
Dua minggu sudah Reno berada di kota S, semakin hari dirinya semakin di sibukkan oleh pekerjaannya yang semakin padat, setiap hari Reno harus mengurus semua pekerjaannya sendiri, ia akan terjun langsung ke lapangan untuk memantau proses kerja karyawannya.
Jabatan tinggi tidak membuatnya lupa diri dan mengabaikan tanggung jawabnya. Bagi Reno, di berikan jabatan tinggi itu bukanlah suatu kesenangan, melainkan tanggung jawab yang juga semakin besar. Itu sebabnya dirinya akan terjun langsung, karena ia tidak ingin merusak kepercayaan yang di berikan kepadanya.
Seminggu pertama, Reno masih bisa mengurus segala keperluannya sendiri, untuk makan ia biasa akan memesan makanan melalui aplikasi atau pergi mencari warung makan terdekat, karena jika harus mencari restoran, tentunya cukup jauh, akan memakan waktu setengah jam dari tempatnya sekarang tinggal, dan untuk mencuci pakaian juga ia masih bisa mengantarnya ke laundry yang kebetulan dekat dengan rumah dinasnya.
Tapi belakangan, rupanya Reno mulai kerepotan sendiri, pekerjaan yang semakin padat membuat dirinya kelelahan, apa lagi untuk menuju tempat kerjanya ia harus menempuh perjalanan kurang lebih satu jam menuju perkebunan, dan hal itu tentu saja menambah rasa yang begitu lelah di tubuhnya.
Belum lagi keadaan rumah yang tidak terurus, semakin membuat Reno merasa tidak nyaman untuk tinggal, hingga akhirnya Reno memutuskan untuk mencari ART yang akan membantunya mengurus rumah dan juga keperluannya.
Karena belum begitu memahami kota tempatnya tinggal, Reno pun kesulitan untuk mencari yayasan yang menyalurkan tenaga kerja. Tapi untungnya ia tidak kehabisan akal, di tempatnya bekerja, ada seorang mandor yang kebetulan penduduk sekitar, tentunya dia lebih memahami kota kelahirannya ini, maka Reno pun meminta bantuannya untuk mencarikan ART.
"Pak Reno mau yang menetap tinggal di rumah bapak, atau bagaimana?" Tanya Asep, salah satu mandor yang kebetulan penduduk asli kota itu.
"Ah tidak perlu pak, saya hanya butuh orang yang bisa membersihkan rumah, mencuci pakaian, dan juga setrika saja. Jika pekerjaannya sudah beres, maka boleh pulang." Jawab Reno.
Reno tidak mungkin menyuruh orang yang akan manjadi ART nya nanti untuk tinggal bersamanya yang hanya seorang diri di rumah dinas, meskipun ia bukan tipe pria hidung belang tapi Reno adalah laki-laki normal, ia tidak bisa memungkiri jika suatu saat akan terjadi hal buruk nantinya jika tinggal bersama seorang perempuan hanya berdua, apa lagi jika yang akan menjadi ART nya seorang gadis atau janda muda. Hahaha.
"Baik Pak, nanti saya coba minta istri saya untuk carikan tetangga-tetangga sekitar rumah, siapa tahu ada yang berminat." Ujar Asep.
__ADS_1
"Terima kasih, pak Asep." Jawab Reno.
"Sama-sama, pak."
Selang beberapa hari, pak Asep datang ke rumah dinas Reno, ia terlihat membawa seorang wanita yang tidak lagi muda namun juga belum terlalu tuan datang ke sana. Sesuai janjinya kepada atasannya itu, bahwa ia akan mencarikan seseorang yang akan menjadi ART untuk Reno.
"Silahkan masuk." Ujar Reno setelah membukakan pintu. Karena hari libur kebetulan Reno pasti berada di rumah.
"Terima kasih, pak." Mereka pun melangkah masuk, lalu duduk di sofa ruang tamu rumah dinas Reno.
Pak Asep memperkenalkan wanita paruh baya yang ia bawa tadi.
"Ah iya, perkenalkan nama saya Reno, Bi Sumirah." Ujar Reno kepada perempuan paru baya itu.
Panggil saja Bi Sumi, Den." Jawab wanita paru baya itu dengan suaranya lembut, menunjukan bahwa ia adalah wanita berhati lembut dan juga keibuan seperti mamanya.
"Beliau masih warga sini, Pak. Kebetulan rumah beliau di ujung perumahan sini." Jelas Asep.
Setelah berkenalan dengan calon ART nya, Reno menjelaskan pekerjaan yang harus di lakukan Bi Sumi, ia juga mengatakan bahwa Bi Sumi tidak perlu menginap di rumah dinasnya itu, setelah semua pekerjaan selesai Bi Sumi bisa langsung pulang dan tidak perlu menunggunya pulang dari kerja.
__ADS_1
Reno meminta Bi Sumi untuk langsung bekerja hari ini, karena kebetulan rumahnya sudah sangat berantakan dan tidak nyaman di pandang mata. Dan setelah pekerjaan Bi Sumi selesai, Reno terlihat memberikan selembar uang kepada Bi Sumi sebagai tanda Terima kasihnya, dan tentu saja itu diluar upah yang sudah di sepakati.
***
Sementara itu, setelah memakai prodak dari Dewi dalam beberapa hari belakangan ini, wajah Rosa nampak semakin cerah dan lebih bersih, membuat dirinya semakin terlihat cantik bersinar.
Kini Rosa pun sudah siap melakukan pemotretan untuk majalah-majalah yang sudah bekerja sama dengan perusahaan Dewi sebagai salah satu cara promosi yang diajukan Dewi, Rosa juga akan menggunakan cara lain untuk membantunya mempromosikan brand-brand Dewi.
Beberapa hari sebelumnya, Rosa menginstal sebuah aplikasi vidio pendek yang di namakan Tiktok, yang akan digunakannya sebagai salah satu alat promosi, menurut Rosa itu salah satu cara ampuh untuk memasarkan produk, karena hampir 99,1 persen orang Indonesia menggunakan aplikasi itu.
Dan benar saja, baru satu minggu ia menggunakan aplikasi itu, Rosa sudah berhasil mendapatkan followers yang banyak di Tiktok maupun Instagram, parasnya yang cantik mampu memikat banyak pasang mata tertarik untuk melihat aksinya.
Ia mengikuti gaya-gaya yang sedang ngetren di laman Tik tok, Seperti goyangan yang sedang ngetren, lipsing, dan yang lainnya.
Bahkan ia juga membuat vidio tentang kesehariannya yang berdurasi cukup panjang dan berjudul 'DAY IN MY LIFE'. Cara yang banyak di gunakan konten kreator, karena banyak orang yang penasaran dengan keseharian idolanya.
Di dalam Vidio-vidio singkatnya, Rosa mulai memperkenalkan Brand kecantikan yang dia gunakan, bahkan ia sengaja membuat vidio yang di khususkan hanya untuk memperkenalkan Brand dan juga cara penggunaannya.
Usaha yang digunakan Rosa terbukti ampuh, hanya dalam waktu satu bulan semenjak ia memperkenalkan prodak kecantikan Dewi, kini perusahaan itu mulai kebanjiran orderan, permintaan pasar pun mulai naik dua kali lipat dari sebelumnya.
__ADS_1
Sebagai rasa terima kasihnya atas kerja keras Rosa, Dewi pun memberikan bonus kepada Rosa dengan jumlah yang cukup besar, dan tentu saja hal itu membuat Rosa semakin senang bekerja sama dengan Dewi, dan membuatnya semakin gencar mempromosikan Brand Dewi untuk mengharapkan lebih banyak bonus.