Terjerat Cinta OM Tampan

Terjerat Cinta OM Tampan
9. Kangen


__ADS_3

"Rossi! Kamu tidak sekolah?“


Nurmala yang melihat putrinya turun dari motor seorang anak laki-laki langsung menghampiri anaknya setelah kepergian Rian.


Nurmala bertanya dengan suara yang sedikit meninggi kepada putrinya, ia sedikit terkejut karena baru saja pukul sepuluh pagi putrinya sudah pulang ke rumah. Nurmala pikir Rossi sengaja bolos dengan anak laki-laki itu.


"Ibu." Rossi langsung menyalami ibunya dengan sedikit gugup karena kedatangan ibunya yang tiba-tiba dari dalam rumah membuatnya kaget.


Rupanya Nurmala langsung keluar rumah saat mendengar ada suara motor di depan rumahnya, ia sengaja menunggu kepergian Rian, baru menghampiri Rossi.


"Lho, kamu habis nangis, Ros?" Tanya Nurmala yang kembali terkejut, saat melihat kedua mata putrinya sedikit sembab karena habis menangis.


"Rossi habis dari rumah sakit, Bu." Jawab Rossi sambil berjalan masuk ke dalam rumahnya yang di ikuti Nurmala dari belakang.


"Kenapa, Ros. Kamu sedang sakit? Kamu baik-baik saja kan?" Tanya Nurmala mulai khawatir.


"Iya, Bu. Aku baik-baik saja. aku gak apa-apa kok, Bu."


"Lalu ngapain kamu ke rumah sakit?"


"Aku habis jenguk Yuda di rumah sakit, kemarin Yuda kecelakaan, Bu. Karena mau jemput Rossi di sekolah." Jelas Rossi.


"Yuda kecelakaan, Ros?" Kedua bola mata itu spontan membulat, Nurmala terlihat khawatir, ia juga sudah menganggap Yuda seperti anaknya sendiri. dan Rossi terlihat mengangguk sambil melepas sepatu dan kaus kaki yang masih ia kenakan.


"Pantas saja Ratna dari pagi sudah gak ada di rumah. Lalu gimana kabar Yuda, Ros. Kenapa tante gak kasih tau kita?"


"Yuda gak apa-apa, Bu. Tapi kakinya keseleo dan sedikit lecet-lecet. Om dan tante dapat kabarnya semalam bu dari rumah sakit. Karena panik jadi mereka gak sempat kasih tau kita, semalam juga kan hujan lebat, bu.'' Jelas Rossi, sama seperti apa yang di katakan Ratna kepadanya.


"Oo gitu, tapi syukurlah kalau Yuda gak apa-apa. Lalu tadi siapa yang anterin kamu?" Nurmala mengalihkan pertanyaannya.


"Dia Rian, Bu." Jawab Rossi.


"Rian! Rian yang waktu itu jahilin kamu sampai berkelahi dengan Yuda?" Berulang kali Nurmala di buat kaget dengan ucapan-ucapan yang di katakan putrinya, untung saja dia bukan wanita tua yang punya penyakit jantung.


"Iya, Bu." Jawab Rossi.


"Kok bisa kamu diantar sama dia?"


"Tadi Rossi diantar Rian, Bu. Cari rumah sakit tempat Yuda di rawat. Lagi pula sekarang Rian sudah berubah kok bu, dia gak pernah lagi jahili Rossi. Sekarang kami malah berteman baik." Jelas Rossi, ia tahu bahwa sebenarnya ibunya itu tengah mengkhawatirkannya.


"Syukurlah kalau memang dia sudah berubah. Hmm, tadi ibu lihat-lihat, dia ganteng juga ya, Ros?" Ujar Nirmala dengan tersenyum.

__ADS_1


"Ih ibu, kok malah bahas ke sana si." Rossi menaikan satu alisnya merasa heran.


"Emang salah ya ibu bilang dia ganteng?'' Tanya Nurmala, dan Rossi hanya menarik nafas panjang dan membuangnya kasar.


Tidak salah Nurmala menyematkan kata ganteng terhadap Rian, karena anak itu memang memiliki wajah tampan dan juga kulit yang putih bersih, kekayaan orang tuanya juga menunjang penampilannya, hanya saja Rossi malas mendengar ibunya membahas hal seperti itu, sungguh ia tidak tertarik sama sekali.


Saat masih berbicara dengan ibunya, tiba-tiba di depan rumah Rossi terdengar suara klakson motor yang sengaja di bunyikan oleh Rian. Rossi pun bergegas kembali ke depan dengan di ikuti ibunya.


"Ros, ini tasnya." Rian memberikan tas Rossi dengan dirinya masih berada di atas sepeda motor. Rossi pun segera menghampiri Rian dan mengambil tasnya.


"Terima kasih, Rian.'' Ucap Rossi.


"Iya, sama-sama." Jawab Rian.


"Gak masuk dulu, nak Rian?" Nurmala yang berdiri di ambang pintu, tiba-tiba bersuara dan menawari Rian untuk mampir.


Rossi pun memutar tubuh, melihat ibunya dengan tatapan heran, karena ibunya terlihat sangat ramah ke pada Rian, padahal dulu ibunya sangat kesal saat mendengar nama Rian, yang sudah membuat Ridwan mendapatkan surat panggilan dari sekolah akibat perkelahian Yuda dan Rian.


