
"Yaampun,aku tak menyangka sekretarismu memang unik Brayen.Disaat semua wanita berlomba-lomba mencari perhatianmu dengan penampilan mereka,dia malah acuh tentang itu.Sepertinya pesonamu sudah luntur"kata Alex sambil tersenyum miring dengan wajah mengejek yang kentara.
Mendengar itu Brayen sontak memandang tajam ke arah Alex yang dibalas tatapan santai darinya.
"Apa yang harus kulakukan dengan mulut bodohmu itu?"tanya Brayen sinis.
"Tidak ada,cukup dengarkan saja"jawab Alex santai sambil bersandar pada sofa.
"Dari awal gadis itu memang sudah aneh.Kau ingat saat pertama kali kita datang ke kafenya?Jika dia memang normal seperti wanita pada umumnya,dia akan senang saat itu kita datang ke kafenya bukannya malah mengusir"Brayen menyesap kembali minumannya dan entah kenapa sudah terasa tidak nikmat seperti tadi.Ia lalu mendengus dan meletakkan gelas di meja dengan kasar.
Alex yang melihat itu hanya dapat menahan tawanya.Terbiasa dengan wanita yang selalu menatap kagum dirinya,dan ketika dia mendapatkan tatapan biasa dari sekretarisnya secara tidak langsung membuatnya kesal.Alex pun juga kaget melihat ke bar-bar an dari sekretaris temannya itu.
"Mungkin kali ini aku setuju denganmu,tak kusangka sikap sekretaris mu sedikit bar-bar"kata Alex sambil terkekeh di akhir.
"Sebentar,kenapa dia mengatakan kau melarangnya membahas topik pemecatan?"tanya Alex tidak paham.
Brayen mendengus kasar"Aku sudah pernah mengancamnya dengan itu.Kupikir dia akan diam saja atau takut saat kukatakan itu padanya.Ternyata dia gembira,bahkan tersenyum lebar saat aku mengancamnya.Sudah kubilang gadis itu memang aneh!"
Alex yang mendengar itu langsung tertawa dengan keras,tidak bisa dibayangkan bagaimana amarah Brayen saat mendengar itu.Ah,dia jadi menyesal tidak ada saat itu terjadi.
Brayen menatap tajam ke arah Alex."Kau tidak bisa diam?!"
Alex pun segera mengatupkan bibirnya,namun wajahnya yang menahan tawa terlihat jelas.
"Baiklah-baiklah,aku tidak akan menggodamu lagi.Aku janji"
"Sudahlah,lebih baik kau kembali ke ruanganmu saja.Aku sudah malas melihat wajahmu itu"dengus Brayen dengan sinis.
"C'mon Dude.No hard feeling,okay?Kau menghukum wanita itu agar kau puas melihatnya menderita.Jangan mudah terpancing dengan yang di ucapkan wanita itu,jika kau yang terpancing maka dia yang merasa menang nantinya"
"Pemikiran macam apa itu?Lalu kau ingin aku diam saja begitu?Jika kau menganggapnya demikian,maka kau sama gilanya dengan wanita itu"kata Brayen sambil menunjuk Nurfa.
"I'm not say like it,but you don't have to be angry"
"Tsk!Go away,I want to be left alone!"
"Iya,iya.Aku akan pergi sekarang,kau puas?"
__ADS_1
Brayen tidak merespon,ia kembali meminum minumannya dengan tenang.Alex yang melihat hanya bisa memutar malas kedua matanya.
Setelah itu,ia berpamitan dengan hormat kepada Brayen.Bagaimanapun,temannya itu adalah atasannya dan dia harus bersikap seprofesional mungkin dengan tidak mencampuri hubungan pribadi dan pekerjaannya.
Damn!
Baru saja dia merasa bahagia tadi,kini dia kembali kesal mendengar pbicaraan Alex dan sekretarisnya.Dasar Alex brengsek!
Brayen menghembuskan nafas kasar,lalu mengambil berkas yang ada di meja depannya.Ia lalu melihat ke arah Nurfa yang dibuat kelimpungan olehnya.Ck!Lihat saja nanti,dia tidak akan membiarkan tugas-tugas yang dia berikan dqpat selesai dengan mudah.
*****
Hari ini adalah hari yang di tunggu-tunggu oleh Nurfa,mungkin juga oleh semua orang.Apalagi jika bukan hari Minggu,hari kesayangan semua orang termasuk Nurfa.Hari ini,ia bisa bebas dari pekerjaannya dan bebas dari pria menyebalkan itu.
Setelah pekerjaan menumpuk yang membuatnya harus lembur kemarin,kini akhirnya dia dapat bebas untuk hari ini.Bahkan,kemarin dia benar-benar lembur.Hingga jam 11 malam,ia baru bisa pulang dari perusahaan.
Namun ada saja yang merusak harinya,kali ini bukan Brayen melainkan ayah dari pria itu.Pagi-pagi sekali Nurfa mendapatkan telpon dari nomor yang tidak dikenal,dan setelah ia mengangkatnya ternyata yang menelponnya adalah Pak Zacky ayah Brayen.Nurfa sontak kaget,kenapa orang penting seperti Pak Zacky sampai menelponnya.Ternyata pria paruh baya itu mengundangnya untuk datang menemuinya di kediamannya.
