
Ruangan yang remang-remang,alkohol yang sudah tersaji di atas meja,serta para wanita seksi mengisi ruangan itu.Itu merupakan tempat dimana dunia adalah nomor satu bahkan segalanya untuk sebagian orang.Dan di dalam ruangan itulah,seorang pria tengah duduk meminum alkohol di depannya tak lupa seorang wanita seksi yang selalu bergelayut dengannya.
"Dasar gadis sialan! Berani-beraninya dia membantahku!"kata Brayen sambil meletakkan gelasnya dengan keras di atas meja.
"Hey Brayen!Kau sudah mabuk ya?Tapi,bukannya kau baru meminum enam gelas?"tanya pria di depan Brayen dengan heran.
Brayen yang mendengar itu,sontak mendecakkan lidahnya dan menatap tidak habis pikir pada temannya itu."Alex bodoh!Bagaimana bisa kau berpikir aku mabuk hanya karena itu.Kau hanya kukirim beberapa hari ke Jepang,namun bukannya pintar malah bertambah bodoh!"hardiknya.
Alex yang diumpati seperti itu melototkan matanya tidak terima.Tapi ia berusaha untuk tenang,lagi pula ia datang ke sini itu untuk 'bersenang-senang' bukan untuk bertengkar.
Alex pun menyandarkan dirinya di sofa,lalu melihat tepat ke mata Brayen.
"Something wrong,right?"tanyanya dengan menaikkan satu alis.
Selama beberapa hari ini,Alex tidak berada di perusahaan karena pergi ke Jepang untuk mewakili Brayen.Jadi,ia tidak tahu apa yang terjadi selama dia pergi.Dan apa tadi?Gadis sialan?
Seingatnya Brayen bukanlah orang yang mudah tersulut emosi jika menyangkut wanita.Dia bebas memilih bersama wanita manapun dan 'bersenang-senang' tanpa melakukan ikatan apapun.Saat pria itu sudah bosan,maka ia akan menggantinya dengan wanita lain.
"Kau tahu sekretaris yang ayahku pilihkan itu kan?"tanya Brayen yang di balas anggukan santai oleh Alex.
"Entah apa yang di pandang ayahku darinya,hingga menjadikan gadis aneh itu menjadi sekretarisku"Brayen menghentikannya dan kembali meminum minuman yang sudah di tuang oleh wanita di sampingnya.
Sedangkan Alex,ia hanya melirik pria itu meminum minumannya tanpa mencegah.Lagi pula,dia yakin pria di depannya ini tidak akan mabuk hanya karena minuman itu.
"Saat hari pertama dia menjadi bekerja,dia sudah berani menasehatiku bahkan melawan perkataanku!Bahkan tadi pagi,ia berhasil membuat emosiku bertambah naik!"ucap Brayen dengan kesal,dengan tatapan dingin.
"Memangnya apa yang dia lakukan?"tanya Alex penasaran.
Brayen pun menceritakan apa yang terjadi pagi tadi.Bagaimana wanita itu yang marah dikatakan terlambat,dan semua yang dilakukan Nurfa kepadanya.Dan yang terakhir,bagaimana wanita itu menghindarinya secara terang-terangan saat pulang.
Yah,Brayen menyadari kalau Nurfa berbohong kepadanya.Setelah pintu lift tiba di bawah,ia langsung menyuruh Nathaniel mengantarkan wanita yang ada di sampingnya sementara ia masuk kedalam mobil pribadinya.
Sesampainya di dalam mobil,ia langsung mengecek cctv ruangannya yang sudah terhubung di handphonenya.Ia tidak melihat wanita itu masuk dan mengambil kunci seperti yang wanita itu katakan.Sebaliknya,ia melihat wanita itu masih berdiri di depan ruangannya sambil melihat jam tangan setelah itu baru wanita itu masuk kedalam lift.
"A..APA?!DIA MEMPERLAKUKANMU SEPERTI ITU!"tanya Alex heboh.
