Terjebak Pernikahan Dengan Play Boy

Terjebak Pernikahan Dengan Play Boy
Bab 27


__ADS_3

"Apa?" goda Alex.


"Kamu mau memaafkan aku, 'kan?" tanya Kanaya.


"Aku telah menerima permintaan maafmu, istriku sayang, aku senang kamu akhirnya memutuskan untuk menjauh darinya," ucap Alex.


"Apa katamu?" Kanaya bertanya perlahan. Ia salah dengar.


 "Aku berkata, aku mencintaimu," ucap Alex.


"Aku juga mencintaimu Alex Dama," ucap Kanaya.


Kini bibir mereka saling bertemu setelah mengatakan kata cinta. Kini Alex membawanya ke kamar mereka tanpa menghentikan tautannya.


***


"Sudah cukup lama Dewi dan Adi mencari Kanaya. Namun belum juga di temukan.


"Ini salah kamu, kamu terlalu memanjakan dia," bentak Adi ke Dewi.


"Memanjakan bagaimana?" tanya Dewi. "Aku selalu memerintah dia setiap hari, bahkan aku memaksa dia menikah dengan Doni, kamu juga tahu sendiri," lanjut Dewi yang tidak mau lagi disalahkan oleh suaminya.

__ADS_1


"Ah, ngomong sama kamu capek," ucap Adi. "Lebih baik besok aku menghubungi Doni untuk menanyakan apa sudah ada kabar dari dia," ucap Adi bangkit dari sofa yang kini tampak kusam kainnya.


"Tanyakan saja, sampai seratus kali kamu menghubungi dia, pasti tidak ada jawaban."


"Kenapa kamu bicara seperti itu?" tanya Adi menyelidiki.


"Karena aku sudah mencobanya," ucap Dewi yang kini meninggalkan suaminya untuk pergi ke teras.


***


Kanaya membuka matanya di pagi hari untuk melihat Alex sudah bersiap untuk bekerja, dia berdiri di depan cermin.


"Kamu pergi sangat pagi," kata Kanaya yang  tidak terlalu senang melihat itu.


Kanaya tersenyum, ia bangkit dari tempat tidur.


"Aku mau, aku akan menunggu kepulanganmu," jawab Kanaya setelah ia mencium pipi Alex.


"Tidak, tidak, tahan pikiran itu sampai aku kembali," erang Alex.


Alex dengan cepat meraihnya tas kerjanya dan berlari dari kamar seperti seseorang yang melarikan diri dari godaan yang paling berdosa.

__ADS_1


Kanaya justru tertawa melihat tingkah Alex yang menurutnya sangat lucu.


***


Alex tenggelam dalam pekerjaannya, ia tiba- tiba terganggu oleh ketukan di pintunya, ruang kerjanya. Ia berusaha untuk segera menyelesaikan pekerjaannya agar ia bisa segera pulang ke rumah. Ia tidak sabar untuk bersamanya, ia akan memberitahunya betapa istimewanya dia baginya dan bahwa ia mencintainya. Ya, ia telah jatuh cinta dengan istrinya dan itu akan menjadi hal pertama yang ia beri tahu ketika ia sampai di rumah. 


"Ada apa, Jake?" 


"Seseorang mengirim ini," jawab Jake menyodorkan sebuah amplop.


Dia mengerutkan kening, "Siapa yang mengirimnya dan apa isinya?"


“Alamatnya dari rumahmu, tapi aku tidak tahu isinya." Jake berkata jujur karena ia belum membuka itu. Baginya itu adalah privasi sang atasan. 


Alex mengambil amplop dari Jake, sesaat ia mengamatinya.


"Mungkin ini dari istri Anda, karena ada alamat rumah Tuan di sana," tebak Jake.


 Alex mengangguk itu menandakan kalau ia boleh pergi, ia pun segera meninggalkan ruangan itu.


"Mengapa Kanaya mengirimkan pesan ketika ia tahu ia akan segera pulang," gumam Alex.

__ADS_1


Alex dengan cepat menyelesaikan apa yang ia lakukan sebelum membuka amplop. Tanpa sengaja ia menyenggol amplop berwarna coklat itu, hingga sebuah foto jatuh dari amplop dan ia mengerutkan kening.


"Siapa yang akan mengirimkan foto ini?" lirih Alex. Ia dengan cepat melihat pada foto yang terbalik itu dan ia melihat kepalanya pusing dan darahnya membeku.


__ADS_2