
Waktu terus berlalu, Rosa semakin terkenal di dunia maya, banyak tawaran datang kepadanya untuk menjadi model iklan atau menjadi Brand Ambassador, namun Rosa selalu menolak jika itu adalah produk kecantikan seperti Dewi, karena sampai saat ini dirinya masih menjalin kerja sama bersama Dewi.
Dewi sangat puas menjalin kerja sama dengan Rosa, produknya semakin hari semakin terkenal dan laris manis di mana-mana, kontrak kerja sama bersama Rosa pun terus di perpanjang oleh Dewi.
Biasanya Dewi akan memberikan banyak bonus rupiah kepada Rosa untuk mengikatnya, karena dia tidak mau Rosa sampai berhenti dan menjadi Brand Ambassador dari prodak lain, karena kemampuan Rosa untuk memasarkan suatu produk itu sudah tidak diragukan lagi.
Yang namanya manusia tentu tidak akan pernah merasa puas hanya dengan satu pencapaian saja, begitu pula dengan Dewi. Setelah Skincare khusus wanitanya terkenal dan laris manis di pasaran, kini Dewi pun membuat Skincare yang di khusus untuk pria.
Tiga bulan pertama produk khusu pria yang di buat oleh Dewi sudah laris dan terkenal di pasaran berkat Rosa.
Tapi untuk membuat prodak nya semakin terkenal, Dewi pun menggandeng seorang model pria untuk menjadi Brand Ambassador nya, dan pilihan Dewi jatuh kepada seorang model pria yang bernama Rio Reynaldi, laki-laki berparas cukup tampan dan juga cukup terkenal di dunia maya.
Tidak butuh waktu lama, hanya dalam hitungan bulan skincare khusus pria yang di buat oleh Dewi laris di pasaran.
Menjalin kerja sama dengan Dewi membuat Rio dan Rosa menjadi cukup akrab, mereka sering terlihat bersama, terkadang mereka juga mendapat tawaran iklan bersama, dan juga melakukan pemotretan berdua.
Melihat kedekatan keduanya, banyak para netizen yang berupaya untuk menjodoh-jodohkan mereka, bahkan ada pula yang mengisukan bahwa mereka telah menjalin asmara, walau pun mereka tahu kalau Rosa sebenarnya sudah memiliki kekasih.
Tapi Rosa tidak pernah menggubris isu tentang kedekatan mereka, dan menganggap Rio hanya sebagai teman kerja, karena bagi Rosa, Reno adalah laki-laki yang tidak akan tergantikan posisinya.
Namun, tidak bisa dibohongi kalau Reno sering kali terbakar api cemburu saat melihat kedekatan mereka dan upaya netizen yang mencoba untuk menjodohkan Rosa dengan Rio di dunia maya, meskipun Rosa selalu berkata bahwa ia tidak mungkin berpaling, tapi tetap saja Reno tidak bisa menghilangkan rasa cemburunya.
Berkali-kali ia berusaha untuk menghindari aplikasi media sosial di ponselnya agar tidak terbakar emosi saat melihat kedekatan Rosa dan Rio, namun rasa penasaran terus menghantui dirinya untuk mengetahui keseharian kekasihnya melalui aplikasi Ig.
Belum lagi sang mama yang selalu menjadi kompor untuk Reno, ia selalu mewanti-wanti anaknya agar tidak di selingkuhi oleh Rosa, dan mendesak Reno untuk segera menikahi Rosa, agar tidak di katai menjaga jodoh orang.
"Ren, Mama gak yakin kalau Rosa dan laki-laki itu tidak ada hubungannya. Pokoknya kamu harus paksa Rosa untuk menikah secepatnya, kalau dia tidak mau, maka jangan salahkan mama dan papa yang akan menjodohkan kamu dengan anak teman kami." Ujar Sarah di dalam telpon.
"Iya, Ma. Reno akan bicarakan ini kepada Rosa nanti, secepatnya Reno akan ajak Rosa untuk menikah."
"Semua teman-teman mama sudah pada gendong cucu lho, Ren. Apa kamu mau mama dan papa sudah tiada dulu baru kamu memikirkan untuk menikah." Sambung Sarah.
"Ma, jangan bicara begitu. Reno janji akan secepatnya bicara dengan Rosa, dan Reni usahakan untuk menikah di tahun ini." Jawab Reno, mendengar ucapan mamanya membuatnya semakin dilema.
"Baguslah, Ren. Usia mu sudah hampir dua puluh delapan tahun, mau umur berapa lagi kalian baru memikirkan menikah."
