
Nurfa mengernyit heran sebentar."Insyaallah kalau saya bisa,saya pasti bantu bapak"kata Nurfa,dan entah kenapa perasaannya menjadi tidak enak.
"Begini nak Nurfa,aku ingin meminta nak Nurfa menjadi mata-mata dari putraku Brayen"
Nurfa yang mendengar itu sontak saja kaget,pantas saja perasaannya tidak enak tadi ternyata ini berhubungan dengan Brayen.Menjadi mata-mata?Itu artinya dia harus selalu mengawasi pria itu dan artinya dia juga akan selalu bersama pria itu?
Tidak,ini tidak baik!
"Maaf pak Zacky saya rasa saya tidak bisa memata-matai putra bapak.Saya tidak tahu menahu tentang hal itu,lagi pula saya tidak bisa senantiasa bersama putra bapak"tolak Nurfa halus dan hati-hati.
"Aku tidak memintamu menjadi pengintai putraku seharian penuh nak.Cukup laporkan saja apa yang dilakukan olehnya selama kalian bekerja.Kurasa itu lebih baik,dan Brayen tidak akan menyadarinya karena nak Nurfa memang bekerja dengannya"jawab Zacky dengan santai sambil memasang senyum.
"Tapi bukankah anda bisa membayar jasa mata-mata yang sudah sangat profesional pak?Dibandingkan saya,saya merasa tidak yakin akan bisa melakukan ini"tanya Nurfa.
Zacky yang mendengar itu tersenyum."Sudah sering aku melakukan itu Nak Nurfa,namun selalu ketahuan oleh Brayen.Putraku tidak bodoh nak Nurfa,dia bisa mendapatkan informasi dari mana saja dan menyadari jika dia sedang di mata-matai"
"Aku hanya ingin mengetahui apa saja yang di lakukan oleh putraku nak.Terkadang aku merasa seolah sendiri dan tidak memiliki seorang putra"sambungnya sambil tersenyum miris.
"Brayen dulu anak yang penurut bahkan sangat sopan.Jika melihat sifatnya yang sekarang ini,sangat sulit untuk dapat dipercaya.Entah apa yang menyebabkan dia berubah seperti sekarang.Disaat aku ingin menanyakan itu,aku lupa bahkan aku tidak punya waktu untuk itu karena sebagian besar waktuku dilakukan untuk bekerja"kata Zacky sambil menerawang membayangkan masa-masa itu.
__ADS_1
Lalu,dia tersenyum kecut dan Nurfa dapat melihat itu dengan jelas."Bukankah aku adalah orang tua yang paling buruk Nak Nurfa?Bagaimana bisa seorang ayah tidak tahu pertumbuhan anaknya seperti apa,bahkan meluangkan waktu pun sangat jarang."
Nurfa yang melihat itupun menjadi tidak tega,walaupun dia tidak pernah merasakan kasih sayang seorang ayah,namun melihat bagaimana pria paruh baya ini terlihat sangat mengkhawatirkan putranya,membuat perasaannya menjadi menghangat.
"Anda tidak boleh putus asa seperti itu pak.Saya yakin putra bapak juga paham bagaimana kondisi bapak saat itu"ucap Nurfa menenangkan.
"Tapi memang begitulah kebenarannya nak Nurfa.Sejak kematian ibunya,dia menjadi berubah.Tidak ada lagi Brayen yang penurut,ia menjadi pembangkang dan cendrung menjadi pria nakal hingga saat ini.Padahal dia pasti sangat sedih saat itu,tapi bisa-bisanya aku menyibukkan diri dengan bekerja hanya untuk mengalihkan kesedihanku saja.Padahal aku yakin,putraku itu pasti lebih sedih lagi"kata Zacky dengan tatapan menerawang masa itu.
Nurfa menatap prihatin pria paruh baya didepannya ini.Ternyata kekayaan tidak berarti jika tidak bersama dengan orang yang disayangi,apalagi itu keluarga sendiri.
"Hanya kau yang bisa menolongku Nak Nurfa.Kedekatanmu dengan bekerja bersama Brayen tidak akan bisa membuat dia curiga,setidaknya dalam jangka waktu yang lama.Tidak perlu selalu menempel padanya,cukup laporkan saja apa yang dilakukannya selama kalian bekerja saja nak"
"Emm,begini pak.Saya takut akan ketahuan nanti oleh pak Brayen"Dan jika itu terjadi,bisa mati aku.Sambungnya dalam hati.
"Kau pasti takut dihukum oleh putraku kan Nak Nurfa?"
"Hey!Bagaimana pak Zacky bisa tahu?"batin Nurfa sambil melototkan matanya kaget.
"Melihat ekspresimu,sepertinya tebakanku benar.Bukan begitu Nak Nurfa?"kata Zacky sambil tersenyum menghadap Nurfa,sedangkan Nurfa mengulum bibirnya dan menunduk.
__ADS_1
"Kau tenang saja nak Nurfa,aku akan melindungimu jika itu terjadi.Kau bisa pegang kata-kataku ini nak"lanjutnya sambil menatap sungguh-sungguh pada Nurfa.
Nurfa yang melihat itu,menjadi berpikir lagi dan ia yakin pria paruh baya didepannya ini serius dengan ucapannya.Tapi,menerima tawarannya pun bukan hal yang bagus juga.
Bismillahirrahmanirrahim
"Baik Pak!Saya bersedia bekerja sama dengan bapak"ucap Nurfa yakin.
Iya,dia memilih menerima saja.Lagi pula tidak cukup sulit kan?Hanya mengawasi Brayen saat bekerja saja.Dia yakin bisa melakukan itu.Benarkan?
"Alhamdulillah,terimakasih banyak nak Nurfa,terimakasih"ucap Zacky dengan terharu.
Nurfa yang melihat itu ikut tersenyum hangat menanggapi.Melihat bagaimana respon dari Pak Zacky,ia jadi tidak tega jika menolak permintaan itu tadi.Brayen merupakan orang yang beruntung,ayahnya begitu menyayanginya walaupun terkesan tidak menampakkan,tapi itu membuat Nurfa terharu.
Bersambung...
Aaa,akhirnya bisa update juga.
See you on the next chap
__ADS_1
Sayang kalian banyak-banyak 😘❤️