
Kanaya tidak bisa berdiri dari lantai, ia merasakan sakit yang luar biasa di perutnya, ia menahan perutnya. Ia merasakan cairan menggenang di pahanya, darah.
"Tolong aku, tolong," ucap Kanaya.
Matanya Alex membulat ketika ia melihat ada genangan darah. Ia segera membawanya ke mobil dan langsung pergi ke rumah sakit.
Alex mondar-mandir di lorong, ia ingin bangun dan menemukan bahwa itu semua adalah mimpi buruk. Takut terjadi sesuatu dengan Kanaya.
"Maaf, Anda keguguran," ucap Dokter memberi penjelasan pada Kanaya.
"Apa? Keguguran?!" tanya Kanaya. Ia tidak tahu sejak kapan ia hamil, karena selama ini ia tidak mengalami apapun.
"Iya, usia kandungan Anda hampir memasuki satu bulan," jelas Dokter.
__ADS_1
"Ya, ampun bagaimana aku menjelaskan pada Alex. Pasti dia sangat murka, harusnya aku tidak egois saat dan selalu mendengar ucapannya," gumam Kanaya dalam hatinya. Kini ia hanya bisa menyesali semua perbuatannya. Mungkin maaf sangat sulit, tapi ia harus menjelaskan pada dia apa yang sebenarnya.
Air mata mengalir di pipi Kanaya, telah mengatakan kepadanya bahwa ia telah kehilangan bayinya. Hatinya terasa seperti akan meledak, berapa banyak lagi rasa sakit yang dapat ia tanggung dalam hidup ini. Alex pasti membencinya sekarang karena mengira kalau dirinya berselingkuh, padahal kenyataannya tidak. Ini adalah rencana Stefan selama ini, ia menyesal tidak mendengarkan dia sebelumnya. Kanaya menyentuh perutnya yang sekarang kosong, akankah Alex memaafkannya? Ia akan menjelaskan bahwa semuanya sudah diatur oleh Stefan.
"Sebaiknya, Anda banyak istirahat agar kondisi Anda segera pulih. Nanti suster akan mengantar obat Anda," tutur Dokter kemudian pergi.
Alex yang melihat Dokter akhirnya keluar, ia segera menghampirinya.
"Dokter, bagaimana keadaan istriku," tanya Alex.
Alex merasa mati rasa, seketika dunianya runtuh, anaknya hilang. Tangannya mengepal, ingin rasanya ia melampiaskan amarahnya.
"Maaf," kata dokter sambil berjalan pergi.
__ADS_1
Dia membunuh bayinya, Kanaya, dia telah berselingkuh dengan bajingan itu dan sekarang bayinya hilang. Ia tiba-tiba merasa sangat membencinya, bagaimana dia bisa sekejam ini? Bagaimana dia bisa melakukan ini padanya? Ia menyesal membiarkannya masuk ke dalam hidupnya dan sekarang dia menghancurkan harapannya.
Di waktu yang sama, di tempat yang berbeda Mariana sibuk merayakan keberhasilan rencananya, ia membawa tubuh Stefan yang hampir tak bernyawa ke rumah sakit dan duduk di kamarnya sambil minum, "Sekarang dia akan tetap menjagamu di rumah ini, ****** yang tidak berharga."
Teleponnya berdering dan ia melirik ke arah penelepon, itu adalah Nicole, ia tersenyum, sekarang. Ini adalah wanita yang akan membantunya melaksanakan semua rencananya. Dia akan menikah dengan Alex dan segalanya akan lebih mudah baginya. Andai Alex tidak pergi untuk menikahi perempuan ****** itu, pasti rencananya sudah berhasil lebih awal. Kini semua itu menyebabkan keterlambatan dalam rencananya, rencananya sekarang sedang berjalan itu membuat ia senang.
"Halo," sapa Mariana pada Nicole dan tersenyum jahat pada pertanyaannya apakah semuanya berjalan dengan baik.
" …."
"Teruslah berlatih tentang bagaimana menjadi sangat dramatis," ucap Mariana.
Nicole mengakhiri panggilan dengan Mariana setelah mereka cukup lama berbincang, rencana mereka berjalan dengan sangat baik. Berjalan persis seperti yang direncanakan, ia tersenyum, pasti Alex dan Kanaya sangat kesakitan.
__ADS_1
Nicole tersenyum penuh kemenangan, ia akan mendapatkan apapun yang ia inginkan dan membuangnya kapan saja saat ia bosan. Saat ini, ia menginginkan Alex dan ia akan memilikinya.