Terjerat Cinta OM Tampan

Terjerat Cinta OM Tampan
19. Rencana Pernikahan.


__ADS_3

Reno sudah berulang kali melihat jam yang ada ditangannya, ia sudah terlihat sangat kesal karena menunggu Rosa sudah hampir satu jam di dalam mobil.


Padahal saat Reno menghubunginya dan mengatakan sudah sampai di area parkir, gadis itu bilang akan keluar dari studio pemotretannya dalam waktu sepuluh menit, tapi nyatanya sudah satu jam Rosa belum juga menampakkan batang hidungnya.


Pekerjaan Reno di kota S tidak begitu sibuk lagi. Setelah hampir tiga bulan tidak pulang ke Jakarta karena kesibukannya yang cukup padat bulan lalu, akhirnya Reno memutuskan untuk pulang selama tiga hari setelah memastikan bahwa pekerjaannya bisa ia tinggal.


Sehari sebelumnya, Reno sudah mengabari kedua orang tuanya dan juga Rosa tentang rencana kepulangannya. Dan tentu saja kabar dari Reno itu membuat orang tuanya merasa senang, begitu pun dengan Rosa yang tak kalah bahagianya.


Sesampainya di rumah, Reno memutuskan untuk beristirahat sejenak, dan saat hampir jam 3 sore, ia menghubungi Rosa dan berkata ingin menemuinya di studio untuk menjemput kekasih yang sudah sangat ia rindukan.


Namun sudah hampir pukul empat sore, Rosa belum juga keluar dari studio, padahal ia mengatakan pekerjaannya akan selesai sebelum Reno sampai.


Sungguh Reno tidak menyangka Rosa seperti mengabaikannya dan lebih mementingkan pekerjaan, padahal mereka sudah cukup lama tidak bertemu, yang seharusnya kepulangan Reno di sambut baik oleh Rosa untuk melepas rindu, tapi malah seperti tidak begitu penting bagi Rosa.


Reno ingin sekali rasanya menghampiri Rosa di dalam studio, namun tidak ia lakukan karena ia tidak ingin membuat Rosa marah, dan merusak momen kebersamaan mereka yang sudah lama tidak bertemu


Sebelum Reno kembali menghubungi Rosa untuk kesekian kalinya, akhirnya Ia melihat wanita cantik yang sudah lama di tunggu itu keluar dari studio, ia melangkah mendekati mobil Reno yang terparkir dengan terburu-buru.


Setelah masuk ke dalam mobil ia langsung memeluk Reno sambil mencium kedua belah pipi laki-laki itu bergantian.


"Maaf sayang, aku harus mengambil beberapa foto lagi." Ujar Rosa tampak tenang dan tanpa merasa bersalah karena membuat Reno menunggu lama.


Sudah hafal sikap Rosa yang tidak mau disalahkan, Reno hanya terlihat diam, meskipun di hatinya sedikit kesal, namun karena tidak ingin mengacaukan suasana, ia pun memilih diam, dan langsung mengemudikan mobilnya, meninggalkan studio itu.


Awalnya Reno berniat untuk mengajak Rosa pergi ke mall untuk makan dan shoping, hal yang sangat di sukai Rosa, tapi karena sudah lelah menunggu dan suasana hati Reno juga sudah buruk, akhirnya Reno memutuskan untuk langsung menghantar Rosa pulang ke rumahnya.


******


Keesokan harinya, Reno kembali mengajak Rosa bertemu dan pergi jalan-jalan, kebetulan hari ini Rosa juga mengatakan bahwa ia tidak ada pekerjaan.


Reno berusaha melupakan semua kejadian kemarin, dan kembali bersikap manis seperti biasanya dengan Rosa.

__ADS_1


Saat pukul sepuluh, Reno pergi menjemput Rosa, ia langsung membawa gadis itu ke salah satu pusat perbelanjaan terbesar yang ada di Jakarta.


"Sayang, sekarang silahkan kamu pilih barang apa yang kamu mau." Ujar Reno saat mobil mereka tiba di parkiran mall.


"Serius, Sayang?" Tanya Rosa. Dan langsung mendapat anggukan dari Reno.


Dengan senang hati Rosa mendengar ucapan Reno, karena ia memang tipe perempuan yang gemar shoping berburu barang-barang terbaru.


Begitu masuk kedalam mall itu, Rosa langsung mencari apa yang dia mau dan mengambil semua yang dia inginkan sesuka hatinya.


Reno yang melihat tingkah Rosa hanya tersenyum sambil geleng-geleng kepala, namun ia merasa bahagia karena bisa membuat Rosa senang.


