Terjebak Pernikahan Dengan Play Boy

Terjebak Pernikahan Dengan Play Boy
Bab 30


__ADS_3

Doni sedang bersenang-senang, ia mengundang beberapa temannya untuk minum di rumahnya, tiga temannya mau minum, akan tetapi dua lainnya menolak dengan alasan yang berbeda. 


Mendengar bel pintu berbunyi, salah satu teman Doni membukanya. Ternyata seseorang yang mengantar majalah terbaru, teman Doni membawa tabloid menanyakan apakah Doni  akan tertarik, dia menolak pada awalnya tetapi sudut matanya telah menangkap foto-foto di halaman depan dan dia dengan cepat mengambilnya.


Kedua mata Doni tidak pernah lepas dari foto itu. Awalnya ia tak percaya, setelah lama ia memandangnya, ia yakin itu Kanaya, pengantinnya yang melarikan diri.


 Doni  menyeringai, "Licik p*lacur kecil."


Wajah Doni  tampak marah terlihat dari  bentuk di bibirnya, jadi dia telah meninggalkannya di hari pernikahan dan untuk menikahi Alex.


Mata Max membelalak tak percaya ketika ia menatap Doni, "Apakah ini ...?"


"Oh ya, benar. Pengantinku yang kabur," jawab Doni  sebelum Max bisa menyelesaikannya kalimat.


"Tapi bagaimana dia akhirnya menjadi istri Alex?" tanya sahabat Doni penasaran seraya mengepulkan asap rokok dari bibirnya.


 "Sekarang, apa rencanamu?" tanya Max menatap Doni. Ia tahu Doni  tidak akan membiarkannya pergi semudah ini, dia telah berkhianat.


Doni  membuka wiski lagi botol seraya berkata, "Lihat saja, aku punya kejutan yang sangat besar untuknya, dia melarikan diri menghindari menjadi istriku. Aku pasti akan membuat dia menyesal."


Teman-teman Doni saling menatapnya.

__ADS_1


Doni  merasa tertipu, ia menghabiskan begitu banyak uang untuk wanita ****** dan dia akhirnya melarikan diri darinya.


 "Nisa," teriak Doni semakin gelisah ketika ia tidak mendapat jawaban.


"Nisa," ucap Doni berteriak lebih keras dan kali ini mendapat jawaban balasan ketika dia berlari menuruni anak tangga.


"Apakah kamu tuli? Apakah kamu tidak mendengar panggilanku?" hardik Doni 


"Maaf aku tadi tidak mendengar, apa yang kamu butuhkan?" Nisa bertanya dengan suara bergetar.


"Ambilkan aku sebotol wine lagi," ucap Doni dengan bibirnya melengkung mengancam.


"Kenapa kamu hanya membawa satu botol? Kami semua ingin satu," ejek Nico. 


"Dia tolol," ejek Doni  menjawab sambil tertawa sinis.


Yang lainnya ikut tertawa, sementara air mata berlinang di mata Nisa. Nisa pergi lagi dan mengambilnya lagi.


Beberapa menit kemudian, ia meletakkannya di atas meja, salah satu teman Doni memukul pantatnya, ia segera pergi tetapi tidak terlalu cepat dia mencengkeramnya dan oa jatuh di pangkuannya. Ia berjuang untuk berdiri, serta tangannya ingin menamparnya. Belum sempat tangannya mendarat di pipi laki-laki itu, Doni  tiba-tiba mencengkram lehernya.


 "Kamu ingin menampar temanku?" Suara Doni mengandung nada ganas.

__ADS_1


"Dia ...." jelas Nisa berhenti di tengah kalimat saat wajah Doni memberi tatapan membunuh.


 "Siapa yang ingin memilikinya?" Doni bertanya dengan keras.


 Teman Doni saling menatap lalu beralih ke arah Doni. Mereka seperti ingin meminta penjelas maksud dia.


"Maaf aku tidak mengatur wanita untuk menyelesaikan malam, aku kira kita semua akan puas dengannya," jelas Doni sambil melirik ke arah Nisa.


Teman Doni yang paham itu itu menungu lama, mereka semua segera mendekat ke arah Nisa.


Keesokan paginya, Doni  segera turun, berpakaian lengkap, ia menatapnya dengan jijik ke arah Nisa. Tidak lupa ia melemparkan setumpuk uang kepadanya.


"Ini untuk tadi malam karena kamu sudah bekerja keras untuk melayani temanku," ucap Doni meninggalkan Nisa.


Nisa , menatap bungkusan uang dan tertawa terbahak-bahak, ia tidak bisa terima dengan


dirinya sendiri. Ia tertawa seperti orang histeris, tatapannya menangkap majalah di lantai dan tawanya memburuk, jadi dia mengetahui tentang Kanaya. Ia menatap majalah itu dengan kebencian.


"Kanaya kamu bertanggung jawab atas penderitaan ini, jika saja kamu tidak merayu Doni  terlebih dahulu, maka dia, akan menjadi satu-satunya milikku," teriak Nisa.


"Semoga kamu tidak pernah bahagia," lirih Nisa yang kini tiba-tiba ia menangis semakin histeris.

__ADS_1


__ADS_2