Terjerat Cinta OM Tampan

Terjerat Cinta OM Tampan
8. Kita kan Teman


__ADS_3

"Mari sini." Ucap Ratna yang melihat Rian masih berdiri di dekat pintu masuk. Lalu Ratna meletakkan mangkuk berisi sisa sarapan Yuda keatas meja terbuat dari besi yang ada di samping brankar putranya.


Saat Rossi mengangkat kepalanya dari dekapan Yuda yang sedang duduk bersandar di brankar nya, ia pun langsung menghadap dan memberikan pertanyaan kepada Ratna.


"Tante kenapa gak kasih tau aku dan ibu kalau Yuda kecelakaan?" Air mata masih mengalir di wajah imutnya.


Ranta menarik napas dalam lalu menghembuskan nya perlahan, perlu kelembutan pikirnya untuk menjawab pertanyaan Rossi, karena kalau sampai salah bicara bisa-bisa gadis di hadapannya ini akau meraung dengan keras pikir Ratna.


Dari kecil bertetangga dan dekat dengan keluarga Rossi, tentu Ratna sudah tahu persis bagaimana sikap cengeng Rossi, apa lagi ini menyangkut Yuda sahabatnya.


Dari kecil keduanya memang sangat dekat dan selalu bersama, mereka sudah seperti kakak dan adik, tidak ada rahasia di antara mereka, sedihnya Rossi juga sedihnya Yuda, tawanya Yuda juga tawanya Rossi, keduanya memang saling menyayangi.


"Maaf ya, Rossi. Om dan tante kemarin sore sangat khawatir karena Yuda gak pulang-pulang saat hujan, dan tiba-tiba dapat kabar Yuda kecelakaan itu setelah malam, karena panik jadi om dan tante gak sempat mau ngasih tau Rossi. Lagian Yuda juga gak apa-apa kan, cuma keseleo dan lecet-lecet doang.'' Jawab Ratna dengan lembut, dan sambil mengelus lengan Rossi.


''Iya, Ros. Luka segini mah gak apa-apa, aku kan anak laki jadi kuat, gak cengeng." Sambung Yuda menggoda Rossi, dan gadis itu pun langsung mengerucutkan bibirnya merasa kesal karena mendapat sindiran dari Yuda.


Rossi dapat menerima alasan Ratna yang tidak memberitahunya tentang kecelakaan itu, dan kini ia terlihat memutar tubuhnya menghadap Yuda, dan siap memberondong anak laki-laki itu dengan pertanyaannya.


"Lalu, kenapa kamu bisa kecelakaan?" Tanya Rossi masih dengan wajah sebal dan bercampur sedihnya.


Yuda juga terlihat menarik napas dalam sebelum menjawab pertanyaan Rossi. Sejujurnya Yuda takut Rossi kembali bersedih saat mendengar penyebab kecelakaannya itu karena ingin menjemput dirinya di sekolah, tapi dia tidak mungkin berbohong dengan Rossi.


"Kemari saat aku lihat cuaca mulai mendung, aku berniat jemput kamu di sekolah, takut kamu kehujanan. Eh, tapi pas aku sampai di sekolah, kamu nya sudah gak ada, dan teman-teman kamu bilang, kalian berdua sudah pulang." Jelas Yuda.


"Jadi kamu jemput aku kemarin?" Tanya Rossi, ia tidak menyangka kecelakaan Yuda karena akan menjemputnya.


"He em." Jawab Yuda sambil mangut-mangut pelan.


"Terus kenapa bisa kecelakaan?" Sambung Rossi.


"Aku panik karena kamu sudah gak ada di sekolah sedangkan tante bilang kamu belum pulang. Di jalan menuju sekolah aku juga gak liat kamu dan Rian pulang menuju rumah. Aku bingung dong, jadi aku putusin buat pulang walaupun hujan, berharapnya sampai di rumah kamu juga sudah sampai, tapi karena hujan lebat aku gak bisa lihat jalan, dan ehh tau-tau aku malah sudah di sini." Jawab Yuda yang saat itu pingsan dan tidak tahu apa yang terjadi setelah dia menabrak trotoar jalan.

__ADS_1


"Jadi kamu kecelakaan karena mau jemput aku ya?" Tanya Rossi sambil kembali menangis kencang.


"Ssttt udah, Ros. Jangan nangis, di sebelah ada pasien juga yang mau istirahat.'' Yuda menunjukan brankar di sebelahnya yang tertutup gorden pembatas. Rossi pun seketika menghentikan tangisannya.


Ratna hanya terlihat menggeleng melihat tingkah Rossi, sungguh gadis itu masih saja sangat polos dan kekanak-kanakan pikirnya.


"Ros, tante mau cari sarapan dulu ya buat om, kalian di sini dulu ya temani Yuda, gak apa-apa kan?" Pinta Ratna.


"Iya, tante gak apa-apa. Yuda biar aku yang jaga."


Ratna lantas keluar dan mengajak suaminya mencari sarapan di kantin yang ada di seputaran rumah sakit, karena mereka memang belum sarapan dan sudah merasa lapar.


Ia juga sengaja meninggalkan mereka bertiga, agar bisa mengobrol lebih leluasa tanpa dirinya, terlebih lagi ia tidak ingin pasien sebelah Yuda merasa terganggu, karena kehadiran banyak orang di sebelahnya.


