
Diandra semakin tidak nyaman dan merasa bersalah, takut jika Raffa tau yg sebenarnya.
Entah apa yg harus di lalukan Diandra untuk membuat Kafka menjauhinya.
Diandra masih bingung dan terus memutar otaknya, beharap Tuhan akan membantunya keluar dari masalah ini.
Diandra keluar kamar dan turun menuju ruang tv menunggu kedua sahabatnya datang mengunjunginya.
Sekitar dua puluh menit Rosi dan Jaka datang mengetuk pintu pelan.
Dengan cepat ia segera membuka pintunya.
Hatinya sangat girang melihat kedua sahabatnya datang mengunjunginya.
"Hai sayang, aku kangen." Ucap Rosi lalu memeluk Diandra dan mencium pipinya.
"Aku juga kangen ." jawab Diandra sembari membalas pelukan Rosi.
"Apa kau tidak kangen juga padaku ." sahut Jaka yg merasa di cuekin.
"Tentu saja aku juga kangen sama kamu, sini biar aku peluk ." ucap Diandra lalu memeluknya.
Diandra, Jaka dan Rosi masuk ke rumah dan duduk di ruang tamu.
Bibi datang membawa minuman dingin dan beberapa toples makanan ringan.
"Dra, rumah suami mu besar banget." Ucap Rosi sangat kagum melihat rumah Raffa yg megah itu.
"Benarkah ," jawab Diandra singkat.
"Mana suami mu, apa dia masih kerja ." tanya Jaka.
"Iya, dia masih kerja."
Mereka bertiga menikmati cemilan dan juga minuman dingin yg di bawa bibi barusan sambil ketawa ketiwi.
Mereka sangat bahagia bisa berkumpul kembali.
mereka puas melepas rasa rindu yg sudah lama mereka rindukan karena lama tak jumpa.
Persahabatan mereka sangat erat dan tidak mudah untuk di pisahkan,
seperti tangan dan mata saat tangan kiri terluka maka mata akan menangis dan tangan kananlah yg akan menyekanya.
"Ndra kamu jadi lanjutin kuliah di mana ." tanya Jaka
"Suami ku mendaftarkan aku kuliah di dekat kantornya ." jawab Diandra.
"Ok..aku juga akan kuliah di situ ." jawab Rosi.
"Bukannya kamu akan kuliah ke luar negeri ." tanya Diandra.
"Aku tidak mau kuliah di sana ." jawab Rosi.
"Baiklah aku juga akan kuliah bersama kalian ." sahut Jaka.
Mereke bertiga sepakat untuk kuliah di dekat kantor Raffa.
Rosi dan Jaka berpamitan pulang karena Diandra harus pergi mengantar makan siang untuk suaminya.
Diandra bersiap lalu pergi membawa serantang makan siang untuk suaminya.
Sopir pribadinya dengan setia akan mengantarnya kemanapun Dia pergi.
Sopir menghentikan mobilnya pelan di depan kantor Raffa.
Diandra turun lalu menelpon suaminya.
Dia tidak tau di mana ruangan suaminya jadi l dia lebih memilih menunggunya di depan.
Asisten An datang menjemput Diandra sesuai dengan perintah Raffa.
"Nona, mari ikut dengan saya." ucap Asisten An.
"Terima kasih kak An ." Diandra mengikuti langkah An dari belakang.
Dia merasa kagum dengan kemewahan dan kemegahan kantor suaminya itu.
Asisten An tersenyum mendengar ucapan Diandra yg memanggilnya ''kakak An"
"Istri Bos besar sangat rendah hati dan tidak sombong.
Sangat sopan dan menghargai bawahannya tanpa memandang bulu.
"Nona, mari lewat sini." ucap Asisten An sembari menekan tombol lift.
Setelah lift terbuka An dan Diandra masuk lift.
An menekan tombol naik ke lantai 20.
Diandra merasa bersyukur memiliki suami yg baik dan kaya seperti Raffa.
