
Sudah berhari-hari sejak Alex pergi ke mansion orang tuanya, ia tinggal di apartemennya. Ia tidak berencana untuk kembali ke rumah orang tuanya dengan cepat. Ia telah menghadiri pertemuan demi pertemuan rekan bisnis papanya. Beberapa membuahkan hasil dan beberapa masih terkendala karena skandal ia dengan mantan tunangannya.
Alex yang lelah karena kerja keras beberapa hari ini, ia segera kembali ke apartemennya untuk beristirahat.
Di ruang tamunya, dengan cepat ia melepas jas serta sepatunya begitu saja, lalu ia merebahkan tubuhnya di sofa, semakin lama matanya mulai terpejam. Namun, saat ia berada di antara alam sadar dan nyata, ia mendengar suara ketukan pintu.
Dengan langkah malas ia berjalan menuju ke arah pintu.
"Halo Alex," sapa seseorang wanita yang sangat cantik.
"Apakah aku mengenalmu?" tanya Alex pada seorang wanita yang sangat cantik berdiri di depannya. Ia seperti tidak asing dengan wajahnya, namun ia lupa.
"Bisa dibilang begitu atau mungkin tidak. Aku Nicole, calon pengantinmu," jelasnya.
Alex mengerutkan kening, jadi dia adalah wanita pilihan mamanya. Ia yakin pasti ada udang dibalik semua ini, mamanya sangat licik.
"Apa yang kamu lakukan di sini?"
"Bisakah kita berbicara di dalam?" pinta Nicole.
Alex mengamatinya sebelum mempersilahkan dia masuk. Tak lupa ia mengarah pandangan ke kanan kiri untuk memastikan tak ada mata-mata yang mengintai mereka.
"Bisakah kamu memberitahuku mengapa kamu ada di sini?" tanya Alex yang malas bertele-tele.
Nicole duduk dan menyilangkan kakinya dengan menggoda. Ia yakin Alex akan terpesona, ia yakin karena melihat dari tatapan mata Alex yang dari tadi mengikuti gerakan tubuhnya.
"Bisakah kamu memberikan aku sesuatu untuk diminum. Aku merasa sangat haus," ucap Nicole.
__ADS_1
Alex tidak menjawab karena ia hanya memiliki satu gelas minuman untuk dirinya sendiri.
"Aku sangat terluka ketika kamu tiba-tiba menikah dengan orang lain, pernikahan kita sudah diatur dengan baik. Dari tempat resepsi, gaun, undangan, semua telah siap," ucap Nicole.
Alex mengangkat alis dan berkata, "Aku tidak diberitahu kita akan menikah. Lagi pula kamu bisa menikah dengan laki-laki lain, bukan?"
Nicole berdiri, ia berjalan ke arah Alex duduk. Ia kini mendaratkan bobotnya paha Alex dengan tangan kedua tangannya mulai ia kalungkan di lehernya. Ia memasang wajah masamnya.
"Tapi aku hanya menginginkanmu, aku tidak ingin menikah dengan orang lain," ucap Nicole sendu.
"Turun dari pangkuanku!" tegas Alex. "Lebih baik kamu pergi, aku tidak ingin diganggu oleh siapapun," lanjut Alex lagi.
"Kalau aku tak mau."
"Maka aku akan memaksamu. Jangan salahkan aku jika berbuat kasar," ancam Alex.
"Aku tahu, kamu menikah karena terpaksa agar menghindari diriku, kan?"
"Omong kosong, aku menikah karena mencintai istriku. Lebih baik kamu pulang, dan bilang sama orangmu untuk berhenti merencanakan pernikahan yang tidak akan mungkin terjadi," jelas Alex.
Nicole berdecak kesal, ia menghentakkan kakinya untuk pergi. Namun, saat ia berada di ambang pintu ia kembali lagi. Masih ada sesuatu misi yang harus ia lakukan.
"Boleh aku duduk disini sebentar? Aku mau memesan taxi dulu," ucap Nicole.
Alex mengangguk.
"Hanya sepuluh menit, lebih dari itu aku akan memanggil satpam untuk mengusir kamu," tegas Alex, Nicole mengangguk dan tersenyum licik.
__ADS_1
Alex yang fokus dengan ponselnya, ia tidak tahu kalai Nicole memasukkan sesuatu dalam minumnya.
"Kenapa kamu lambat sekali?" tanya Alex melihat Nicole yang tak kunjung pergi.
"Setengah jam lagi taxiku datang. Izinkan aku menunggu disini, di luar sangat panas. Aku tidak tahan dengan panasnya sinar matahari," dusta Nicole.
Alex tidak menghiraukan ucapan wanita itu, ia kembali fokus dengan layar ponselnya sesekali ia meneguk minumannya.
Nicole yang melihat itu, senyum penuh kemenangan. Sebentar lagi, ia akan berhasil membuat Alex Damarputra seorang pewaris tunggal perusahan Damarputra menjadi miliknya selamanya.
Hanya dengan hitungan detik, ia bisa melihat Alex sedang memenggangi kepalanya.
"Kamu sakit ya?" tanya Nicole.
"Tidak, lebih kamu cepat pergi," usir Alex lagi.
"Sebentar lagi aku ...."
Nicole belum sempat menuntaskan ucapannya, Alex sudah terjatuh di bahunya.
"Berhasil," ucap Nicole.
Nicole dengan cepat segera mengambil beberapa pose gambar mereka.
"Alex," ucap seseorang diambang pintu yang sangat terkejut.
Nicole menoleh, sementara Alex memulihkan kesadarannya untuk melihat siapa lagi yang datang.
__ADS_1