"Oh ya, kalian kemana kemarin, kok cepat sekali pulangnya?" Yuda mulai menanyakan rasa penasarannya, kemarin ia sangat khawatir jika Rossi kembali dijahili oleh Rian, namun melihat gadis itu baik-baik saja di hadapannya, ia sedikit lega.


Rian yang tadinya berdiri di ujung kaki Yuda, berjalan mendekat lalu mencoba memberikan penjelasan atas pertanyaan Yuda.


"Aku minta maaf, Yuda. Karena telah membuatmu begitu mengkhawatirkan Rossi, hingga menyebabkan mu jadi begini." Rian jadi tambah merasa tidak enak hati, kecelakaan yang dialami Yuda karena mengkhawatirkan Rossi yang kemarin tak langsung di hantar nya pulang dan malah mengajaknya makan bakso dulu.


"Kemarin Rossi terlihat begitu gelisah dan ingin cepat-cepat pulang, tapi di perjalanan aku ajak dia makan bakso dulu di pengkolan dekat sekolah kita, itu sebabnya kita tidak bertemu di jalan." Jelas Rian.


Setelah mendengar penjelasan Rian, Yuda terlihat menoleh ke arah Rossi, meminta kebenaran. Dan yang di lihat pun langsung mengangguk pasti, membenarkan apa yang baru saja di ucapkan Rian.


Lama mereka ngobrol bertiga, terkadang Rian dan Yuda kompak saling menggoda Rossi yang terlihat begitu cengeng , sampai akhirnya Rian dan Rossi berpamitan untuk pulang, dan kebetulan Ratna dan Ridwan juga sudah kembali ke dalam ruangan perawatan Yuda.


"Rian, aku titip Rossi ya, selama aku gak masuk sekolah tolong jaga dia, kamu gak keberatan kan?" Tanya Yuda.


"Gak dong, kamu tenang aja, aku pasti jaga dan juga antara jemput dia sekolah, selama kamu gak masuk sekolah." Jawab Rian dengan tersenyum.


"Kamu mau kan, Rossi?" Tanya Rian, tapi yang di tanya malah memalingkan wajah menatap Yuda. Ia seakan meminta persetujuan Yuda, padahal Yuda lah yang sedang meminta bantuan kepada Rian untuk menjaganya.

__ADS_1


Yuda pun langsung menganggukkan kepalanya, karena ia tahu Rossi sedang mencari jawaban dari dirinya. Dan setelah mendapat persetujuan Yuda, Rossi menjawab dengan anggukan kepada Rian.


Sungguh Rossi sangatlah bergantung kepada Yuda, sampai hal seperti itu saja ia harus meminta persetujuan Yuda, karena laki-laki itu sudah seperti kakak bagi dirinya.


"Rian, jangan macam-macam ya sama Rossi. Tante akan cari dan bejek-bejek kamu kalau sampai usil lagi dengan Rossi.'' Ujar Ratna saat Rian dan Rossi sedang bergiliran bersalaman dengan dirinya dan juga suaminya.


Ucapan Ratna yang sebenarnya hanya bercanda itu mampu membuat Rian bergidik ngeri, karena Ratna mempratekkannya dengan kedua tangannya seolah-olah orang yang sedang menumbuk cabai.


"I-iya tante, Rian gak akan usili Rossi lagi, malah sebaliknya tante, aku akan melindunginya, seperti Yuda." Jawab Rian dengan penuh keyakinan.


"Bagus." Jawab Ratna dengan mengacungkan jempolnya kepada Rian, setelah itu semuanya pun terlihat tertawa.


Rossi sebenarnya belum mau pulang dan ingin tinggal untuk ikut menjaga Yuda, namun Ratna mencoba memberinya penjelasan agar tidak menimbulkan kekhawatiran Nurmala, jadi mau tidak mau Rossi ikut pulang bersama Rian dan meninggalkan Yuda.


***


Rian kembali mengendarai motor gedenya membelah jalan yang tidak begitu ramai dengan Rossi berada di belakangnya.


Ia berniat menghantarkan Rossi langsung pulang kerumahnya dan begitu tiba di depan rumahnya, wajah Rossi tampak sedang kebingungan karena ia baru sadar jika tas sekolahnya masih berada di ruang kelas, ia pun jadi panik karena tidak mungkin lagi balik ke sekolah untuk mengambilnya.


"Kamu kenapa, Ros?" Tanya Rian yang langsung dapat membaca raut wajah Rossi yang terlihat panik.


"Tasnya masih di ruang kelas." Jawab Rossi ragu sambil menggaruk rambutnya yang tidak gatal.


"Oh, iya." Ucap Rian sambil menepuk jidatnya pelan. Ia pun baru sadar juga bahwa tasnya ikut tertinggal, dirinya yang ikut panik melihat kepanikan Rossi, tentu saja tidak akan mengingat tentang perlengkapan sekolah mereka itu.


"Jadi gimana?" Tanya Rossi dengan majah memelas.


''Hmm, nanti biar aku minta tolong ambilkan sama teman ku aja. Kamu gak usah khawatir, nanti aku hantar tas mu ya." jawab Rian dengan tersenyum


"Terima kasih ya, Rian. Terima kasih juga karena kamu sudah mau ngantar aku buat cari rumah sakit Yuda." Ucap Rossi dengan tersenyum.

__ADS_1


"Santai aja Ros, kita kan teman." Jawab Rian dengan tersenyum.


__ADS_2