
Tepat di hari libur, Reno pulang ke Jakarta. Ia di jemput sopir Papanya yang sudah di perintahkan untuk menjemputnya saat jam penerbangan dari kota S ke Jakarta tiba.
Reno mengabari Rosa bahwa dirinya sudah tiba saat dirinya sudah masuk ke dalam mobil. Reno berniat untuk beristirahat dulu di rumahnya sebelum bertemu Rosa, dan akan menjemput Rosa saat jam makan malam.
Tiba di rumah, Reno di sambut pelukan hangat mamanya, lalu Sarah langsung mengajak putranya itu untuk makan siang.
"Ayo makan dulu, Ren. Mama sudah masak menu kesukaan kamu." Ujar Sarah sambil menggandeng putranya menuju meja makan.
"Papa gak pulang, Ma?" Tanya Reno.
"Papa bilang akan ada meeting jadi gak pulang, tapi mama sudah suruh sopir untuk ngambil makanan buat papa sebelum jumput kamu, papa mu pasti senang karena ini menu kesukaan kamu dan papa." Ujar Sarah dengan tersenyum manis, kebetulan sekali selera suami dan anaknya sama persis.
Reno langsung menyantap makanan yang sudah diambilkan oleh mamanya.
"Gimana, enak?" Tanya Sarah.
"Tentu saja, masakan mama memang luar biasa, Reno sudah lama gak makan enak masakan mama." Jawab Reno,
Seperti biasa ia akan selalu memuji masakan Mamanya dengan senang hati, menurut Reno itu adalah sebuah ucapan ringan tapi mampu membuat bahagia orang yang sudah melahirkannya itu.
"Kalau begitu makanlah yang banyak." Jawab Sarah dengan senyuman merekah, hatinya selalu senang saat suami dan anaknya begitu lahap memakan masakannya.
"Ren." Ucap Sarah di sela-sela makan Reno.
"Iya, Ma." Jawab Reno sambil sekilas menoleh kearah Mamanya, lalu kembali fokus ke makanannya.
"Apa kamu akan menemui, Rosa?" Tanya Sarah dengan nada suara yang lembut, dia tidak ingin merusak selera makan putranya, apa lagi Reno baru saja tiba, jangan sampai ia merasa tertekan oleh permintaan mamanya yang ingin ia segera menikah.
"Iya, Reno berencana untuk mengajaknya dinner nanti malam." Jawab Reno, Dia tahu arah pembicaraan mamanya.
"Gimana kalau makan malam di rumah saja? Mama akan masak untuk kita makan bersama. Mama ingin sekali bertemu Rosa, dia sudah lama tidak main kesini." Usul Sarah.
"Boleh juga, nanti Reno akan bicarakan dengannya." Jawab Reno lalu melemparkan senyumnya kepada mamanya.
__ADS_1
Sebenarnya Reno sudah tahu maksud dari mamanya menawarkan untuk mengajak Rosa makan malam di rumah mereka, Sarah pasti berniat untuk mendesak agar Rosa segera menikah dengannya, tepi sepertinya itu memang ide bagus menurut Reno, karena pasti Rosa sudah tidak bisa menolak lagi jika langsung bicara di hadapan kedua orang tuanya.
Reno benar-benar sudah bertekad untuk melepas masa lajangnya, membina rumah tangga dengan orang yang sangat dicintainya dan memiliki keturunan, agar hidupnya bisa lebih tertata.
Menjalin hubungan yang sudah cukup lama, dan sudah memberikan kesempatan kepada Rosa untuk mengejar mimpinya, tentu membuat Reno merasa bahwa Rosa tidak bisa lagi untuk menunda-nunda pernikahan mereka.
Selesai makan Reno langsung menuju kamarnya untuk istirahat, sedangkan Sarah terlihat menemui asisten rumah tangganya untuk memintanya belanja ke supermarket, membeli apa saja keperluan untuk acara makan malam bersama Rosa.
Dan tepat pukul tujuh malam, Reno terlihat turun dari dalam mobil di depan rumah Rosa, Ia disambut senyuman dan pelukan hangat oleh Rosa yang langsung mempersilahkannya masuk untuk bertemu dengan om dan tantenya terlebih dulu, karena sudah lama juga Reno tidak berkunjung dan bertemu om dan tante Rosa.
Usai mereka berpamitan, Reno dan Rosa langsung menuju mobil Reno yang terparkir di halaman rumahnya.
"Kita mau makan malam di mana, Sayang?" Tanya Rosa.
"Nanti juga kamu akan tahu." Jawab Reno dengan tersenyum manis.
Rosa terlihat menautkan alisnya, merasa bingung karena tidak pernah biasanya Reno merahasiakan tempat mana yang akan mereka datangi untuk makan, bahkan biasanya Reno lah yang akan menanyakan kepadanya ingin makan di mana.