Brayen yang mendengar suara heboh Alex,menatap pria itu dengan tajam.
"Apa harus kau berbicara sekeras itu?"tanya Brayen dengan sinis.
Alex yang mendengarnya pun,berusaha berdehem sambil memegang tenggorokannya.Setelah itu,ia juga meminum minumannya yang sudah di tuang oleh wanita seksi di sampingnya.
"Lalu,kau akan berbuat apa pada gadis aneh itu?Karena aku tidak yakin kau akan diam saja setelah ini"ucap Alex santai,lalu meletakkan gelasnya di atas meja.
"Kau tenang saja,setiap hari aku selalu membuatnya menderita jika bersamaku.Jadi untuk sekarang ini,aku akan menyiksanya dengan cara halus"kata Brayen sambil menunjukkan seringainya.
__ADS_1
"Cara halus,hah?"Alex paham arti dari kata halus pria itu bukan halus dalam artian seharusnya.
Brayen hanya tersenyum manis menanggapinya,sambil mengelus pelan rambut wanita yang ada di sampingnya itu.Wanita itupun tersipu dengan perlakuan pria itu,lalu mencium pipi pria itu dengan manja.
Kenapa tidak di bibir?
Brayen melarang para wanita yang bersamanya untuk mencium bagian tertentu,seperti bibir dan dahinya.Jika dia membiarkan mereka begitu saja,maka para wanita itu akan mengklaim dirinya sebagai milik mereka dan dia benci itu!
Sejak awal dia memilih hubungan yang bebas bersama mereka tanpa ikatan,karena itulah alasannya.Ia benci dimiliki orang lain,apa lagi dikekang hanya suatu hubungan.
"Sudahlah,lupakan masalahmu dengan sekretaris mu itu.Bukannya kita kemari ingin 'bersenang-senang'?"
"Tanpa kau mengatakannya pun aku sudah tahu itu.Kau pikir aku bodoh seperti mu?"ucap Brayen lalu bangun dari duduknya dan berjalan memasuki kamar pribadi khusus miliknya,diikuti wanita di samping pria itu.
Brayen merupakan pria yang perfeksionis.Dia tidak akan menampakkan hubungan intimnya di tempat sembarangan.
Beda Brayen,beda lagi Alex.Bahkan pria itu sedang bercumbu panas dengan wanita di sampingnya di atas sofa.Ia tidak peduli dengan ledekan yang diberikan oleh Brayen.Lagi pula jika ia melawan pun tidak akan ada gunanya.Jadi lebih baik diam saja.
Alex masih terus mencumbu wanita itu dengan panas.Pun dengan wanita itu.Hingga suara-suara ******* terdengar dari mereka berdua.
Begitulah yang dilakukan mereka sepanjang malam,melupakan masalah dan memilih untuk 'bersenang-senang' dengan cara mereka sendiri.Persetan dengan akhirat,karena bagi mereka hidup ini hanya tentang dunia.
*****
Saat ini Nurfa sedang menyiapkan berkas yang tertumpuk-tumpuk di mejanya.Bukan,ini bukan masalah merevisi lagi.Tapi ini adalah tugas dari Brayen yang belum pria itu kerjakan,bahkan menceknya pun tidak.Setelah membaca beberapa,dan memastikan bahwa didalam berkas itu tidak ada yang salah baru Nurfa akan mendatangi Brayen untuk meminta tanda tangan pria itu.
Rasa-rasanya Nurfa ingin melempar wajah pria didepannya ini.Dan kalian tahu apa yang dilakukan pria itu?Hanya duduk sambil memutar-mutarkan kursinya,sambil bermain dengan gadgetnya.
Tiba-tiba saja,ia merasakan getaran dari handphonenya,ia buru-buru mengangkat tanpa melihat siapa yang meneleponnya.Ia lalu meletakkan handphonenya di telinga dengan bahunya menjadi penghambat agar tidak jatuh.Sementara kedua tangannya masih sibuk dengan membuka dan membaca beberapa berkas.
