
Sudah satu minggu setelah kepergian Reno, kini Rosa memulai hari-harinya seperti biasa, harinya selalu di sibukkan oleh jadwal kegiatannya sebagai seorang model. Tidak ada lagi yang akan mengajaknya untuk makan siang diluar, mengantarnya pulang, atau yang lainnya.
Dirinya yang sudah terbiasa dengan sikap manja yang selalu di berikan Reno kepadanya, harus bisa melupakan sedikit demi sedikit perlakuan itu dan membiasakan diri untuk mandiri.
Memang berat untuk Rosa di awal-awal LDR nya, namun seiring berjalannya waktu ia pun mulai terbiasa sendiri tanpa sosok Reno yang selama dua tahun belakangan ini selalu di sampingnya dan memanjakannya.
Sejak ke pindahan Reno ke kota S, Rosa biasanya akan mengawali paginya dengan saling berkirim pesan terlebih dahulu dengan Reno, dan mengakhiri malamnya sebelum tidur dengan obrolan panjang lagi bersama Reno melalui Vidio call sampai mereka merasakan kantuk.
Komunikasi mereka memang masih terus terjalin dengan baik beberapa hari ini walaupun saling berjauhan.
Saat sedang makan siang di sebuah restoran, fokus Rosa pada makanannya dialihkan oleh sebuah telpon yang masuk kedalam ponselnya melalui WhatsApp.
Rosa mengeluarkan ponsel dari dalam tasnya dan melihat si penelpon yang masuk di ponselnya. Seketika senyuman manis terbit di wajah cantiknya, ternyata yang menghubunginya adalah orang yang sudah ia tunggu-tunggu kabarnya beberapa hari ini.
Rosa sudah sangat menantikan Lina untuk menghubunginya, berharap bos dari teman sekolahnya itu akan memakai jasanya sebagai Brand Ambassador kosmetik kecantikan, yang sudah dapat dipastikan bakal menaikan pamornya sebagai seorang model.
Rosa segera mengangkat telpon dari Lina, seraya berharap teman lamanya itu membawa kabar bahagia.
"Halo, Lin." Sapa Rosa dengan Riang dan senyum mengembang di bibirnya.
"Halo, Sa. Apa hari ini kamu sibuk?" Tanya Lina langsung.
"Kebetulan hari ini aku ada pemotretan, tapi sepertinya jam tiga sudah kelar." Jawab Rosa sambil melihat jam tangan yang ia kenalan di tangan kirinya. "Ada apa, Lin?" Tanya Rosa dengan rasa penasaran.
"Hari ini Owner aku mau ngajak kamu ketemuan ini, sekitar jam empat sore, apa kamu bisa, Sa?" Tanya Lina lagi.
"Tentu saja bisa. Selesai pemotretan kita bisa langsung bertemu." Jawab Rosa dengan bersemangat.
"Bagus, kalau begitu sampai ketemu ya. Untuk tempatnya nanti aku sherlock kamu ya." Ujar Lina.
__ADS_1
"Oke, Lin." Lalu mereka mengakhiri obrolan itu.
Raut wajah ceria terpancar jelas di wajah Rosa. Setelah membayar makanannya, Rosa bergegas pergi menuju studio pemotretannya kembali. Ia ingin menyelesaikan pekerjaannya lebih cepat, karena ia sudah tidak sabar untuk bertemu dengan Lima dan juga Owner nya.
Tidak terasa waktu berjalan begitu cepat, hingga jam sudah menunjukan pukul tiga sore. Rosa bergegas mengganti pakaiannya, lalu pergi meninggalkan studio.
Rosa menggunakan taksi online yang di pesannya menuju cafe yang telah di kirim oleh Lina melalui WhatsApp alamatnya, tempat di mana Ia dan juga Lina akan bertemu jam empat nanti.
Rosa sengaja pergi menuju tempat itu lebih cepat agar tidak terlambat, ia memutuskan untuk beristirahat di sana sambil menunggu Lina, dan dalam waktu lima belas menit ia pun telah sampai di cafe.
Rosa memesan minuman untuk melepas dahaganya, lalu ia memberi kabar kepada Lina bahwa dirinya sudah tiba di Cafe.
Hanya berselang sepuluh menit setelah Rosa mengatakan bahwa dirinya sudah sampai di cafe, Lina dan juga atasannya terlihat sudah datang di cafe tempat mereka janjian untuk bertemu.
Lina memang langsung memberitahukan bosnya bahwa Rosa sudah menunggu, dan kebetulan mereka tidak ada lagi pekerjaan, maka atasan cantik Lina itu segera mengajak asistennya itu untuk langsung menemui Rosa.
"Hai, Sa." Sapa Lina setelah mereka tiba di kursi yang diduduki oleh Rosa.
