Terjebak Pernikahan Dengan Play Boy

Terjebak Pernikahan Dengan Play Boy
Bab 9


__ADS_3

"Jangan khawatir tentang dia, dia hanya terkejut, aku yakin dia akan menyukai kamu," ucap Alex menatap Naya yang kini mengangguk paham.


"Sebaiknya kamu ganti baju dan istirahat, jika kamu butuh sesuatu, pelayan akan membantumu," ucap Alex.


Kanaya menggerakkan kepalaya dengan gugup, ia tidak punya apa-apa. Ia telah melarikan diri hanya dengan gaun pengantinnya yang sekarang robek dan kotor.


Alex mengeluarkan ponselnya menekan beberapa nomor, "Aku ingin kamu segera datang ke rumahku secepatnya, dan datang dengan katalog pakaian wanitamu!" 


Setelah menutup telepon, Alex menatap Kanaya,  "Akan ada orang pemilik butik yang datang, pilih apa pun yang kamu mau ketika dia datang, aku akan kembali nanti."


Naya lagi-lagi mengangguk ketika Alex berdiri lalu meninggalkannya.


Alex berjalan menuruni tangga dan menuju ke kamar papanya, ia memiliki perasaan campur aduk tentang kembali ke rumah. Sudah dua tahun sejak ia pergi dari rumah ini, saat itu ia bertengkar sengit dengan papanya. Ia ingin menjadi seorang seniman. Ia sangat menyukai hobinya yang melukis, akan tetapi papanya melarang keras, dia ingin dirinya menjadi seorang pengusaha  yang kelak akan jadi pewaris perusahaannya.


Alex tidak tahu tentang bisnis tetapi papanya yang selalu membuntutinya telah menghancurkan mimpinya sebagai pelukis. Ia yang kesal pergi ke Zuna, rumah di mana tunangannya tinggal. Ia datang untuk mencari kenyamanan dan masuk tanpa mengetuk pintu, ia membeli rumah untuk ia dan tunanganya. Baginya itu adalah tempat persembunyian setiap kali ia berselisih dengan papanya, tetapi hari itu, ia tidak memberi tahu dia bahwa ia akan datang. 


Saat bersama tunangannya sedang berbicara dengan ponselnya.


"Kau tahu kaulah yang kucintai, aku hanya mengikutinya karena uangnya," ucap Zuna.


 Alex tidak percaya apa yang baru saja ia dengar, mungkin dia merujuk pada seseorang dan bukan dirinya.

__ADS_1


 "Alex membelikanku rumah mewah ini, pakaian yang paling indah dan pastinya limited edition. Uang yang melimpah, tunggu saja aku baik-baik saja, aku pasti tidak akan menikah dengannya, aku berencana untuk mendapatkan lebih banyak uang dan kemudian aku akan menjadi milikmu sepenuhnya, Sayang."


"Aku tidak akan membiarkan dia menyentuhku. Aku hanya milikmu, dia hanya ada untuk uang yang aku janjikan, dia hanya orang bodoh yang hanya ada untuk kebutuhanku. Aku juga mencintaimu, tidak mencintai Alex," ucap Zuna dan membuat suara ciuman saat ia menutup teleponnya 


"Begitu, jadi aku hanya mesin penghasil uangmu," ucap Alex mendekat 


Zuna mendengar suara tidak asing, ia terlonjak kaget, matanya melebar, tubuhnya bergetar dan gugup, "Bagaimana kamu bisa mengatakan itu, kamu pasti salah dengar, aku mencintaimu."


Zuna mendekat, untuk mencoba menjelaskan pada Alex. Ia melingkarkan lengannya di leher Alex, tetapi dia mendorongnya.


"Kita selesai," ucap Alex. "Lebih baik kamu kemarin pakaian kamu, lalu pergi," usir Alex. Ia terlalu bodoh mencintainya wanita seperti dia. Ia berjanji pada dirinya sendiri tidak akan pernah percaya dengan wanita.


Sekelebat bayangan itu hilang saat ia memasuki kamar papanya dan melihat dia berbaring di tempat tidur dengan mata terpejam, dia tampak tua dan lelah. Sesaat ia merasa bersalah karena meninggalkannya, papanya adalah satu-satunya keluarga yang memiliki hubungan darah dengannya, ibunya telah meninggal bertahun-tahun yang lalu. Papanya telah menikah lagi,  menurutnya papanya telah membuat pilihan yang salah karena dia telah menikahi sahabat mendiang ibunya.


"Dokter bilang dia akan baik- baik saja," ucap Maria yang berbicara dari belakangnya.


"Dan kamu mungkin saja senang karena dia dalam kondisi seperti ini," ucap Alex ketus. Ia tahu tujuan ibu tirinya itu.


"Aku mencintai papamu dan tidak akan pernah menyakitinya. Aku sedikit padamu seperti ini," jelas Maria.


"Bahkan jika dia adalah suami sahabatmu?" tanya Alex dengan  air mata menggenang di matanya dan Alex merasa sedikit bersalah atas kata-kata yang baru saja keluar dari mulutnya. Tapi, ia tidak bisa menahannya lagi.

__ADS_1


Alex menyadari bahwa ia belum dapat menerima kenyataan bahwa dia menikah dengan papanya, tetapi dia masih istri papanya dan tuntutan kesopanan harus ia tunjukan sedikit untuk rasa padanya. Walaupun pada dasarnya ia sangat malas berpura-pura.


"Aku tahu kamu tidak menyukai kenyataan bahwa aku menikah dengan papamu, tetapi kamu harus menerimanya, kita adalah keluarga sekarang, dan aku mencintai kamu dan papamu," ucap Maria berbalik dan meninggalkannya sendirian di kamar.


 Alex menatap punggungnya yang kini tak terlihat lagi. Alex duduk di tepi tempat tidur, seketika ingatan menghantamnya, kepulangannya telah membawa kembali banyak kenangan menyakitkan, ia ingat ketika ia pertama kali meninggalkan rumah, ia didorong oleh rasa sakit hati sehingga ia sering mengunjungi banyak bar dan rumah judi, ia terlibat perkelahian dan papanya akan dipanggil, itu membuat ia diperhatikan. Ia melakukan semua itu karena ia ingin melampiaskan semua kemarahannya. Kini ia menyesal. Berharap penyesalan ini tidak terlambat.


***


Kanaya sedang duduk di tempat tidur, bersiap-siap untuk mandi. Namun, ia mendengar ketukan di pintu, ia pun melihat siapa yang datang.


"Kenapa kamu menikah dengannya?" tanya Maria dengan tatapan sedingin nada suaranya.


Kanaya diam, tak mungkin ia menjawab karena ia butuh bantuan.


"Aku telah mengatur agar dia menikah dengan putri sahabatku," ucap Maria menatap Kanaya dengan jijik. "Apakah karena uang atau statusnya?" tanya Maria lagi.


 Kanaya terperanjat, ia bahkan tidak menyadari siapa yang telah dinikahinya. Jika ia tahu laki-laki itu kaya, mungkin ia tidak akan minta bantuan pada Dama.


"Berapa uang yang kamu inginkan?"


"Apa?" Kanaya berhasil terengah-engah di tengah kebingungannya.

__ADS_1


"Seratus juta? Ya, berarti kamu ingin pergi dari hidupnya setelah aku beri uang itu?" 


__ADS_2