Semua terasa seperti mimpi gadis miskin sepertinya bisa menikah dengan pangeran kaya.
Pintu lift terbuka Diandra dan An keluar.
Puluhan karyawan memberinya salam dan hormat.
Diandra merasa terkejut dan bahagia dengan kebaikan mereka. Diandra membalas sapa mereka dengan menundukkan kepalanya.
__ADS_1
Raffa sudah berdiri di depan pintu menunggu istrinya datang.
Mendekati istrinya dan mengandeng tangannya masuk ruangan.
Ada salah satu karyawan seksi yg merasa tidak suka dengan kehadiran Diandra.
Cici adalah karyawan terseksi di kantor Raffa.
dia sangat menyukai Raffa bahkan berkali kali Dia berusaha mendapatkan perhatian Raffa, namun Raffa tak pernah menggubrisnya. Baginya dia hanya karyawan biasa dan tidak lebih dari itu.
Diandra dan Raffa duduk di kursi empuk yg ada di pojok ruangan.
Diandra membuka rantang dan menyiapkannya.
"Sayang, ayo makanlah nanti keburu dingin ." ucap Diandra.
Raffa mengangguk dan mulai menyendoknya.
Dia sangat senang dengan kehadiran istrinya.
Diandra adalah istri yg baik dan perhatian, sabar dan tidak sombong baginya.
"Sayang, gimana rasanya enek ngak"?
" Tentu saja karena yg masak kan istri ku." jawab Raffa.
"Yang masak Bibi bukan aku, tadi Jaka dan Rosi datang ke rumah jadi aku tidak sempat masak." balas Diandra jujur.
"Tidak masalah siapapun yg memasak yg
terpenting bagi ku siapa yg menemani ku makan, hehe... " jawab Raffa.
Diandra tersenyum sambil mencubit perut Raffa pelan.
"Kau selalu membuat hati ku berbunga sayang." Goda Diandra.
Raffa terkekeh mendengar pujian dari istrinya.
Hanya dia yg mampu membuat hati Raffa bahagia.
Makan siang telah selesei, Diandra membereskannya lalu duduk di samping suaminya.
Raffa memeluknya dari samping dan mencium keningnya lembut.
"Kamu sangat cantik Nona Raffa Anggara Putra." Goda Raffa sembari menyentuh hidung istrinya dengan jari telunjuknya.
"Benarkah... kau juga sangat tampan Tuan ." balas Diandra.
Mereka kembali tertawa renyah.
Tok..Tok..
Raffa pun mempersilahkannya masuk.
"Kak Raffa." Teriak Vera yg langsung memeluk Raffa.
Raffa menepisnya pelan tidak ingin membuat hati istrinya cemburu.
"Kenapa kamu ke sini ?" tanya Raffa.
"Aku cuma kangen sama kakak. " jawab Vera kembali memeluk Raffa namun
Raffa kembali menepisnya pelan.
Diandra tidak suka dengan kehadiran Vera.
Hatinya merasa cemburu melihat ulah Vera.
Diandra tau jika Vera hanya ingin membuat Diandra patah hati.
Diandra berusaha menutupi luka hatinya dengan senyuman palsunya.
Diandra berdiri lalu kembali duduk di tengah atara Vera dan Raffa.
Dia tidak akan membiarkan wanita ganjen itu merayu suaminya.
"Vera, kau sangat tidak sopan. Kau tidak boleh asal memeluk suami orang apa lagi kamu bukan saudara kandung." Ucap Diandra tajam.
Vera kecewa dan ingin tasanya ia mencekik Diandra
Hatinya seperti terbakar dan ingin meledak.
Dindra adalah cewek penghalang baginya.
"Tapi...."
"Kau tetap tidak boleh memeluk suami orang sembarangan. " sahut Diandra memotong ucapan Vera.
Raffa mengerti dan paham jika istrinya tidak suka dengan kehadiran Vera.
Raffa tersenyum dan ingin ketawa namun ia berusaha menahannya.
