Terjerat Cinta OM Tampan

Terjerat Cinta OM Tampan
27. Belum Siap Kehilangan Pekerjaan.


__ADS_3

Reno menghantar Rosa kembali setelah selesai berdiskusi tentang rencana pernikahan bersama orang tuanya, sepanjang perjalan pulang Rosa terlihat hanya melamun, tak sepatah kata pun keluar dari mulut manisnya, biasanya dia akan jadi cerewet menceritakan semua kegiatannya kepada Reno saat bersama.


Melihat Rosa yang tidak seperti biasanya itu, membuat Reno menyadari sesuatu, bahwa sebenarnya Rosa merasa keberatan dengan ajakannya untuk menikah, tapi Reno masih menahan diri untuk tidak bertanya apa-apa, sampai mereka tiba di kediaman Rosa, karena dia tidak ingin ada perdebatan di dalam perjalanan mereka yang akan menyebabkan hal yang tidak diinginkan.


Setelah tiba di depan rumah Rosa, Reno baru membuka suara.


"Aku tahu kamu tidak menginginkan pernikahan ini." Ujar Reno dengan tatapan yang masih lurus ke depan.


Mendengar ucapan yang baru saja terlontar dari bibi Reno itu, membuat Rosa sadar dari lamunannya, ia pun menoleh menatap raut wajah Reno dari samping.


Reno mengubah duduknya agar bisa menghadap ke arah Rosa yang ada di sampingnya, terlihat gadis itu sedang menatapnya.


"Kalau menurut mu pernikahan ini tidak harus di lakukan, silahkan pergi. Aku tidak akan memaksamu, pernikahan yang tidak didasari keinginan bersama pasti tidak akan berjalan dengan baik." Ucap Reno sambil menatap dalam mata Rosa yang juga sedang menatapnya.


"Aku, aku." Rosa seperi bingung harus berkata apa, karena jujur saja ia memang belum siap menikah.


"Aku tahu kamu masih merasa ragu dengan rencana pernikahan ini, tapi kamu tahu bahwa aku tidak bisa lagi untuk menolak keinginan Papa dan Mama agar segera menikah. Jadi kalau memang kamu belum siap, silahkan kamu pergi sebelum pernikahan ini terjadi, aku akan menerima perjodohan dari Mama dan Papa jika kita tidak bisa melanjutkan pernikahan kita ini." Ujar Reno lagi.


Buliran bening terlihat mulai keluar dari mata Rosa, perlahan mulai membasahi pipinya.


"Aku gak mau pisah dari kamu, aku gak sanggup kehilangan kamu." Rosa hambur kedalam pelukan Reno, aliran air mata di pipinya terasa semakin deras, perkataan Reno seperti menyayat hatinya, membayangkan kehilangan Reno, membuat dadanya terasa sesak.


Reno membalas pelukan Rosa, mengusap lembut punggung dan rambu halus dan lurus milik Rosa.


"Aku tidak bisa memaksa seseorang untuk menikah dengan ku, tapi aku juga sudah tidak bisa lagi menunda untuk tidak segera menikah, usia ku sudah cukup matang, Papa dan Mama juga sudah tua." Air mata yang di tahan Reno tidak terasa jatuh menetes.

__ADS_1


Sebenarnya Ia tidak sanggup jika harus kehilangan Rosa, karena hanya gadis itulah yang sangat ia cintai, tapi jika Rosa tidak menginginkan pernikahan mereka, maka Ia siap melepas belahan jiwanya, cinta tidak harus bersama pikir Reno.


"Kita akan menikah tiga bulan lagi." Jawab Rosa dengan sesenggukan. Membayangkan kehilangan Reno membuatnya merasa sakit, apa lagi jika hal itu benar-benat terjadi.


"Terima kasih, Sayang." Reno melepas pelukannya, lalu mencium lama kening Rosa.


"Besok aku akan ke kemari lagi untuk menemui om dan tante mu, dan jangan lupa untuk memberitahu ibu mu di kampung, agar beliau bisa menghadiri lamaran kita nanti." Ujar Reno, dan hanya di jawab anggukan oleh Rosa.


Mobil Reno kembali melaju pergi meninggalkan halaman rumah Heru setelah Rosa Ia pastikan masuk kedalam rumah.