"Iya. Kantor kita dekat dari sini. Dan kebetulan gak sibuk, jadi bu Dewi mutusin buat nemuin kamu saja secepatnya. Oh ya, ini kenalin bos aku." Lina memperkenalkan atasannya itu kepada Rosa.
"Dewi." Wanita cantik itu menjulurkan tangannya ke hadapan Rosa dengan tersenyum ramah.
"Rosa." Rosa menyambut uluran tangan Dewi tentunya dengan tersenyum manis pula.
"Silahkan duduk." Ujar Rosa lagi mempersilahkan Lina dan juga bosnya duduk di kursi yang ada di hadapannya.
Obrolan mereka dimulai, ketiganya pun terlihat begitu serius berbincang, namun sebelumnya Lina memesan minuman dan juga camilan untuk menemani obrolan mereka.
Dewi menjelaskan produk mereka kepada Rosa, produk yang sudah cukup laris dalam waktu yang singkat padahal baru beberapa bulan di luncurkan, namun masih belum cukup terkenal. Maka dari itu Dewi berniat mencari seorang model untuk membantu mempromosikan produknya, dan ia cukup tertarik dengan paras cantik Rosa yang di lihatnya di salah satu majalah.
__ADS_1
Tanpa di sangka, ternyata Lina salah satu asisten kepercayaan Dewi, adalah teman dekat Rosa dulu saat sekolah. Ia mengatakan bahwa dirinya mengenal Rosa, dan akan membantu mencari teman sekolahnya dulu itu. Dan syukurnya tidak begitu sulit bagi mereka untuk bisa bertemu.
Rosa yang memang sudah sangat menanti hal ini pun tertarik dengan perjanjian kerja sama mereka yang dikatakan oleh Dewi. Rosa menerima tawaran Dewi dengan kontrak yang cukup tinggi, namun dengan syarat Rosa harus bersedia memakai prodak kecantikan miliknya itu.
Menurut Rosa syarat dari Dewi tidaklah sulit dan ia pun dengan senang hati akan memakai brand dari Dewi agar bisa lebih mengenal produk yang akan dia pasarkan.
Pertemuan ketiganya berakhir dengan saling berjabat tangan antara Dewi dan Rosa, tanda bahwa mereka telah sepakat dan akan memulai kerja sama.
Dewi meminta Rosa untuk datang ke perusahaannya di hari berikutnya, karena di kantor Dewi, Rosa akan menandatangani kontra yang akan segera di buat oleh Dewi.
"Kami tunggu kedatangan anda di kantor, Rosa." Ujar Dewi.
"Saya pasti akan secepatnya ke kanton, Anda." Jawab Rosa dengan senang.
"Bukankah memang semakin cepat semakin baik." Ujar Dewi dengan senyum manis.
"Tentu saja." Jawab Rosa tidak kalah senangnya.
***
Sejak pertama kali tiba di kota S, Reno langsung di sibukkan oleh pekerjaannya, anak perusahaan yang baru saja berdiri itu benar-benar menyita waktu Reno.
Namun meski begitu, Reno selalu berusaha menjalin komunikasi yang baik dengan orang tua dan juga kekasihnya. Pagi-pagi biasanya Reno akan menghubungi mamanya melalui telpon, dan hanya mengirim pesan kepada Rosa, tapi untuk malam hari, Reno akan menghabiskan malamnya sebelum tidur untuk menelpon Rosa.
Sebisa mungkin Reno membagi waktunya dengan baik dan berlaku adil, ia tahu mamanya sangat mencemaskan dirinya jika sehari saja Reno tidak menghubunginya, dan ia juga menghawatirkan Rosa yang kini harus terbiasa jauh darinya.
Malam ini Reno kembali melakukan Vidio call bersama Rosa, dan yang menjadi obrolan mereka adalah tentang Rosa yang akan menjalin kerja sama dengan seorang pemilik prodak kecantikan sebagai Brand Ambassador.
Meski sebenarnya kurang setuju, namun Reno memberikan Rosa izin untuk menerima pekerjaan itu, Reno tahu betul meski tidak menyetujuinya, Rosa pasti akan tetap menerima tawaran itu tanpa memperdulikan larangannya.
__ADS_1
Reno sebenarnya ingin Rosa segera berhenti dari dunia modelnya, karena saat nanti mereka sudah menikah Reno ingin Rosa hanya di rumah dan mengurus anak mereka seperti mamanya. Namun karena ia sangat tahu sifat Rosa yang keras kepala, akhirnya Reno yang mengalah dan membiarkan Rosa menikmati pekerjaannya itu untuk saat ini, tapi tentu ia berharap nantinya Rosa akan berhenti sendiri setelah mereka menikah.