"Halo"
"Halo,Fa.Kamu lagi sibuk ya ini?"
"Iya Nis,aku lagi banyak kerjaan ini.Kenapa Nis?"tanya Nurfa sambil membolak-balik berkas di tangannya.
"Yang sekretaris mah emang beda,iya ngak Zah?"
"Yoi"
"Hmm,kok kalian bisa samaan?"Nurfa kemudian memindahkan handphonenya ke telinga kirinya,lalu mengambil berkas baru dan menceknya kembali.
"Ya bisalah.Biasa cewek hangout"kata Annisa dengan terkikik beditupun dengan Zahra.
"Ish,kalau ngak ada yang penting aku matiin ajalah"kata Nurfa dengan kesal.
__ADS_1
"Eh..eh,jangan dong Fa.Lu mah sensi-an banget,ada penting ini"
"Yaudah apaan?"tanya Nurfa ketus.
"Kamu tau kan,si Rasya?"
"Iya tau,yang teman sekelas waktu SMA kan?"Ia kembali mengubah posisi handphonenya.
"Iya Fa bener.Dia ngundang kita dateng ke acara nikahannya Fa"
Nurfa meletakkan berkas itu di atas meja,lalu memegang handphonenya dan menegakkan posisi duduknya.
"Ha?!Nikah?!"tanyanya kaget.
"Iya nikah!kaget kan?Sama aku sama Zahra juga kaget.Bisa-bisanya si cewek tomboy udah nikah aja,mana nikahnya sama tentara lagi.Pantesan aja dia udah jarang hangout bareng kita"
"Ya Allah,acaranya kapan Nis?Kok dia ngak hubungi aku sih?"
"Seminggu lagi,Fa.Dia emang ngak bisa hubungi dari handphone lagi.Handphonenya masuk kedalam sungai Fa,sampai sekarang belum dapet.Dia bagi tahu kita juga baru tadi,dia mampir ke rumahku"
"Kok bisa masuk sungai?"tanya Nurfa heran.
"Jadi ceritanya cowoknya ini mau ngelamar dia konsep alam-alam gitu.Semuanya udah disiapin,udah buat mini dinner,keluarganya juga udah di hubungi dan dateng juga waktu itu,tapi sembunyi-sembunyi biar si Rasya kaget"
Nurfa mendengarkan dengan fokus,sampai dia lupa memiliki pekerjaan yang menumpuk.
"Eh pas dateng,bukannya pakek baju yang udah di siapin mamanya,dia malah dateng pakek baju kaos biasa,celana training,sama hijab instan masuk Fa.Pas udah nyampai didepan meja dia langsung nonjok cowoknya .Semua keluarga yang udah sembunyi kaget dong,jadi mereka keluar ngeliatin si Rasya sama cowoknya"
"Terus dia bilang,si cowok itu selingkuh lalu nunjukin foto cowoknya sama orang lain.Si cowok kaget pas liat fotonya sama cewek,jadi dia mau megang handphone si Rasya kan.Eh si Rasya lemparin dong handphonenya ke sungai"
"Hah?!Terus cowoknya beneran selingkuh?"
Nurfa mengambil satu berkas dan menceknya kembali.
"Enggak,Fa.Cewek yang ada di foto itu adek kandung dari cowoknya.Habis itu si Rasya diketawain habis-habisan sama keluarganya"
"Hahaha!Bar-bar banget si Rasya"
Nurfa yang mendengar itupun juga tertawa.Yaampun bisa-bisanya dia memiliki teman seperti itu.Ia tidak sengaja melihat ke arah pintu penghubung,dan...
"Astaghfirullah"
"Kenapa Fa?"
"Nis,aku matiin dulu ya.Assalamu'alaikum"putus Nurfa secara sepihak dan langsung berdiri.
__ADS_1
"Melupakan pekerjaanmu Nona Zahwa?"