Selama di dalam perjalanan pulang, Reno masih merasa ada yang janggal dari Rosa, menurutnya Rosa tidak benar-benar ingin menikah dengannya, Rosa hanya takut kehilangan dirinya saja dan memaksakan diri agar mau menikah dengannya.


Sementara itu saat tiba di rumah, Rosa melangkah masuk dengan gontai, membuat Linda merasa khawatir melihatnya, dengan segera Linda menyusul Rosa yang berjalan masuk menuju kamar.


Rosa yang tengah duduk di tepi tempat tidurnya menoleh ke arah Linda yang melangkah masuk dan melemparkan senyuman, tapi wajahnya nampak begitu lesu.


"Bagai mana dengan makan malam mu, kenapa kamu seperti tidak bersemangat begini?" Tanya Linda yang kini tengah duduk di samping Rosa sambil mengusap lembut rambut panjang nan lembut Rosa.


Rosa menarik nafas panjang, lalu menghembuskan nya dengan kasar. Rosa menoleh menatap wanita yang sudah seperti ibu kandungnya itu, lalu menceritakan pembicaraan saat makan malam di rumah Reno.


"Reno memutuskan untuk menikah tiga bulan lagi." Jawab Rosa dengan lesu.


"Kalau begitu bagus dong, kenapa kamu seperti tidak senang begini." Jawab Linda sambil meletakan tangannya ke wajah Rosa.


"Tante, Rosa belum siap." Jawab Rosa, buliran bening terlihat mengalir di wajahnya lagi.

__ADS_1


"Hey, kenapa menangis?" Linda membawa Rosa kedalam pelukannya. "Apa kamu tidak yakin dengan Reno?" Tanya Linda.


"Bukan begitu, aku yakin Reno bisa bertanggung jawab dan memenuhi semua kebutuhanku. Tapi, aku belum siap tante, aku masih ingin menggapai mimpi-mimpiku. Setelah menikah Reno ingin aku berhenti jadi model, dan aku belum siap untuk kehilangan itu semua." Jawab Rosa.


"Apa yang kamu inginkan, hem? Kalau kamu yakin Reno bisa memenuhi semua keinginan mu dan bertanggung jawab kenapa kamu harus takut meninggalkan dunia mu saat ini, itu sama saja kamu meragukannya." Ujar Linda.


"Aku siap untuk menikah, tapi aku tidak bisa meninggalkan pekerjaan ku sekarang." Jawab Rosa.


"Pikirkan semuanya dengan matang, jangan sampai kamu mengambil keputusan yang salah, karena itu akan merugikan diri mu sendiri. Reno memintamu meninggalkan pekerjaan mu, itu pasti ada alasannya, dan yang pasti semua sudah di pikirkan oleh Reno dengan matang." Ujar Linda sambil mengusap lengan Rosa.


"Hem." Rosa menganggukkan kepalanya berulang kali dengan pelan. "Besok Reno akan kemari untuk bertemu dan membicarakan hal ini dengan Om dan Tante." Ujar Rosa.


"Baiklah, tante akan siapkan makan siang untuk besok. Kita juga harus memberi tahu ibu mu." Jawab Linda.


Linda keluar dari kamar setelah selesai bicara dengan Rosa, ia segera memberitahukan berita baik itu dengan suaminya.


"Kita harus membantu Rosa mempersiapkan semuanya, jangan sampai kita membuat Pak Chandra kecewa, beliau sudah sangat baik dengan kita selama ini." Ujar Heru.


"Iya, Mas."


Keesokan harinya, Reno datang kembali ke rumah Rosa untuk bertemu dengan Heru dan Linda, tidak lupa sebelumnya ia mampir di toko kue dan buah-buahan untuk membawa buah tangan. Kedatangan Reno pun di sambut dengan baik oleh Om dan Tante Rosa.


Reno langsung menyampaikan tujuannya datang kepada Heru dan Linda, dan semua ucapan serta usulan keluarga Reno tentang pernikahan itu pun di terima oleh Heru dan Linda, mereka setuju dengan keputusan Reno untuk lamaran bulan depan dan melangsungkan pernikahan tiga bulan ke depan.


Usai berbicara tentang pernikahan Reno dan Rosa, mereka pun terlihat makan siang bersama.

__ADS_1


__ADS_2