"Vera...aku masih banyak pekerjaan, sebaiknya sekarang kamu pulanglah." Sahut Raffa tegas tapi sopan.
Vera sangat kecewa dan kesal.
Dia berdiri kasar melangkah pergi meninggalkan ruangan.
Membuka pintu kasar lalu membantingnya keras.
__ADS_1
Raffa terkekeh tidak kuat menahannya lagi menahannya.
Diandra hanya melotot dan heran melihat suaminya yg terus ketawa tanpa henti.
"Ada apa....kenapa kau tertawa emangnya ada yg lucu." tanya Diandra kesal.
"Kau sangat lucu sayang."jawab Raffa dan kembali tertawa lagi.
Dindra merasa kesal di buatnya.
Mengambil nafas panjang lalu membuangnya kasar.
Diandra memukul bahu suaminya keras hingga dia merintih kesakitan.
"Sayang, kau sangat imut kalau marah, apa kamu sedang cemburu, hehe...." ucap Raffa sbari menatap istrinya lekat lalu memeluk dan mencium bibirnya.
"Udah tau cemburu masih tanya juga." jawab Diandra sinis.
Raffa kembali sibuk dengan laptopnya.
Dia ingin menyeleseikan pekerjaanya lebih cepat.
Tidak ingin melihat Diandra menunggunya lebih lama.
Sedangkan Diandra duduk menunggu suaminya menyeleseikan pekerjaanya di sofa sambil main game online di ponselny.
Cici mengetuk pintu dan masuk ruangan.
Menaruh beberapa dokumen di atas meja Raffa.
Melirik Diandra sebentar dan kembali menatap Raffa.
Selesei menaruh dokumen Cici mendekati Diandra dan pura pura tersandung.
Segelas air yg ada di depan Diandra jatuh dan menyiram tubuh Diandra.
Diandra kaget langsung berdiri.
Bajunya basah kuyup tersiram air tadi.
Diandra memandang gadis itu tajam ingin rasanya ia memakinya
"Maaf Nona,,, aku tidak sengaja." ucap Cici berpura.
"Tidak apa-apa."jawab Diandra sambil menajamkan pandangannya.
Raffa berjalan mendekati istrinya dan segera menyuruh Cici keluar.
"Sayang, kamu tidak apa- apa." tanya Raffa lalu mengandengnya masuk ruang istirahat.
"Aku tidak apa- apa cuma basah biasa."
Raffa mengambil kemeja putih dari dalam lemarinya dan menyodorkan ke Diandra.
Pakai ini biar kamu tidak masuk angin.
"Apa aku harus pakai ini. " tanya Diandra sambil menerima kemeja itu.
Raffa mengangguk.
Diandra keluar dengan pakean yg kedodoran.
Meskipun kedodoran Diandra tetap terlihat cantik karena pada dasarnya dia memang sudah cantik.
Raffa mengandeng istrinya dengan menenteng tas milik Diandra.
Diandra berjalan santai tidak menggubris pakeannya yg kedodoran itu.
Dia sangat percaya diri dengan penampilannya.
Semua karyawan melihat mereka dengan heran dan beribu ribu pertanyaan di otaknya.
Ada yg kagum dengan keromantisan mereka, ada yg kagum dengan kecantikan Diandra.
"Apa yg habis mereka lakukan, kenapa Nona muda pakek kemeja Tuan." ucap si A
"Mungkin habis kikkuk kikkuk kali."jawab si B
"Tapi Nona sangat keren dia tetap cantik." sahut si C
"Iya Nona sangat cantik."jawab si D
Karyawan Raffa pada kepo dengan penampilan Nona mudanya. Mereka ikut bahagia karena pada akhirnya bos mereka menemukan istri yg tepat.
Cici merasa gagal membuat malu Diandra.
Hatinya sangat kesal dan ingin marah.
♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️
jangan lupa
👍 like
⭐rate & vote
tekan tanda ♥️
terima kasih🙏🙏
__ADS_1