"Gak deh bu, lain kali saja, saya mau langsung pulang dulu." Jawab Rian dengan tersenyum.


"Hati-hati nak, Rian." Jawab Nurmala.


"Iya, Bu.Terima kasih. " Jawab Rian, lalu ia juga berpamitan dengan Rossi sebelum akhirnya pergi dari hadapan gadis itu.


"Dia baik juga, Ros. Mau anterin tas kamu." Ujar ibunya.


"Iya, Bu." Jawab Rossi, lalu bergegas masuk ke dalam kamarnya untuk merapikan tasnya.


***


Sejak saat Yuda mengalami kecelakaan, kini setiap kali berangkat maupun pulang selalu Rossi selalu bersama Rian, mereka terlihat mulai begitu akrab, bahkan rasa ragu Rossi kepada Rian yang dulu sering ia rasakan ketika tidak ada Yuda, kini tidak pernah lagi muncul di hatinya, ia mulai sepenuhnya percaya kepada Rian.


Tiga hari sudah Yuda di rawat di rumah sakit, setiap hari pula Rossi menyempatkan diri untuk menjenguk bersama ibunya selepas pulang sekolah.


Dan hari ini, Yuda sudah di perbolehkan untuk pulang ke rumah, karena dokter mengatakan tidak terjadi apa-apa di dalam tubuh Yuda setelah dilakukan ronsen, luka-luka ringannya pun sudah mulai mengering. Yuda hanya perlu diurut, agar keseleo yang dialaminya pada bagian kaki bisa cepat sembuh.


Rossi baru saja tiba di depan rumahnya bersama Rian dari sekolah, dan tak disangka kepulangan mereka itu bersamaan dengan kedatangan mobil Ridwan yang baru juga tiba dari rumah sakit dengan membawa Yuda pulang.


Mereka berdua langsung bergegas menuju rumah Yuda. Rian membantu Ridwan menuntun Yuda yang berjalan menggunakan tongkat masuk ke dalam rumah, sedangkan Rossi membantu Ratna menurunkan barang-barang yang di bawa dari rumah sakit dari dalam mobil


"Kalian baru pulang?" Tanya Ratna.

__ADS_1


"Iya, Tante." Jawab Rian, dan Rossi hanya menganggukkan kepalanya.


Mereka pun langsung membawa Yuda menuju kamarnya, sedangkan Ratna terlihat menyiapkan minuman serta beberapa camilan untuk di bawa menuju kamar Yuda.


"Ini di minum dulu." ujar Ratna, sambil meletakan minuman serta makanan itu ke atas meja yang ada di dalam kamar Yuda.


"Terima kasih, Tante." Jawab Rossi dan Rian. Lalu Ratna pergi meninggalkan mereka, merapikan semua peralatan yang di bawa dari rumah sakit.


"Gimana keadaan kamu?" Tanya Rian.


"Aku sudah cukup baik, istirahat sehari, lusa sudah bisa masuk sekolah." Jawab Yuda dengan tersenyum.


"Kalau belum sehat, lebih baik jangan dulu masuk sekolah deh." Ujar Rossi.


"Gak kok, nanti Ayah panggilkan tukang urut, aku jamin setelah di urut pasti langsung baikan ni kaki. Aku juga pasti sudah banyak ketinggalan pelajaran." Jawab Yuda.


"Kan bisa pinjam buku punya aku, biasanya juga begitu." Jawab Rossi.


"Aku bosan, Ros. Tiduran mulu, tiga hari di rumah sakit seperti rasa tiga bulan." Ujar Yuda dengan tersenyum, menampakkan giginya kepada Rossi.


"Ya sudah deh, besok biar aku bantu." Jawab Rossi.


Tidak terasa hari sudah nampak sore, ketiganya begitu asik bercanda sampai hampir lupa waktu. Rian pun akhirnya berpamitan untuk pulang, dan tidak lama disusul oleh Rossi yang juga ingin pulang kerumahnya.


"Ros, ntar malam kesini lagi ya." Ujar Yuda dengan sahabatnya itu.


"Kenapa?" Tanya Rossi berpura-pura, padahal tidak di minta pun ia pasti akan datang lagi.


"Aku kangen sama kamu, sudah dua hari kita tidak bersama." Ujar Yuda sambil menaikan kedua alisnya berulang kali.


Melihat tingkah sahabatnya itu, Rossi langsung memutar kedua matanya karena merasa malas dengan candaan tidak masuk akal Yuda.


"Tiap hari juga aku ke rumah sakit." Jawab Rossi.


"Itu kan beda, Ros."


Rossi tidak menghiraukan ucapan Yuda, lalu pergi sambil menggelengkan kepalanya.


"Rossi!" Yuda sedikit berteriak karena tidak mendapat jawaban dari Rossi yang pergi meninggalkannya begitu saja.


Malam harinya, setelah makan malam, Nurmala dan Rossi kembali datang ke rumah Yuda. Nurmala ingin melihat lagi keadaan anak laki-laki yang dulu sering dititipkan kepada dirinya saat kedua orang tuanya bekerja itu.

__ADS_1


Saat tiba di sana kebetulan sekali Yuda sedang di urut oleh seorang tukang urut. Rossi pun memanfaatkan momen kesakitan Yuda untuk mengejeknya, dan mengatasinya anak manja.


__ADS_2