Saat sedang berkeliling, tak jarang ada saja orang yang mengenal Rosa lewat akun-akun pribadinya menghampiri untuk meminta foto, membuat Reno merasa risih karena dikerumuni banyak orang. Namun dengan terpaksa ia harus bisa menjaga sikap, karena tidak ingin membuat malu di depan umum.


Puas berkeliling, Rosa mulai merasa lapar, ia mengajak Reno untuk mencari tempat makan, dan Reno pun langsung membawanya ke sebuah restoran yang juga berada di dalam mall itu.


Menu makanan mereka sudah terhidang di depan mata, seakan melambai-lambai ingin segera disantap oleh ke dua insan yang sudah dilanda rasa lapar.


"Sayang, bagaimana kalau kita mulai memikirkan persiapan pernikahan kita." Ucap Reno memecah keheningan di sela makan mereka.


Uhuk,


Uhuk,


Uhuk.


Rosa sangat terkejut mendengar ucapan Reno, hingga membuat ia tersedak makanannya. Dengan sigap Reno memberikan minumannya kepada Rosa.


"Kamu kenapa? Pelan-pelan saja makannya." Ujar Reno.


"Aku gak apa-apa." Jawab Rosa, sambil mengatur nafasnya.

__ADS_1


Rosa terlihat diam sebentar untuk menetralisir debaran jantungnya, lalu setelah sedikit tenang, barulah ia menjawab pertanyaan Reno.


"Sayang, apa gak terlalu cepat membahas masalah pernikahan kita sekarang?" Ujar Rosa, yang sudah kembali melanjutkan makannya.


"Aku rasa gak juga. Kamu ingat kan dengan janji mu bahwa kita akan menikah dua tahun lagi, dan kamu mengucapkannya di tahun yang lalu, itu artinya tinggal setahun lagi kamu harus memenuhi janji mu itu." Jawab Reno.


"Iya sayang, tapi kan setahun itu masih lama. Kamu gak sabar banget ya pengen cepat-cepat menikah dengan aku?" Rosa mencoba mencairkan suasana, karena dia takut Reno akan mengiranya kembali mengulur waktu, dan membuat Reno kesal.


Meski sebenarnya Rosa memang belum siap menikah di tahun depan.


Reno tersenyum menanggapi ucapan Rosa yang menggodanya dengan mengatakan tak sabar untuk menikahi perempuan itu.


"Kamu tahu mama tidak main-main dengan ucapannya, Sayang. Jadi aku takut kalau kamu terlalu asik dengan dunia mu saat ini, dan melupakan janji mu untuk menikah di tahun depan." Jawab Reno.


"Aku tidak akan lupa dengan janjiku, tapi untuk mulai mempersiapkannya sekarang, aku rasa itu terlalu terburu-buru sayang. Sekarang ini semuanya sudah canggih, bahkan waktu satu minggu saja cukup untuk mempersiapkan pesta pernikahan besar. Lagi pula bukannya kamu masih harus pergi ke kota S, nanti aku sibuk sendiri dong kalau ngurus tanpa kami." Kilah Rosa mencari alasan.


"Ya sudah kalau begitu, tapi aku harap kamu jangan pernah punya pikiran untuk kembali mengulur waktu, Sa. Karena aku tidak bisa lagi memberikan alasan kepada kedua orang tua ku."


"Iya sayang." Jawab Rosa.


"Dan lagi, aku tidak mau kamu masih menjadi model saat kita sudah menikah, aku tidak mau tubuhmu masih terekspos di berbagai media. Karena setelah menikah, kamu hanya milik aku." Sambung Reno,


Mendengar perkataan Reno, membuat jantung Rosa kembali berdetak kencang, sebenarnya ia sungguh tidak sanggup kehilangan karirnya yang sedang naik saat ini. Pernikahan sungguh akan membuatnya jadi terikat.


Rosa hanya menanggapi dengan anggukan, lalu mereka kembali melanjutkan acara makan mereka yang sempat tertunda karena obrolan tentang pernikahan.


Tapi Rosa tampak tidak lagi memiliki nafsu untuk mengunyah kembali makanannya, ucapan Reno membuat pikirannya jadi kacau karena memikirkan karirnya yang baru saja melejit tapi harus terhenti jika tahun depan mereka benar-benar menikah.


********


Setelah beberapa hari berada di Jakarta, akhirnya Reno kembali pergi ke kota S melanjutkan pekerjaannya.

__ADS_1


Pertemuannya dengan kedua orang tuannya dan Rosa sudah cukup membuat rasa rindunya hilang, meski saat pertama kedatangannya, Reno harus merasa kesal ulah Rosa yang seperti mengabaikannya.


__ADS_2