__ADS_1
''Iya, Ma. Reno akan hubungi Rosa secepatnya." Jawab Reno, lalu mematikan sambungan telepon.
Reno yang sedang duduk bersandar di kursi kerjanya terlihat memejamkan kedua matanya, perasaan cemburu terhadap Rio seketika datang kala pikirannya melayang membayangkan kedekatan Rosa dan Rio yang sempat di lihatnya melalui media sosial.
Dia percaya kepada Rosa bahwa keduanya memang tidak memiliki hubungan apa-apa, namun tetap saja Reni tidak bisa tahan melihat kedekatan mereka
Reno kembali mengambil ponsel yang ia letakkan di atas meja kerjanya dan mencari nomer kekasihnya itu lalu menghubunginya.
"Halo, Sayang." Sapa Rosa.
"Sa, dua hari lagi aku pulang ke Jakarta." Ujar Reno.
"Benarkah? Kalau begitu sampai bertemu sayang." Jawab Rosa senang, karena sudah lama mereka tidak bertemu.
"Aku ingin membicarakan sesuatu dengan kamu." Ujar Reno lagi.
"Tentang apa, Sayang?" Rosa jadi penasaran.
"Pernikahan kita." Jawab Reno.
Seketika jantung Rosa terasa berdebar lebih cepat.
"Ada apa?" Tanya Rosa lagi, senyum di bibirnya seketika hilang.
"Bukannya memang sudah seharusnya kita bahas itu sekarang. Aku ingin menikah di tahun ini." Jawab Reno.
Karena tidak mendapat jawaban apa-apa dari Rosa, Reno pun memutus sambungan telponnya.
Rosa langsung meletakkan ponselnya ke atas meja Rias yang ada di studio setelah percakapan mereka usai. Wajahnya seketika berubah tegang, dan pikiran melayang entah kemana.
Rosa bukan tidak ingin menikah dengan Reno, baginya Reno adalah cinta pertama dan terakhirnya. Tapi untuk menikah lagi-lagi Rosa merasa belum siap, karirnya yang masih berada di puncak saat ini tentu tidak akan ia lepaskan, sedangkan ia sudah berjanji kepada Reno, bahwa ia akan meninggalkan dunia hiburan setelah menikah.
"Rosa."
"Rosa." Rio melambaikan tangannya di hadapan wajah Rosa.
__ADS_1
"ROSA!" Rosa seketika terkejut, saat Rio sedikit berteriak manggil namanya.
"Kamu kenapa melamun? Ada masalah?" Tanya Rio yang berdiri di samping kursi tempat duduk Rosa.
"Gak, aku gak apa-apa." Jawab Rosa sambil menerbitkan senyum manis di wajahnya tapi tingkahnya seperti orang panik.
"Ayo buruan, sudah di tungguin tuh." Ujar Rio menunjuk ke arah tempat mereka akan melakukan pemotretan untuk produk skincare Dewi.
Rosa pun langsung bangkit dan mengekor di belakang Rio yang berjalan terlebih dahulu ke tempat pemotretan.
"Satu, dua, tiga."
"Ganti gaya."
"Senyum."
"Sekali lagi."
"Oke, break dulu deh." Ucap si Hendri si fotografer.
Hendri melihat hasil jepretannya yang menurutnya sangat tidak sesuai, ia tahu sepertinya Rosa sedang tidak konsentrasi kali ini.
Hendri pun mendekati Rosa yang terlihat sedang duduk melamun untuk bertanya.
"Kamu ada apa, Ros. Hasil foto kamu gak ada yang bagus ni, gak biasanya kamu gak profesional begini?" Tanya Hendri. Hendri dan Rosa memang sudah sejak lama berteman, karena hampir setiap kali melakukan pemotretan Hendri lah yang selalu menjadi Fotografer nya.
Mendengar percakapan Hendri dengan Rosa, Rio pun menghampiri keduanya.
"Kamu sakit, Ros?" Tanya Rio yang juga menyadari ada yang aneh dengan Rosa, karena sejak tadi perempuan itu sepertinya selalu terlihat melamun.
"Aku gak apa-apa. Sedikit pusing saja." Jawab Rosa, dia tidak mungkin menceritakan kepada keduanya bahwa ia sedang memikirkan ajakan Reno untuk menikah.
"Kalau begitu kita stop dulu deh hari ini, lanjut besok saja." Ujar Hendri.
"Oke. Aku antar kamu pulang ya, biar bisa langsung istirahat." Ujar Rio kepada Rosa. Dan Rosa menjawab dengan anggukan.
__ADS_1
"Hati-hati." Ucap Hendri saat melihat keduanya keluar dari ruangan pemotretan.