"Ya ampun,Fa.Aku ngak nyangka teman aku ternyata udah jadi orang penting, sampai-sampai pemilik perusahaan sukses ngundang kamu kerumahnya"ucap Annisa sok terharu dan seakan menghapus air matanya.
Nurfa yang melihat itu hanya melirik malas melihat drama yang dibuat oleh teman-temannya itu.Mereka kemudian memasuki kediaman Zacky dengan menggunakan mobil,yang pintu gerbangnya sudah dibuka lebih dulu oleh satpam.
Ia tidak membawa motornya karena rencananya dia dan teman-temannya akan pergi.Setelah mendapat telpon dari Pak Zacky,mereka memutuskan merubah rencana dan pergi bersama menuju kediaman Zacky.
"Tsk,tsk.Orang kaya mah beda,jarak dari rumah ke pintu gerbang aja udah kayak luas lapangan sepak bola"decak Zahra kagum.
"Sholawat-in aja dulu"sambung Annisa sambil mengemudi mobilnya.
"Wow,gua kira lapangannya aja yang luas,eh rumahnya udah kayak istana"kata Annisa ketika mobil sudah sampai di depan pintu utama rumah itu.
"Ish,walaupun kita ngak pernah tinggal di rumah yang kayak istana gini,setidaknya jaga image biar ngak kelihatan norak.Malu diliatin nanti"ringis Nurfa yang mendapat tatapan memicing dari kedua temannya.
"Apa?"tanya Nurfa polos.
"Iya,Fa.Tenang aja kata-kata mu akan senantiasa kami ingat.Bener ngak Nis?"kata Zahra mendramatisir yang diangguki oleh Annisa.
Nurfa yang mendengar itu hanya memutar malas bola matanya,lalu keluar dari mobil yang disusul oleh kedua temannya.Sesampainya mereka didepan pintu,mereka sudah di sambut oleh seorang pria yang bertugas mengantarkan mereka menjumpai Pak Zacky.
__ADS_1
"Fa,keknya semua yang ada di rumah ini itu good looking semua deh"bisik Annisa pada Nurfa.
Nurfa pun mengangguk setuju,faktanya memang seluruh penghuni dirumah ini memiliki wajah yang enak dipandang.Bahkan para pekerja pun demikian.Mereka terus berjalan,hingga tiba di ruangan yang pintunya m asih tertutup rapat.
"Sebentar Nona,saya akan memberitahu Tuan kalau anda telah tiba"Setelah itu pria itu masuk kedalam ruangan itu.Namun tak lama ia kembali keluar.
"Nona Nurfa,Tuan sudah menunggu anda di dalam ruangannya,beliau ingin berbicara secara pribadi dengan anda saja"
"Lalu,bagaimana dengan teman-temanku?.Aku datang bersama mereka kesini"tanya Nurfa.
"Maaf Nona,untuk teman Nona mereka sudah disiapkan jamuan sembari menunggu.Nona tidak perlu khawatir,tuan sudah memerintahkan kami untuk menjamu teman nona dengan baik"jelas pria itu.
"Udah Fa,cepetan masuk gih!"kata Zahra.
Nurfa melihat pada kedua temannya itu,lalu mengangguk setuju.
"Mari Nona"ucap pria yang sedari tadi bersama mereka,mengarahkan kedua temannya ke tempat yang sudah disiapkan untuk kedua temannya itu.
Setelah melihat kedua temannya pergi,Nurfa baru berniat menghampiri pak Zacky.Ia mengetok pintu sebentar lalu membukanya secara perlahan,melihat seorang pria paruh baya yang berpakaian santai sedang duduk di singgel sofa.
Nurfa tak bisa tidak kagum melihat ruangan ini,pertama kali membuka pintu,mata akan di suguhkan pemandangan di luar ruangan yang dibatasi oleh dinding kaca sehingga nampak tanaman-tanaman hias,serta dua kolam bundar berukuran sedang yang terletak berseberangan.
Nurfa pun melangkah masuk,menghampiri pria paruh baya yang sedang duduk menghadap pemandangan luar.
"Assalamu'alaikum Pak Zacky"sapa Nurfa sambil berdiri.
"Wa'alaikummussalaam nak Nurfa.Silahkan duduk nak"sapa balik pria paruh baya itu,sambil mempersilahkan Nurfa untuk duduk.
"Maaf jika saya mengganggu waktu libur nak Nurfa,padahal mungkin nak Nurfa bisa saja ingin beristirahat"
"Tidak masalah Pak Zacky,pasti ada hal yang penting makanya bapak mengundang saya kesini"respon Nurfa.
Pria paruh baya itu tersenyum tipis menatap Nurfa."Begini nak,aku memanggilmu kemari karena aku ingin minta bantuan lagi kepadamu nak.Tapi,permintaanku ini masih berhubungan dengan pekerjaanmu yang sekarang."
Nurfa mengernyit heran sebentar."Insyaallah kalau saya bisa,saya pasti bantu bapak"kata Nurfa,dan entah kenapa perasaannya menjadi tidak enak.
"Begini nak Nurfa,aku ingin meminta nak Nurfa menjadi mata-mata dari putraku Brayen"
__ADS_1