya, Galu! dia pasti bisa membantuku!" Ucapnya dan langsung menghentikan mobilnya di jalanan yang sepi.
Setelah mobilnya sudah berhenti di tepi jalan, Jeno lantas mengambil Hanphonenya dan langsung menghubungi sahabatnya yang bernama Galu.
"Galu?" Panggilnya.
"Iya bos! bisa saya bantu?" Tanya galu dengan sopan, karena tidak mau gajinya di potong lagi.
"Carikan aku istri!" ucap Jeno dengan santainya, yang membuat Galu shock saat mendengarnya.
"APAH?" Teriak Galu dengan keras, yang sontak membuat telinga Jeno sakit di buatnya.
"KAU BERISIK! APA KAU MAU AKU MEMOTONG GAJIMU LAGI Hah?" Marah Jeno tak terbendung.
Akhh...ma-maaf bos, maaf!" gemetar galu ketakutan.
"Ya sudah! Cepat Carikan aku seorang wanita yang cocok dengan ku! kau tau kan cewe kesukaan ku bagaimana?" Tanya Jeno.
"Tau bos! cewek montok bahenol kan bos ?" jawab galu dengan polosnya.
"BRENGSEK KAU GALU!" bentak Jeno lagi
"A-ampun bos! kalo bukan yang seperti itu lalu yang gimana?" bingungnya.
"Yang cantik, pintar dan bisa membuat perusahaan ku semakin sukses! dan yang kau sebutkan barusan, boleh juga!" Jawab Jeno, dengan tersenyum kecil.
"Cih.. bos sangat munafik!" ledek galu dalam hati "kalau itu nona Jian bos !" jawab galu yakin.
"BUKAN! MANAMUNGKIN DIA SEPERTI ITU? dia itu hanya gadis cerewet saja!"
"Menurut bos saja kali!" jawab galu mengelak.
"APA KAMU MAU DI PECAT"? Bentak Jeno, dengan mengancam.
"Maa-maaf bos,cuman bercanda hehe!"
"Hehe,hehe! cepat cari!" suruh Jeno keras
"Siap bos!"
Setelah telphone terputus. Jeno lantas menyalakan mobilnya kembali dan mengendarai mobilnya menuju rumahnya.
"Padahal nona Jena yang cocok dengan bos! kenapa harus cari yang lain? Bukannya mereka memang akan di jodohkan?" Bingung Galu, dengan keputusan bosnya tersebut, dan mulai mengerjakan pekerjaan yang bosnya suruh.
Disisilain
Di salah satu ruangan, yang megah di sebuah kantor. Terlihat seorang laki-laki duduk di kursi kerjanya, mengecek dokumen-dokumen penting yang sudah menumpuk banyak di hadapannya. Iya adalah Kevin. Kevin adalah anak konglomerat sama seperti Jena dan jeno. Walaupun kekayaannya tak sebesar Jena dan Jeno. Namun iya adalah pengusaha sukses dan juga orang yang sangat bermartabat dan sangat di hormati di kalangan orang-orang terhormat. Umurnya sekitar dua puluh dua taun. Iya adalah teman sekelas jena, waktu di Sekolah di sekolah menengah atas.
Saat iya sedang mengecek dokumen-dokumen nya yang sudah menumpuk banyak, Tiba-tiba ada seseorang yang mengetok pintu tempat kerjanya dengan keras. Yang membuatnya langsung kehilangan konsentrasi nya.
Tok tok tok tok...
"Bos-bos!" panggil seorang wanita dari balik pintu, yaitu asistennya yang bernama ani.
Mendengar suara asistennya tersebut yang sangat berisik, Kevin lantas menghentikan pekerjaannya.
"Masuk!" Teriaknya sedikit kesal.
Setelah mendapat ijin dari bosnya tersebut. Ani langsung masuk tergesa-gesa sembari membawa sebuah laptop miliknya ke hadapan bos ya tersebut dengan nafas yang terengah-engah "Bos lihat ini!" ucap Ani dengan gelisah.
"Ada apa ini Ani? kenapa kamu tergesa-gesa sekali ?" bingung kevin, saat melihat perilaku asistennya.
"Bos! nona..nona..non-nona!"ucap ani dengan terengah - engah dan terbata-bata, yang membuat Kevin semakin kesal di buatnya.
"Apa? yang jelas dong!"
__ADS_1
"Bos! Nona..Nona Jena sedang mencari seorang laki-laki untuk menikahinya!"ucap Ani dengan kegirangan.
"APAH?"