Terjebak Pernikahan Dengan Play Boy

Terjebak Pernikahan Dengan Play Boy
Bab 22


__ADS_3

"Aku akan membawamu ke dokter," ucap Alex memberitahunya begitu Kanaya keluar dari kamar mandi. Tatapan khawatir akan kondisi wanita di depannya.


"Aku akan baik-baik saja, aku yakin kemarin makan terlalu banyak kue itu. Mungkin perutku tidak setuju karena aku makan dengan sangat rakus," jelas Kanaya.


Alex tampak tidak yakin, "Apakah kamu yakin?"


Kanaya mengangguk dan berkata, "Aku akan mandi air panas, lalu makan sesuatu dan aku akan baik-baik saja".


"Berbaringlah, aku akan menyiapkan air hangat untukmu mandi dan menyiapkan sarapanmu," ucap Alex dengan cepat menyiapkan air panas untuk Kanaya.


Alex membantu Kanaya untuk berendam air hangat, kemudian ia meninggalkannya untuk mengambil sarapan.


Tiga puluh menit kemudian, ia menunggu dua puluh menit Kanaya belum juga keluar dari kamar mandi dan makanannya mulai dingin. Ia dengan cepat memasuki kamar mandi, melihatnya tertidur lelap di bak mandi, ia membungkuk di dekatnya dan menatapnya selama beberapa menit.


"Makananmu sudah siap dan hampir dingin, ayo bangun!" lirih Alex dengan sepelan mungkin agar tidak membuat dia terkejut.


"Maaf aku ketiduran," ucap Kanaya. Ia bergegas bangkit mengambil handuk untuk menutupi tubuhnya.


Kini ia menatap dirinya sendiri di depan cermin. Ia merasa jauh lebih baik.


"Ayo makan, keburu dingin ini nanti," ajak Alex.

__ADS_1


"Hmm, kamu nggak makan?"


"Aku akan makan di kantor, aku tinggal ya. Jangan lupa makan yang banyak agar kamu sembuh," ucap Alex. "Hmm, satu lagi. Kamu istirahat saja di rumah, jangan keluar dulu," nasihat Alex.


"Tapi, aku baik-baik saja," sanggah Kanaya.


"Aku tidak ingin mendengarkan alasan apapun, dengarkan apa yang aku katakan," ucap Alex lalu ia pergi karena satu jam lagi akan ada rapat penting di perusahaan.


***


"Mau ke mana kau?" tanya Sary padanya terbelalak ketika ia melihat Kanaya berpakaian seperti dia akan keluar.


"Tapi Tuan Alex memberi instruksi bahwa kamu hanya boleh tinggal di tempat tidur," ucap Sary melihat sekeliling, pelayan lain juga menatap Kanaya seolah-olah mengiyakan ucapan Sary.


"Aku akan kembali sebelum dia tiba," jelas Kanaya.


"Kenapa tidak menunggu sampai dia kembali dan dia akan membawa kamu," saran Sary yang tidak mau dalam masalah.


Kanaya kini telah tinggal terpisah dari mama Mariana. Sejak saat itu, Alex tidak ingin Kanaya di hasut atau dilukai oleh mama tirinya, dan Sary ikut ia bawa sesuai permintaan Kanaya.


"Apakah aku seorang tahanan di rumahku sendiri? Kanaya membentak. "Aku akan keluar sebentar," ucap Kanaya dengan nada marah.

__ADS_1


Kanaya berjalan keluar pintu dengan sangat kecewa, para penjaga juga mencoba menghentikannya tetapi pikiran Kanaya sudah dibuat dan tidak akan terhalang, ia berjalan menikmati udara segar.


Kanaya berdiri di pinggir jalan menunggu taksi, menolak untuk menggunakan supir Alex untuknya, meskipun dia telah menginstruksikan supir untuk tidak membawanya kemanapun kecuali untuk keadaan darurat.


Kanaya tiba-tiba mendengar bunyi klakson mobil dan pekikan rem, seseorang meraih tangannya.


"Apa yang kamu lakukan?"


Kanaya mendongak untuk menatap wajah Stefan.


"Apa yang kamu lakukan di sini?" tanya Kanaya balik.


"Aku baru saja lewat ketika aku melihatmu. Syukurlah aku ada di sini tepat waktu untuk menyelamatkanmu," kekeh Stefan.


Tubuh Kanaya bergetar ketika kenyataan tentang apa yang hampir terjadi menyadarkannya.


"Terima kasih," ucap Kanaya. Kini tangannya bergetar ketika ia mencoba menghilangkan rambutnya dari wajahnya.


Kanaya meringis.


"Apakah kamu baik-baik saja?"

__ADS_1


__ADS_2