Rosa terlihat duduk tenang saat berada di samping Reno, tapi di dalam hatinya sungguh ia amat gelisah, pikirannya melayang membayangkan Reno yang akan membahas dan meminta dirinya segera menikah dan meninggalkan dunia hiburannya saat makan malam nanti.
"Katanya mau makan malam, kenapa kita malah ke rumah kamu?" Tanya Rosa, perasaannya mulai semakin khawatir.
"Iya, kita akan makan malam bersama Papa dan Mama." Jawab Reno.
Rosa tampak terkejut.
"Kenapa gak bilang?" Tanya Rosa dengan wajah yang sedikit tampak tegang, kali ini dia yakin tidak akan bisa menolak lagi ajakan Reno untuk menikah.
"Memangnya kenapa? Ada yang salah?" Tanya Reno sambil menautkan alisnya.
Reno sudah dapat membaca ekspresi wajah Rosa. Memang tidak salah pikirnya Mamanya mengusulkan untuk mengajak Rosa makan malam di rumah mereka.
"Gak ada yang salah, Sayang. Tapi baju ku gak pantas, terlalu seksi?" Rosa mencoba menutupi kegelisahannya dan beralasan bahwa pakaian yang ia kenalan salah.
__ADS_1
Menurut Rosa gaun berwarna navy di atas lututnya itu terlalu seksi, jika dipakai untuk makan malam bersama orang tua Reno.
"Gak ada yang salah dengan baju mu, Sayang. Kamu cantik sekali malam ini. Ayo turun." Ujar Reno sambil membuka pintu mobil.
Keduanya masuk dan langsung di sambut oleh Sarah yang menunggu di ruang keluarga.
"Sudah sampai?" Ujar Sarah yang mendekati keduanya dan langsung memberi pelukan serta ciuman pipi kiri dan kanan kepada Rosa.
"Tante apa kabar?" Tanya Rosa.
"Baik, Sayang. Kita langsung makan saja ya. Ren, tolong panggilkan papa di ruang kerjanya." Ujar Sarah.
Reno pun melangkah menuju ruang kerja papanya sedangkan Sarah dan Rosa langsung menuju meja makan.
Semuanya terlihat menikmati makan malam mereka, tidak ada satu pun dari mereka yang bersuara, hanya terkadang saling melempar senyuman. Begitu pun dengan Rosa, perasaan gelisah yang menyelimutinya membuat dirinya enggan untuk buka suara.
setelah semuanya selesai makan, barulah mereka pindah ke ruang keluarga dan mulai membahas rencana pernikahan, Reno sengaja tidak ingin membuka percakapan di atas meja makan karena takut akan merusak suasana makan.
"Pa, Ma. Sesuai dengan keinginan Papa dan Mama sebelumnya, Reno pulang ke Jakarta dan mengajak makan malam tujuannya adalah untuk membahas pernikahan kami." Ujar Reno menyampaikan niatnya pulang kepada kedua orang tuanya, meski pun sebenarnya Sarah sudah tahu karena kepulangan Reno ini juga memang permintaanya.
"Bagus itu, Papa Setuju. Lalu kapan rencana kalian ingin menikah?" Tanya Chandra.
Reno menoleh ke arah Rosa yang juga sedang menatapnya, melihat gadis itu yang tampak hanya diam saja dan seperti tidak ingin berkomentar apapun. Memang pas usulan Mamanya untuk mengajak Rosa ke rumahnya, dengan begitu Rosa tidak lagi bisa membantah.
"Tiga bulan lagi, Pa." Jawab Reno.
Rosa terkejut mendengar ucapan Reno, tangannya bergetar, nafasnya seakan terasa sesak.
"Apa itu tidak terlalu cepat?" Rosa spontan menjawab, semua tampak menoleh ke padanya, membuat Rosa jadi semakin gemetar dan merasa salah bicara.
"Maksud Rosa, apa itu tidak terlalu terburu-buru, bukankah semuanya butuh persiapan?" Sambung Rosa lagi, ia berusaha memperbaiki kata-katanya yang seakan tidak setuju dengan usulan Reno.
"Tante rasa tidak, Sa. Cukup untuk kami mempersiapkan itu semua, lagi pula tiga bulan itu waktu yang masih panjang. Bulan depan, kami akan datang ke rumahmu untuk melamar. Bagaimana?" Tanya Sarah meminta pendapat suami dan anaknya.
__ADS_1
"Ide bagus, Papa dan Mama akan persiapkan semuanya, kalian tidak perlu repot-repot dan pusing memikirkannya, biar kami yang urus semua." Jawab Chandra.
Rosa tidak lagi bisa membantah, dan hanya memilih diam, dia tidak ingin kedua orang tua Reno tahu bahwa sebenarnya ia keberatan karena menurutnya itu terlalu cepat.